My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Di balik sikap Max yang keras



Semua murid sudah kembali belajar di sekolah, Allea belajar mendengarkan guru begitu pun Max hari ini Gita tidak masuk sekolah karena ada pelajaran yang harus di kerjakan berdua akhirnya Max pindah ke bangku Allea


Allea terlihat pucat memijat kepalanya


Max hanya melirik sekilas lalu kembali belajar


tiba tiba Allea mual dia muntah tapi tidak ada yang keluar


"Lo kenapa? " Max memegang dagu Allea mengangkat wajahnya


Sontak mereka jadi perhatian semua murid mereka mulai saling berbisik menebak nebak apa yang terjadi dengan Allea dan Max yang perhatian padanya


Tanpa bicara Max membawa Allea keluar dan membawanya ke UKS membantu Allea berbaring dan memberinya minyak angin


"Lo kenapa? " tanya Max


"Gue pusing, perut gue sakit juga" Allea memegangi kepalanya


"Lo masuk angin? mau gue anterin pulang? " tanya Max


"Gak usah biar gue pulang sendiri"


"Lo lagi sakit gimana kalo terjadi sesuatu sama lo? "


"Nanti gue telepon lo hehe"


"Becanda mulu" Max menoyor kepala Allea


Entah mengapa sikap Max pada Allea tidak sedingin dulu dia juga mulai sering bicara pada Allea semenjak kejadian di camping hari itu Allea juga semakin berani menggoda Max


"Jangan liatin gue kek gitu" ujar Max karena di tatap Allea


"Max sini" Allea melambaikan tangannya agar Max mendekat


Max mendekat mencondongkan wajahnya


"Gue.. gue lagi dapet" bisik Allea lalu nyengir setelahnya


"What? lo sakit gara gara itu? " tanya Max yang sekarang tengah memegang bahu Allea


Danendra yang baru saja datang melihat adegan itu menjadi salah paham karena posisi Max membelakangi pintu dan Allea tertutup tubuh Mac Danendra mengira Max sedang berbuat tak senonoh pada Allea


"Jangan kurang ajar lo"


Bughhhhh


Danendra langsung menarik Max kebelakang dan menghadiahinya sebuah pukulan Max tersungkur dengan sedikit darah di sudut bibirnya


"Lo gila" teriak Max


"Max are you oke? " Allea membangunkan Max dan menyuruhnya duduk


"Lo yang udah gila, lo manfaatin Allea yang lagi sakit untuk berbuat hal kotor sama dia" sarkas Danendra


"Otak lo yang terlalu kotor" balas Max tak kalah sengit memandang Danendra


"Lo salah Danendra, Max gak pernah berbuat hal kotor apapun sama gue" Allea kini sedang menghalangi Max dengan tubuhnya


"Ini gk seperti yang lo kira, kenapa lo gak lihat lebih jelas sebelum mukul Max? kenapa lo bisa menyimpulkan Max sejahat itu? " Allea tidak habis pikir dengan Danendra yang seolah tidak menyukai Max


"Karena dia terlahir dari wanita penggoda, buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya gue takut dia berbuat sesuatu yang... " ucapan Danendra terpotong


"Jangan bawa bawa nyokap gue bang**t" Max bangkit menyingkirkan tubuh Allea


Namun dengan cepat allea menahan tangan Max dengan memeluknya Danendra mengepalkan tangannya melihat Allea yang memeluk lengan Max


"Danendra pergi gue mohon jangan bikin keributan lagi"


"Danendra pergi.. " lanjut Allea membuat Danendra terpaksa pergi dengan hati yang masih dongkol


"Lepas" Max menepis kasar tangan Allea lalu pergi begitu saja


Setelah meminum obat pengurang rasa sakit Allea mencari Max saat waktu istirahat dia bertanya pada anak anak lain tapi mereka hanya memandang Allea dengan tatapan yang sulit di artikan


"Kenapa lo Cari Max? pengen banget kayaknya nempel sama dia" Cindy mengitari tubuh Allea


"Bukan urusan lo, permisi" Allea lewat begitu saja namun lagi lagi Cindy berbuat ulah


