
"Mommy.. mommy.. dimana? " Cindy baru di antar pulang Magrib oleh supir Damian, dia di ajak muter muter dengan alasan mencari sesuatu yang harus di beli atas perintah Damian
"Daddy.. daddy... " Cindy melihat ke kamar namun tidak ada siapapun lalu dia menuju ruangan kerja Gibran
"Dad.. " lirih Cindy saat melihat Gibran menangis menyangga kepalanya dengan tangan di meja
"Dad apa yang terjadi? mommy kemana? " tanya Cindy seraya mendekat
"Jangan seperti mommy mu" ucap Gibran mengusap wajahnya lalu pergi meninggalkan Cindy yang tampak bingung
"BI.. bibi.. " Teriak Cindy terburu buru menuruni tangga setelah melihat mobil Gibran pergi
"Ya ada apa non? "
"Mommy mana bi? dari kemarin aku gk liat mommy? " Cindy baru menyadari mommynya tidak kunjung pulang
"Nyonya.. nyonya.. "
"Apa bi?" bentak Cindy
"Kemarin tuan bawa nyonya tapi nyonya gak balik lagi" lirih bibi
"Terus mommy kemana? coba tanya tuan Damian tadi sore mereka ngobrol siapa tau tuan Damian mengetahui hal ini"
"Apa mommy ketahuan bohong sama daddy? besok aku tanya om Damian aja" gumam Cindy kembali ke kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Kejadian kemarin sore masih membekas di ingatan Allea hingga terbawa mimpi, Allea tersentak dalam tidurnya saat mengingat dirinya dicambuk hingga dia membuka matanya
Sosok yang pertama dia lihat adalah suaminya yang baru saja mempersuntingnya kemarin, Max terlelap sepanjang malam menggenggam tangan Allea
Allea berusaha bangun meskipun punggungnya masih terasa sakit tangannya sedikit menekan tangan Max hingga tidurnya terganggu
"Mau kemana? " tanya Max dengan suara parau
"Aku mau ke kamar mandi"
"Ya udah aku bantu" Max membangunkan Allea
"Aku bisa sendiri" ucap Allea saat Max hendak membantunya ke kamar mandi
"Gak apa apa aku bantu" Max kembali memegangi lengan Allea
"Udah sampe Sini aja" Allea berhenti di depan pintu kamar mandi
"Aku jagain di dalam"
"Gak ahh.. aku malu" lirih Allea
"Malu kenapa, udah pernah liat juga" perkataan Max membuat Allea tersipu
"Gak jadi deh, tidur lagi yuk" Allea kembali berbalik hendak berjalan ke arah ranjang
"Ya udah aku tunggu disini" Max mengalah menunggu Allea sampai selesai di depan pintu
Matahari mulai meninggi Max dan Allea masih berdebat karena Allea ingin masuk sekolah tapi Max melarangnya, perdebatan terdengar sampai meja makan Lydia dan Damian saling pandang lalu sama sama menggeleng sementara Danendra hanya diam mungkin dia masih berharap pada Allea tapi semua sudah terlambat
Tidak lama setelah itu keduanya keluar dari kamar tampak seperti tidak terjadi apapun mereka kembali mesra, Max pamit pada orang tuanya hendak pergi ke sekolah setelah itu diantar ke depan oleh Allea
"Aku pergi ya" pamit Max dan diangguki Allea
Max menciumi wajah Allea lalu mengecup singkat bibirnya bersamaan dengan itu kedua orang tuanya dan Danendra baru saja keluar
"Ehem.. " suara Damian mengejutkan keduanya
"Kamu sih" gerutu Allea memukul bahu Max yang hanya terkekeh
Baru saja beberapa langkah Max sudah kembali berlari kecil menghampiri Allea " lupa sesuatu " Max mencium kan tangannya pada Allea lalu kembali mencium pipinya
Lydia tertawa seraya memukul punggung anaknya lalu merangkul menantunya masuk kedalam rumah
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di sekolah Max baru saja sampai bersama Dito, Bagas, Desta dan Sandro mereka baru saja duduk tidak lama setelah itu Arabella datang duduk di sebelah Max
