
Handphone Allea berdering di atas nakas Max mengambilnya dan membaca nama siapa yang menelpon
"Hallo"
"Hallo.. loh Allea nya mana? "
"Allea di kamar mandi, mau ngapain? "
"Gue cuma mau ketemu Allea, bilang sama dia buat pergi ke rumah sakit"
"Hmm.. nanti gue sampein"
Max mematikan sambungan teleponnya seperti biasa dia bicara dengan nada ketus, Max masih kesal dengan Cindy yang selalu berbuat ulah pada Allea dia belum tahu keduanya kini memiliki hubungan yang baik
"Kamu ngapain? aku udah bilang aku gak bisa" ucap Allea sambil mengeratkan handuknya
Max mengangkat Allea ke meja rias dan mulai memagut bibirnya dengan tangan yang menjelajahi tubuh Allea
"Max stop.. kamu gak bisa lebih jauh lagi" ucap Allea
"Max ini gak bisa" Allea mendapatkan kembali kesadarannya saat Max membuka ikatan bathrobe miliknya menampakkan otot ototnya yang kerasa dan menonjol
"Kamu membuat aku kehilangan akal" ucap Max
"Kita emang gak bisa berbuat lebih jauh, tapi kamu bisa bantu aku dengan ini dan ini"
"Ini gila, aku gak mau" protes Allea
"Bantu aku seperti ini"
"No.. emphhtt" Allea ingin protes namun Max membungkam bibir Allea dengan bibirnya
"Aku gak bisa dan gak mau" tegas Allea
"Kamu mau enak sendiri"
"Aku gak suruh kamu ngelakuin hal bodoh itu" ucapnya dengan kesal
"Tapi kamu menikmatinya" jawab Max
"Tau ah.. kesel aku lama lama ngomong sama kamu" Allea turun dari meja dan pergi ke kamar mandi
Beberapa saat kemudian terdengar teriakan Allea dalam kamar mandi memanggil nama Max, Max berdiri di balik pintu menanyakan apa yang di inginkan Allea
"Ke minimarket bentar dong aku gak ada pemb*l*t" ucap Allea
"Gak mau" jawab Max terkesan cuek
"Ayolah.. nanti kalo gak pake tembus ke baju, aku gak bawa ganti"
"Siapa suruh baju di bawa semuanya, kita buat kesepakatan gimana? " ucap Max dengan ide jahanam nya
"Gak mau, aku tau akal bulus kamu"
"Ya udah tinggal aja di kamar mandi" jawab Max
"Sayang kamu yang terbaik, ayolah masa kamu tega sama aku"
"Kamu juga tega sama aku, aku udah buat kesepakatan itu terserah kamu"
"Ohh iya tadi Cindy nelpon katanya temui dia di rumah sakit" lanjut Allea
"Beliin dulu Max aku harus kerumah sakit" ucap Allea rasanya senang saat mendengar Cindy sudah sadar
"Gak, setujui dulu persyaratannya aku pergi beliin" Dengan terpaksa Allea keluar kamar dengan bibir cemberut
Max menggiring Allea ke tempat tidur dan menuntunnya agar mengikuti apa yang di katakan olehnya, Allea merengek kesal sudah satu jam dia belum selesai dengan urusannya
"Aku lelah, aku pegal" protes Allea
"Teruskan sayang " suara Max memberat
Max mengecup bibir Allea berkali kali lalu bangkit dengan senyuman puasnya sementara Allea memberangus kesal, Max berjalan melenggang ke dekat lemari mengambil sesuatu
"Aku mandi dulu, nih sisa punya kamu waktu itu" Max melemparkan pemb*l*t yang isinya tinggal dua lalu lari ke kamar mandi
"Arrrggghhh sial.. kamu bohongin aku" pekik Allea, suara tawa Max menggelegar di dalam kamar mandi
Allea masih saja menggerutu dia benar benar kesal dengan ulah suaminya itu, sampai Max keluar dari kamar mandi Allea masih cemberut
"Kamu cantik kalo lagi cemberut gitu" ucap Max sambil terkekeh
