
Sudah dua hari mereka berkemah di pantai sejak kejadian itu Allea seolah menjauh dari Max, meskipun masih bicara dan bercanda seperti biasa namun Max bisa merasakan perbedaan dalam sikap Allea
Hari ini kepulangan mereka Allea berjalan membawa tasnya yang terlihat berat, Max meraih tas tersebut berniat membantunya
"Gak usah gue bisa sendiri" Allea menarik tasnya dan naik ke dalam Bus
Max patuh membiarkan Allea membawa tasnya sendiri, ketika Allea hendak duduk di sebelah Gita Max menarik tangannya
"Apa lagi? "
"Duduk disini sama Gue" jawab Max
"Gue disini aja, jangan ganggu gue please gue capek" Allea menepis tangan Max lalu duduk di sebelah Gita
Para siswa yang ada di dalam bus melihat perdebatan mereka, Max yang mendapat penolakan dari Allea duduk di sebrang kursi Allea memandangi Allea yang sedang berbincang dengan Gita dan sesekali tertawa
"Udahlah di liatin mulu gak bakal ilang juga" ledek Dito di sebelah Max
"Apa lo tau kenapa Allea sikapnya berubah sama gue? " tanya Max
"Mana gue tau, lo bikin salah kali" jawab Dito
"Gue gak ngerti pikiran cewek"
"Iya sama"
.
.
"Lo punya minyak angin atau apa kek gitu gue pusing" ujar Allea
"Lo sakit? " tanya Gita mendengar itu Max menoleh ke arah mereka
"Gak tau gue cuma pusing" Setelah mengoleskan minyak angin yang di berikan Gita akhirnya Allea tertidur
Max berjalan ke arah kursi mereka dan menyuruh Gita pindah ke kursi sebelah Dito, Max duduk di sebelah Allea menarik pelan gadis itu agar tidur bersandar di pundaknya
"Gue juga mau gitu to" rengek Gita
Bukannya menarik pelan Dito malah menarik kasar kepala Gita agar bersandar di pundaknya
"Kampret lo" Gita memukul paha Dito tapi tidak merubah posisi bersandarnya
Menempuh perjalanan berjam jam akhirnya mereka tiba di sekolah, sebelum turun Gita menepuk pundak Max yang ikut tertidur kepalanya bersandar pada kepala Allea
"Mau gue gantiin disitu atau bangunin Allea? tanya Gita
" Kalian duluan aja biar Allea pulang sama gue" ucap Max lalu mereka berlima turun lebih dulu
Max memandangi wajah Allea sepertinya dia kelelahan, supir bus kembali masuk setelah sempat turun
"Belum turun den? " tanya Supir saat melihat Max dan Allea
"Pak anterin langsung ke rumah cewek ini ya, nanti saya kasih ongkosnya"
"Siap den" Supir bus mengemudi sesuai arah yang di beritahukan oleh Max
"Sampe den"
"Allea... Allea" Max menepuk pipi allea
"Udah nyampe ya ta" Allea bangun seraya mengucek matanya
Allea menggeliat meluruskan tangannya ke atas hingga mengenai wajah Max
"Kena ya? sorry ta" Allea tanpa sadar menangkup wajah Max
"Kok lo? " lanjut Allea seraya melepas kasar wajah Max
"Lo kenapa sih menghindar dari gue terus? " tanyain Max
"Gue gak menghindar Max, menurut lo gue harus gimana? " Max bingung sendiri menjawab pertanyaan Allea
"Udahlah gue cape" Allea mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Max
Max mengejar Allea dan menarik tangannya yang hendak turun dari bus
"Lo kenapa sih? gue salah apa? " tanya Max
"Lo gak salah Max dan gue gak kenapa napa, gue cape Max" Allea menepis tangan Max dan turun berjalan menuju rumahnya
"Pak ini ongkosnya" Max memberikan sisa uang cash di dompetnya
"Waahh lumayan 200rb, sering sering aja gak papa deh dengerin orang pacaran berantem" gumam sang supir
Max menyusul Allea sampai ke rumahnya lagi lagi Allea tidak mau mendengarkan ocehan Max yang mengekor di belakangnya, hingga sampai di depan rumahnya Allea langsung menutup pintunya begitu saja
"Allea.. buka pintunya" Max mengetuk pintu rumah Allea
"Arrggh" Max melayangkan pukulan di udara
"Ini yang gue takutkan Allea" batin Max
