My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Fans baru



"Sayangku kenapa? " tanya Max saat baru keluar kamar mandi Allea langsung menempel padanya


"Aku gak enak badan" Max memang merasa tubuh Allea agak panas saat memeluknya


"Aku panggil dokter ya, aku mau temenin kamu tapi Aku harus masuk kuliah"


"Gak apa apa ada bibi disini, nanti cepet pulang ya" ucap Allea manja


"Iya aku usahain pulang cepet, mau di bawain apa nanti? "


"Mau apa ya.... " Allea tampak sedang berpikir menaruh jari telunjuknya di dagu


"Pikirinnya sambil duduk ya aku dingin belum pake baju" Allea tersadar lalu melepaskan pelukannya benar saja bulu kuduk nya meremang karena kedinginan


"Maaf sayang" Ujar Allea lalu mengecup singkat bibir Max


"Bi titip Allea ya dia lagi sakit nanti ada dokter yang periksa kesini" ujar Max pada bibi yang sedang menyapu di depan rumah


"Baik tuan" Max lalu pergi dengan mobilnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Max.. tunggu" Danendra mengejar Max yang berjalan masuk ke dalam kelas


"Ya kenapa? "


"Nanti sore ada waktu gak? " tanya Danendra


"Allea lagi sakit, gue aja di suruh pulang cepet emang ada apaan? "


"Allea sakit? gak apa apa deh, gue duluan" wajah Danendra berbinar mendengar Allea sakit


"Apa dia seneng Allea sakit" pikir Max melihat Danendra sepertinya kegirangan


Padahal Danendra senang bukan semata mata karena Allea sakit namun dia berpikir ayahnya pasti membatalkan niatnya mengumumkan penerus perusahaan


"Hallo.. bun kata Max Allea sakit" Ucap Danendra


"Sakit apa? "


"Gak tau, nanti sore kita jenguk sama sama aja"


"Ya udah bunda kasih tau ayah dulu"


"Ya.. aku tutup teleponnya ya" Danendra menutup teleponnya


"Yeesss... " Danendra kegirangan kali ini bisa mengulur waktu


"Lo kenapa? " tanya Cindy mendengar itu Danendra kembali ke mode dingin


"Ahh.. gak apa apa, gue ke kelas duluan" Danendra terlihat salah tingkah saat Cindy melihatnya berjingkrak kegirangan


"Dia kenapa? " gumam Cindy


.


.


"Hei kita ketemu lagi" ucap seseorang yang menghampiri Max


"Siapa ya? "


"Kamu yang kemarin nabrak aku" ucapnya


"Ohh.. sorry gue gak sengaja" jawabnya dingin


"Kita sekelas loh, kenalin gue Miranda" Gadis itu mengulurkan tangannya


"Gue gak mau tau juga, kalo gak ada hal lain lagi silahkan cari tempat duduk dan jangan ganggu gue" ketusnya


Mendengar itu Miranda menganga tak percaya ternyata orang ini sangat ketus dan dingin, Miranda duduk di kursi yang bersebrangan dengan Max dia terus menatap kagum ke arah Max meskipun laki laki itu amat dingin


"Hai bro" Dito dan bagas baru saja datang


"Hai" Max melirik sekilas lalu kembali membaca bukunya


"Kayaknya udah ada fans baru aja nih" ledek Dito


"Biasa orang ganteng" sahut Bagas, Max hanya mengernyitkan dahinya lalu Dito memberi isyarat menunjuk Miranda dengan dagunya


Max melirik ternyata Miranda masih menatapnya, mendapatkan tatapan dingin dari Max membuat Miranda kikuk


"Lo masih galak aja, padahal kan gak ada Allea" goda Dito


"Maksud lo? " Max menatap tajam mendengar candaan Dito


"Canda Max, serius amat sih "


"Lo kali yang niat ganjen di belakang Gita" ledek Bagas


"Gue bilangin sama Gita ahh.. " lanjut Bagas


"Macem macem gue timpuk lo" ancam Dito


"Diihh takut sama istri aja berlagak" ledek Bagas


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang.. " teriak Max yang baru saja pulang menaiki tangga


"Kamu cerewet" jawab Allea seraya memeluk suaminya


"Aku khawatir sama kamu, kuliah juga gak konsen pengen cepet pulang"


