My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Keseriusan Max



Allea dan Max berjalan beriringan kembali bergabung bersama kedua keluarga yang sedang mengobrol santai, Max duduk di sebelah Danendra saat Allea akan duduk di sebelah Max tiba tiba Cindy sudah duduk disana akhirnya Allea duduk di sebelah ayahnya


"Kedatangan keluarga kami atas permintaan putra Kami dia ingin meminang salah satu dari putrimu" ucap Damian


"Ya anak kecil ini sudah membicarakan niatnya padaku tempo hari, aku kira dia hanya main main ternyata dia seserius itu" jawab Gibran


"Jadi bagaimana pendapatmu? "


"Aku akan mendukung keputusan putriku, jika dia bersedia aku tidak bisa melakukan apa apa" Jawab Gibran


"Maxime sebaiknya kamu sendiri yang mengatakannya " ucap Lydia


"Saya kesini untuk meminta anak om menjadi pendamping hidup saya di masa depan, dia merubah kehidupan saya, Allea tidak pernah menjauhi saya meskipun semua orang memandang rendah saya. lambat laun rasa cinta itu hadir seiring berjalannya waktu meskipun Allea menyebalkan dan menyusahkan" ucap Max seraya terkekeh di akhir katanya


"Allea apa kamu menerima lamaranku? Aku ingin jawabannya langsung meskipun aku tau kamu akan menerimanya" kedua orang tuanya sampai tertawa mendengar kata kata Max. Max berdiri dan berlutut di hadapan Allea


"Aku mau" jawab Allea seraya mengangguk


"Mau apa? " goda Max


"Aku mau jadi pendamping hidup kamu dan bagian dari suka duka hidup kamu" Jawab Allea


Max menyematkan cincin di jari manis Allea dan mendaratkan kecupan di tangannya


"Ya ampun anak kecil maen cium cium aja" ledek Gibran


"Ayah mertua bisa aja" ucap Max membuat semua orang tertawa


Danendra menatap Allea sendu Lydia yang melihatnya mengusap punggung Danendra


"Relakan sayang, cinta sesungguhnya membiarkan orang yang kita cinta bahagia bersama orang lain" bisik Lydia sambil menepuk nepuk tangan Danendra


"Sepertinya kita harus pulang" ucap Lydia, dia tidak mau melihat Danendra terus bersedih melihat Max dan Allea


Keluarga Damian memutuskan untuk pulang, Danendra dan kedua orang tuanya sudah masuk ke dalam mobil sementara Max masih bicara dengan Allea


"Gue pulang dulu ya" ucap Max


"Ya pulang aja" jawab Allea


"Lo gak rela kan gue pulang? " goda Max


"Astaga lo pede banget" Allea sampai tertawa mendengar celotehan Max


"Ya udah gue pulang, sekarang lo milik gue gak boleh deket sama cowok lain" Max mendekat merapihkan anak rambut ke belakang telinga Allea


"Iya, harusnya gue yang ngomong gitu banyak cewek yang berusaha deketin lo" Allea meletakkan kedua tangannya di bahu Max


"Seperti apapun mereka berusaha kalo kita gak tergoda gak apa apa kan, itu hak mereka suka sama orang jangan di ladenin aja"


"Tapi gue cemburu" ucap Allea


"Percaya sama gue, gue gak akan macem macem.. peluk dulu" Max memeluk Allea lalu mendaratkan kecupan di pipinya


"Gue pulang ya, bye" Allea hanya mengangguk membalas melambaikan tangannya


"Ya ampun anak itu " Lydia sampai memijat keningnya, Max tidak tahu tempat asal sosor saja tidak menghiraukan tiga orang yang berada di dalam mobil menonton adegan mereka


"Maxime kamu maen nyosor aja anak orang" ucap Lydia saat Max sudah masuk ke mobil


"Kali kali bun mumpung gak ada ayahnya" Jawab Max sambil terkekeh


"Gue gak nyangka lo bisa dapetin hati Allea, pantes aja dia gak pernah bisa gue sentuh" ucap Danendra dingin


