
"Cindy ini keterlaluan kalo lo ketahuan bahaya, ini tindak kriminal " cecar Celine yang tidak setuju dengan rencana Cindy
"Diem bodoh.. kalo ngomong sama orang itu baru ketahuan" Cindy menoyor kepala Celine
"Kalo lo udah gak mau temenan sama gue udah pergi aja tapi jangan harap lo bisa hidup tenang, tanpa gue lo bukan apa apa dasar miskin" Lanjut Cindy meninggalkan Celine pergi bersama Kiki
Celine merasa tindakan Cindy sangat beresiko untuk nyawa orang lain tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun karena nyatanya dia tidak pernah berani melawan Cindy
.
.
Allea dan teman temannya baru saja keluar dari kelas mereka langsung menuju parkiran bersiap pulang, Allea kesusahan membuka botol minumnya dan langsung menyerahkannya pada Max
"Ehh tolong bukain punya gue dong" ucap Yuki mengulurkan botolnya pada Max, Yuki sengaja berhenti di hadapan mereka
"Sini" Allea merebut botol itu dan membukanya dengan kuat sampai airnya keluar separuh. membuat Max dan teman temannya cengo
"Nih.. lain kali kalo gak bisa buka suruh penjaga kantin yang bukain" sarkas Allea seraya menarik tangan Max pergi
"Lo mau deketin singa? kalahin dulu pawangnya" ledek Dito seraya masuk ke dalam mobilnya
"Sial" gumam Yuki meremas botol plastik tersebut
"Itu tadi bisa buka botol kenapa nyuruh gue? " tanya Max
"Bisa karena lagi kesel, cepet Jalan" ketus Allea
"Langsung pulang? " tanya Max
"Terserah"
"Langsung pulang aja ya gue masih ada kerjaan di bengkel" ucap seraya memakaikan helm di kepala Allea
"Jangan cemberut gitu dong, mau ikut ke bengkel? " tanya Max memegangi dagu Allea dengan sebelah tangannya
"Gak usah.. cepet pulang" rengek Allea
"Iya.. iya.. iihh gumush" Max mencubit hidung Allea hingga merah
.
.
Allea baru saja sampai di rumahnya dia melihat Emile seperti sedang bertengkar dengan seorang pria, ketika melihat kemunculan Allea Emile langsung mengusir pria tersebut
"Anda siapa? " tanya Allea
"Saya Frans" Jawabnya
"Dia cuma nawarin asuransi lagi pula kita udah punya" Jawab Emile seperti orang ketakutan
"Mau bertemu siapa? " tanya Allea ramah
"Saya mau bertemu dengan Cindy"
"Jangan macam macam kamu, sekarang cepat pergi atau saya panggil polisi" bentak Emile
"Tidak perlu sekasar itu pada tamu ibu suri, itu tidak baik" Hampir saja Frans tertawa mendengar julukan yang di beri anak tiri Emile itu
"Begini om.. eehh pak.. Cindy belum pulang sepertinya malam baru ada di rumah, kalau ada perlu dengan Cindy sebaiknya kesini hari weekend" ujar Allea tersenyum ramah
"Baiklah nona saya permisi, Aku akan datang lagi" ucap Frans tatapan matanya menyiratkan sesuatu membuat Allea curiga
"Apa hubunganmu dengannya? " tanya Allea
"Bukan urusanmu anak kecil" Ketus Emile seraya pergi meninggalkan Allea
"Awas saja kalo kamu menghianati ayah" teriak Allea menyusul Emile lalu masuk ke kamarnya
Sore itu Gibran baru saja pulang di depan gerbang rumahnya ada sebuah mobil dengan beberapa pria tanpa rasa curiga dia masuk begitu saja, tidak lama setelah itu Security memberi tahu jika di depan ada yang ingin bertemu dengan Allea menyebut sebagai temannya
"Sayang.. ada yang mau ketemu" ucap Gibran seraya mengetuk pintu
"Gak tau katanya temen kamu, tapi tadi ada mobil di depan mungkin mereka. Suruh masuk aja kamu jangan kemana mana" ucap Gibran
"Allea lihat dulu deh, tenang aja yah ini masih di halaman rumah kok"
"Jangan kesana sayang, ahh Aksa ikut Allea" titah Gibran dia mendesah kesal saat Allea berlari tanpa mendengar ucapannya
Sesampainya di depan gerbang Allea membukanya tanpa Security karena security tidak ada di tempatnya, Aksa yang berlari ke arah Allea kurang cepat karena saat itu Allea di paksa masuk oleh orang orang itu ke dalam mobilnya
Aksa segera kembali ke rumah berlari secepat mungkin mengambil kunci mobil "Aksa mau kemana? kemana Allea? " Tanya Gibran ketika Aksa terlihat panik
