My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Gara gara party



"Jadi numpang mandi kita" Ucap Sandro, setelah berenang mereka mandi di rumah Lydia


"Eh.. Liat deh ada pesan dari si Ratu, katanya mau ada party nanti malem" Ucap Sandro memperlihatkan pesan di handphonenya


Semua orang membuka handphonenya dan membaca pesan masuk, Max melihatnya dari handphone Allea


"Siapa dia? Mau datang? " Tanya Max


"Dia temennya Miranda aku males sebenarnya mereka dulu selalu cari ribut"


"Kenapa? " Tanya Max


"Karena dia di ratukan sama Bisma and the gengs, gue rasa dia suka salah satu dari mereka" Sergah Bagas


"Gue dateng nanti malem, kalian? " Tanya Max


"Semua harus dateng" Ucap Bisma


"Emang gak apa apa? " Tanya Allea


"Aku cuma mau lihat orang yang musuhin kamu"


Dan malam itu mereka semua datang Allea dan Gita berjalan di tengah 8 laki-laki tampan, seperti biasa mereka selalu merasa iri dengan Allea yang begitu di manja seperti masa kuliah oleh mereka


"Queen dan para ajudannya sudah datang guys" Seru Ratu dengan nada menyindir


"Udah lima tahun berlalu masih aja rese" Jawab Allea


"Nikmati pesta ini, anggap rumah sendiri" Ucapnya tanpa menghiraukan ucapan Allea


Musik di putar kencang melihat teman temannya bergoyang di tengah dentuman musik Allea hanya melihatnya sambil duduk di sofa, Max kembali dengan segelas wine di tangannya


"Jangan minum kamu harus nyetir" Allea menarik gelas yang hendak di minum max


"Sedikit aja" 


"Gak.. Atau kita pulang aja" Max menuruti perkataan Allea dia meletakkan gelas yang di pegangnya


"Allea kenapa gak ikut temen temen lo? Hai.. Gue Ratu.. Lo temen barunya allea? " Tanya Ratu pada Max


"Gue Max"  Jawab Max mengulurkan tangannya


"Gue merasa gak asing lihat lo, apa kita pernah bertemu sebelumnya? "


"Gue rasa gak pernah"


Mereka berbincang tanpa menganggap Allea ada di sana, Allea yang kesal berdiri bergabung dengan Dito dan Bisma serta teman temannya


Max menggoyangkan gelasnya menatap betapa lincahnya sang istri bersama teman temannya, semakin lama dia semakin kesal duduk di sana mengobrol dengan Ratu


"Lo udah lama kenal sama Allea? " Tanya Ratu


"Udah.. Sejak SMA"


"Ternyata Allea banyak temen cowoknya ya.. Bahkan saat dia kuliah katanya dia udah punya anak tapi suaminya udah meninggal"


"Terus? "


"Gue pikir suaminya bukan meninggal deh atau mungkin dia di tinggalin gitu aja? Dia juga udah punya anak, atau mungkin dia hamil di luar nikah? "


"Dia bukan wanita seperti itu" Jawab Max


"Cih.. Kalian benar-benar menganggap wanita yang berteman dengan banyak laki laki itu polos? Lihat saja dia sepertinya sering datang clubbing" Ratu menunjuk Allea bersama teman temannya


Tanpa menjawab perkataan Ratu dia melangkah menghampiri Allea dan menarik tangannya, Allea menepis tangan Max dan kembali bersama teman temannya


"Allea Pulang" Ucap Max dingin menarik Allea menjauh dari mereka


"Apa sih? Kalo mau pulang ya pulang aja sendiri"


"Kamu ngapain sih joget gak jelas gitu, sekarang pulang"


"Kamu juga ngapain ngobrol gak jelas sama cewek lain, cuekin aku lagi" Jawab Allea


"Aku cuma mau tau gimana kamu waktu kuliah dulu"


"Kamu nanya sama orang yang gak suka sama aku, ya jelas dia akan jelekin aku" Ketus Allea


"Udah sana pergi banyak cewek cantik disini yang kelihatan lebih muda, kamu suka kan ngobrol sama mereka? "


"Kamu bener bener ya, kamu yang joget gak jelas gini akan di anggap apa oleh mereka? "


"Aku gak peduli" Ketus Allea kembali memutar tubuhnya hendak pergi bergabung dengan teman temannya


"Allea" Langkah Allea terhenti saat Max menahan tangannya


"Pulang sekarang atau nanti kamu pulang sendiri" 


"Aku bisa pulang sama mereka" Jawab Allea berusaha melepaskan cekalan tangan Max


Max menarik tangan Allea dan membalik tubuhnya, menekan tengkuknya dan mencium bibirnya sontak saja mereka yang melihat saling kode dengan temannya


"Kamu mabuk ya? Kamu kenapa sih aku malu tau gak? " Gerutu Allea saat menjadi tontonan


Tanpa menjawab Max mengangkat tubuh Allea seperti karung beras di pundaknya, dia meninggalkan tempat itu meskipun Allea berontak


Orang orang yang kepo mengikuti mereka dari belakang, mereka bertanya tanya siapa pria yang membawa Allea pergi


Sepanjang perjalanan Allea hanya diam dia menghadap ke luar jendela membelakangi Max, sesekali Max melirik Allea dia mengingat bagaimana lincah istrinya ditengah pria-pria itu meskipun mereka teman


Ketika Max menghentikan mobilnya Allea penasaran namun dia tidak ingin berbalik, tiba tiba Allea merasa tengkuknya hangat dengan nafas seseorang