"Mungkin karena gue yang lebih dulu dapetin Allea bahkan sebelum dia sama lo" Jawab Max ambigu


"Gak ada" singkat Max, perkataan Max memang benar dia yang pertama mencium dan memeluk Allea, mungkin dulu Allea masih bingung membedakan antara rasa suka dan rasa kagum jadi dia asal Terima pernyataan cinta Danendra


Sebelum tidur Allea menatap cincin di jari manisnya sambil tersenyum sendiri " Apa ini yang di namakan cinta? " gumam Allea


Allea merasakan sesuatu yang tidak ia rasakan saat bersama Danendra, meskipun Danendra juga baik, cool dan mempesona tapi di mata Allea seorang Danendra kalah oleh pesona si trouble maker yang dulu dingin datar dan galak sekarang jadi konyol dan menyebalkan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Keesokan paginya sekolah di gegerkan dengan postingan di media sosial Max yang mengunggah poto kotak cincin yang belum di buka dengan kata kata yang mengejutkan


"Kamu milikku sekarang.. " berikut kata kata yang di tulis Max


"Siapa ya cewek yang di suka Max"


"Kenapa sih Max gak sama gue aja"


"Kalo Max yang sekarang gue mau jadi pacarnya"


Kasak kusuk terdengar saat Max belum masuk ke kelas, Allea juga mendengar beberapa siswi membicarakannya yang selalu menempel pada Max


"Gita gak masuk? " tanya Allea pada Dito


"Dia udah keluar, nanti gue cerita" jawab Dito


"Oohh ok" Max baru saja datang dan membungkuk di dekat Allea


"Pagi sayang" bisik Max membuat Allea menahan rasa ingin tertawanya


"Kalo di buat pelarian aja gimana ya rasanya? " sindir Arabella yang menyangka Max memiliki wanita lain


"Jadi cewek jangan gampangan siapa tau cowoknya cuma main main" sahut yang lain sindir sindiran saling bersahutan untuk Allea


Yuki tiba tiba duduk di sebelah Allea dan mengusap punggung Allea "Udah.. jangan di dengerin"


"Allea ikut bentar" Max menarik tangan Allea keluar


"Gue udah bilang biarin aja mereka tau yang sebenarnya jadi mereka gak akan berani ngomong macem macem sama lo" Allea hanya tersenyum mengalungkan tangannya di leher Max


"Mas.. biarin aja mereka dengan omongan mereka kalo suatu saat mereka tahu mereka akan malu sendiri" ucap Allea


"Lo panggil apa? menggelikan " Max terkekeh dengan panggilan Allea


Max mendekatkan tubuhnya dan Allea menempelkan kening mereka berdua " Jangan menggoda sayang" ucap Max bahkan nafasnya terasa menyapu kulit wajah Allea


"Ini masih sekolah Max jangan macam macam" Allea hendak menjauh namun Max menekan tengkuknya dan menciumnya


"Lo nakal sekarang" Allea memukul bahu Max setelah dia melepaskannya


"Deket sama lo buat gue hilang kendali" Max hendak mengecup bibir Allea namun tangan Allea menahannya


"Ini masih di sekolah nanti ada yang liat"


"Oke... nanti kalo udah di rumah lanjut" ucap Max seraya meninggalkan Allea


"Gue gak bilang gitu " Allea mengejar Max


Mereka berjalan ke kelas sambil tertawa Max yang selalu menggoda Allea membuat Allea ingin menampol Max, Max menjepit kepala Allea dengan lengannya seraya mengacak rambutnya tidak terasa mereka sudah sampai di kelas


Para siswi menatap mereka Max melepaskan kepala Allea lalu Allea membenarkan tatanan rambutnya "Mata mereka seperti CCTV" bisik Max kemudian terkekeh


"Kalo aja lo gak nutupin hubungan kita, mungkin gue bisa gandeng tangan lo dimana pun" batin Max mengikuti Allea masuk ke kelas


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...