
"Apa? jadi mereka udah nikah dan sekarang Allea hamil? " pekik Yuki
prang
Yuki melemparkan handphonenya ke cermin dia benar benar putus asa sekarang, dadanya naik turun menahan amarahnya kemudian membanting apapun yang ada di hadapannya
"Sial.. sial.. kenapa harus Allea? kenapa lo gak milih gue" teriaknya
"Lo kenapa? apa lo udah kehilangan akal? " tanya Jonathan yang masuk ke kamar Yuki setelah mendengar suara barang barang pecah
"Lo tau ? Allea sama Max udah nikah dan sekarang dia lagi hamil" ucap Yuki berapi api
"Gak.. gak mungkin lah lo salah informasi kali mereka baru aja lulus" jawab Jonathan
"Mereka nikah udah lama bahkan saat mereka masih sekolah, sekarang lo harus bantuin gue gimana pun caranya mereka harus pisah" Emosi Yuki sudah meledak ledak
"Lo gila.. gue gak akan bantu lo sampai kapanpun, jangan ganggu mereka, mungkin gue masih akan biarin lo rebut Max dari Allea kalo mereka belum nikah tapi sekarang mereka udah nikah dan sebentar lagi punya anak.. apa lo tega liat seorang anak lahir tanpa bapak? " bentak Jonathan
"Jangan macam macam" ucap Jonathan lalu pergi
"Aarrggghhh.. sial.. sial.. sial.. gue suka sama lo Max kenapa lo gak pernah sedikitpun tertarik sama gue? " Yuki berteriak teriak sendiri persis orang gila
"Kalian.. tunggu aja, gue akan biarin kalian bahagia sebentar lalu boomm kalian akan berantakan terutama lo Allea.. hahaha" ucapnya dengan senyum jahat
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hari ini kamu mulai masuk kampus? " tanya Allea
"Iya.. nanti kalo pulang aku telepon kamu"
"Aku mau ikut" rengek Allea
"Sayang.. aku mau belajar disana"
"Aku juga mau kuliah yang, aku mau kuliah sama kamu" Max memejamkan matanya sejenak lalu kembali menatap Allea
"Sini" Max menarik lembut tangan Allea agar duduk di pangkuannya
"Disini ada baby.. aku gak mau kamu sama dia kenapa napa, kamu pasti akan kelelahan nanti setelah lahiran kamu bisa kuliah aku gak akan larang sayang" ucap Max lembut mengusap perut rata Allea
"Aku kuat.. aku gak akan kenapa napa "
"Pokoknya sekali enggak tetap enggak, aku gak mau menyesal nantinya.. kamu istirahat di rumah jangan kecapean kalo mau jemput nanti kamu boleh telepon wawan dia akan antar kamu"
"Kamu gak sayang sama aku" ucap Allea dengan bibir mengerucut bangun dari pangkuan Max
"Hei.. justru karena aku sayang sama kamu, jangan gini dong please, kamu ngerti ya" Max memeluk Allea
Max mengecup bibir Allea beberapa kali meskipun Allea menolak, Max tidak mendengarkan omelan Allea dia sudah benar benar terlambat dan pergi meninggalkan Allea
"Hiks.. hiks. dasar jahat" tangis Allea saat Max meninggalkannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mampus lo telat" bisik Dito pada Max
"Yang terlambat maju kedepan, kamu, kamu, kamu, maju" senior menunjuk orang orang yang datang terlambat
"Siapa nama kamu? " tanya Bisma pada Max
"Maxime" jawabnya dingin
"Apa begini sikap kamu pada senior? tunjukan sedikit rasa hormat mu"
"Nama saya Maxime" Max sedikit membungkuk mengulang kata katanya seraya memaksakan senyumnya
"Bagus.. aku cukup puas"
"Tidak ada wine gratis lagi" gumam Max saat Bisma melewatinya
"Baiklah, kamu boleh kembali ke barisan"
"Huh.. baru di ancam segitu aja udah lunak" gumam Max kembali ke barisannya
"Hebat lo bisa lolos sendirian" ucap Dito
"Dia sepupu gue"
"Pantesan" gumam Dito
Hari hari melelahkan di kampusnya Max lewati dia sering di kerjai oleh Bisma, hanya dengan ancaman tidak memberikan wine gratis Bisma berhenti mengerjai Max namun setelah itu dia kembali mengerjainya
Bruukk
Max menabrak seseorang ketika terburu buru hendak keluar karena Allea sedang menunggu di halaman kampus, Max mengulurkan tangannya membantu wanita yang dia tabrak
"Sorry.. sorry.. gue buru buru" Ucapnya setelah membantu wanita tersebut
"Hai.. cantik jemput Max ya" ucap Bisma yang bertemu dengan Allea
"Iya kak.. tadi dia bilang udah selesai" jawab Allea
"Cih.. posesif" Bisma mencebikkan bibirnya
"Dah.. cantik duluan ya" ucap Bisma, mendapat pukulan di lengannya oleh Max
