My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Akur juga



"Ellia kenapa? " Tanya Allea saat melihat anaknya pulang memakai jaket Dirga, kepalanya di tutup untuk menutupi wajahnya


"Dingin aja ma.. jadi pinjem jaket kak Dirga, aku ke kamar dulu ya" jawab Ellia langsung berlari ke kamarnya


"Ini juga kenapa muka nya? " Mata Allea beralih menatap wajah anak tertuanya


"Jatuh ma.. "


"Kamu bohong kan? " Allea merasa aneh dengan luka di wajah Ello


"Ya udah kalo gak percaya percuma juga aku ngomong" ucapnya seraya pergi, Allea menggelengkan kepalanya melihat Ello yang persis suaminya


"Kenapa? " tanya Max saat melihat allea geleng-geleng


"Tuh anak kamu.. Yang satu panas panas gini bilang dingin yang satu pasti berantem "


"Coba aku liat dulu" Max mendatangi kamar Ellia dan juga kamar Ello


"Kamu sakit? " tanya Max pada Ellia


"Enggak pa.. tadi di sekolah gak sengaja minum susu, jangan bilang mama" Ellia tidak ingin ibunya merasa cemas apalagi hari ini Allea baru mau keluar kamar


"Udah minum obat? kalo gitu makan abis itu istirahat"


"Iya pa" kini Max menuju kamar Ello


"Ello" Max membuka pintu dan memanggil Ello yang sedang di kamar mandi


"Apa? " Ello menyembulkan kepalanya


"Kamu berantem lagi di sekolah? ada masalah apa lagi? kamu luka gak? "


"Masalah kecil pa, biasa Ellia di jailin lagi, udah selesai kok"


"Jangan sering-sering berantem, nanti papa ajarin bela diri biar gak kena pukul"


"Hhmm.. papa keluar aku lagi mandi"


Setelah mendatangi kedua anak sulungnya Max kembali ke tempat dimana Allea juga tiga anaknya sedang bermain, Seperti biasa kedatangan Max selalu di sambut anak kedua dan ketiganya


"Mereka gak apa apa? " tanya Allea


"Gak apa apa"


"Ohh iya.. aku sore ini mau berangkat, ada undangan ulang tahun dari kolega kita" Lanjut Max


"Sama siapa aja? "


"Asisten aku terus Celine, Kamu ikut ya? aku gak tenang kalo kamu sendiri di rumah"


"Aku lebih gak tenang tinggalin anak anak" Lirih Allea


"Kalo aku di godain cewek lain disana gimana? " Allea seketika mendelik menatap Max dengan ekor matanya


"Gak usah pulang kesini lagi" Ketus Allea


Max terkekeh memeluk pinggang Allea Yang sedang menggendong Exel, Allea meronta saat Max menggigit perutnya membuat Millie dan Michelle memukuli Max karena mereka mengira Max menyakiti ibu mereka


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Celine hari ini pulang lebih cepat, tuan meminta kita ikut menghadiri acara ulang tahun koleganya"


"Ohh ya.. Kalo gitu aku beresin ini dulu" Jawab Celine sambil tersenyum


"Biar aku bantu supaya cepet" Asisten Max berdiri di samping Celine untuk mengoreksi pekerjaannya


"Bentar.. ini salah, wah.. bisa di marahin abis abisan kalo langsung di kasih" Dia mengambil mouse dari tangan Celine dan membetulkan pekerjaannya


Celine menoleh wajahnya begitu dekat dengannya membuat Celine gugup, sebelah tangannya di taruh di atas meja dan tanpa sengaja menyenggol tangan Celine


"Sorry.. " ucapnya Cepat


"Gak.. gak apa apa" Celine begitu gugup apalagi mencium wanginya yang maskulin


"Udah.. ayo pulang, aku antar sekalian kita berangkat bareng" Celine hanya mengangguk malu malu, Setelah mengantar Celine pulang mereka kini pergi kerumahnya untuk mengambil barang barangnya


"Tunggu disini.. aku ngambil barang barang dulu" Baru saja mengetuk pintu seorang gadis keluar memberikan tas berisi bajunya, sebelum pergi dia mengusap kepala gadis itu lalu mencium keningnya


"Kak bibie tunggu.. " Gadis itu memanggil ketika pria bernama habibie itu berbalik


"Apa? " tanya habibie lembut


"Nanti bawain oleh oleh ya.. "


