My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Meminta bantuan Allea



Danendra datang ke kelas Allea dan langsung menarik tangannya ke luar, teman teman Allea yang sedang berkumpul di meja Allea di buat bingung


"Wah ada pertengkaran rumah tangga nih" celetuk Sandro


"Gosip pagi pagi" celetuk Max dari kursi belakang


"Hehe" Sandro hanya tersenyum kikuk


Danendra membawa Allea ke samping sekolah meskipun Allea menolak bicara dengannya tapi Danendra memaksa dan mengungkung Allea di dinding


"Apa lagi? " tanya Allea jengah


"Aku minta maaf buat malam kemarin"


"Iya aku udah maafin kamu tapi please jangan gini" Allea mendorong tubuh Danendra


"Aku serius minta maaf Allea"


"Aku juga serius maafin kamu sekarang menjauh kalo ada yang lihat mereka bisa salah paham" ujar Allea


"Lihat aku Allea, kalo kamu udah maafin aku jangan jauhin aku lagi, aku gak bisa"


"Oke.... " sedetik kemudian Danendra mendekatkan wajahnya ke wajah Allea


Jarak mereka sangat dekat bahkan dapat merasakan nafas satu sama lain, Danendra memiringkan kepalanya hendak mencium Allea namun Allea memalingkan wajahnya ke arah lain


"Sorry aku harus masuk kelas udah bel" benar saja bel sudah berbunyi


"Oke" Allea pergi mendahului Danendra tapi dia mengejarnya dan mengantarkannya ke kelas meskipun di dalam kelas sudah ada guru


"Pacaran aja kamu, sana balik ke kelas" ucap guru yang hanya di tanggapi senyum oleh Danendra


"Aku pergi " ucap Danendra mengusak kepala Allea membuat semua gadis disana baper


"Uuuhhh" ucapnya serempak


Wajah Allea berubah merah dia segera duduk di kursinya, berbeda dengan Danendra yang masih berdiri di ambang pintu dan memberikan simbol cinta dengan jarinya membuat Allea tercengang


"Ya ampun anak itu kenapa jadi seperti ini" ucap gurunya seraya menggelengkan kepalanya


"O my god " Gita menatap takjub pada Allea


"Jangan liatin gue kek gitu" gerutu Allea


"Lo keren Lea bisa bikin dua orang sikapnya menjadi berbanding terbalik "


"Duuhh ngomong apa sih gak ngerti gue"


"Lo pilih yang mana Lea? "


"Lo makin ngawur deh"


"Cieeee... gue mau satu jangan serakah" goda Gita


"Gue marah nih kalo lo terus godain gue" Allea sudah mengerucutkan bibirnya


"Iya iya gak lagi"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Oma yang sedang berada di mall kebetulan bertemu dengan Selvi, Oma langsung menarik tangan Selvi untuk bicara dengannya perihal Max yang waktu lalu sampai ngamuk merusak barang barang di rumah


"Apa yang kamu lakukan pada cucu saya itu keterlaluan, cukup dia terluka sama sikap kamu jangan pernah kamu ganggu Max lagi"


"Bila perlu aku akan terus membuatnya kesal, putus asa atau bahkan sampai dia depresi" ucap Selvi


"Jangan keterlaluan kamu Selvi, ingat jika anakmu tau siapa dia bahkan mungkin dia akan lebih hancur dari Max"


"Dan saat itu mereka akan membencimu secara bersamaan karena kau telah menutupi kebenaran sampai belasan tahun"


Plak


Satu tamparan Oma layangkan ke wajah Selvi dia benar benar muak dengan kelakuan Selvi yang selalu membuat Max sakit hati, Oma melangkah mendekat ke arah Selvi dan memberikan sebuah cek


"Ambil ini dan pergi, atau Danendra akan bernasib sama seperti Max" ancam Oma


"Aku tidak butuh uang, aku hanya ingin Damian sekeluarga menderita dan terpecah belah" ucap Selvi merobek ceknya dan menerbangkannya


"Dan mengorbankan anakmu juga? aku belum pernah bertemu ibu egois sepertimu bahkan kau tidak pantas mendapat gelar seorang ibu, aku menyesal menutupi semua sekarang aku akan mengakhiri permainanmu“ ucap Oma lalu pergi meninggalkan Selvi