Nafas Max membuat tengkuk Allea hangat kemudian nafas dari hidungnya beralih ke telinga Allea membuatnya merinding, tangan Max terulur Allea memejamkan matanya menunggu apa yang akan di lakukan suaminya


"Pake sabuk pengaman" Ucap Max, ternyata tangannya terulur untuk memasangkan sabuk pengaman pada Allea


"Apa perlu melakukannya seperti itu? Membuat orang berharap lebih" Gumam Allea menggerutu


"Kamu ngomong apa? " Tanya Max, Allea tidak menjawab dia memalingkan wajahnya keluar jendela


Sesampainya di rumah Max keluar dari kamar mandi hanya menggunakan kolor pendek dengan bertelanjang dada, dia Merebahkan tubuhnya terlentang memandang langit langit kamar


Allea keluar dari ruang ganti dengan gaun satin merah dengan tali spagetti panjang selutut, dia tidur membelakangi suaminya


"Kamu sering joget gak jelas gitu sama mereka? " Tanya Max


"Apa sih? Aku cuma iseng aja buat seru seruan" Ketus Allea


"Itu gak pantes, kamu perempuan"


"Ada Gita juga, kalo ngobrol berdua sama cewek sampe cuekin istri kamu juga sering lakuin itu? "


"Kamu kalo di kasih tau jawabnya kemana mana"


"Emang bener kan? Bahkan kamu pernah nikah sama cewek lain, kamu tidur satu ranjang sama dia kamu peluk peluk dia, kamu cium cium dia bahkan sama cewek lain juga gitu, kamu gak tau aku selalu kepikiran itu kadang aku rasa.. Aku rasa.. Jijik sama kamu" Suara Allea bergetar menahan tangis, memang pikirannya selalu membayangkan suaminya dulu bersama wanita wanita yang pernah dia lihat di club malam


"Kamu cemburu? " Max memeluk Allea dari belakang, dia mencium punggung Allea


"Kamu juga pasti pernah lakuin ini sama cewek cewek itu, aku benar-benar gak bisa bayangin" Allea melepas pelukan suaminya


"Kamu nangis? " Max mencondongkan tubuhnya dari belakang Allea untuk melihat wajah sang istri 


Allea menutup wajahnya dengan telapak tangannya, Max beralih ke hadapan sang istri lalu memeluknya


"Maaf sayang.. Aku khilaf, kalo aja aku gak kehilangan ingatan aku itu semua gak akan terjadi, maafin aku ya? " Allea memang selalu menghibur dirinya dengan percaya bahwa itu bukan Max itu sifat buruk Alexander namun tetap saja pikirannya melanglang buana membayangkan Max mencumbu wanita lain


"Aku cemburu sayang, aku gak suka liat kamu di tengah tengah mereka meskipun mereka teman aku juga" Max memeluk Allea mengecup kepalanya berkali kali


"Kamu marah sama aku? Kamu marah karena aku ngobrol sama temen kamu atau kamu marah karena di larang joget? "


"Kalo kamu mau kamu boleh joget depan aku, atau di atas aku juga boleh" Mendengar perkataan Max membuat Allea semakin kesal


"Pergi sana aku gak mau tidur sama kamu" Allea melepaskan pelukan Max dia berbalik membelakanginya


Max kembali memeluk Allea dari belakang kali ini dia kembali mencium tengkuk Allea lalu menjalar ke bahu putih istrinya menurunkan tali dressnya


Allea menjauh dia menggulung tubuhnya dengan selimut tebal, Max terkekeh melihat istrinya mengambil semua bagian selimutnya


"Yang bagi selimutnya.. Dingin" Ucap Max, namun Allea tak menghiraukannya dia malah pura pura tidur


"Oke.. " Gumam Max mengambil remote AC lalu mematikannya


Beberapa menit kemudian Allea mulai berkeringat namun dia masih menahannya, sampai dia merasa panas di bawah gulungan Selimut dengan bercucuran keringat 


Dia melirik Max yang sudah memejamkan matanya lalu perlahan membuka selimut yang membungkus tubuhnya, merangkak hendak mengambil remote AC dari tangan Max namun tiba-tiba dia terbangun memeluk Allea yang berada di atasnya


"Lepasin.. Sini remotenya aku gerah" Allea hendak melepaskan diri dari Max


"Aku suka lihat kamu berkeringat gini" Max melihat keringat yang mengalir dari pelipis Allea turun ke leher lalu belahan dadanya


"Aku gerah sumpah... Kamu gak kasihan aku lagi hamil " Lirih Allea


"Cium dulu" Allea mengecup bibir Max sekilas


"Itu kecupan aku mau ciuman" Allea menempelkan lama bibirnya namun Max tidak bergerak


"Kamu gak mau kan? Ya udah sini remotenya" Allea berusaha menggapai remote yang ada di tangan Max


"Aku mau kamu yang bergerak" Max membuka mulutnya 


"Aku gak bisa kalo gini, nyalain dulu AC nya"


"Lakukan dulu, aku langsung nyalain AC nya"


Max menyalakan AC nya dengan temperatur sangat dingin, beberapa menit kemudian bulu kuduk Allea berdiri karena kedinginan


"Ini terlalu... Emmppht" Allea melepaskan pagutannya protes saat Max menyalakannya terlalu dingin


Belum selesai bicara Max lebih dulu menekan tengkuk Allea dan menggulingkannya, merubah posisi dia berada di atas Allea