
" Max" teriak Allea
Mendengar teriakan Allea Max mampu bertahan meskipun dia hampir pingsan, Max berdiri memegangi tengkuknya seraya berbalik
Ketikan Jonathan hendak kembali melayangkan kayunya Max dengan sigap menahannya, Max melemparkan ranselnya ke dekat Allea dengan satu tangan terlepas Allea segera mengambilnya dan mencari sesuatu di dalam ransel tersebut
Allea mengambil handphone Max yang berkali kali berdering lalu menjawab panggilan dari Bisma, setelah berbicara beberapa saat Allea memberikan lokasi mereka pada Bisma agar segera kesana membawa polisi
Di tengah perkelahian Max tentu saja kalah karena sejak awal Jonathan sudah memukulnya, dengan tangan gemetar Allea berusaha melepaskan ikatannya namun sangat sulit karena tangannya malah lemas melihat Max di pukuli
"Sial... kenapa susah banget" umpat Allea dengan isak tangis
"Jonathan berhenti, gue mohon" teriak Allea tangisnya pecah melihat Max terkapar di lantai
Mendengar isak tangis dari istrinya Max kembali berdiri meskipun tertatih, dia menahan sekarang Jonathan dengan tangannya, melihat suaminya kembali bangun Allea menjadi semangat dia kini bisa melepaskan ikatan tangannya yang lain
"Kenapa kaki susah banget.. awww" pekik Allea ketika dia berusaha membuka ikatan kakinya tiba tiba saja perutnya kram
Max yang mendengar rintihan Allea hendak menghampirinya namun Jonathan menariknya, dengan ganas keduanya saling memukul seperti tidak ingin salah satu dari mereka selamat dari perkelahian ini
"Lo cowok sombong yang gak memikirkan perasaan orang lain? "
"Lo penyebab kematian Yuri, apa lo puas huh? apa lo puas seolah lo cowok paling banyak di gilai wanita? " Ucap Jonathan seraya memukuli Max bertubi tubi
"Gue gak pernah respon mereka karena gue gak mau kasih mereka harapan palsu, lagi pula siapa Yuri gue gak kenal dia sama sekali" Max membalas pukulan Jonathan
"Apa terlalu banyak cewek yang deketin lo sampai lo gak kenal dia? Lo gak tau seberapa frustasinya dia waktu lo cuekin dia karena si j*l*ng Arabella"
"Apa yang lo maksud Yuri si cewek dengan penampilan kurang bahan? gue pantas menolak dia karena gue gak mau sama cewek gampangan kayak dia" perkataan Max semakin membuat amarah Jonathan meledak
"Berhenti Jonathan berhenti" teriak Allea
"Jangan hina dia, Yuri berpenampilan seperti itu karena sudah putus asa dia mau menarik perhatian lo bajingan"
Perkelahian di antara mereka tidak terelakkan Allea berusaha membuka ikatan kakinya yang tinggal satu lagi dengan perut yang sakit luar biasa, Melihat wajah kesakitan Allea fokus Max menjadi terpecah dia lengah dan Jonathan kembali memukulnya dengan balok kayu
Max terkapar tak berdaya matanya masih menatap Allea meskipun lemah, Allea memaksa kakinya keluar dari ikatan hingga kaki mulus nan putihnya tergores tali tambang hingga mengeluarkan darah
Allea berlari tertatih menuju ke arah Max kedua pria menatap Allea dengan perasaan berbeda, Jonathan merasa iri dengan Max dia bisa mendapatkan cinta tulus dari seorang gadis sebaik Allea dan Max merasa gagal melindungi istri dan calon anak anaknya
"Sayang bangun.. aku baik baik aja ayo bangun" hanya itu yang Max dengar di sisa kesadarannya lalu matanya terpejam
.
.