"Gimana tadi? " tanya Allea
"Gimana apanya? "
"Ya kegiatannya, seru gak? "
"Gak.. Bisma ngerjain aku terus, aku capek laper juga.. gimana kalo kita makan dulu sebelum pulang"
"Boleh, aku mau makan di restauran seafood" ucap Allea seraya tangannya membetulkan kerah kemeja Max
"Oke.. apapun buat kamu, aku mau kasih peringatan jangan bersentuhan sama cowok mana pun termasuk Bisma dan Danendra"
"Iya, kamu juga"
"Aku gak pernah bersentuhan sama siapapun, aku lebih suka sentuh kamu" bisik Max dekat telinga Allea
"Dasar nakal" Allea memukul dada Max sambil terkekeh
Wanita yang tadi di tabrak Max melihat mereka dari kejauhan sedang tertawa Max juga mengusap puncak kepala Allea lalu keduanya tampak masuk kedalam mobil
"Apa itu adiknya? " gumamnya
Tubuh Allea yang hanya sebatas pundak Max membuat orang yang melihatnya selalu mengira mereka kakak beradik, wajah Allea yang juga baby face membuat mereka seperti terpaut usia 2/3 tahun padahal usianya seumuran
"Ganteng banget" gumamnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Danendra ayah mau bicara" ucap Damian ketika Danendra baru saja pulang dari kampus
"Ada apa yah? " tanya Danendra seraya duduk di sampingnya
"Kenapa kamu ambil jurusan kedokteran? ayah sudah suruh kamu ambil bisnis kamu penerus ayah"
"Itu bukan keinginan aku yah, aku udah putuskan mau jadi dokter ayah setuju atau enggak tapi Danendra udah masuk" jawab Danendra
"Kalo gitu ayah gak akan bayar uang kuliah kamu" ancamnya
"Gak apa apa mama akan bayar, Danendra udah minta izin sama mama"
"Gak bisa.. pokoknya kamu harus ambil jurusan bisnis dan besok ayah akan umumkan kamu sebagi penerus perusahaan"
"Gak bisa gitu dong yah, ini harus di bicarakan dulu masih ada Max dia anak kandung ayah sama bunda" tolak Danendra
"Keputusan ayah sudah bulat Danendra, yang mereka tahu kamu adalah anak sah ayah"
"Itu akan menyakiti Max, dia sudah cukup menderita selama ini itu semua karena keegoisan ayah" Danendra berlari naik ke kamarnya
"Danendra tunggu, sejak kapan kamu jadi berani bersikap kurang ajar" teriak Damian
Malam hari Danendra tidak turun untuk makan malam dia menghabiskan waktunya di dalam kamar, Lydia yang mendengar perdebatan antara ayah dan anak itu pun menjadi khawatir dengan Danendra
Tok tok tok
"Sayang ini bunda" ucap Lydia
"Masuk bun" ucap Danendra setelah membuka pintu
"Kamu belum makan jadi bunda bawain makan, makan ya" setelah menaruh makanan di samping tempat tidur Lydia hendak pergi
"Bunda tunggu" Lydia menghentikan langkahnya lalu berbalik
Danendra memeluk Lydia tanpa bicara apapun Lydia hanya menepuk punggung Danendra, lama mereka saling memeluk tanpa bicara akhirnya Danendra mengucapkan kata kata yang membuat hati Lydia seperti tertusuk ribuan jarum
"Maaf sudah hadir diantara hidup kalian, karena aku bunda dan Max menderita selama ini, andai aku gak pernah lahir ke dunia ini semuanya gak akan seperti ini"
"Tidak Sa... "
"Cukup bun, jangan hibur aku kenyataanya hidup kalian lebih menderita kalian adalah korban, setelah aku tahu semuanya aku merasa hidup dalam rasa bersalah.. aku merasa bersalah karena aku Max tidak pernah mendapatkan haknya" Danendra menghentikan kata kata Lydia
"Lihat bunda sayang, kamu juga anak bunda selamanya akan jadi anak bunda soal Max dia akan mengerti setelah bunda jelaskan padanya nanti, dia anak baik, dia akan mengalah" ucap Lydia menangkup wajah Danendra
"Lagi? mengalah lagi? tidakkah bunda merasakan bagaimana perasaannya? aku yang beruntung di sayangi kalian sejak kecil merasa menari di atas kepala Max, gak pantas, aku sama sekali gak pantas berbahagia di atas penderitanya"
"Lalu bagaimana lagi? kamu tau ayahmu, keputusannya mutlak tidak bisa di ganggu gugat" ucap Lydia
"Baiklah.. bunda boleh keluar, kalo ayah bersikap keras kepala aku pun bisa"
"Sayang jangan cari masalah"
"Maaf bun Danendra ngantuk" Lydia dengan berat hati keluar dari kamar Danendra
Jangan lupa like komen dan vote
kasih bunga juga ya 🌹🌹🌹🌹🌹