
"Kalian masih lama? gue keluar duluan" Allea pergi dari ruangan itu
Allea menunggu di depan ruangan ganti memainkan ponselnya, namun ternyata di sebelah adalah ruangan ganti lawan tanding Max.... Allea sama sekali tidak melihat ke sekitar tiba tiba seseorang memegang pundak Allea
"Hai manis" bisiknya membuat Allea tersentak
Allea menoleh ke belakangnya ternyata itu adalah Sam, Allea mundur beberapa langkah kala Sam dan teman temannya mendekat dengan seringai
Bruk
Allea berbalik dan menubruk dada bidang Max yang baru saja keluar, Allea segera bersembunyi di belakang Max membuat teman teman Max yang lain menatap heran.... Max menatap tajam pada mereka karena tahu Allea ketakutan karena di ganggu mereka
"Kenapa lo liatin kita kayak gitu? " tanya Sam seolah menantang
"Lo bisa gak ganggu cewek? mental lo terlalu cupu" hardik Max
"Kurang ajar" geram Sam meraih baju bagian depan Max
Max tidak mau kalah dia mencengkram bahu Sam... tatapan mata mereka mengisyaratkan permusuhan allea menarik tangan kanan Max teman temannya juga menengahi berbeda dengan teman Sam yang malah memanas manasi
"Max gak lucu kalo pas tanding lo babak belur" Allea memeluk tangan Max
"Gadis manis gue mau juga di peluk kayak gitu haha" ujar Sam semakin membuat Max geram
Allea meraih jari jari Max yang mencengkram kuat baju Sam sampai terlepas, teman temannya tidak heran melihat ini karena Allea juga beberapa kali meredakan emosi Max
"Lepasin gue" bentak Sam ketika tim Max membawanya menjauh
"Kenapa ini ribut ribut? " tanya Danendra yang baru saja datang dari samping Max membuat allea tertutupi tubuh Max
"Gak ada udah aman" ucap salah seorang disana
Danendra hendak masuk kedalam ruang ganti dengan Cindy yang masih menempel padanya, saat Danendra menoleh kearah Max disamping Max Allea sedang memegangi tangan Max
"Kenapa kamu disini? " tanya Danendra, Max melepaskan pegangan Allea lalu pergi
"Kita pergi" ajaknya pada timnya
Meninggalkan Allea dan Danendra juga Cindy disana, Danendra memegang erat tangan Allea namun Cindy malah mempererat pelukannya di tangan Danendra
"Aku tanya kenapa kamu disini? " ulangnya
"Aku nonton pertandingan Basket" jawab Allea jujur
"Kamu bilang nonton? Apa nonton harus ngintilin Max pegang pegang tangannya segala? "
"Kamu menyindir diri kamu sendiri? " ucap Allea meledek membuat Danendra seketika menghempas tangan Cindy
"Kamu kenapa bisa disini? " tanya Danendra
"Kamu juga kenapa ada disini? " Allea balik bertanya
"Kamu kenapa gak diem dirumah " ucap Danendra
"Aku harus diem di rumah sementara kamu batalin janji kita buat bawa Cindy ke pertandingan ini? waw kamu sangat bijak" bentak Allea lalu pergi meninggalkan mereka
"Dan... "
"Diem... semua gara gara lo" ucap Danendra lalu masuk dan membanting pintu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Damian sedang membicarakan tentang perjodohan Danendra dan Cindy semenjak mendengar kekasih Danendra adalah seorang anak pembantu membuatnya memikirkan ini matang matang tapi bunda menolak dengan tegas tentang jodoh menjodohkan seorang anak
"Apa kamu mau punya menantu seorang anak pembantu? " ucap Damian sedikit membentak
"Aku lebih memilih punya menantu anak pembantu dari pada harus mengorbankan kebahagiaan anak anakku" jawab Lydia dengan tegas
"Mau di taruh dimana muka kita saat bertemu para kolega jika membawa menantu yang tidak jelas babat bibit bebet bobotnya? "
