My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Sebatas teman



Pagi pagi Allea sudah bangun membuatkan sarapan meskipun bibi sudah melarang namun Allea tetap memaksa, suster menatap sinis dan selalu menyindir sikap baik Allea


"Ada yang lagi memanjat lewat masakan toh? " Allea tidak menanggapi ucapan suster dia hanya berbicara dengan bibi membuat kehadiran suster seperti angin lalu


"Bibi.. Cobain, menurut bibi kurang apa? " Bibi menerima suapan dari tangan Allea


"Kurang tulus" Sindir suster lagi


"Aku dari tadi kayak cium bau kentut ya, bibi denger gak dari tadi kentutnya nyaring banget" Balas Allea membuat bibi cekikikan


"Kalian.. "


"Tuh.. Ada lagi bi" Suster pergi menghentakkan kakinya kesal


Allea masih memasak beberapa menu lagi, Alexander datang memberi isyarat pada bibi agar diam dan menyuruhnya pergi lalu berdiri di tempat bibi tadi


"Bi cobain lagi" Allea menyodorkan sendoknya ke hadapan Alexander


"Astaga" Pekik Allea karena terkejut sendok yang di pegangnya sampai jatuh


"Kamu sejak kapan disini? "


"Udah selesai? Aku laper" Tanpa menjawab pertanyaan Allea, Alexander mulai membantu membawakan makanan yang sudah matang


Semua orang sudah berkumpul di meja makan,  Alexander hanya menatap anak anaknya dan Allea makan


"Kenapa gak makan? Gak suka ya? " Tanya Allea


"Tangan  aku sakit" Alexander menunjukan tangannya yang di perban


"Yang luka cuma punggung tangannya jarinya kan masih bisa di pake" Jawab Allea


"Suapin" Ucap Alexander manja seraya membuka mulutnya


"Nanti kalo kamu minta di suapin anak anak juga ngikutin" Protes Allea, Ello dan Ellia saling pandang memberi kode


"Gak kok ma.. Suapin papa aja kita bisa makan sendiri"


"Kalian tidak membantu" Gumam Allea


Allea mengambil nasi juga lauk lalu mulai menyuapi Alexander, lagi lagi bibi dan suster selalu mengintip


"So sweet.. " Cicit bibi


"Dari mananya? Dokter itu cuma cari perhatian, lihat Ellia dia gak pernah lagi main sama aku" Ucap suster


"Bukannya seneng ya bisa makan gaji buta"


"Tau ahh.. " Suster selalu pergi saat tersudutkan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Di rumah ada siapa aja? " Tanya Nola


"Semua masih ada di rumah nyonya" Jawab suster


"Aku ada di depan, kira kira kapan  mereka pergi? "


"Sepertinya mereka mulai bersiap, mereka pergi dengan mobil tuan"


"Baiklah"


Nola mengikuti mobil Alexander yang mengantar anak anak lebih dulu lalu mengantar Allea ke rumah sakit, dari kejauhan Nola bisa melihat Alexander mendekatkan wajahnya namun Allea menjauh kemudian Alexander tertawa entah apa yang mereka katakan tampaknya Alexander sedang menggoda Allea terlihat dari gerak gerik mereka


"Kenapa? Kenapa Alexander? Kenapa cuma dia yang bisa buat kamu tertawa seperti itu, apa hebatnya dia sampai kamu lupa segalanya pun bayangan Allea masih kamu ingat"


Nola tersenyum sinis menatap kedua orang yang masih betah berada di dalam mobil, Alexander mengusak puncak kepala Allea sebelum wanita itu keluar lalu saling melambaikan tangan


"Cih.. Bahkan aku belum pernah mendapatkan senyuman manis seperti itu meskipun menjadi istrimu"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sebentar" Vero meninggalkan obrolannya dengan Sarah kala melihat kedatangan Allea


"Selamat pagi cantik"


"Pagi pagi kayaknya denger ada suara buaya" Ucap Allea seraya celingukan


"Parah banget sih udah ganteng gini di bilang buaya"


"Ehh iya.. Nih makasih ya udah gantiin dua hari" Allea memberikan bekal makan untuk Vero


"Kayaknya enak nih, nanti makan bareng ya" Ajak Vero


"Boleh.. Aku duluan ya ketemu nanti makan siang"


