My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Si manis yang menyebalkan



"Hai bro" Bisma datang dengan senyuman sumringah di wajahnya


"Keliatannya lo lagi bahagia banget" Max melihat ada sesuatu yang terjadi hingga membuat sepupunya itu senyum senyum seperti orang gila


"Hah.. gue ngerasa hati gue tenang... damai... seperti sesuatu yang belum pernah gue rasakan sebelumnya"


"Lo ngomong apa sih? ngelantur apa gimana? lo overdosis? " Max tidak mengerti apa yang di katakan Bisma


"Max.. cinta sama suka itu beda gak sih? " Bisma menopang dagunya dengan kepalan kedua tangan


"Lo kan ahlinya, kenapa nanya gue? "


"Lo kan ahlinya bucin, lo cuma punya satu wanita yang posisinya di hati lo segede apa gue gak tau, tapi gue juga tau lo pernah mengkhianati dia " ucap Bisma


"Heh.. sembarangan, gue gak pernah mengkhianati istri gue"


"Ya bukan mengkhianati lebih tepatnya lo pernah melirik wanita lain, nah perasaan lo sama Allea dan wanita wanita itu gimana? " Tanya Bisma


"Gue cinta sama istri gue itu jelas, mungkin wanita wanita itu cuma... pelampiasan kejenuhan aja" Jawab Max


"Kenapa lo tanya tanya beginian? " tanya Max


"Gue ada satu cewek tapi yang gue rasain ke dia itu beda sama cewek cewek yang pernah jalan sama gue, jadi gue menyimpulkan mungkin gue ngerasain cinta yang sesungguhnya dan cuma rasa suka doang yang gue rasain sama mantan gue dulu"


"Udah lo ajak chek-in? " tanya Max seraya tertawa


"Lo kenapa ketawa? gak.. serius gue sama dia gak ada pikiran begituan sama dia, makanya gue bilang yang ini berbeda"


"Mungkin Tuhan kasih lo jalan biar hidup bener, syukurlah kalo lo udah nemuin pujaan hati lo itu, jadi nyokap lo gak stres mikirin anaknya yang gak kawin kawin"


"Gue udah kawin" Bisma mengangkat tangannya menunjukkan cincin pernikahannya


"Apa? lo serius? " pekik Max, Max yang penasaran bangun dari tempat duduknya dan beralih duduk di samping Bisma melihat cincin itu dari dekat


"Lo kawin ama siapa? Lo ketemu cewek dimana kok mau kawin diem diem? " Max begitu penasaran


"Gue harus berterima kasih sama mama karena dia yang jodohin gue, gue awalnya gak tau apa apa dan nurut aja karena takut gak di kasih warisan"


"Jadi siapa wanita kurang beruntung itu? " tanya Max


"Sialan lo.. " Bisma menoyor kepala Max


"Siapa.. siapa.. istri dadakan lo itu? " Tanya Max


"Sekretaris lo" Bisik Bisma merangkul Max dan membisikkannya


"Apa? bukannya lo sama dia gak pernah akur? "


"Hmm... dia masih galak dan sering ngajak ribut, tapi beberapa hari gue tinggal sama dia rasanya tuh gimana ya? pokoknya rasanya sulit di utarakan"


"Dia masak buat gue, gue tidur ada yang nemenin, pulang kerja ada yang bikinin teh" lanjut Bisma


"Udah lo unboxing? " celetuk Max


"Itu dia masalahnya, Celine gak mau di sentuh" Max mengerutkan keningnya


Bisma mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Max, dengan teliti Max membaca pesan antara Bisma dan Celine di handphone Bisma membuatnya tertawa terbahak-bahak


"Emmhh.. mamam lo, itu burung kerjaannya nyicip nyicip giliran punya bini gak boleh di pegang" Max kembali tertawa terbahak-bahak


"Jangan ketawa dong, kasih gue solusi kek" Bisma mencebikkan bibirnya


"Gak ahh.. lagi pula kan lo katanya gak ada pikiran kesitu, ya udah nikmati aja"


"Sialan lo.. gak setia kawan" ucap Bisma


"Lo kan ahlinya dalam rayu merayu masa gak bisa menaklukkan seorang Celine"


"Dia beda, dia gak suka di baik baikin, di rayu rayu malah gue kena tampol" Max kembali tertawa melihat Bisma sang Casanova di tolak mentah mentah oleh istrinya sendiri


