
"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan saat itu? " gumam Allea menatap kepergian Arabella
Sebenarnya saat pulang dari acara reuni ketika Allea Max sedang bicara di tempat sepi dia melihat seseorang bersembunyi, tas yang di gunakan Arabella saat itu terlihat menyembul di balik dinding tempatnya bersembunyi
Namun Allea ingin tahu tanpa bertanya pada suaminya yang bisa saja berbohong, kebetulan lagi Arabella bisa berasa di sekitar rumahnya membuat Allea curiga
Di meja makan kedua suster sedang pergi ke belakang untuk menyiapkan tempat bermain di belakang meninggalkan ketiga anak kecil di sana
"Michelle mau buah? " tanya Millie dan Michelle hanya mengangguk
"Sebental kakak cuci dulu ya" Millie memang mandiri meskipun dia memiliki pengasuh
Millie mendorong kursi ke wastafel dan naik ke kursi tersebut untuk mencuci anggur untuk adiknya, Millie berbalik ketika mendengar suara tangis adiknya
"Kamu melebut papiku, aku gak suka sama kalian" Lili anak Arabella mencubit tangan Michelle lalu menyiram kepala Michelle dengan air
"Hei.. kenapa kamu melakukan itu? " teriak Millie segera berlari kearah Lili
"Aku tidak melakukan apapun" jawabnya
"Apa ail itu bisa beljalan sendili ke kepala Michelle? "
"Dia yang melakukannya sendili"
"Kamu bohong, lihat Michelle tidak bisa menggapainya" Memang Michelle menggunakan tempat duduk khusus bayi yang memiliki meja sendiri
"Kamu yang melakukan itu? " tanya Millie namun Lili tidak bisa menjawab malah menunjukkan ekspresi sinis
Millie naik ke kursi lalu naik ke atas meja dan mengguyur kepala Lili dengan satu teko air, Lili menangis menjerit dengan santainya Millie mengambil tangan Lili dan memegangkan teko di tangan Lili setelah turun
"Astaga.. Sus kenapa anak anak di biarkan tanpa pengawasan? " teriak Allea
"Ini kenapa sayang? " tanya Allea ketika melihat mereka bawah kuyup
"Dia main ail mah dia juga silam dede, aku malahin dia nangis" ucap Millie, Allea menatap Lili memang memegang teko
"Ya ampun.. maaf nyonya tadi kami sedang menyiapkan tempat bermain di belakang"
"Sudah sudah, ganti baju mereka "
"Bibi.. bersihkan meja makan" teriak Allea pada bibi yang sedang menjemur pakaian
"Anak sendiri aja udah pusing nambah satu, hadeuuhh" Allea memijat keningnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa lo muncul di rumah gue? " tanya Max
"Lo gak bisa lari, lo liat sendiri gue gak bohong anak itu udah lahir"
"Lo pikir gue bego hah? gue yakin gak terjadi apapun diantara kita, dan mungkin lo gak tau siapa ayah dari anak yang lo kandung makanya lo jadiin kejadian itu sebagai alasan supaya gue mau tanggung Jawab, ya kan? " Arabella mengajak Max bertemu di sebuah restauran dekat kantor
" Lo tahu apa yang akan di pikirkan Allea saat tahu suaminya mabuk dan tidur di kamar mantan pacarnya? gue penasaran banget"
"Gue mau tes DNA, tanpa tes itu pun gue yakin anak itu bukan anak gue" ucap Max
"Oke.. gue Terima tantangan lo"
"Sekarang keluar, dan jauhin keluarga gue" Max berdiri meninggalkan Arabella
"Kita liat aja nanti" gumam Arabella
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang.. oma datang" ucap Lydia dan Ririn bersamaan
Millie berlari di susul Michelle yang masih berjalan tertatih, Lili hanya menatap mereka yang di peluk dan di cium bergantian oleh oma mereka
"Mama sama bunda kesini gak bilang bilang kan Allea gak siapin apa apa"