"Udah berani ya lo sama gue, mentang mentang nenek lo udah gak kerja lagi sama gue jadi lo udah berani sama gue? mau seperti apapun lo sekarang sekali babu tetep babu lo gak akan pernah jadi Cinderella" Cindy berteriak di dekat telinga Allea


"Cindy lo jangan keterlaluan " Danendra melepas tangan Cindy dari rambut Allea


"Da.. danendra ini gak seperti yang lo liat, dia dia yang mulai" sangkal Cindy yang di iyakan oleh dua sahabatnya


"Apa yang buat Allea cari masalah sama lo? " mereka diam membisu tidak menjawab pertanyaan Danendra


"Dia tadi dorong Cindy, iya bener dia dorong cindy" kata dua temannya


"Gak.. gue gak ngelakuin itu" ucap Allea


"Kita ada urusan lain bye Danendra, dan lo urusan kita belum selesai" Cindy kabur menarik dua sahabatnya


"Lo gak apa apa? " tanya Danendra


"Gak.. makasih udah bantuin gue gak tau kalo gak ada lo gue pasti abis sama Cindy"


"Gue mau minta maaf soal tadi di UKS" ucap Danendra


"Lo harusnya minta maaf sama Max" Jawab Allea


"Iya tolong sampein maaf gue ke dia, gue belum berani ketemu dia" ucap Danendra berpura pura tak berdaya menghadapi Max


"Gue paham, nanti gue sampein gue duluan ya" Setelah kepergian Allea Danendra tersenyum menyeringai


"Gue gak akan biarin lo hidup bahagia Max, lo harus bayar semua perbuatan wanita sialan itu" gumam Danendra


Allea baru ingat Max biasanya akan pergi kebelakang sekolah dia segera kesana melewati kantin tidak menghiraukan panggilan sahabatnya


"Allea mau kemana buru buru banget" ucap dito mendapat gelengan dari ketiga sahabatnya


Allea melihat Max yang sedang merokok menyandarkan punggungnya di dinding wajahnya terlihat sedang tidak enak dipandang


"Ngapain kesini? " ketus Max melihat Allea berjalan ke arahnya


"Max tadi Danendra... " ucapan allea terpotong


" Gak usah sebut nama dia" Max berbicara dengan nada tinggi


"Dia cuma mau minta maaf Max dia gak berani bilang langsung" Allea kini duduk di samping Max


Max tidak menanggapi ucapan Allea dia masih menyesap rokok di tangannya Allea mendengus kesal karena merasa di abaikan dengan beraninya Allea mematahkan rokok yang sedang menyala membuat Max menatap tajam padanya


"So.. sor sorry. I'm sorry Max" Allea gugup di tatap tajam oleh Max lalu melemparkan potongan rokok di tangannya hendak kabur


Belum sempat allea berdiri Max menarik tangannya hingga duduk kembali Max mendorong tubuh Allea hingga mepet di dinding dengan tangan Max berada di kedua sisi Allea


"Max gue becanda, sorry" Allea menelan salivanya dengan susah payah


Max semakin mendekatkan wajahnya membuat Allea memejamkan mata


"Jangan ngelunjak mentang mentang di baikin" bisik Max lalu menepuk nepuk pipi Allea


"Anjir... dia mengerikan" ucap Allea sesaat setelah Max pergi


Allea kembali ke dalam kelas dia melihat Max tidak ada di sana begitu pun tasnya


"Liatin apaan lo? " tanya Bagas yang melihat allea menatap kursi kosong Max


"Dia pulang, lebih baik lo gak usah terlalu deket ama dia deh" ucap Desta


"Kenapa? " tanya Allea


"Lo tanya kenapa? udah jelas dia itu gak baik "


"Gue takut lo kena pengaruh buruk dari dia" ucap Dito


"Thanks guys perhatiannya, tapi menurut gue dia gak seburuk itu, ada kebaikan di balik sikap kerasnya dia buktinya dia bawa gue ke UKS waktu gue sakit" jawab Allea


"Lo suka ya sama dia" goda Sandro mendapat Suitann dari temannya yang lain


"Ngadi ngadi lo" ucap Allea dengan menoyor kepala Sandro yang ada di hadapannya