My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Emile bebas



"Celine cantik banget" Allea memuji ketika celine menggunakan baju yang diberikan oleh Habibie


"Masa sih? Ini baju yang di beliin Habibie" Jawab Celine


"Ehemm.. Kayaknya ada sesuatu nih" Goda Allea


"Cih... di kasih baju aja langsung baper, ini yang buat cewek gampang tersakiti" Cibir Bisma seraya melewati mereka


"Kenapa ya? kok kayaknya lo sewot gitu" Bisma berhenti saat Celine bicara


"Ya maksud gue jangan gampang baper kalo di deketin cowok entar ujung ujungnya sakit hati, mending kalo di pacarin"


"Lo julid banget sih, lo sendiri punya pacar tapi di khianatin, gagal tunangan pula"


"Karena gue udah pernah rasain itu, makanya gue ngasih tau"


"Tapi ngasih taunya gak perlu senyebelin itu juga kan? " ketus Celine


"Kalian kenapa sih kalo ketemu ribut mulu? " Allea heran melihat keduanya tidak pernah akur


"Dia nya nih kalo ngomong gak enak di denger" Celine menunjuk Bisma


"Lo juga sama" hardik Bisma


"Ada apa nih? " Max baru saja datang membawa kopernya


"Ini anak berdua kalo ketemu berantem mulu" Allea yang menjawab


"Dia yang duluan " Celine menatap Bisma sinis


"Lo yang sewot"


"Lo" Celine yang kesal menarik baju Bisma dan mengguncangnya hingga Bisma mundur beberapa langkah


Max sengaja menjegal kaki Bisma dari belakang hingga dia tidak seimbang dan jatuh ke sofa di tindih oleh tubuh Celine


"Nah gitu dong kalo udah marahannya harus pelukan, Kita duluan ya.. lo barengan sama Bisma" Max menarik kopernya juga menuntun tangan Allea


"Daaahh.. havefun ya " Allea pergi melambaikan tangannya


Celine bangun seketika mengejar Allea namun mobilnya yang di kendarai Habibie sudah pergi meninggalkan mereka berdua, Bisma melempar tas Celine lalu berjalan ke mobil


"Mau pulang gak? " teriak Bisma ketika sudah masuk mobil


Celine berjalan menghentakkan kakinya menuju mobil juga menutup pintu mobil dengan kencang, Celine memalingkan wajahnya keluar jendela sementara Bisma fokus ke jalanan tidak bicara sepatah katapun


Handphone Celine berdering dia segera mengambilnya dan menjawab teleponnya


"Kenapa ibu bos? " tanya Celine


"Kita udah mau terbang.. tiket lo ada di kak Bisma penerbangannya 2 jam lagi, sorry gue lupa kasih tau kalo penerbangan kalian beda waktunya"


"Allea.. lo becanda? " pekik Celine


"Enggak... dah dulu ya.. bye" Allea langsung mematikan ponselnya hingga Celine tidak bisa menelepon kembali


"Cepetan dong bawa mobilnya.. mereka ninggalin kita" ucap Celine


"Apa sih? Percuma juga cepet cepet orang waktu penerbangannya juga beda"


"Kalo bukan atasan gue udah gue potek kepalanya" gumam Celine


"Gue laper, kalo mau ke airport duluan naik taksi aja" Ucap Bisma


"Kalo gue pernah pengalaman pergi jauh sendiri gue milih naik taksi " batin Celine


"Bareng aja" Ucap Celine dengan nada pelan


"Baik baik sama gue kalo mau barengan" Celine menoleh dengan tatapan sinisnya, dia sudah menduga Bisma akan mengatakan hal ini


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Tok.. tok.. tok..


"Maaf cari siapa ya? " Tanya Ririn


"Apa Gibran nya ada? "


"Suami saya sedang di kantor, ada yang bisa saya bantu? " Ririn bertanya lagi


"Apa? jadi.. dia.. dia udah nikah lagi? "


"Mama... Niko mau susu" Niko menarik tangan Ririn


"Sebentar sayang"


"Aneh sekali.. sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana? " Gumam Ririn


"Mama.. ayo" Niko menarik tangan ibunya masuk


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Maaf Bu.. ibu tidak boleh masuk" Emile di cegat oleh security


"Saya mau bertemu dengan Gibran, jangan halangi saya" Emile berusaha masuk namun masih di tahan


"Tolong pergi dari sini bu jangan membuat keributan" Emile menginjak kaki Security lalu berlari masuk, meskipun sudah beberpa orang menahannya namun dia masih tetap bisa masuk ke ruangan Gibran