Damian bungkam seribu bahasa dia kalah telak dengan omongan sang istri, merasa semakin sesak di dadanya Lydia pergi meninggalkan Damian yang mematung di tempat duduknya
"Jangan hancurkan kebahagiaan mereka demi egomu, cukup Maxime yang menerima perlakuan burukmu jangan lakukan itu pada Danendra atau kau akan kehilangan mereka berdua" ucap Lydia sebelum benar benar pergi
Lydia masuk ke kamar dan mengunci pintunya tangisnya pecah saat itu juga, dia berteriak di kamarnya membuat suara itu menggema memenuhi seisi ruangan..... cukup lama ia memendam semuanya rasa sakit, kecewa, penderitaan yang selama ini dia telan sendiri
Sudah lama ia ingin mengutarakan kekesalannya namun anak anak menjadi alasan untuknya tetap diam, Lydia yang rapuh Lydia yang lemah terlihat tegar dan bahagia di depan anak anaknya... ini semua demi Danendra agar tidak menyalahkan siapapun dan demi Max agar dia tidak selalu merasa bersalah
"Lydia buka pintunya" Damian menggedor pintu kamar Lydia
"Aku tahu aku salah Lydia maafkan aku, tapi aku tetap tidak bisa membiarkan mereka lebih dekat" ucap Damian
"Simpan kata maafmu aku tidak butuh, dan jangan campuri urusan anak anakku" jawab Lydia seraya terisak
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pertandingan di mulai Danendra menggantikan kakak kelasnya yang tidak bisa bertanding, Max dan teman temannya mengisi skor pertama Allea berteriak histeris memberi semangat demi kelas mereka
Pertandingan kali ini adalah penentuan untuk tim yang menang ikut mewakili pertandingan keluar kota, saat Allea sedang bersemangat menyoraki tim kelasnya tiba tiba ada yang merangkulnya dari belakang membuatnya terlonjak
"Astaga lo ngagetin gue" Allea memukul tangan Gita yang melingkar di lehernya
"Dasar lihat pertandingan gak ajak ajak, hemm sebel deh" Gita pura pura marah
"Hehe gue aja gak tau ada pertandingan sayang" Allea merangkul kembali Gita yang manyun
"Lo sama Danendra? " tanya Gita
"Gue di ajak Max, malah gue gak tau kalo Danendra ikut main"
"What?? "
"Iya Danendra bohongin gue gak jadi ngajak jalan padahal dia sama ono, sebel gue" Allea menunjuk Cindy yang sedang menyemangati Danendra dengan dagunya
"Rumit, lo ketauan dong"
"Gue abis berantem"
"Hai guys" sapa keempat CS Allea yang lain diikuti Yuki
"Kalian juga tau? "
"Allea di grup ada lo gak baca? " jawab Sandro
"Gue senyapkan mungkin ke tumpuk yang lain, untung aja Max ajak gue"
"Lo kesini sama Max? " tanya Yuki
"Heem" singkat Allea
Sedang mengobrol ternyata sedang istirahat Max berjalan mendekat ke arah Allea yang sedang minum, Semua gadis terkagum melihat Max yang tampan dengan keringat di sekitar wajahnya.... tiba-tiba botol yang hendak Allea tutup di ambil oleh Max dan langsung dia minum
"Oh my god... Max ganteng banget" cici Gita
"Itu bekas gue Max" ucap Allea
"Gue udah biasa minum bekas lo" jawaban Max membuat para gadis melongo
Wajah Allea bersemu merah dia malu dengan jawaban Max yang membuat para gadis itu menatap tak suka padanya, terlebih tatapan tajam Danendra di sebrang sana membuat Allea serba salah
"Ngawur" singkat Allea
"Ehem... ehem mulai terang terangan nih" ejek Dito
"Gak usah gosip" ketus Allea
Yuki semakin yakin kalau Max menyukai Allea dari sikapnya saja orang buta pun akan tau kalau Max menyimpan perasaan pada Allea