My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Sana sini mau



"Gak usah kaget gitu aku bisa bikin lebih banyak dari itu" ucap Bisma dengan memasang wajah nakal


"Apaan sih"


Bisma mengenalkan pacarnya pada Damian dan Lydia juga keluarga Allea, para wanita sedang berbincang di sudut kanan sementara laki-laki di sudut kiri


Max dan Allea baru saja turun bergandengan tangan menghampiri mereka, mencium wangi parfum seseorang mereka semua menatap Allea dan max bersamaan


"Dede bayi baru di mandiin mama ya? uunnncchh.. ganteng banget sih" ledek Bisma membuat orang orang tertawa


"Sirik lo gak ada yang mandiin? makanya nikah dong" jawab Max membuat Bisma yang kini ditertawakan


"Dasar pendukung yang plin-plan" gerutu Bisma


Sepasang mata tak lepas memandang Max dari atas sampai bawah, Senyum terbit di bibirnya membayangkan jika yang di sebelah Max itu adalah dirinya


Apalagi saat Max memeluk Allea dan mencubit hidungnya dengan gemas, mereka bergurau mesra seperti tidak ada siapapun disana dan itu sudah menjadi hal biasa bagi orang yang dekat dengan mereka


"Hai.. semua, apa kabar? " mereka menoleh bersamaan ketika seseorang datang


"Vero.. Hai bro" Bisa berlari hendak memeluk Vero namun dia menahannya


"Eitss.. tunggu, basah woy"


"Sok ganteng, gue ceburin juga lo" gerutu Bisma


"Bukan gitu bro.. ini gue cuma bentar mau nganter ini aja sama bos, bentar lagi gue harus terbang rumah sakit gak bisa di tinggal"


"Iya deh yang sibuk" ledek Bisma


"Ya udah kita ngobrol di ruang kerja aja" ucap Max, Vero pun mengikuti Max dari belakang


"Eits.. tunggu, gue lupa belum kenalin pacar gue" Bisma menarik kembali Vero kebelakang untuk bertemu pacarnya


Mitha terlihat menyembunyikan wajahnya sedari tadi namun akhirnya Vero melihatnya juga, Vero mematung sejenak menatap Mitha lalu kemudian tersenyum dan pergi ke ruangan Max


"Dia emang gitu sayang mungkin dia malu" ucap Bisma


"Gak apa apa" Jawab Mitha tersenyum kikuk


.


.


.


Beberapa lama kemudian setelah melaporkan semua tentang rumah sakit Vero harus kembali secepatnya, Vero berpamitan pada teman teman serta orang tua Max dan Allea


"Bro gue pamit.. sorry gak bisa gabung" semuanya adu tos dengan Vero


"Om tante aku pamit" Vero bersalaman dengan kedua orang tua Max dan Allea juga Gita yang ada disana


"Senang bisa berkenalan, jaga temen baik gue jangan sakiti dia" ucap Vero pada Mitha


"Selamat anak ke lima udah lahir, selalu bahagia " Vero mengusak puncak kepala Allea


"Hati hati kak.. semoga kakak juga bahagia" jawab Allea


"Gue akan cari kebahagiaan baru.. orang yang kemarin adalah kesalahan, doain ya biar cepet dapat gantinya" ucap Vero


"Heem.. semoga kedepannya kakak bisa dapet cewek yang bener bener tulus"


"Hei cantik.. om pamit ya, om tunggu kamu besar " ucap Vero pada Ellia, dia memang senang menggoda anak sulung Max membuatnya tersipu malu


Bisma meledek Ellia dengan menyebutnya adalah pacar Masa depan Vero membuat wajah Ellia memerah, seseorang di belakang Ellia tampak tertunduk lesu naik ke tepi kolam


"Daahh sayang.. tunggu om pulang ya" goda Vero seraya pergi, Allea memukul lengan Vero karena menggoda anak gadisnya


"Toilet sebelah mana ya? " tanya Mitha


"Dari sini belok kiri nanti di dapur ada pintu di Pojok" jawab Allea


Nyatanya Mitha tidak ke kamar mandi dia menyusul Vero yang baru saja keluar, Vero baru saja membuka pintu mobilnya tiba-tiba saja Mitha masuk kedalam mobilnya


"Sayang aku bisa jelasin"


"menjijikkan.. jangan panggil gue dengan sebutan menjijikkan seperti itu" ucap Vero dengan kesal


