My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Salah sasaran



Jangan lupa kasih othor sajen ya biar semangat up 👍 🌹🌹🌹🌹


Biarpun novel ini hanya kehaluan othor tetep aja nulisnya pake mikir mikir sama pencet pencet sampe tangan othor keriting..


Liat like dan komen apalagi vote dari kalian bikin othor semangat up setiap hari biarpun jempol othor sampe curly 🤣🤣


Saat Allea dan Max baru saja kembali ke ruang tamu mereka melihat Wawan yang masuk seperti kebingungan


"Kenapa wan? " tanya Allea


"Enggak .. Tadi yang keluar sambil nangis siapa non? " Wawan balik bertanya


"Nih korban bos mu" jawab Allea sambil berlalu ke kamar


"Hah? bos berani berbuat macam macam di depan non Allea? " ucap Wawan dengan pertanyaan bodohnya


"Kalian sama aja" gumam Max lalu ikut masuk ke dalam kamar


Hening di villa pada sore itu Wawan di suruh Max istirahat di salah satu kamar sementara mereka pun tertidur pulas di kamarnya, saat hari sudah gelap Wawan langsung melompat dari ranjang saat bangun tidur karena mendengar teriakan Allea


"Ada apa non? " Tanya Wawan melihat Allea yang ketar ketir seperti mencari sesuatu di bawah sofa sementara wajah Max tidak bisa di bohongi pemuda itu sedang kesal


"Wan liat anak kucing gak? " tanya Allea


"Sayang.. udah lah nanti aku belikan anak kucing yang bagus"


"Enggak non, kucingnya ilang? " tanya Wawan


"Ya iyalah wan ilang kalo ada mana mungkin di cariin" Jawab Max membuat Wawan tersenyum bodoh menggaruk tengkuknya


"Cariin yang.. pokoknya harus ketemu" rengek Allea


"Sayang ini udah malem hujan juga, di sekitar sini gelap"


"Kamu udah gak sayang sama aku.. biar aku cari sendiri" Allea keluar dengan wajah kesal


"Sayang mau cari kemana? ini udah gelap" Max menahan tangan Allea ketika hendak turun keluar villa


"Kamu gak sayang sama aku.. suruh nyari kucing aja gak mau" Allea menangis memalingkan wajahnya ke arah lain


"Ya udah aku cariin ya.. kamu tunggu di dalam" Ucap Max memeluk Allea dari belakang


Max menaruh dagunya di bahu Allea sambil mengecup pipinya berulang ulang, Seseorang yang bersembunyi di semak terlihat begitu senang saat mendengar Max hendak keluar mencari kucing Allea


Dia pergi dari sana hendak merencanakan sesuatu untuk menjebak Max, Tak mau bosnya mencari kucing sendiri Wawan ikut dan akhirnya mereka bertiga mencari bersama karena Allea tidak mau di tinggal. Mereka pergi dengan menggunakan jas hujan yang sama


"Berpencar aja bos biar cepet ketemu" ujar Wawan di tengah kebun teh


"Ya udah lo kesana sendiri gak apa apa? " tanya Max


"Gak.. nanti kalo udah ada yang nemu telpon yang lain ya"


"Heem.. " gumam Max sambil menarik Allea ke arah yang berlawanan dengan Wawan


Wawan mendengar suara anak kucing dia mencari kebawah dengan senter handphone, seekor anak kucing meringkuk di bawah pohon teh lalu Wawan mengambilnya dan memasukannya kedalam kardus yang dia bawa


Tiba tiba dia mendengar suara Seorang wanita minta tolong, Wawan mencari asal suara dia menemukan seorang gadis mengurut kakinya duduk di tanah


Saat Wawan mendekat di tengah kegelapan tiba-tiba wanita tersebut menarik Wawan dan memeluknya di atas tubuhnya sambil berteriak minta tolong, Wawan yang tak mengerti apapun mulai panik dia takut warga berdatangan


Benar saja mendengar teriakan beberapa warga datang mereka langsung saja menarik Wawan hendak memukulinya namun Wawan menahan mereka


"Tunggu dulu.. ini apa apaan? " tanya Wawan namun suaranya tidak begitu jelas karena riuh warga yang ikut bicara


"Kamu masih tanya kenapa? lihat dia.. kamu berusaha melecehkannya" ucap salah satu warga yang menahan tangan Wawan


"Mila?.. Jelaskan apa yang terjadi" ucap seseorang yang mungkin ketua RT


"Saya di paksa sama tuan muda.. " lirihnya sambil menangis sesenggukan merapatkan bajunya yang sudah sobek


"Dengar.. kamu memasang kurang ajar berani berbuat seperti itu di tempat kami" ucap seseorang


