My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Emile kabur



Emile sudah seperti orang gila sekarang di penjara dia berteriak teriak memaki Allea, sampai orang orang yang ada di dalam sel ketakutan


"Dasar anak j*l*ng, gara gara kamu datang semuanya hancur.. hancur.. "


"Semuanya berantakan, aku akan membalasmu, aku akan membunuhmu"


Kemudian dia menjambak seseorang dan terjadi perkelahian antara Emile dan tahanan lain, Emile di dorong hingga tersungkur dan tak sadarkan diri sementara yang lain berteriak memanggil polisi yang berjaga


Emile kemudian di bawa ke rumah sakit untuk di periksa namun ternyata sesampainya disana Emile tidak benar benar pingsan, Saat penjaga nya lengah dia berhasil kabur dengan melukai seorang perawat dan memakai seragamnya lalu pergi keluar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aaahh... hari ini panas banget" Max membanting dirinya ke ranjang sepulang sekolah


"Nih.. Minumannya" Allea yang baru masuk ke kamar memberikan minuman dingin


"Makasih sayang.. kita tinggal disini aja ya lebih bebas" ucap Max, kini mereka sedang ada di apartemen


"Aku kesini cuma mau ngambil hp, mending tinggal di rumah bunda aja enak ada pelayan" jawab Allea


"Di rumah bunda gak bebas sayang kita susah kalo.. " perkataannya menggantung


"Kalo apa? " tanya Allea seraya menoleh


"Kalo mau itu.. "


"Itu apa? "


"Kalo mau itu, disini kan bebas bisa di ruang tamu, di dapur, di balkon" ucapnya seraya memandang ke langit langit dengan tangan yang di buat bantal seperti sedang membayangkan sesuatu


"Dasar gila" ucap Allea sambil meminum minumannya


"Hei.. emangnya kamu gak mau? " Cicit Max sambil menarik Allea hingga berbaring sampai sampai minuman yang di pegangnya tumpah ke tubuhnya


"Tuh kaan... gak bisa diem sih jadi basah" gerutu Allea saat seragam sekolahnya basah semua


"Sepertinya dewi Fortuna sedang berpihak sama aku" ujar Max memiringkan tubuhnya menghadap Allea


"Jangan macam macam.. ini siang bolong aku gak mau" rengek Allea ketika Max membuka kancing bajunya dengan satu tangan


"Aku gedein AC nya "


"Aku gak mau.. lepas gak? aku teriak nih" Ancam Allea ketika Max mengungkungnya


"Teriak aja itu buat aku semakin bersemangat"


"Manis" gumamnya


"Max jangan.. aku capek"


"Kamu diem aja aku yang kerja, aku janji sebentar aja"


.


.


Beberapa saat kemudian Allea baru saja keluar dengan handuk di kepalanya, Max tersenyum puas dia masih duduk di ranjang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Allea cemberut duduk di meja rias mengeringkan rambutnya


"Kenapa cemberut? kurang? " goda Max


"Aku gak mau percaya lagi kalo kamu ngomong cuma sebentar" ketusnya


Mendengar itu Max tertawa, Allea kesal karena Max membohonginya dia berkata hanya sebentar ternyata hampir dua jam dia belum selesai belum lagi dengan permintaannya yang aneh aneh


"Kamu suka gaya yang mana? " tanya Max bukannya menjawab Allea melemparkan handuk di kepalanya ke wajah Max


"Istri aku kalo lagi cemberut cantik banget" ujarnya seraya berjalan mendekati Allea


Sontak Allea berdiri menjauh dari Max yang mendekat tanpa memakai sehelai benang pun


"Pake bajunya, gak tau malu ih" gerutu Allea


"Sepertinya aku belum selesai sayang" ucap Max membuat Allea lari terbirit-birit keluar kamar


Di dalam kamar Max tertawa terbahak melihat tubuh kecil istrinya lari terbirit-birit, sementara Allea bersembunyi di kamar mandi yang terletak di dapur


"Apa dia gila? dia gak ada capeknya, tulang gue aja sampe berasa copot semua" gumam Allea bersandar di balik pintu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo baik baik aja? katanya mau main kesini" Gita menelpon Allea


"Iya baik kok, entar malem gue sama Max kesana"


"Jangan bohong ya"


.