"Gak apa apa lagi pula kita kesini karena kangen sama kalian" Ririn dan Lydia memeluk serta mencium Allea
"Ibu aku mau pipis" Lili menggoyangkan tangan Allea
"Ini anak siapa? " Ririn melepaskan pelukannya menatap gadis kecil di bawahnya
"Ini anaknya Arabella" jawab Allea
"Bunda.. ceritanya panjang, aku mau bawa dia ke kamar mandi dulu"
"Gak sini biar bunda aja nanti kamu jatuh" Lydia mengambil alih menuntun Lili ke kamar mandi
"Nama kamu siapa?? " tanya Lydia
"Aku Lili"
"Lili disini sama mama dan papa? " Lydia menyamakan tingginya dengan Lili seraya merapihkan rambutnya
"Iya... mami bilang papi tinggal disini" Lydia berpikir sejenak
"Papi? siapa? tukang kebun atau satpam? " gumam Lydia
"Papi yang ganteng yang sama ibu" mata Lydia membulat dia ingat anak ini memanggil Allea dengan sebutan ibu
"Tunggu.. ini" Lydia membawa Lili kembali pada Allea
"Apa itu papi? " Lydia menunjuk foto besar berisi keluarga kecil Max dan Allea, Lili mengangguk membuat Lydia dan Ririn terkejut
"Lili main dulu sama Millie ya.. " Lili berlari menuju ruangan dimana Millie sedang bermain
"Bunda.. mama.. dia gak punya ayah jadi setiap melihat pria yang dia suka di panggil papi, kemarin Arabella menceritakan semuanya"
"Ohh.. sukurlah" Lydia bernafas lega memegangi dadanya
"Aku pikir itu benar, bisa kumat sakit jantung ayahmu kalo dia benar-benar anak Max dari wanita lain" Allea terkekeh melihat wajah lega ibu angkat serta ibu mertuanya
"Aku malah mencurigai sesuatu" batin Allea
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt
Handphone Allea bergetar matanya berair ketika melihat sebuah pesan dari nomor tidak di kenal, pesan berisi foto Max di sebuah restauran bersama Arabella
"Kamu sembunyiin apa lagi" batin Allea
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa gue jadi mulai ragu.. '' sepanjang perjalanan Max memikirkan Allea, dia takut Allea akan percaya dengan kata kata Arabella
Sesampainya di rumah hanya ada anak anak dan Arabella yang ada di meja makan, tanpa bertanya pada suster yang sedang menyuapi anaknya Max segera naik ke kamar
Allea duduk memeluk kakinya di atas balkon rambutnya tergerai diterpa angin, Max melangkah mendekati Allea menutup tubuh istrinya dengan selimut
" Lagi ngapain disini? kenapa gak makan? " Max memeluk dan mencium istrinya
"Kamu gak lembur? "
"Kenapa nanya gitu? gak seneng aku pulang? " Max merasa heran dengan sikap Allea yang tidak banyak bicara seperti biasanya
"Kamu kenapa gak pulang makan siang? " tanya Allea
"Kamu lagi kesel gara gara itu? Aku kerja sayang gak sempet makan siang"
"Ohh.. kalo gitu mandi sekarang terus makan" Allea melepaskan pelukan Max berjalan keluar kamar
Setelah Selesai makan dan Mandi Max kembali ke kamar namun tidak menemukan Allea disana, Max kembali keluar mencari Allea namun dia berpapasan dengan Arabella
"Gue mau ngomong bentar" Arabella menarik tangan Max
"Jaga batasan lo, dan segera bawa pergi anak lo dari sini" Max menepis kasar tangan Arabella melanjutkan langkahnya
"Apa lo lagi cari Allea? apa Allea marah sama lo? " Langkah Max terhenti
"Apa bilang sesuatu sama dia? " Max berbalik menatap tajam Arabella
"Pada ngapain disini? " tanya Allea yang baru saja keluar dari kamar Millie dan Michelle
"Sa.. sayang"
"Allea.. "
"Gak apa apa lanjut aja" Allea melewati keduanya menaiki anak tangga
Max menabrak bahu Arabella mengejar istrinya ke kamar