" Aku egois" Selvi tersenyum miris dengan air mata menggenang di matanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Jam istirahat Allea Cs berada di kantin sekarang bukan hanya mereka karena ada Max dan Yuki yang ikut bergabung, Danendra datang menghampiri mereka dan berdiri tepat di samping Allea


"Iya, hati hati ya" Allea tersenyum mendongak menatap Danendra


"Oke, pulang pertandingan aku ajak kamu jalan.. ingat jangan terlalu dekat sama cowok lain" kata kata itu seperti sindiran untuk Max


"Max gimana tangan lo? " tanya Danendra


"Jauh lebih baik" singkatnya dengan wajah datar


"Oke aku tinggal, bye"


"Bye, hati hati " ucap Allea yang hanya diacungi jempol oleh Danendra


Mereka kembali menikmati makanannya dengan sedikit berbincang santai apa lagi Max dan keempat cowok itu membahas tentang biaya bengkel cabang baru yang akan mereka kelola bersama, tiba tiba dari belakang Max satu kotak susu terlempar mengenai punggung Max dan airnya terciprat mengenai wajah Allea Gita dan Yuki


Max menoleh kebelakang ternyata Sam dan teman temannya yang melakukan itu serta tertawa, Max mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengusap air itu di wajah Allea sementara dua gadis lainnya tidak ia hiraukan


"Emmhh... gue juga kena kenapa gak ada yang elapin muka gue" ledek Gita


"Unchh cayang cayang sini aa elapin" ujar Dito menjepit kepala Gita dan mengusap wajahnya dengan tangan sembarangan


"Uugh aaaa berhenti gila" Gita berontak membuat yang lain tertawa


"Thanks Max tapi kayaknya Gita cemburu" ucap Allea cengengesan


"Sini gue bisa lap sendiri" Allea mengambil sapu tangan dari tangan Max


"Gue bersihin ini dulu ya" ucap Max lalu pergi ke toilet tanpa di sadari dia diikuti oleh Sam dan anak buahnya


"Lea pinjem" Gita merampas sapu tangannya


"Waahh wangi banget" lanjut Gita mencium sapu tangannya


"Dasar oon" Dito disampingnya menoyor kepala gita


"Sini mau gue cuci" Allea meminta kembali sapu tangannya


Di toilet Max membuka bajunya dan mencuci lalu mengeringkannya, tanpa di duga Sam masuk dan merebut baju Max ia lempar bergantian membuat Max geram


"Jangan kayak anak kecil" ketus Max


"Kalo lo bukan anak kecil sekarang coba ambil ini" Sam menantang Max


"Badan lo bagus juga pantes si Allea lengket banget sama lo" ledek yang lain


"Jangan bawa bawa nama dia" Max menghajar mereka satu persatu


Perkelahian tak terelakkan namun Max tetap menang dengan beberapa luka di wajahnya meskipun hanya menggunakan satu tangan , mereka tersungkur Max mengambil bajunya setelah memakainya lalu kembali memakai penyangga tangannya


"Jangan belagu" ucapnya lalu pergi


Yuki membawa Allea ke perpustakaan dengan alasan minta di antar untuk meminjam buku sementara temannya yang lain pergi ke kelas. Allea membaca sebuah buku di tangannya


"Allea" panggil Yuki


"Ya" jawab Allea menutup bukunya


"Lo sama Max ada hubungan apa? " tanya Yuki


"Kita cuma berteman"


"Lo serius? "


"Ya emang kenapa? "


"Gue suka sama Max sejak pertama ketemu sama dia" Allea diam mematung


"Kenapa diem? " tanya Yuki


"Ahh.. emm terus kenapa lo ngomong sama gue? " ucap Allea


"Lo kan deket sama dia gue mau minta bantuan sama lo, comblangin gue sama dia"


"Emm kalo itu kayaknya lo harus berusaha sendiri deh" ucap Allea ragu


"Lo suka kan sama dia? padahal lo udah punya Danendra harusnya lo jangan maruk dong? "


"Bukan gitu... "


"Kenyataan kan? harusnya lo pilih salah satu"


"Gue gak gitu.. oke gue bantuin lo tapi buat hasilnya gue gak bisa jamin kalo dia mau"


"Oke.. gitu dong lo emang baik" Yuki menggandeng tangan Allea ke luar