
Untuk para readers yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung, jangan lupa like, komen, vote, dan hadiah apapun
Semua dukungan kalian amat berharga bagi othor recehan ini, semoga cerita othor bisa menghibur kalian untuk para pembaca baru dan untuk pembaca yang sudah mengikuti cerita othor dari awal terimakasih banyak banyak
Othor sayang kalian, peluk cium dari othor 🤗🤗🤗😘😘😍🥰🥰🥰
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Iisshh... beruntung anak itu gak bikin repot" Celine meletakkan handphonenya setelah membuat kesepakatan
"Anak siapa? " tanya mamanya
"Ehh.. syukurlah mama udah sadar" Celine menggenggam tangan ibunya
"Maaf ya mama cuma bisa nyusahin kamu" Lirih mamanya
"Enggak ma.. mama ngomong apa sih? aku gak merasa susah kok, aku mau izin sama mama" Celine memberanikan diri meminta izin pada orang tuanya
"Izin apa? ".
" Tapi mama jangan kaget" Celine ragu untuk bicara
"Aku.. aku.. aku mau nikah"
"Sama siapa? kenapa kamu seperti gugup? " Mamanya hanya ingin tahu apa yang di ucapkan putrinya mengenai pernikahan dadakan ini
"Ada itu.. pokoknya aku mau nikah, mama izinin gak? "
"Mama izinkan selama kamu bahagia, tapi jika kamu merasa tertekan dan tidak bahagia maka lupakan saja" Celine mengulum kedua bibirnya
"Aku bahagia ma.. Celine minta doa dari mama semoga ini jalan yang akan membawa Celine dan mama bahagia"
"Celine anak baik, doa mama selalu menyertai kamu sayang" Celine memeluk ibunya
"Semoga ini menjadi yang terbaik" Batin Celine
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang... aku tadi nemu kertas di celana kamu, itu kertas apa ya? " Allea tiba tiba duduk di pangkuan suaminya yang hanya menggunakan handuk setelah mandi
"Kertas apa? "
"Gak tau cuma ada angka angkanya gitu, buang atau jangan? " Allea mengalungkan tangannya di leher Max
"Buang aja mungkin struk belanjaan, bantu keringkan rambut aku" Ucap Max lalu mencium singkat bibir Allea
Allea berpindah ke belakang untuk mengeringkan rambut suaminya, Allea juga memijat bahu dan tengkuk Max
"Tumben kamu pijitin aku, ada mau nya? "
"Sama istri sendiri gitu, aku kan cuma mau berbakti sama kamu" Allea bertingkah manja memeluk leher Max dari belakang
"Hmmm.. kalo gitu setiap hari pijitin aku"
Allea hanya tersenyum dia amat bahagia menemukan uang di saku celana suaminya, meskipun di beri uang yang cukup bahkan kartu kredit tapi tetap saja dia bahagia menemukan uang yang tidak seberapa di saku suami tercintanya
"sembilan belas, dua puluh, dua juta lumayan buat jajan" Allea terkekeh segera menyimpan uangnya
"Sayang... "
"Iya... ada apa? " tanya Allea
"Kamu lihat uang gak mungkin di saku celana atau di tas? " Allea menggigit bibir bawahnya seraya menatap ke sembarang arah
"Gak tau" Allea memonyongkan bibirnya
"Ahh.. jangan jangan... " Max melirik Allea dengan ekor matanya
"Hehe.. itu kan.. itu kan.. kamu udah bolehin buat aku" Allea tersenyum kikuk menggaruk tengkuknya
"Kamu kayak Millie aja, apa kamu kekurangan uang? " Allea menggelengkan kepalanya
"Sini dulu uangnya.. itu buat yang kerja di rumah" Max menengadahkan tangannya
"Gaji segitu ? buat satu orang aja gak cukup buat gaji sebulan"
"Bukan.. itu buat uang jajan mingguan mereka, biar di bagi bagi" Jawab Max
"Hmm.. nih" Allea mengambil uangnya di dalam lipatan baju"
"Besok aku ganti, jangan cemberut gitu dong" Max mencolek dagu Allea dengan uang itu
''Bener ya? "
"Iya... cium dulu, nanti aku balik lagi" Max mengecup singkat bibir Allea
"Jadi ini gimana maksudnya? Kamu mau pernikahan ini di rahasiakan? " Celine mengangguk lemah
"Begini tante.. Aku sama anak tante belum saling mengenal, aku takut kami mengecewakan dan membuat keluarga tante malu lebih baik ini di rahasiakan dulu sampai kami benar-benar saling mengenal, lagi pula pernikahan yang dadakan seperti ini akan menimbulkan macam macam spekulasi orang orang" Celine berusaha menjelaskan
"Baiklah.. apapun itu asal kamu bersedia menikah" Celine tersenyum, dia sempat khawatir rencananya akan di tolak oleh calon mertuanya
"Sebentar lagi penghulu datang kamu ganti baju biar mama yang dandanin, calon suami kamu juga sebentar lagi datang" Akhirnya Celine berganti baju di kamar mandi rumah sakit