"Aku pergi ya, aku mau ke rumah sakit" ucap Allea mengambil Handphone dan tasnya di atas nakas
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Cindy sedang di suapi oleh Frans saat Allea membuka pintu, Allea menatap keduanya dengan terheran heran
"Allea kenapa gak masuk? " tanya Cindy saat melihat Allea mematung di pintu
"Lo udah lebih baik? thanks ya udah selamatin gue" ucap Allea
"Mungkin ini bisa jadi penebus dosa dosa gue sama lo"
"Cepet sembuh, cepet pulang ya gue kesepian" ucap Allea
"Gue gak bisa pulang ke rumah daddy" lirih Cindy
"Kenapa? "
"Gue akan pindah ke rumah papa, daddy udah tau kalo gue bukan anaknya"
"What? maksudnya gimana? " tanya Allea terkejut mendengar penuturan Cindy
Cindy menceritakan semuanya membuat Allea benar benar tidak bisa berkata apapun, dia diam mencerna apa yang di katakan Cindy
"Daddy udah proses perceraiannya sama mommy, jadi gue mau ikut papa aja" ucap Cindy
"Maafin mommy ya Allea, dia jadi penyebab penderitaan hidup lo sama mama lo" lanjutnya
"Gue gak nyangka tante Emile selicik itu" gumam Allea
"Lo masih mau jadi sodara gue kan? " tanya Cindy
"Tentu.. lo mikir apaan sih kita masih sodara, gue akan lebih senang kalo lo tinggal lagi di rumah" jawab Allea
"Kasihan papa tinggal sendiri, kita masih bisa bertemu dan lo bisa main ke rumah baru gue"
"Hmm... gue pasti sering main kesana "
Suara pintu terbuka semua orang menoleh ke sumber suara, Gibran tampak tersenyum membawa buket bunga dan parsel buah untuk Cindy
"Cepet sembuh sayang" ucap Gibran membelai kepala Cindy
"Boleh Cindy panggil daddy? " tanya Cindy ragu
"Tentu.. kamu selamanya masih anak daddy, apapun yang kamu mau kamu bisa minta sama daddy" jawab Gibran
"Makasih dadd"
"Allea kemana semalam kamu gak pulang? " tanya Gibran
Ketika Allea hendak bicara suara pintu kembali terbuka mereka kembali menoleh ternyata Max yang baru saja kembali dari toilet, rahang Gibran mengeras melihat kehadiran menantunya disana
"Mau apa lagi bajingan kecil ini disini" umpat Gibran hendak menghampiri Max namun Allea menahannya
"Ayah stop, Allea mohon kali ini Max janji tidak akan menyakiti Allea lagi"
"Kamu bodoh apa bagaimana? kamu gak inget kemarin apa yang dia lakuin sama kamu? "
"Ayah Allea mohon.. kasih Max satu kesempatan lagi" suara Allea bergetar matanya sudah berkaca kaca
Gibran mengalihkan pandangannya pada leher Allea, terdapat tanda merah disana membuat Gibran mengusap wajahnya kasar
"Kalian semalam bersama? " Allea mengangguk sebagai jawaban
"Ya.. satu kesempatan kalo sampe dia bikin kamu nangis lagi ayah bersumpah gak akan biarin kalian bertemu lagi" lanjut Gibran
"Kalian semalem tinggal bareng? " tanya Cindy
"Gue sama Max sebenarnya udah nikah" jawab Allea
"What? demi apa? lo bikin gue mau pingsan" pekik Cindy
"Waktu lo nginep di rumah ayah Damian sebenarnya gue udah nikah sama Max "
"Pantesan lo berdua keluar dari kamar atas" gumam Cindy
"Allea sini" Cindy menyuruh Allea mendekat
"Gimana rasanya malam pertama" bisik Cindy sontak membuat Allea melotot dengan wajah memerah
Jangan lupa like komen dan vote ya
jadikan favorit juga, dukungan apapun dari kalian sangat berarti untuk author 😍🥰🥰