"Sayang aku benar benar minta maaf, ini karena papa punya bisnis sama papanya Bisma" Vero tertawa mendengar perkataan Mitha


"Lo pikir gue bego? perusahaan Bisma dan perusahaan bokap lo gak ada hubungan kerja sama dan Bisma gak tau lo anak siapa karena kalo dia tau dia gak bakal mau pacaran sama lo"


"Lo tau? perusahan Bisma dan perusahaan lo itu musuh bebuyutan, dia teman baik gue udah pasti gue tau apa yang dia suka dan apa yang dia gak suka, sekarang turun" lanjut Vero


"Sayang.. aku putusin dia sekarang juga, aku ikut kamu ya? maafin aku" Mitha memeluk erat lengan Vero


"Walaupun lo putus sama Bisma gue gak sudi Terima lo lagi, sorry selingkuh gak bisa di toleransi dalam kehidupan gue" ucap Vero lalu keluar


Vero keluar dan membuka pintu mobil lalu menyeret Mitha turun, Setelah masuk ke dalam mobil Vero melemparkan tas Mitha yang tertinggal lewat jendela


Mobil menjauh dari halaman rumah Allea dan Mitha berlari mengejarnya hingga dia terjatuh, Tangisnya pecah saat Vero benar-benar pergi


"Aku pulang duluan, ayah nyuruh pulang" hanya itu pesan yang di kirim Mitha pada Bisma, Mitha berniat menyusul Vero ke bandara dengan taksi


Sesampainya di bandara Vero keluar dari mobil begitupun Mitha yang keluar dari taksi, Mitha mengejar langkah besar Vero dan memeluknya dari belakang


"Vero maafin aku, aku tau aku salah, aku janji gak akan ulangi ini lagi" Vero melepaskan tangan Mitha yang melingkar di pinggangnya


"Dengar... dari awal gue emang gak pernah sepenuhnya nerima lo di hidup gue, wanita lain masih bertahta disini" Vero menunjuk dadanya


"Jadi apapun yang lo lakuin gak ngaruh buat gue, tapi satu yang harus lo catet jangan sakitin temen gue, dia bukan tipe orang yang gampang ngenalin cewek sama keluarga dan teman teman dekatnya tapi dia lakuin itu sama lo berarti lo spesial buat dia"


"Jangan hubungin gue lagi dan anggap kita gak pernah kenal, jangan sakitin Bisma dia temen baik gue" Ucap Vero lalu benar-benar pergi


Mitha lemas dia tidak rela Vero meninggalkannya juga menginginkan Bisma, Mitha tipe wanita yang mudah tertarik dengan lawan jenis juga suka menjadi pusat perhatian para pria


Dia selalu ingin membuat setiap pria tertarik padanya dan bangga mempunyai pacar lebih dari satu, tidak peduli pria itu tua atau muda, kaya atau tidak, tampan atau jelek dia tetap ingin mereka tertarik padanya


.


.


"Si Mitha kemana? ke toilet kok gak balik balik? " tanya Gita


"Dia pulang buru buru bokapnya nyuruh pulang, Max pinjem baju dong mau mandi nih" ucap Bisma


"Mandi dulu aja gue ambilin dulu" Max dan Bisma pergi ke dalam rumah


"Eehh.. Le tau gak? "


"Apaan? " tanya Allea mendekati Gita karena dia berbisik


"Kayaknya si Mitha lagi nyari perhatian Max deh, tatapannya itu loh" ucap Gita


"Masa sih? dia kan pacarnya Bisma" Jawab Allea merasa tidak percaya melihat wajah polos Mitha


"Ya gue bisa lihat Allea.. kayaknya jangan sering sering di bawa ketemu Max deh nanti kacau otaknya"


"Jangan berprasangka buruk ahh.. "


"Le.. jaga jaga itu perlu, apa lo gak kapok dengan kejadian kejadian yang menimpa kalian? " ucap Gita


"Iya temanku yang cantik, bawel dan bulat" Allea sengaja menggoda Gita


"Lo pikir lo langsing? badan kek galon juga" ledek Gita


"Lo juga sama"


"Iya hehe.. abis hidup enak gimana badan gak melar" Gita terkekeh melihat tubuh keduanya yang membengkak


"Peduli amat kata orang yang penting kita masih nikmatin hidup, ya kan? " Allea merangkul bahu Gita


"Betul, hidup senang, suami cakep punya, anak udah punya, mau jalan jalan, perawatan, makan enak tinggal gesek kartu biar suami yang pusing" ucap Gita sambil tertawa