My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Baikan



"Gue ke toilet dulu" ucap Allea pada teman temannya saat Max duduk di sampingnya


"Allea tunggu" max menahan tangan Allea namun gadis ini tidak mau mendengarkan


Allea berjalan tergesa ke toilet tapi siapa sangka Max bisa mengejar langkah Allea, Max menarik pinggang Allea hingga masuk ke sebuah toilet dan memeluknya dari belakang serta membekap mulutnya


"Diam atau orang akan tahu kita berdua disini" bisik Max saat Allea berontak


Max membalikkan tubuh Allea memepetkannya ke dinding dan mengungkungnya, Allea hanya menunduk dia enggan menatap wajah Max tapi Max tidak kehilangan akal dia menangkup rahang Allea lalu mengangkat wajah Allea agar menatap wajahnya


"Kamu marah? " tanya Max, Allea menepis tangan Max di dagunya


"Jangan marah, kemaren aku bener-bener lagi buru buru"


"Aku gak marah terserah kamu mau ngapain, jangan ganggu aku"


"Sayang dengerin aku dulu" Max menahan tangan Allea yang hendak pergi


"Jangan ganggu aku" Allea menepis tangan Max lalu pergi meninggalkannya


"Sial" kesal Max meninju tembok


.


.


Ketika pelajaran olahraga Max sengaja menunggu Allea yang masih berada di ruang ganti, Allea terlihat keluar menutup pintu namun Max menabrak tubuhnya dan mendorongnya kembali masuk lalu mengunci pintunya


"Apa apaan sih" gerutu Allea


"Dengar dulu penjelasan aku"


"Penjelasan apa? penjelasan tentang Yuki nemenin kamu di bengkel atau kamu yang pergi sama Arabella? " tanya Allea dengan nada kesal


"Dua duanya"


"Tapi aku gak mau dengar apapun" ketus Allea


"Gemesh banget sih mukanya" goda Max melihat wajah cemberut Allea


Max menciumi seluruh wajah Allea dan gadis itu dengan kesal juga mengusap bekas ciuman Max " kenapa di lap? jijik? " tanya Max


"Tau ah.. awas pelajaran olahraga bentar lagi" gerutu Allea mendorong tubuh Max yang menghalangi pergerakannya


"Terserah kamu mau dengar atau enggak tapi aku akan jelasin semuanya" ucap Max dengan segera Allea menutup telinganya enggan mendengar apapun


"Jangan gitu" kesal Max mengangkat kedua tangan Allea keatas kepalanya


"Dengar, pertama Yuki hampir setiap hari ke bengkel dan ada aja kerusakan yang di alami mobilnya sebagai pemilik yang baik aku berusaha memuaskan pelanggan karena dia maunya aku yang benerin"


"Kedua tentang Arabella, aku udah ngejar kamu bahkan hampir kecelakaan tapi kamu gak mau turun. Kamu tahu? Danendra kecelakaan sekarang di rumah sakit dia belum sadar aku gak ngasih tau ayah sama bunda karena mereka lagi di luar negeri aku takut mereka khawatir" lanjut Max menjelaskan semuanya


"Udah itu aja yang mau aku jelasin, terserah kamu mau percaya atau enggak" Ucap Max pergi begitu saja ke arah pintu


Allea mematung sejenak dia merasa bersalah tidak mendengarkan Max sejak awal, Allea mengikuti Max yang sedang membuka kunci lalu memeluknya dari belakang


"Maaf " lirih Allea


"Gak apa apa, bukannya bagus kalo kamu cemburu? " ucap Max mengelus tangan Allea


"Iihh siapa yang cemburu" jawab Allea mencebikan bibirnya


"Ohh jadi gak cemburu ? " goda Max memutar tubuhnya menghadap Allea


"Dikit" cicit Allea dengan senyum mengembangnya menampilkan deretan giginya


Max terkekeh dan mendaratkan kecupan ke seluruh wajah Allea "gak di lap lagi? " tanya Max di jawab gelengan oleh Allea


"Ayo keluar" Allea menarik tangan Max namun Max tidak bergeser sedikitpun


"Ada yang ketinggalan" ucap Max


"Apa? " tanpa menjawab pertanyaan Allea Max menarik tengkuknya dan mencium lembut bibir Allea