"Hmm.. kakak buru buru di tunggu sama bos" Habibie kembali mengusap kepala gadis itu lalu memeluknya


"Itu siapa? " tanya gadis itu ketika melihat Celine


"Jangan macem macem ya disana"


"Iya.. aku berangkat, daaah.. " Habibie melambaikan tangannya ketika hendak pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Nungguin siapa sih? " Bisma kesal Max masih menunggu orang


"Sabar kak.. suruh siapa mau barengan? gak ada yang ngajak bareng juga, pergi sendiri aja" jawab Allea


"Mulut istri lo kayak cabe" Ucap Bisma


"Manis gini kok" Max memeluk Allea dan mengecup bibirnya


"Anj.... gak tau malu" Hardik Bisma melihat Max mencium bibir istrinya di tempat umum


"Hai... maaf lama ya? " Celine berlari kecil menuju kearah mereka


"Udah tau lama" Ketus Bisma seraya pergi


"Kenapa sih dia nyebelin banget" Umpat Celine menendangkan kakinya ke arah Bisma yang telah menjauh


"Jangan berantem mulu entar jadi cinta loh" goda Allea


"Wllleekk" Celine berekspresi seperti hendak muntah


"Ayo.. " Max memeluk Allea membawanya pergi


"Sweet banget sih" Gumam Celine seraya menopang dagunya dengan telapak tangan


"Mau ya? " Goda Habibie


"Ahh.. eng.. enggak" Celine gugup ketika Habibie menyentuh tangannya


Celine mengira Habibie hendak menggenggam tangannya namun dia salah, Habibie ternyata mengambil tas Celine dan membantunya membawa tas tersebut


"Biar aku aja.. ayo'' Celine senyum senyum sendiri di belakang Habibie


Celine duduk di sebelah Bisma dan di sebrangnya Allea bersama Max sementara Habibie ada di belakang Max, Celine terus melihat ke arah Allea dan Max


Max begitu memperhatikan Allea dengan lembut bahkan tangan mereka tak lepas saling menggenggam, Senyum terukir di wajah Celine dan itu di lihat oleh Bisma


" Jomblo jangan sirik" celetuk Bisma membuat Celine langsung menoleh


"Bener bener" Celine menggertakkan giginya


Saat hendak mengumpat pesawat tiba tiba berguncang membuat Celine ketakutan, Spontan Celine mencengkram tangan Bisma


"Sakit woi.. " Bisma hendak melepaskan tangan Celine namun dia melihat wajah Celine begitu pucat


Akhirnya Bisma membiarkan Celine meskipun kuku panjangnya menancap di tangannya, Bisma tersenyum melihat wajah Celine memucat Serta memejamkan matanya rapat rapat


"Apa gue masih hidup? atau gue udah di surga? " Gumam Celine tak berani membuka matanya saat pesawat sudah berhenti berguncang


"Kayaknya Tuhan masih mau cariin lo jodoh, belum tentu juga kalo lo mati masuk surga" Ucap Bisma


"Gue yakin masih hidup " Celine menatap sinis pada Bisma setelah Bisma menjawab dengan begitu menyebalkan


"Akur juga ya" Ledek Allea, Celine segera melepaskan tangannya dari Bisma


"Akur sama dia? Cih.. barusan aja masih ngeledekin gue" Jawab Celine


"Itu kan kenyataan" Sergah Bisma seraya Menyembunyikan tangannya yang berdarah karena kuku Celine


"Tau ah.. gue Mau pindah aja" Celine meminta seseorang untuk bertukar posisi dengannya, dan Celine pindah duduk di sebelah Habibie


"Kenapa pindah? " tanya Habibie


"Males duduk sama orang rese" jawab Celine


"Kamu selalu berantem sama dia, hati hati loh nanti benci jadi cinta"


"Cih.. gak minat sama sekali" Habibie hanya terkekeh melihat wajah Celine yang kesal menatap ke arah Bisma


"Jangan di liatin terus nanti kebawa mimpi" Goda Habibie


"Isshh.. apaan ogah banget" Celine bergidik


"Kalo mimpiin aku, mau? " Mendengar ucapan Habibie Celine jadi tersipu pipinya memerah


"Jangan di anggap serius, aku cuma becanda" Ucap Habibie membuat wajah Celine berubah seketika


"Ahh.. eng.. enggak kok" Celine gugup merasa malu dengan ucapan Habibie