
Dito kembali masuk kerumahnya dia berlutut di hadapan kedua orang tuanya membuat mereka terkejut, Adiknya berusaha membantu Dito berdiri namun dia menolaknya
"Ma.. pa.. Dito minta izin sama mama sama papa buat mempertanggung jawabkan kesalahan Dito, Dito mengakui memang anak yang di kandung Gita adalah anak Dito"
"Kamu sudah gila? lalu bagaimana mimpi mimpi kamu? kamu akan mencoreng nama baik keluarga" teriak ibunya
"Dito akan merasa sangat bersalah dan akan merasa gagal kalo Dito menelantarkan mereka, Dito mohon ma.. pa.. biarkan Dito menikahi Gita"
"Papa kecewa sama kamu Dito, papa kira anak itu berbohong tapi ternyata papa sudah gagal mendidik seorang anak" ujar ayahnya
"Pa.. maafin Dito, apapun yang terjadi Dito akan tetap menikahi Gita" Dito telah mantap dengan keputusannya
"Ma.. pa.. maafin kak Dito" ucap adiknya seraya mengusap punggung Dito
"Apapun kenyataannya mama gak akan izinin kamu nikah sama wanita itu, semua ini sudah menunjukan betapa murahannya dia seorang wanita yang dengan suka rela tidur dengan pria yang bukan suaminya bagaimana dia bisa melakukan itu? " bentak ibu Dito
"Stop ma.. jangan lagi mama menghina Gita semuanya salah Dito mama gak tau kan Dito yang paksa dia" suara Dito meninggi bangun dari duduknya
"Dito kami orang tua kamu tidak sepantasnya kamu bicara dengan nada tinggi pada orang tuamu" ujar ayah Dito
Keributan terjadi Dito tetap ingin memperjuangkan Gita dia tidak peduli masa depannya dan hidupnya dia berpikir jalan yang terbaik untuk Gita dan anak mereka
"Aku ibumu, aku yang mengandung dan membesarkanmu sampai sebesar ini apa kamu akan membangkang sekarang? apa karena anak ingusan tadi huh? " bentak ibu Dito
"Siapa dia berani beraninya dia menghasut kamu" lanjut ibunya
"Kalo kamu masih bersikeras menuruti perkataan mereka papa bisa saja membuat bangkrut usaha ayahnya" ancam Ayah Dito
"Serius? kalian tidak tau dia anak siapa? dia anak Gibran Wilson pemilik 60% saham di kantor kalian, kalo dia mau dia bisa membuat ayahnya.... "
"Cukup.. mama tahu kamu sedang mengancam kami jangan pikir kami tidak bisa melakukan hal yang sama" teriak ayahnya
"Sekarang kamu pilih menikahi wanita itu atau pergi dari rumah? " ucap ibunya membuat adik Dito menggelengkan kepalanya
"Baik aku pilih yang kedua" Dito beranjak pergi ke kamarnya
Adik Dito terus mengekori kakaknya seraya menangis memegangi tangan Dito, dia tidak rela kakak yang selama ini dekat dengannya pergi dari rumah
"Kak kita bisa bicarakan ini lagi, jangan pergi" tangis adiknya pecah saat Dito mengambil tas berisi semua bajunya
"Kakak melakukan kesalahan dan harus mempertanggung jawabkannya, jangan seperti kakak kamu harus bisa jaga diri kamu dan jaga mama dan papa" Ucap Dito mengusak pucuk kepala adiknya
Dito pergi begitu saja melewati kedua orang tuanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Seminggu sudah Allea di skors dari sekolah dan hari ini dia dan Max mulai kembali masuk ke sekolah, Allea baru saja masuk ke kelas Gita terlihat lebih ceria di banding hari hari sebelumnya namun masih canggung dengan Dito
Seperti biasa Aksa akan menunggu di depan kelas sampai nonanya pulang
"Pagi guys" Allea duduk di samping Gita
"Gue kangen sama kalian" lanjutnya
"Gak ada lo rasanya sepi Le mana ada yang lagi diem dieman" seloroh Desta
"Kalian belum baikkan? " tanya Allea
"Emang kalian berdua kenapa sih? " tanya Bagas
"Gak kenapa napa" jawab keduanya bersamaan
"Ciee kompak" ledek Allea membuat keduanya kembali diam
Max baru saja datang dengan senyum manisnya yang tertuju pada Allea keduanya saling tersenyum, namun senyum Allea luntur saat Arabella menggandeng tangan Max
"Thanks ya buat tumpangannya" Ucap Arabella
"Guys gue ke toilet dulu" ujar Allea menabrak bahu Max
"Lepas" Max menepis tangan Arabella dan menyusul Allea
"Gak usah ikut aku cuma mau ke toilet" ucap Allea pada Aksa
"Baik non"