"Ada apa ini? " tanya Gibran saat Emile tiba tiba membuka pintu ruangannya


"Gibran.. kamu tega, kamu tega ninggalin aku saat aku terpuruk di penjara, kenapa kamu tega lakuin ini? " Emile menangis memegangi tangan Allea


"Apa kamu gak mikir? Kamu udah celakain Allea bahkan kamu udah buat aku kehilangan cucu pertamaku, Harusnya memang sejak awal aku gak nikah sama kamu"


"Aku.. aku menyesal.. aku mau kita kembali" Emile memohon pada Gibran


"Aku udah nikah sama wanita yang berhati mulia bahkan dia menerima Allea seperti anak kandungnya sendiri dan aku udah punya anak dari dia, Kamu sebaiknya Pergi"


"Gibran kamu jangan keterlaluan.. di rumah kita kamu tinggal bersama wanita lain? disana banyak kenangan kita dan Cindy"


"Jangan menyebut nama Cindy untuk kepentingan kamu, dia gadis baik bahkan dia bisa menerima istriku seperti ibunya sendiri, dan satu lagi, rumah itu rumahku dan Naina bukan rumahmu" tegas Gibran


"Sekarang pergi dari sini.. Atau temui Cindy, sekarang dia sudah menikah dengan Danendra seperti yang kamu inginkan dulu" lanjut Gibran


"Cindy... Dimana sekarang dia tinggal? " Tanya Emile


"Ini alamat rumahnya, tapi dia jarang pulang karena harus tugas di pindah tugaskan dengan suaminya di luar kota" Gibran memberikan secarik kertas bertuliskan alamat rumah Cindy


"Satu hal lagi.. jangan mengganggu aku dan keluargaku, jangan muncul lagi di rumah kami"


Emile pergi dengan perasaan sedih, semua yang dia pertahankan mati-matian dengan menghalalkan segala cara untuk membuat Gibran tetap bersamanya sia-sia


"Aku harus pergi kemana? apa Cindy akan menerimaku kembali? " Emile mengusap air matanya pergi meninggalkan kantor Gibran


"Aku lupa dia bebas tahun ini, semoga keringanan yang di berikan membuatnya sadar dan tidak mengulangi hal yang sama lagi" Batin Gibran melihat kepergian Emile dari jendela ruangannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Bisma mengulum senyumnya ketika melihat wajah ketus Celine, Dia tidak mau makan makanan yang sudah di pesan Bisma namun kelihatan sekali dia ikut menelan ludah saat Bisma mengunyah makanannya


"Gue ke toilet dulu" Bisma mengelap bibirnya dengan tisu lalu pergi


"Kayaknya enak.. gue coba dikit deh" Awalnya Celine mencicipi makanannya sedikit namun karena makanan itu sangat enak hingga dia lupa dengan kata katanya yang masih kenyang saat di tawari Bisma


Celine menunggu Bisma kembali sambil menyantap makanannya, Bisma terkekeh mengintip Celine yang juga mencicip makanan di piringnya


Melihat Bisma kembali Celine segera menyudahi makannya dan berpura-pura diam saja, Bisma duduk menatap piring di hadapan Celine


"Apa liat liat? gue.. gue.. cuma nyicip dikit" Tiba tiba Celine bersuara


"Apa? lo ngomong sesuatu? "


"Au ahh.. nyebelin lo" Dia kembali bersikap ketus


"Udah selesai atau mau pesan yang lain? "


"Kan lo yang makan, lo juga yang pesen kenapa nanya gue? " Ucap Celine


"Ohh.. ya udah kalo ini gak di makan biar gue aja yang abisin " Bisma menarik piring di hadapan Celine


"Tunggu.. jangan.. "


"Kenapa? " tanya Bisma


"Aduh.. itu kan bekas gue, masa dia makan makanan bekas gue" Batin Celine


Celine hendak bicara kembali namun Bisma sudah terlanjur memakan makanannya, dia hanya menggaruk tengkuknya menatap ke arah lain


"Kenapa lo makan? " tanya Celine


"Mubazir kalo gak di makan, di luar sana banyak yang susah cari makan masa kita yang beruntung malah buang buang makanan" Jawab Bisma


"Lo emang selalu abisin makanan bekas cewek lo? " tanya Celine pelan


"Hah.. gimana? "


"Enggak.. kalo udah selesai kita langsung pergi aja" Celine tidak mau mengulang pertanyaan konyolnya


"Lo duluan aja ke mobil, gue bayar dulu" Bisma memberikan kunci mobilnya pada Celine