Penghulu sudah datang dan saksi juga sudah datang namun Bisma dan ayahnya terjebak macet di jalan, Pintu ruangan terbuka Celine tidak menoleh sama sekali dia begitu gugup
Seseorang duduk di sampingnya namun Celine masih enggan menoleh dia hanya tertunduk, Sampai ijab kabul selesai Celine hanya menunduk
"Silahkan mempelai wanita mencium tangan mempelai pria" Celine hanya diam saja sampai dia menoleh ketika ibu Bisma mencolek lengannya
Saat Celine mengangkat kepalanya betapa terkejutnya dia saat melihat siapa pria yang menikahinya begitupun Bisma, hal itu bisa di tangkap oleh penghulu yang menikahkan mereka
"Lo.. " ucap keduanya bersamaan
"Kenapa? apa kalian tidak mengenal satu sama lain? atau kalian di paksa? " tanya penghulu
"Tidak.. tidak.. " Celine segera mengambil tangan Bisma dan menciumnya
"Kenapa kamu gak cium istri kamu? " goda sang ayah
"Ahaha.. muuaacchh.. muuaacchh" Bisma memegang kedua sisi kepala Celine lalu mencium keningnya dengan kasar membuat ibu dan ayahnya menggelengkan kepala
"Semoga kalian bahagia, segera berikan kami cucu" Ucap Ibu Bisma memeluk keduanya
"Malam pertama harus kuat, jangan malu maluin" bisik sang ayah ketika memeluk Bisma
"Anak mama sudah dewasa.. semoga kalian bisa saling menjaga, mencintai dan menyayangi, Berbahagialah" ucap Mama Celine dengan uraian air mata
"Mama jangan nangis.. jangan banyak beban pikiran, cepat sembuh itu yang membuat aku lebih bahagia" Ucap Celine memeluk ibunya
"Jaga Celine jangan sakiti dia, dia anak baik" Mama Celine menggenggam tangan Bisma
Ibu Bisma menyuruh anak menantunya pulang dan orang tua Bisma yang akan membantu menjaga ibu Celine di rumah sakit, Malam itu Celine tidak berhenti melirik seisi rumah Bisma
"Kenapa? lo gak pernah tidur di rumah sebesar ini? "
"Cih sombong.. lebih besar juga rumah Allea" Gumam Celine
"Lo ngomong sesuatu? " tanya Bisma
"Enggak.. dimana kamar gue? pengen istirahat nih"
"Naik belok kiri, pintu pertama dan yang kedua itu pintu ruangan kerja gue" Celine manggut-manggut sambil berjalan ke atas
Setelah mandi dan berganti baju dengan baju yang di berikan ibu Bisma Celine berbaring di kasur besar yang sangat empuk, tanpa disadari Celine menutup matanya perlahan dan tertidur
Di tengah tidur pulasnya Celine terlonjak ketika Bisma dengan sengaja melompat ke tempat tidur, Celine duduk menatap Bisma dengan tatapan membunuh
"Dasar kurang ajar.. lo sengaja kan? " Celine melemparkan bantal ke wajah Bisma
"Sorry.. gue lupa kalo sekarang lo juga tidur di kamar gue" Ucap Bisma seraya terkekeh
"Kamar lo? ini kamar lo? " Celine membulatkan matanya
"Lo gak liat barang barang disini punya gue? ada foto segede gaban lo gak liat? "
"Gue kira lo cuma terlalu narsis dan tempel foto di setiap kamar" jawab Celine
"Dasar otak udang, jangan ganggu gue, besok ada meeting penting" Bisma bersiap untuk tidur
"Tunggu.. terus gue tidur dimana? ''tanya Celine
" Lo tidur disini, jangan lebay deh lagian cuma tidur gue gak akan ngapa-ngapain lo kok"
"Gak.. gue gak mau tidur sama maniak s*x kaya lo, gue tau akal bulus lo" Celine berdiri menjauh dari ranjang
"Apa lo bilang? sialan.. berani ngatain gue"
"Emang bener lo tuh cowok mesum, maniak s*x, penjahat k*l*m*n" hardik Celine
"Oohh.. lo mau tau gimana maniak s*x bekerja? Lo kayaknya harus di kasih paham" Bisma menarik tangan Celine dan mengukungnya
Celine hendak berteriak namun Bisma membekap mulutnya, Tiba-tiba saja pintu terbuka membuat keduanya bersamaan menoleh
"Eehh.. maaf.. aduh.. gak liat kok.. gak liat" ibu Bisma yang awalnya menatap mereka tanpa berkedip akhirnya menutup mata seraya berbalik pergi
"Dengerin gue.. mama suka masuk sembarangan, kalo dia tau gue sama lo pisah kamar kita berdua bisa berabe, dan satu lagi gue bukan maniak s*x.. jangan panggil gue gitu lagi atau gue akan benar-benar berbuat sesuatu yang gak akan pernah bisa lo lupain seumur hidup" Bisma menekan tubuh Celine dengan tubuhnya sambil berbisik dengan bibir yang hampir menempel di telinga Celine
"Itu udah menandakan lo itu Maniak s*x'' ucap Celine ketika Bisma sudah pergi