Allea yang kesal menggerutu sendiri sampai masuk ke dalam toilet, baru saja dia masuk tiba tiba pintu toilet kembali di buka dengan kuat hingga Allea mundur dan punggungnya terbentur dinding
"Awww... " Allea meringis
"Lo gak apa apa? sorry" Max memegang kedua lengan Allea setelah mengunci pintu
"Lepas..lepas ngapain sih ikut masuk lo mau orang liat? gue gak mau di skors lagi " gerutu Allea
"Gue cuma mau jelasin tadi Arabella mobilnya mogok gue kebetulan lewat dan dia minta tumpangan" Max menjelaskan yang sebenarnya terjadi
"Peduli amat, lo gak harus jelasin apapun karena gue bukan siapa siapa. Sekarang keluar " ucap Allea
"Jangan marah, gue bener bener gak sengaja ketemu dia"
"Ya udah gue bisa ngadep sini lo buang air aja" Max membelakangi Allea membuat Allea melotot
"Dasar gila, cepet keluaaaarrr" pekik Allea
"Oke.. oke.. gue keluar tapi lo janji jangan marah" Ucap Max seraya menangkup wajah Allea
"Terserah sekarang cepet keluar"
"Cium dulu" goda Max
"Gak mau.. cepet keluar" Allea benar benar tidak tahan ingin buang air kecil
Cup
Max mencium gemas bibir Allea dengan paksa membuat Allea mencengkram baju Max dan memukul mukul dadanya
"Sekali lagi" ucap Max saat sudah melepaskan bibir Allea
"Kurang ajar... lo kurang ajar" Allea memukuli Max sampai mengejarnya keluar toilet
Max tertawa karena di pukuli Allea keluar dari kamar mandi, baru saja keluar mereka di kejutkan dengan suara seseorang
"Lo ngapain di toilet cewek? " tanya Yuki
Keduanya diam mematung lalu saling menatap, Yuki melihat baju seragam Max yang kusut dan rambut Allea yang jadi berantakan karena Max menangkup wajah Allea
"Bukan urusan lo" ketus Max berlalu dari sana
"Gue duluan ya" Allea tersenyum kikuk meninggalkan Yuki dan melupakan buang airnya
Sesampainya di kelas Allea enggan melihat Max rasanya malu tapi Max di belakang Allea selalu menggodanya, mencoleknya dari belakang dan memutar mutar rambut Allea dengan Jarinya
"Bisa diem gak sih? " kesal Allea tanpa berbalik
"Jangan marah dong" Max berbisik mencondongkan tubuhnya ke kepala Allea
"Ya ampun kenapa dia jadi begini" Allea memijat keningnya sendiri dengan kelakuan Max
Max yang terus saja menggoda Allea di setiap kesempatan sampai pulang sekolah tidak jarang Aksa sampai harus menjadi pembatas diantara keduanya, sampai sampai Allea mendapat tatapan sinis dari siswi lain padahal Allea tidak meladeni Max
"Lo kasih apaan sih si Max? " tanya Gita melihat Max berubah
"Gue kasih bulu ketek" kesal Allea membuat sahabat sahabatnya tertawa di parkiran
"Udah ahh kesel gue sama dia, pengen getok palanya pake palu Thor" gereget Allea
"Pulang yuk" Ajak Max yang baru saja datang
"Baru juga di omongin" ledek Dito
"Ngomongin apaan? " tanya Max, belum sempat mereka menjawab suara seseorang membuat raut wajah Allea kembali masam
"Max gue pulang sama lo ya? " pinta Arabella
"Gak, gue pulang sama Allea" ucap Max
"Tapi dia kan dia sama bodyguard nya" kata Arabella
"Anter dia kerumahnya, Allea pulang sama gue" titah Max pada Aksa
"Maaf tidak bisa saya harus menjaga keamanan nona" jawab Aksa dengan ekspresi datarnya
"Kalo gitu lo cukup ikutin kita dari belakang abis itu anterin dia pulang" Max tiba tiba mengangkat tubuh Allea dan mendudukannya di jok belakang
"Hei gue gak bilang mau pulang sama lo" pekik Allea
"Gue gak Terima penolakan" Ucap Max melajukan motornya
"Gila.. Max kalo pacaran sama Allea pasti bucin banget deh" ucap Bagas
"Hooh.. Max seperti bukan dirinya sekarang" sahut Dito
"Pulang yok" Dito menarik tangan Gita
"Gak usah biar gue sama kak Aksa aja" jawab Gita yang di angguki oleh Aksa
"Anjiimmm... lo kalah ganteng kali to" ledek Sandro melihat Aksa membuka pintu untuk Gita
"Diem lo atau gue gak akan bawa kalian pulang" Ancam Dito
"Hehe jangan gitu dong to gue kan becanda"
"Udah udah pulang yok ahh jangan goda orang patah hati" ledek Bagas
Ketiga temannya sudah masuk namun Dito masih mematung menatap kepergian mobil yang di tumpangi Gita