My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Si bucin



Beberapa hari kemudian Allea memohon pada ayahnya untuk pergi bersama Max tanpa Aksa, dia hanya ingin pergi berduaan dengan tunangan barunya itu


"Gak lama yah cuma jenguk papanya temen aku" rengek Allea


"Ayah gak mau ambil resiko sayang, ayah takut kamu kenapa napa" ucap Gibran


"Gak akan terjadi apapun yah Allea janji, Max bawa mobil kok lagi pula ada tiga temen cowok Allea yang ikut"


"Satu mobil? " tanya Gibran


"Iya Max lagi jemput mereka dulu" panjang umur yang di bicarakan baru saja sampai


Gibran merasa lebih tenang saat ketiga teman Allea itu ikut turun "Ya sudah Aksa kamu bebas tugas hari ini" ucap Gibran


"Baik tuan" jawab Aksa


"Allea pergi dulu ya yah" Allea berpamitan pada Gibran begitu pun Max dan ketiga teman cowoknya


"Kita mau kemana sih Lea? " tanya Bagas


"Ikut aja ada surprise buat kalian tapi jangan kasih tau siapa siapa ya nanti" ucap Allea


"Tenang Lea rahasia diantara kita selalu aman" ucap Sandro


"Bagus" singkat Allea


Tidak butuh waktu lama mereka sampai di rumah sakit dan langsung menuju kamar rawat ayah Gita, ketiga teman cowok itu sedikit bingung dengan kehadiran orang yang berpenampilan seperti penghulu


"Ini.. siapa yang mau nikah? " tanya Bagas


"Duduk aja dulu nanti juga tau" mereka duduk atas perintah Allea


Ijab kabul sudah di laksanakan membuat ketiga cowok itu menganga membulatkan matanya, Max mendekat membisikkan sesuatu ke telinga Allea


"Kita ikutan aja mumpung masih ada penghulu" bisik Max mendapat tabokan di tangannya oleh Allea


"Galak banget sih" Max mengusap tangannya yang di pukul cukup keras


"Makasih ya Allea lo udah bantuin kita" ucap Dito mengulurkan tangannya


"Udah kewajiban gue bantu kalian, selamat ya semoga pernikahan kalian bahagia" ucap Allea kemudian memeluk Gita


Yang lain juga mengucapkan selamat dan tidak lupa menggoda Dito dan Gita "To jangan kasar kasar inget baby" ledek Max membuat mata Allea membulat


Bagaimana seorang Max bisa bicara sefulgar itu yang lain juga ikut melongo "Kalian? " tanya ketiganya bersamaan


"Kecelakaan" Jawab Dito sambil terkekeh


"Ohh my god teman kita bisa bikin baby" ucap Sandro


"Lo emang jago, selamat jadi suami dan bapak " ucap Bagas terkekeh geli membayangkan Dito dan Gita saat melakukannya


"Jangan ketawa lo, gue tampol juga nih" Dito tidak Terima Bagas mentertawakannya


"Wait.. pengantin baru jangan marah marah mending sekarang kita foto" Desta mengeluarkan handphonenya untuk mengambil foto selfie juga memfoto Dito dan Gita bersama orang tuanya


''Tan makasih udah restui mereka dan berlapang dada mau menerima Dito " ujar Allea memeluk ibu Gita


"Ya tante rasa juga tidak ada gunanya menyimpan dendam, apa lagi anak Gita butuh sosok ayahnya" jawab ibu Gita menepuk punggung Allea


"Om cepet sehat ya, sebentar lagi om akan jadi kakek " Allea mendekat ke arah ayah Gita


"Makasih nak, makasih buat semuanya Gita sudah mengatakan semuanya sama om"


"Sama sama om, ayah saya juga akan membantu Om setelah om sehat" Ayah Gita berulang kali mengatakan Terima kasih


Kelima temannya sedang mengobrol sementara Allea hanya menyimak dan Max yang duduk di pinggiran sofa hanya memainkan rambut Allea sesekali mengecup pucuk kepalanya saat temannya tidak lihat


"Astaga sekarang Max gak sembunyi sembunyi lagi? " ucap Gita yang sempat melihat Max mencium kepala Allea


"Apa? " tanya Max pura pura tidak tahu


"Kalian pacaran ya? " tanya Dito


Allea hendak menggeleng namun Max mengangkat tangannya dan Allea menunjukkan cincin yang mereka pakai


"Lebih dari itu" Jawab Max membuat Allea malu


" Jadi yang ada di postingan itu ternyata bener? "


"Gila gak nyangka kalian masih sekolah aja udah punya istri"


"Calon" Max membenarkan perkataan Desta


"Selamat ya Lea, gue bilang juga apa Max pasti suka sama lo" ucap Gita


"Ahh jadi panas dingin gue, kalian punya cewek sementara kita? " dengan konyolnya Sandro Bagas dan desta saling memeluk membuat tawa mereka terdengar sampai keluar ruangan


"Kita abis ini mau ke bengkel, cek pemasukan bulan ini, lo mau ikut gak" ucap Max pada Dito