"Jelasin yang kemaren siapa sebenarnya cewek itu" orang orang disana menatap heran pada Arabella
"Max tunggu, ini pasti terjadi salah paham kan? Max.. " panggil Arabella namun Max tidak memperdulikannya
Selama waktu pelajaran berlangsung Arabella terus menerus mengganggu Max yang duduk di depannya, Meskipun tidak mendapat respon dia terus melakukannya membuat para murid yang lain meyakini ada yang salah dengan Arabella
"Max kenapa sama Arabella? " tanya Dito saat pulang sekolah
"Dia kehilangan separuh ingatannya, dia cuma ingat waktu dulu gue masih pacaran sama dia " Jawab Max
"Kok bisa? " tanya keempat teman Allea itu
"Gak tau, gue gak yakin juga kata dokter semua normal tapi dia bisa hilang ingatan" jawab Max
"Aneh.. " gumam Dito
"Ya emang aneh"
"Ehh gue duluan ya ada urusan" ucap Max menepuk bahu Dito dan Bagas
"Mau kemana lo buru buru? " tanya Dito
"Tau lo biasanya juga ngopi dulu"
"Gak bisa, di rumah istri nungguin" ucap Max seraya tertawa
"Istri gaya lo ngaku punya istri" hardik Sandro
"Jangan buru burulah kita ke bengkel dulu" Ajak Desta
"Kalo kalian mau ke bengkel duluan aja gue nyusul entar, duluan ya" Max berlalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari halaman sekolah
Setibanya di rumah Max melihat sebuah mobil terparkir sepertinya dia tidak asing dengan mobil ini, Baru sampai pintu dia berpapasan dengan Arabella yang di antar Lydia keluar
"Hai Max" sapa Arabella namun Max tidak menanggapinya, dia menyalami bundanya lalu masuk
"Maaf ya Max memang seperti itu" ucap Lydia
"Gak apa apa tan, ohh iya.. tante tau cewek yang namanya Allea? " tanya Arabella
"Iya tau, Max kadang membawanya kesini"
"Apa bener dia pacar baru Max? "
"Sepertinya mereka memang pacaran"
"Lalu aku gimana tan? aku masih pacar Max tapi dia punya cewek lain" Lydia terdiam bagaimana seandainya Allea tau masalah ini dia pasti sakit hati
"Kalian masih remaja masih masanya mencari pasangan yang cocok, tante gak pernah ikut campur urusan asmara anak anak tante. Maaf ya kalau Max melukai kamu" Lydia mengusap lengan Arabella
"Bilang sama Max aku sayang banget sama dia, aku pamit ya tan"
"Iya hati hati, makasih ya bunganya" Arabella hanya mengangguk sambil tersenyum
"Maxime sini" panggil Lydia saat Arabella sudah pergi
"Kenapa kamu memacari dua wanita sekaligus kalo Allea tau gimana? " bisik Lydia dengan nada menggerutu
"Allea udah tau bun, dia cuma mantan Saya pokoknya ceritanya panjang saya gak bisa cerita sekarang mau cari Allea dulu"
"Allea lagi nyetrika baju kamu di belakang, bunda udah larang tapi Allea kekeh dia mau melayani kamu dengan baik"
"Awas ya kalo sampe kamu nyakitin Allea" lanjut Lydia
"Iya bundaku yang cantik tenang aja saya gak akan tergoda dengan cewek lain" ucap Max seraya mencubit kedua pipi Lydia
"Btw ngapain dia kesini bun? " tanya Max
"Dia nganterin tanaman dia tau bunda suka tanaman hias, dulu dia pernah kesini kan? " jawab Lydia
"Itu bunda inget, itu udah hampir dua tahun yang lalu dia amnesia bun gak inget kejadian dua tahun ini"
"Kok bisa? pantesan dia ngaku masih pacaran sama kamu"
"Saya gak ada waktu buat jelasin nanti aja ya bun sekarang saya mau ketemu Allea dulu udah kangen" Ucap Max seraya terkekeh
''Dasar bucin" ledek Lydia