Max tidak ingin kehilangan orang orang yang dia cintai maka dari itu dia tidak ingin menyatakan perasaannya pada Allea, dia takut suatu saat Allea akan meninggalkannya karena kesalahan pahaman atau hubungan mereka putus di tengah Jalan
Max memesan taksi untuk pulang sambil menunggu Allea keluar
Tetangga yang masih seumuran Allea melihat Max duduk termenung di kursi depan teras Allea dia mendekati Max karena dia merasa pernah di beri senyuman oleh Max dia menyangka Max orang yang sangat ramah
"Lagi nunggu Allea ya? " tanya nya duduk di kursi sebelah Max
"Pergi" ucap Max
"Allea nya Kemarin pergi gak tau udah pulang atau belum " ucapnya
"Pergi, gue gak mau di ganggu" ucapnya dengan tatapan tajam membuat gadis itu pergi ketakutan
Taksi yang di pesan Max sudah datang, sebelum benar benar pergi Max kembali menoleh ke rumah Allea sebenarnya Allea pun melihat Max dari jendela kamarnya
"Lo terlalu berharap Allea makanya lo sakit hati" gumam Allea dalam hati
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tengah malam Allea terbangun dari tidurnya dia merasa panas dingin, kepalanya juga pusing dia meraih handphonenya menelpon nomer siapapun yang bisa dia hubungi
"Hallo"
"Tolong" satu kata yang Allea ucapkan saat teleponnya tersambung lalu jatuh pingsan
Max yang sedang berada di club malam miliknya bergegas pergi menggunakan mobilnya, sesampainya di rumah Allea pintunya sudah tidak di kunci dan Allea tergeletak di dekat pintu
"Allea" Max segera mengangkat Allea kedalam mobilnya untuk di bawa ke rumah sakit
Sesampainya di rumah sakit Allea langsung ditangani Max tidak meninggalkan Allea sedikitpun meskipun dokter menyuruhnya keluar.
Beberapa jam kemudian Allea tersadar dia melihat Max sedang tertidur dengan duduk di kursi meletakkan kepalanya di sisi ranjang menautkan jarinya dengan jari Allea
Allea menarik tangannya dan itu terasa oleh Max membuatnya bangun dari tidurnya
"Pegel ya? " tanya Max Allea hanya menggeleng
"Syukur deh udah gak panas lagi" Max memegangi kening Allea, Allea menurunkan tangan Max dari keningnya
"Lo pulang aja Max gue udah baikan " ucap Allea
"Gue gak bisa tinggalin lo kalo lo sendiri disini"
"Gue telepon Ayah" Allea mencari handphonenya namun tidak dia temukan
"Handphone lo ke tinggalan " ucap Max, Allea menghela nafas kasar
"Lo kenapa sih? " tanya Max
"Kenapa apanya? gue biasa aja" jawab Allea
"Lo gak seperti biasanya Allea, gue tau lo menghindar dari gue"
"Gue cuma gak mau orang yang lo suka liat kita deket, nanti dia berpikir yang macam macam tentang kita" Max mengangkat kedua alisnya
"Apa dia gak tau orang yang gue suka itu dia? apa dia cemburu? " batin Max seraya mengulum senyum
"Biarin dia salah paham, gue udah bilangkan kalo gue gak mau nyatain perasaan gue sama dia" jawab Max..
"Gue gak mau, dan satu lagi stop peluk cium gue itu buat gue merasa di rendahkan" ucap Allea
"Sorry" lirih Max
Max beralih dari duduknya menjadi berbaring di samping Allea, Allea mendorong dorong tubuh berat Max agar turun namun Max malah pura pura memejamkan matanya
"Turun Max nanti ada yang masuk kita bisa di kira macam macam" geram Allea
"Langsung di nikahin juga gak apa apa" ucap Max
"Jangan becanda Max"
"Gue serius, emangnya lo gak mau jadi istri gue? " tanya Max
"Tau ah bisa gila gue ngomong sama lo" Allea berbalik memunggungi Max, Seolah sedang marah namun nyatanya senyuman tercetak di bibir manis Allea
***Vote vote vote sayang aku up 2 bab hari ini
jangan lupa like komen dan dukungan lainnya
Jangan hanya baca karena menghayal juga butuh tenaga 🤣🤣🤣🤣***