"Tapi nanti aku takut kamu kecapean" kata Dito


"Cie cie aku kamu" ledek teman temannya


"Sirik aja lo pada" geram Dito


Setelah meminta izin pada orang tua Gita mereka pergi menggunakan mobil Max, Dito mengemudi dengan Gita disampingnya sementara Allea dan Max di kursi belakang dan ketiga nyamuk duduk di kursi paling belakang


Max selalu menggenggam tangan Allea dan memainkan tangannya, sampai ledekan riuh di mobil tersebut


"Max" ucap Allea memutar bola matanya jengah ketika Max selalu menciumnya di hadapan teman temannya


"Apa sih? " jawab Max seraya memeluk tubuh Allea erat " gemes" Max mencium pipi Allea bertubi-tubi bahkan sampai menggigitnya


"Huhhh bikin jomblo panas dingin aja lo" gerutu ketiga orang di belakang


"Max udah gue malu" Allea menutup wajahnya


Max terkekeh membuka tangan Allea yang menutupi wajahnya, ketika Max mendekat lagi Allea dengan segera menutup mulut Max dengan tangannya


"Diam" ucap Allea seraya melotot, Max mengurungkan niatnya dan mengambil tangan Allea yang membekap mulutnya lalu dia ciumi


Suara ledekan kembali riuh terdengar bahkan Dito dan Gita pun ikut berkomentar sekarang " Si trouble maker yang bucin" ledek Gita membuat mereka semua tertawa tapi Max tidak memperdulikan itu


Sesampainya di bengkel selesai menghitung jumlah pendapatan mereka dan membagi hasilnya ketiga jomblo itu di buat panas dingin oleh kelakuan Max


"Ini lo yang pegang" Max memberikan uang yang dia dapat dari bengkel


"Kenapa di kasih gue? " tanya Allea


"Simpan aja buat kumpul kumpul biaya nikah kita nanti" jawab Max


"Wooww edan.. " teriak ketiganya


Dito juga memberikan uangnya pada Gita membuat ketiga jomblo rasanya ingin menghilang dari sana "Sabar guys ini ujian, mending kita menjauh kita maen catur aja" ketiganya duduk agak jauh dari Allea dan Gita mereka fokus main catur


Allea berbaring di sofa dan Max duduk di bawah di samping Allea, Max sedang mengerjakan sesuatu. Sementara Gita duduk di sofa ujung kaki Allea dengan Dito yang tidur di pangkuannya terlihat sedang mengusap perut Gita yang masih rata


"Nanti mau makan dimana? " tanya Max


"Terserah" jawab Allea dengan mulutnya yang penuh makanan


Allea sedang main game dengan menggigit sepotong kukis yang dijulurkan keluar dari bibirnya, Max menoleh pantas saja dari tadi Allea hanya diam ternyata dia sedang asyik makan


Max menggigit ujung kukis dari bibir Allea setelah habis bukannya menjauh Max malah melanjutkan mel***t bibir Allea seakan tidak ada siapa pun disana


"Ehem.. coba deh hargai perasaan kami para jomblo disini" ledek Bagas yang saling senggol dengan kedua temannya yang lain


Allea membulatkan matanya mendorong tubuh Max bagaimana dia bisa lupa bahwa disana ada teman temannya "Ciee.. Allea " ledek Gita membuat wajah Allea memerah


"Ya udah lanjutin aja, ikut gue" Max menarik tangan Allea masuk ke dalam sebuah kamar kecil


"Awas ada setan" ledek Desta


"Max ngapain disini nanti mereka mikir yang enggak enggak" gerutu Allea


"Gak apa apa, biarin aja kita gak ngapa ngapain juga" Max menarik tangan Allea agar tidur di ranjang kecil dan berbaring berhadapan dengan Max


"Tidur aja lo pasti capek" ucap Max lalu Allea hanya mengangguk menyembunyikan wajahnya di dada Max


Mereka tidur saling memeluk bahkan sampai memeluk erat tubuh Allea karena gemas, teman temannya yang berjiwa kepo tidak tahan rasanya ingin mengetahui apa yang sedang di lakukan Max dan Allea


Kelimanya membuka sedikit pintu kamar itu dan mengintip bersamaan lalu kembali menutupnya pelan


"Cuma tidur gue kira ngapain" ucap Bagas sambil terkekeh


"Gue juga udah bilang Allea gak mungkin ngelakuin hal gila walaupun Max selalu nyosor" ujar Gita


"Berarti kalian berdua gila" ledek Sandro


"Iya dikit" Jawab Dito lalu mereka tertawa tidak ada rasa sakit hati meskipun mereka saling meledek


"Max bar bar banget anjir maen nyosor nyosor aja"


" Hooh mana gak tau tempat lagi"


"Kalo di itung itung berapa kali coba dia nyosorin Allea, Allea mukanya ampe merah"


"Kalo udah bucin gitu" Jawab Dito mereka bergosip sambil tertawa


"Kalian ngomongin apaan? " tanya Max membuat semuanya bungkam


Max meninggalkan Allea setelah gadis itu tertidur, kelimanya saling menyenggol mereka takut Max mendengar ocehan mereka, mereka berani meledek Max hanya saat ada Allea


"Ehheem... " satu suara Max membuat mereka semua terlonjak


"Kalian kenapa sih? " tanya Max bungung