"Oke.. "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku masih penasaran seperti apa papa Ellia? " Ucap Gibran


"Jadi penasaran, apa aku suruh orang selidiki aja ya? "


Plak


Gibran mengusap tangannya yang di pukul Ririn


"Kenapa sih pukul pukul? "


"Kamu jadi bapak kepo banget sih, udah biarin anaknya seneng kita dukung aja kalo nanti ketahuan kamu nyuruh orang buat mata matai mereka dia jadi gak enak, mau anaknya menjanda lebih lama? "


"Istri aku perhatian banget sih sama anaknya" Goda Gibran 


"Karena aku sayang sama kalian, sekarang kita lihat aja perkembangan mereka jangan ikut campur apapun tentang apapun itu"


"Baiklah sayang, akh cuma berharap Allea dan Ello hidup bahagia"


"Aku pun, sudah cukup lihat Allea murung selama bertahun-tahun aku tahu dia cuma berpura-pura kuat"


"Terimakasih sudah mau menyayangi anak aku" Ucap Gibran 


"Allea adalah anak yang aku harapkan selama ini, gimana aku gak sayang"


"Ayo kita berangkat"  Gibran mengulurkan tangannya 


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu dimana? " Tanya Alexander 


"Masih di rumah sakit"


"Makan siang bareng aku jemput kesana"


"Gak bisa aku udah janji sama temen"


"Aku di depan rumah sakit, keluar sekarang atau aku yang paksa kamu keluar" Allea mendengus kesal mendengarnya


Alexander menekan klakson saat melihat Allea keluar dari area rumah sakit, wajah Allea terlihat kesal cara jalannya pun tidak santai


"Kenapa mukanya gitu? " Tanya Alexander saat Allea sudah berada di dalam mobil


"Aku udah janji mau makan siang sama temen" Gerutu Allea


"Pria? Apa yang itu? " Alexander menunjuk Vero yang celingukan mencari Allea karena sedari tadi Vero mengikutinya


"Bukan urusanmu, cepat jalan" Ketus Allea


Sepanjang perjalanan Allea hanya diam dia hanya melihat keluar jendela, Alexander sesekali meliriknya sepertinya Allea memang tidak memperhatikannya


"Xander stop... Jangan main main" Pekik Allea saat Alexander mempercepat mobilnya


"Kamu mau bicara atau enggak? Kecepatan mobil tergantung pilihan kamu"


"Iya.. Iya aku bicara" Alexander menginjak rem secara tiba tiba untung saja Allea memakai sabuk pengaman


"Brengsek.. Ini gila" Pekik Allea nafasnya masih tidak beraturan memegangi dadanya


"Turun" Titah Alexander


"Turun apa? Kamu mau turunin aku di tengah jalan? Bajingan macam apa kamu? "


"Kamu ngomong apa sih? Itu restaurannya di sebrang jalan, aku cuma parkir" Jawab Alexander membuat Allea malu langsung keluar dari mobil


Mereka sedang makan siang bersama sedari tadi Alexander menatap Allea dengan senyum anehnya, Allea hanya bergidik saat tatapan matanya bertemu dengan Alexander


"Hai.. Aku gak nyangka kita bisa bertemu disini" Seorang wanita duduk di samping Alexander


"Ya Hai.. Aku juga tidak menyangka" Jawab Alexander


"Alexander kapan kamu akan kerumahku lagi? Aku akan siapkan semuanya kamu akan puas" Ucap wanita itu


"Kapan kapan sekarang aku sedang sibuk"


"Apa kau masih ingat namaku? "


"Tentu.. Wanita secantik dirimu mana mungkin aku lupa" 


“Ahh.. Kamu memang manis" Wanita itu bergelayut manja di lengan Alexander. 


"Siapa ini? " Tanyanya menunjuk Allea


"Temanku" Jawab Alexander


"Teman?" Gumam Allea


"Wow Allea apa kamu mulai cemburu? Kalian memang tidak memiliki hubungan bukan? " Batin Allea


"Kalau begitu aku pergi dulu, aku tunggu kedatangan kamu di rumah.. bye" wanita tersebut melambai manja membuat Allea bergidik geli