Tiba-tiba pintu terbuka Allea sampai terlonjak namun Max masih belum melepaskannya dia masih senantiasa memejamkan matanya, Allea mencubit perut Max sampai dia meringis kesakitan


Max membuka matanya tanpa malu dia mengecup bibir Allea lalu pergi, Allea mematung dengan wajah memerah menahan malu


"Ternyata lo gak sepolos yang gue kira" ucap Yuki mengambil sesuatu lalu pergi


"Malu banget gue" gumam Allea seraya menggigit ibu jarinya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Laper banget tapi bersih gak ya jajanan disini? " keluh Cindy


"Hai anak baru mau ikut ke kantin gak? " tanya teman sekelasnya ramah


"Enggak, gue takut sakit perut makan jajanan disini" ketus Cindy


"Belagu banget nih anak, ihh gak usah di temenin yok ah" ujar temannya yang lain


"Pergi aja gak level gue temenan sama kalian, gue gak sudi temenan sama kelas bawah" hardik Cindy


"Dasar belagu " hardik teman teman sekelasnya


.


.


Saat pulang sekolah Cindy menunggu di halte bus mobil Kiki tiba tiba saja lewat sontak Cindy memanggil manggil kiki namun gadis itu seolah tidak mendengar padahal dia juga sempat melihat Cindy


"Sialan si Kiki dia pura pura gak kenal sama gue" gerutu Cindy


Menunggu Bus yang tak kunjung datang Cindy hanya duduk bersabar menunggu, Mau memesan ojek online pun kuota internetnya habis hidup Cindy benar benar sial sekarang


"Ngapain lo disini? " tanya Allea yang meminta Max berhenti tepat di depan Cindy


"Bukan urusan lo" ketus Cindy


"Jangan bilang lo nungguin bus? " ledek Allea


"Bener ya? haha kasian, bentar gue kasihan sama lo nunggu panas panasan" Allea mengetik sesuatu di layar ponselnya


Tidak lama setelah itu seorang tukang ojek online datang "Nah pulang sana nanti mommy nyariin, jangan nakal ya" ucap Allea dengan nada menyindir


"Bang ongkosnya" Allea mengulurkan uang pada tukang ojek


"Bye" Allea melambai lambaikan tangannya lalu motor Max melesat dengan suara khasnya


"Kenapa kamu ledekin dia tapi di bantuin juga? " tanya Max


"Kasihan aja aku juga pernah ngerasain nunggu bus panas panasan" jawab Allea


"Siapa tau dia nunggu supirnya jemput"


"Kalo jemput pasti kesekolah, udah ah bahas dia mulu"


"Terus bahas apa dong? " tanya Max


"Bahas masa depan kita" jawab Allea seraya terkekeh memeluk Max


"Nikah yuk"


"Kita masih kecil, aku masih mau sekolah terus kerja merintis karier jangan dulu nikah"


"Kamu bisa sekolah dan merintis karier aku gak akan batasin itu kok" ucap Max


"Kamu kenapa ngebet banget sih pengen nikah? " tanya Allea


"Pengen tidur sama kamu" celetuk Max


"Iihhh mesum" Allea memukul helm Max kencang


"Sakit yang" rengek Max


"Hihi maaf maaf" Allea mengusap helm Max lalu mengecupnya


"Gemesh banget kalo denger kamu merengek kayak bocil" Allea memeluk erat pinggang Max


"Yang kira kira dong kalo meluk sesak nafas nih" gerutu Max


"Gak mau.. maunya gini" Allea malah semakin mengeratkan pelukannya lalu mengusak kepalanya ke punggung Max


"Kamu kenapa sih? "


"Kangen tau berantem satu hari" jawab Max


"Astaga lebay banget"


"Apa? jadi kamu gak kangen sama aku? " Sontak saja allea melepaskan pelukannya


"Enggak gitu maksudnya, sini peluk lagi" Max membujuk Allea menarik kembali tangannya agar Allea memeluknya


Tapi Allea kembali menarik tangannya dan menyilangkan nya di dada, Max terkekeh melihat wajah Allea dari kaca spion perubahan moodnya benar benar cepat