.


Malam harinya Allea benar benar kerumah Gita bersama Max, alangkah senangnya Gita melihat sahabatnya datang


"Gue kira lo udah lupa sama gue" ucap Gita dengan bibir yang cemberut


"Gak lah, akhir akhir ini gue lagi banyak masalah" jawab Allea


"Lo gak cerita sama gue"


Allea membawa Gita duduk dan menceritakan semua yang terjadi padanya hingga dia menikah dengan Max, Gita sampai menangis mendengar cerita Allea


"Kenapa lo nangis? " tanya Allea seraya mengusap air mata Gita


"Gue sedih aja ternyata yang terjadi selama ini sama lo berat banget" lirihnya


"Gak apa apa sekarang gue udah baik baik aja, Ada Max sekarang dia selalu ada buat gue" ucap Allea


"Gue lega kalo lo sama Max, gue percaya dia bisa jagain lo"


.


.


Waktu begitu cepat berlalu Allea harus pulang setelah makan malam dan saling tukar cerita dengan Gita, sesampainya di apartemen Allea lebih dulu masuk karena Max membawa beberapa kantong belanjaan di mobil


"Hei kita ketemu lagi" ucap Jonathan di depan pintu sebarang pintu apartemen Allea


"Hah.. ya selamat tinggal semoga kita gak ketemu lagi" jawab Allea tanpa menoleh membuka pintu


"Kalo kita sering ketemu itu artinya kita jodoh" cicit Jonathan


"Semoga ini pertemuan terakhir, ini udah malem gue harus masuk " ucap Allea


Jonathan hendak menahan Allea namun kedatangan Max membuat Jonathan mengurungkan niatnya , tangannya yang semula terulur dia tarik kembali


"Ada apa ini? " tanya Max


"Gue tetanggaan sekarang sama cewek lo, semoga kedepannya kita bisa bertetangga dengan baik" jawab Jonathan


"Sayangnya kita gak mau hidup bertetangga jadi cari orang lain aja yang mau tetanggaan sama lo"


"Gue akan sering sering main ke apartemen kalian nanti" ucapnya


"Kita gak Terima tamu" jawab Max


"Hei gue ngomong sama yang punya apartemen bukan sama lo" ucap Jonathan


"Lo gak tau siapa pemilik apartemen ini? ini apartemen gue, paham" Max menunjuk pintu apartemen lalu menunjuk dirinya


"Kalian tinggal berdua? " tanyanya terlihat terkejut


"Bukan urusan lo, jangan ganggu cewek gue" ketus Max menutup pintu dengan membantingnya


Setelah masuk Max menyimpan semua belanjaannya ke kulkas sementara Allea berganti baju


"Udah selesai? " tanya Allea


"Udah aku susun rapih di kulkas"


"Makasih kamu memang bisa di andalkan" ucap Allea seraya mengecup pipi Max lalu pergi mengambil Segelas air


Tring tring tring


Allea mendengar suara handphone Max berbunyi, Max hanya melihatnya lalu memasukkannya kedalam saku kembali


"Siapa yang telepon? " tanya Allea


"Ahh.. ini masalah di bengkel kayaknya aku harus kesana sekarang" jawaban Max seraya mengambil kunci mobil


"Beneran? "


"Hemm.. kamu gak apa apa kan disini sendiri? " tanya Max


"Ya udah pergi aja, jangan pulang terlalu malem ya" pesan Allea, Max hanya mengangguk sebagai jawaban lalu mengecup keningnya


"Jangan keluar ya apalagi ngobrol sama Jonathan" ucap Max sebelum pergi


"Gue kok ngerasa gak enak hati ya" gumam Allea


"Ahh perasaan gue aja kali ya, semoga aja dia jujur"