Sudah dua hari Max belum sadarkan diri terbaring di rumah sakit, Allea juga mendapatkan perawatan insentif di rumah sakit yang sama
Allea bahkan enggan berpisah dengan suaminya mereka di rawat di ruangan yang sama, Allea duduk di kursi di samping Ranjang Max terbaring sekarang
"Kapan kamu sadar? apa setelah kamu sadar kamu akan lupa sama aku? " isak tangis Allea menenggelamkan wajannya di tangan Max
"Sudah sayang Max pemuda yang kuat dia akan segera sadar" ucap Gibran
"Jangan buat Maxime semakin merasa gagal menjaga kamu sayang, kamu harus tetap terlihat kuat agar dia tidak menyalahkan dirinya sendiri" ucap Lydia
Untuk pertama kalinya Damian mengusap kepala sang putra penyesalannya amat besar kenapa baru sekarang dia melakukannya setelah anaknya terkapar lemah tak berdaya
"Bangun nak, kasihan istrimu dia menangis siang dan malam" ucap Damian, Bak keajaiban menghampirinya Max langsung terlonjak dari tidurnya
"Allea" teriaknya seraya duduk
Semua orang disana sangat senang apa lagi Allea dia langsung memeluk suaminya yang dia rindukan dia hari ini, Max memegang kedua lengan Allea memeriksa semua bagian tubuhnya
"Kamu baik baik aja sayang? bagaimana keadaan anak anak kita"
"Kamu jangan khawatir kami baik baik aja" Jawab Allea
"Max melihat pergelangan kaki Allea yang di perban
" Apa lukanya dalam? " tanya Max
"Jangan khawatir cuma luka kecil" jawab Allea
"Apa yang terjadi? bagaimana kita bisa ada di rumah sakit? " Allea menceritakan semua dari awal dia di culik sampai akhir
"Untung aja waktu kamu pingsan kak Bisma sama yang lain datang bawa polisi, aku bener bener takut saat itu"
"Bukan tepat waktu kalo aku hampir mati, Mereka semua berhasil di tangkap? " ucap Max
"Seenggaknya kita selamat, Mereka di bawa polisi termasuk Jonathan" jawab Allea
"Kalo Jonathan tau siapa dalang di balik semuanya kenapa dia diam? " tanya Max
"Buat jaga ibunya, kemarin katanya ibunya hampir mau mati karena orang tersebut"
"Berarti dia cewek karena target utamanya adalah kamu " ucap Max
"Iya.. aku udah bilang dia culik aku cuma buat lindungi aku sama ibunya" jawab Allea
"Aku jadi penasaran siapa dia sebenarnya"
"Jangan banyak mikir dulu, kamu harus sehat aku udah kangen banget sama kamu" ucap Allea manja
"Kangen? kalo gitu kita lepas kangen sebentar" Max menarik pinggang Allea dan mendudukan Allea di pangkuannya, awalnya bibir mereka saling bersentuhan lama kelamaan mereka mulai saling membelit melupakan dimana mereka berada sekarang
"Sakit masih aja gak tau tempat" ledek Bisma yang baru saja masuk bersama ke tujuh pemuda yang membantunya waktu itu
"Gak sakit tuh bibir udah bonyok di sedot pula" ledek Sandro
''Berisik lo pada, sana pulang gue mau istirahat " ucap Max
"Istirahat apa mau bercinta? " goda Dito, wajah Allea memerah menahan malu
"Allea sayang gue kangen" pekik Gita menggendong Dirga
"Aaaa... sayangku lama kita gak ketemu" Allea memeluk Gita dan mencium Dirga lalu membawa mereka keluar menyisakan Max dan teman temannya di dalam ruangan itu
"Jonathan gimana? " tanya Max pada Bisma
"Dia udah jelas di penjara" jawab Bisma
"Bukan dia pelaku utamanya, dia culik Allea karena melindungi Allea serta ibunya yang hampir mati karena ancaman orang tersebut" ucap Max membuat kedelapan temannya terkejut
"Kalian pasti lebih kaget kalo tau dalang dari semua ini adalah cewek"
"Apa? " pekik mereka bersamaan
"Cewek ini katanya mau gue sama Allea pisah buat dapetin gue" ucap Max
"Anjim.. Max lo hebat bisa di gilai cewek sampe segitunya" ucap Dito
"Gue kira dia psikopat deh" ucap Bisma
"Yang gue khawatirin orang ini masih belum ke tangkap dan Jonathan gak mau buka mulut dia milih di penjara tanpa memberitahu siapa dalang dari semua ini, gue rasa dia masih mikirin keselamatan ibunya"
"Kasian ya dia jadi kambing hitam"
"Ngomong ngomong gue mau ucapin makasih sama kalian semua udah bantuin gue, kalian bisa datang ke bengkel atau club malam gue dan gue gratisin buat kalian" ucap Max
"Gitu dong bro kan enak harus tau balas budi" ucap Bisma
"Balas budi pala lo gue hampir mati kalian baru datang" gerutu Max
"Salah lo ngapain pergi sendiri " jawab Bisma
"Gue takut HP Allea keburu mati kalo Jonathan tau GPS nya aktif"
"Ya.. apapun itu lo wajib bersukur semuanya udah aman dan selamat, jadi malam ini kita bisa party? " ucap Bisma
"Terserah kalian deh tapi gue gak bisa nemenin"
“Gak usah kemana mana lo diem disini nikmatin waktu berdua sama bini lo, kalo perlu cari sensasi baru di rumah sakit" goda Bisma menukik nukik kedua tangannya agar beradu, Max melemparkan bantalnya ke wajah Bisma membuat yang lain tertawa