"Tunggu.. tunggu.. dia aja salah orang, saya bukan tuan muda" bentak Wawan dengan lantang


"Tunggu.. ada apa ini? " tanya Max dengan tatapan dingin


"Salah satu warga kami menjadi korban pelecehan pemuda ini" jawab salah satu warga


"Bohong bos.. dia tiba tiba narik dan peluk saya, dia juga bilang bos yang melecehkan dia" sergah Wawan


"Jadi yang benar tuan muda yang dia maksud siapa? " tanya ketua RT


"Saya.. kita selesaikan semua ini di rumahnya, sekarang lepaskan dia" ucap Max seraya maju menarik baju wawan


"Jadi ini gimana? "


"Siapa yang sebenarnya berniat jahat? "


"Dia bilang tuan muda tapi yang kita tangkap anak buahnya" Mereka berbisik bisik satu sama lain


"Saya sudah bilang kita selesaikan di rumahnya" tegas Max mereka semua berjalan menuju rumah Mila


Ibu Mila terheran heran melihat warga berbondong ke rumahnya beserta anak majikannya, dia mempersilahkan Max dan Allea juga wawan untuk masuk


"Ada apa ini? " tanya Ibu Mila panik melihat anaknya berantakan dengan baju robek


"Mila berkali-kali membuat ulah" ucap Max Mila hanya menunduk mencengkram bajunya


"Ma.. mmaksudnya? "


"Saya bersumpah bapak bapak ibu ibu saya tidak melecehkan siapapun, saya di kebun itu cari anak kucing punya majikan saya" sergah Wawan sambil meletakkan dus yang sedari tadi dia peluk


"Memang benar.. ini kucing Allea saya menyuruh Wawan ikut mencarinya, ceritakan yang sebenarnya terjadi wan" ucap Max


Wawan mulai menceritakannya secara terperinci tanpa ada yang terlewat sedikit pun, Mila hanya menunduk seraya menangis mungkin dia ketakutan sekarang


"Mila beberapa kali berniat mendekati saya namun selalu gagal, tadi sore dia juga menyelinap ke villa saat saya tidur dia mulai melakukan hal menjijikkan untung saja Allea segera datang" ucap Max


"Bukan sekali dua kali dia sering melakukannya, namun kali ini sepertinya dia salah sasaran" lanjutnya


"Mila.. kamu gadis cantik sangat di sayangkan jika perilakumu seperti itu, padahal dengan kecantikan kamu, kamu pasti di sukai banyak lelaki. kenapa kamu menyulitkan dirimu dengan mengejar si es batu ini" ujar Allea sambil menatap Max dengan ujung matanya


"Jadilah wanita yang bermartabat yang bisa menjaga harga dirinya, kalau sudah begini orang tuamu juga malu. aku pernah mengatakan itu bukan? " lanjut Allea


"Jangan sok suci anda.. kalian tidur satu kamar dan melakukan hubungan suami istri apa itu yang di sebut wanita yang pandai menjaga harga dirinya? " ucap Mila mengangkat kepalanya menatap Allea penuh kebencian


"Wajar kami melakukan itu karena kami memang suami istri, lihat kami punya buku nikah meskipun ini hanya potonya karena yang asli di pegang ayah Damian" Allea menyerahkan handphonenya pada ketua RT yang di handphonenya menunjukkan buku nikah mereka


"Itu bisa saja palsu.. " ucap Mila


"Mila cukup... ibu malu punya anak seperti kamu" bentak ibunya


"Bu.. apa Mila salah kalau Mila ingin mendapatkan calon suami yang kaya? "


Plak


Satu tamparan mendarat di wajah Mila lalu memukulinya , Allea yang melihat itu segera menghampiri ibu Mila dan memenangkannya


"Bi.. stop Mila anak bibi jangan begini nanti dia terluka" Allea memegang kedua tangan ibu Mila yang mulai menangis sesenggukan


"Saya tidak akan bekerja lagi disana non saya terlanjur malu" lirih ibu Mila


"Jangan bi.. bibi butuh biaya untuk hidup kita gak akan bilang masalah ini sama ayah" ucap Allea


"Non Allea begitu baik, saya malu"


"Bibi gak salah.. jangan menyalahkan diri bibi"


"Bagaimana keaslian buku nikah ini? " ucap ketua RT


"Silahkan bicara dengan ayah saya" Max melakukan panggilan video lalu ketua RT itu bicara panjang lebar dengan Damian tentang alasan mereka menikah


"Ini asli.. maaf kami mencurigai kalian" ucap ketua RT


"Saya ingin masalah ini selesai sampai disini, jika tidak ada lagi yang harus di bahas kami permisi" ucap Max