"Tuan nona di bawa paksa saya akan menyusul" jawabnya tanpa banyak bicara segera pergi mengejar mobil itu
Sebuah motor baru saja keluar dari semak semak tidak jauh dari rumah Allea juga ikut mengejar, dia mengendarai motor sambil menelpon seseorang
"Max cepet tolong Allea, dia di culik orang jalan cepet jangan matiin teleponnya" ucap Celine yang sedari pulang sekolah sudah standby bersembunyi di dekat rumah Allea
Dia tahu rencana Cindy karena tidak bisa mencegahnya Celine lebih baik mengikuti dan memberi tahu Max, Max mengikuti arah yang di sebutkan Celine hingga dia melihat sebuah mobil melanggar lampu merah
"Itu Max itu mobilnya kabur" ucap Celine saat melihat Max sudah ada di sampingnya
Saat akan mengejar tiba tiba saja ada polisi Max mendesah kesal jika dia melanggar dia pasti akan repot kedepannya, setelah lampu hijau Max dan Celine kembali melajukan kendaraan mereka sebuah motor dan sebuah mobil juga ikut mengejar
"Sialan jangan jangan ulah dia " Gerutu Max saat melihat pengendara motor itu adalah Jonathan
Padahal Jonathan yang berada di sana juga sempat melihat mobil itu dengan seorang gadis menangis berusaha mengetuk pintu tanpa pikir panjang Jonathan menyusul mobil itu karena takut akan terjadi sesuatu pada gadis di dalamnya
"Kalo lo terlibat dalam masalah ini gue gak segan habisin lo hari ini juga" Ancam Max lalu mempercepat laju motornya
"Apa maksudnya? apa gadis di dalam pacarnya yang tempo hari? " pikir Jonathan tapi masih berniat mengikuti mereka untuk membuktikan bahwa dia tidak terlibat dalam hal apapun
Tiba di sebuah hutan orang orang bertopeng itu menurunkan Allea yang terikat tangan dan kakinya, Saat mereka hendak menggulingkan Allea ke bawah tebing Max, Aksa dan Jonathan sampai dan mereka urung menjatuhkan Allea karena harus membungkam ketiganya dulu
Enam orang melawan tiga orang sementara Celine melepaskan ikatan Allea dan membawanya sembunyi, ketika hendak lari ternyata ada satu orang lagi yang keluar dari motor dan mencegah mereka dengan menarik tangan Allea
Saling tarik terjadi hingga akhirnya Celine menendang benda keramat pria tersebut hingga tersungkur di tanah, Allea mengambil kayu dan memukuli pria itu hingga pingsan
"Hah hah hah... Jangan bilang Cindy ya kalo gue bantuin lo" ucap Celine terengah entah di persembunyian mereka
"Berarti lo tau kalo ini kerjaan Cindy? " Celine diam menundukkan kepalanya
"Gue tau Jawabannya.. lo tenang aja lo aman" lanjut Allea seraya menepuk nepuk tangan Celline
"Allea.. Allea" teriak Max mencari keberadaan Allea
Mendengar suara Max Allea keluar dari Persembunyiannya, Allea memeluk Max menyembunyikan wajahnya di dada Max
"Apa ini siasat lo? " tanya Max pada Jonathan dengan aura permusuhan yang sengit
"Gue gak ada hubungannya sama sekali sama masalah ini" jawab Jonathan dingin
"Bukan dia Max gue tau dalang semua ini, bawa mereka semua ke rumah" ucap Allea
"Kenapa gak ke kantor polisi? " tanya Max
"Bawa aja sambil telepon polisi juga" jawab Allea
"Allea.. " perkataan Celine terhenti saat melihat Max yang tatapannya menakutkan
"Tenang aja gue tau lo gak terlibat, lo bisa gak anterin dia pulang? " ucap Allea pada Jonathan
"Kenapa gue? kenal juga enggak, ogah banget"
"Lo tega cewek ini kenapa kenapa pulang malem? lo tega banget gak punya rasa keperimanusiaan" ujar Allea
"Iya iya gue anter sampe depan pintu jangan bawa bawa perikemanusiaan segala, cepet balik" ketus Jonathan
"Lo aman kok sama dia" ujar Allea melihat kekhawatiran di wajah Celine
"Gue pulang ya" Sebelum pulang Allea memeluk Celine dan mengucap terimakasih
Mereka pulang ke rumah Allea dengan meringkus para penjahat diikat jadi satu dan di masukan ke kursi belakang di biarkan berdesakan dalam mobil Allea sementara Max membawa Allea dengan motornya dan Jonathan mengikuti Celine dari belakang