"Deketin aja dulu, yang sweet tapi lo agak agak dingin gitu.. biasanya cewek suka cowok yang dingin, cuek gitu" Max mencoba memberi saran


"Kalo gak mempan gimana? "


"Terus lo bilang apa sama Allea waktu malam pertama? "


"Gue... gak bilang apa apa, bahkan gue sama dia melakukannya sebelum menikah" Bisma sedikit terkejut


"Lo ternyata brengsek juga" cicit Bisma


"Dia nginep di apartemen gue, siapa yang tahan coba? lo lebih brengsek, gue sama Allea doang sementara lo udah berapa mantan yang bobo sama lo? "


"Terus kenapa lo nikah waktu SMA? gak bisa apa nunggu lulus dulu? "


"Itu dia gue ketauan sama mertua gue, rasanya pengen getok Kepala.. lo bayangin aja lagi naek tiba-tiba dia buka pintu, marah marah bawa Allea pergi"


"Ya elo yang salah bego.. bapaknya lindungin anaknya, harusnya elo yang di getok" Max hanya tertawa ketika Bisma menghardiknya


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk" ucap Max


"Ada yang harus di tanda tangan tuan" Celine menyerahkan berkasnya


"Hai sayang.. makan siang bareng ya nanti" Bisma melambaikan tangannya


"Iisshh.. " Celine hanya bergidik geli saat Bisma memanggilnya sayang


Bisma akhirnya pergi setelah mendapatkan beberapa saran dari Max, Bisma sekarang benar benar merasakan cintanya pada Celine setelah beberapa hari tinggal bersama


"Saaaayyy..... saya di suruh Max manggil kamu" Bisma sengaja meneriakkan kata seolah akan memanggil Celine dengan panggilan sayang membuat Celine melotot


Pasalnya Celine sedang berbincang bersama beberapa Staf, Bisma tersenyum jahil pergi meninggalkan kantor


"Maaf.. tuan memanggil saya? " tanya Celine masuk ke ruangan Bisma


"Enggak kok.. siapa yang bilang? "


"Bisma.. kalau begitu saya permisi" Celine kembali ke ruangannya


"Awas lo.. " Celine mengepalkan tangannya


"Celine.. aku makan siang bareng, ada waktu kan? "


"Sorry Habibie aku udah ada janji" Jawab Celine


"Kamu beberapa hari cuekin aku, Apa ada seseorang yang mengatakan sesuatu? " tanya Habibie


"Gak ada, aku dengar dengan mata Kepala aku sendiri.. gadis itu punya anak dari kamu dan kamu belum menikahinya sampai sekarang tapi kamu malah mencoba mendekati aku? aku wanita, aku gak akan menghancurkan mimpi wanita lain.. nikahi dia atau aku akan menyebarkan kabar ini agar semua rekan kerja kita tau"


"Kamu gak perlu ikut campur urusan aku, kamu gak usah sok tau kalo kamu gak tau kisahnya seperti apa" Ucap Habibie lalu pergi


"Cih.. dia marah? cowok mau enaknya aja, gak bakal gue gampang percaya sama cowok sebaik apapun dia" Gumam Celine


Saat jam makan siang tiba Celine hendak keluar bersama staf lain namun seorang kurir makanan menanyakan Celine


"Saya Celine.. ini pesanan siapa ya mas? " tanya Celine kebingungan


"Saya gak boleh bilang mbak, ini ada catatannya disini, saya permisi" Celine membuka catatan tersebut membuat para staf itu kepo dan ikut melihat


"Jangan lupa makan ❤" Hanya itu yang tertulis membuat para staf Wanita histeris


"Ya ampun tolong manis banget"


"Mau jadi Celine"


"Dari siapa sih? mau... "


Celine membuka bungkusan plastik tersebut yang di dalamnya berisi makanan sehat, juga ada salad buah dan jus buah juga Celine menemukan lagi catatan kecil di dalamnya


"Istriku.. selamat makan" Tanpa dia sadari senyumannya melebar namun senyumnya kembali memudar setelah dia kembali mendapatkan kesadarannya


"Gue gak akan semudah itu percaya" Gumam Celine meremas kertas kecil itu dan membuangnya


Celine kembali ke ruangannya setelah mendapatkan makanan gratis yang di kirimkan suami kontraknya