"Boong, disana pasti banyak cewek cantik" Allea mendongak menatap wajah suaminya dengan bibir mengerucut


"Tapi gak ada yang secantik dan semanis kamu" Jawab Max


"Gombal" cicit Allea mencubit dada Max


"Aww.. sakit tau, udah bisa nyubit udah sembuh dong" ucap Max seraya menaik turunkan alisnya


"Enggak... Emmppht" belum sempat Allea meneruskan kata katanya Max berada di atasnya mencium bibir nya dengan lembut


Keduanya terhanyut memejamkan mata saling membelit lidah, Tiba tiba pintu terbuka membuat orang orang yang ada di balik pintu melotot tak bergerak bagaikan patung


"Astaga" Lydia segera menutup mata Danendra


Max dan Allea terlonjak mereka segera bangun dan merapihkan baju mereka masing masing "ketuk pintu dulu lah" ucap Max


"Kami kira kamu gak ada di rumah, kata Danendra Allea sakit " ucap Lydia


"Iya lagian mobilnya gak ada di depan" sahut Danendra


"Mobilnya di bengkel, lain kali ketuk dulu kalo lagi anu kan bahaya"


"Anu apaan? " tanya Danendra


"Jangan dengerin Maxime" Lydia menyenggol lengan Danendra


"Aku udah mendingan kok bun" sergah Allea


"Udah tau, kalo udah begitu pasti udah sembuh" ucap Gibran membuat wajah Allea dan Max memerah


"Ayah... " Ucap Allea mencebikkan bibirnya


"Ohh.. anak ayah kasian lagi sakit" Gibran merentangkan tangannya berjalan mendekati Allea


Niat hati ingin memeluk Allea namun Max lebih dulu masuk ke dalam pelukan Gibran, Gibran memutar bola matanya jengah dengan kelakuan menantunya lalu beralih memeluk Allea


"Jangan lama lama yah" Ujar Max membuat Gibran kesal


"Cih.. posesif" ujar Gibran


Lydia bergantian memeluk Max dan Allea lalu saat Danendra ingin memeluk Allea Max menarik bagian baju belakangnya


"Buat lo gak usah, sini gue wakilin" ucapnya seraya memeluk Danendra yang berdecih


"Ayah kemana bun? " Allea menanyakan Damian


"Itu... "


"Apa ada masalah? " tanya Max


"Gak ada, ayah cuma lagi sibuk " jawab Danendra


"Ouh.. "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ada apa kalian manggil gue kesini? " tanya Kiki


"Gue mau kita seperti dulu lagi ki, gue sama Celine udah baikan apalagi sekarang Celine dan Allea juga udah baikan" ucap Celline


"Gue sadar apa yang selama ini kita lakuin salah, gue mau sekarang kita jadi lebih baik itu pun kalo lo masih mau berteman sama kita" ucap Cindy


"Gue hidup sederhana sekarang setelah tau daddy bukan ayah kandung gue, jangan kaget.. gue sekarang tinggal sama ayah kandung gue terserah lo masih mau temenan sama kita atau enggak tapi gue berharap kita seperti dulu lagi" lanjutnya


"Jadi sekarang lo bukan orang kaya lagi? lo bukan anak kandung keluarga Wilson? " Cindy mengangguk sebagai jawaban


"Lalu apa gue harus berteman lagi sama kalian? " Cindy dan Celine saling pandang mereka mengira Kiki sudah tidak mau lagi berteman dengan mereka


"Kalo kalian gak mau gue harus temenan sama siapa? " ucapnya sambil mengerucutkan bibir


"Ohh... sayang" Mereka bertiga saling berpelukan


"Gue kira lo udah gak mau temenan sama kita" ucap Celine


"Gue kesepian selama kita jauhan, maafin gue ya" ucap Kiki


"Gue juga minta maaf"


"Lo harus minta maaf sama Allea, gue tau lo yang sebarin kabar kehamilan Allea" ucap Celine


"Kok lo tau? " tanya Kiki


"Gue lihat lo masukin handphone lo yang nyambung ke layar monitor" jawab Celine


"Gue takut sama Max" lirih Kiki


"Justru kalo lo gak minta maaf takutnya dia tau dari orang, tenang aja gue bantu lo ngomong sama Allea tanpa Max tau" ucap Cindy


Lalu mereka kembali berpelukan melepaskan rasa rindu karena persahabatan mereka sempat renggang


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