
Allea dan Max kembali ke sekolah bersama sama menimbulkan ledekan ledekan dari sahabat Allea, Arabella dan Yuki tentu saja tidak senang melihat mereka berdua bersama
"Cieee.. yang udah baikan " ledek Dito
"Ya dong.. mana bisa Allea lama lama marah sama gue" Max bicara sombong sementara Allea mulutnya komat kamit sendiri mendengar Perkataan Max
"Bukannya kebalik ya? " sahut Bagas
"Hmm.. sok tau lo gas" seloroh Max
Allea, Max dan keempat sahabat Allea sedang bercanda di depan kelas, Arabella yang berjalan keluar pura-pura tersandung agar Max menangkapnya namun sayang Max malah melompat bersembunyi memeluk Allea dari belakang saat Arabella jatuh di hadapannya
"Ya.. Cinderella gagal di tangkap pangeran" ledek Sandro lalu mereka tertawa
"Si maxime takut sama Allea jadi ngumpet, coba kalo gak ada lo Le walaupun jatuh dari gedung juga dia tangkap" goda Dito
Arabella yang malu segera bangun dan pergi dari sana, bisa di bayangkan banyaknya orang yang menertawakan dia
"Kamu tega banget kenapa gak di tangkap? " ledek Allea
"Gak, aku cari aman aja" Jawab Max
"Suami takut istri" bisik Dito sambil berlalu melewati Max
"Lo juga sama " jawab Dito mendorong bahu Dito yang ada di depannya
"Max lepasin anak anak liatin kita" ucap Allea ketika Max memeluk Allea, mereka menatap sinis Allea yang berada di dekapan Max
"Kamu bohong " bisik Max
"Bohong apa? "
"Tentang 4 bulan itu"
"Hahaa.. kamu udah tau ya, tau dari mana? "
"Aku buka situs internet" Mereka berdua saling berbisik dengan tangan Max yang tidak lepas memeluk Allea
"40 hari berarti tinggal 10 hari lagi"
"Emang harus di hitung ya? " Gerutu Allea melepaskan tangan Max
"Di hitung dong, itu penting aku gak mau melewatkannya" jawab Max kini duduk di samping Allea
"Kalian bahas apa sih? sok sweet gitu pake bisik bisik peluk peluk" ledek Dito
"Sirik aja lo" hardik Max
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hari ini jadwal Gita periksa kandungan di temani oleh Dito, Anak mereka tumbuh sehat bergerak aktif di rahim Gita
"Jenis kelaminnya apa dok?" tanya Dito
"Selamat bayinya laki-laki" jawab dokter sambil tersenyum
"Kamu dengar sayang anak kita laki-laki" Dito kesenangan sampai memeluk dan mencium Gita di depan dokter
"Iya aku tau.. jangan gitu malu sama dokter" bisik Gita sambil mencubit perut Dito
Selesai pemeriksaan Dito dan Gita keluar bergandengan, sepanjang perjalanan menuju mobil Dito selalu mengelus dan kadang mengecup perut serta pipi Gita dengan sayang
Seseorang menarik lengan Dito dari belakang membuat langkahnya terhenti, Dito dan Gita berbalik ternyata ibu Dito juga ada di rumah sakit
"Mama"
"Demi wanita ini kamu sampai tidak peduli lagi dengan keluargamu? bahkan kamu tidak tahu papa kamu masuk rumah sakit" Mama Dito sampai menunjuk nunjuk Gita
"Dito mau ketemu papa" Mama Dito berlalu tanpa menjawab apapun
Dito menggenggam tangan Gita dan membawanya mengikuti mama Dito, Sesampainya di kamar rawat disana ada papa Dito yang terbaring, adik perempuannya serta seorang gadis
"Papa kenapa bisa di rawat? " tanya Dito
"Papa baru saja pasang ring jantung" jawab Adik Dito
"Kakak apa kabar? udah lama kakak gak pulang" lanjutnya
"Kakak baik, kamu baik baik kan selama ini? " adik Dito hanya mengangguk
"Kakak ipar kamu sebentar lagi melahirkan, perkiraan dokter anak kami laki laki" lanjut Dito
"Selamat ya kak aku ikut senang" ucap adik Dito seraya mengulurkan tangannya
"Gak usah kasih selamat buat anak haram" Mama Dito menepis tangan putrinya
"Ma.. mama bisa gak sih bersikap baik sedikit aja sama istri dan anak Dito? " ucap Dito dengan nada tinggi
Melihat Dito mulai tersulut emosi Gita menahan tangan Dito seraya menggeleng saat Dito menoleh, Dito merangkul Gita dalam pelukannya
" Ma... Dito gak mau jadi anak durhaka tapi Dito juga kepala keluarga sekarang, Dito harus melindungi keluarga Dito jadi mama jangan lagi menghina anak dan istri Dito "
"Sepertinya kedatangan kami kesini adalah kesalahan, kami permisi" lanjut Dito lalu berbalik membawa Gita
"Lihat Kiara dia gadis baik baik berprestasi, cantik kalo kamu mau ninggalin perempuan ini dia siap menerima kamu" mendengar perkataan Mamanya langkah Dito terhenti
"Kalo kamu memang gadis baik baik seharusnya tidak menghancurkan keluarga orang lain bukan? jangan sia-siakan prestasi dan kecantikanmu cari pria single lain karena aku tidak tertarik" ucap Dito tanpa berbalik lalu pergi
Wajah kiara memerah menahan malu dengan perkataan Dito, Angannya yang membayangkan Dito akan tertarik saat pertama melihatnya hancur begitu saja dia malah di tolak mentah mentah
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Cepat sembuh ya sayang" ucap Lydia membelai kepala Cindy
"Makasih tan"
"Daddy kamu gak nungguin di rumah sakit? " tanya Damian
"Biasanya daddy kesini pulang kerja om" jawab Cindy
Kedua orang tuanya berbincang dengan Cindy sementara Danendra duduk di sofa sendirian hanya diam mendengarkan percakapan mereka
"Sayang kamu masih mau disini atau ikut pulang? " tanya Lydia
"Ikut pulang bun" jawab Danendra seraya berjalan mendekati Lydia
"Cepet sembuh" hanya itu yang di katakan Danendra pada Cindy lalu ikut pergi bersama Lydia
"Dia masih seperti bongkahan es" gumam Cindy seraya tersenyum melihat kepergian Danendra
Sekarang Cindy tidak terobsesi dengan apapun dia ingin hidup dengan baik, biarlah dia menjalani hidup tenang tanpa ambisi yang membuatnya kehilangan akal
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Max dan Allea berada di dalam mobil hendak pulang ke rumah Gibran, Max masih membujuk Allea agar ikut pulang bersamanya ke apartemen
"Aku gak bisa, ayah sendirian di rumah kasian" ucap Allea
"Aku gimana? aku kan suami kamu masa kamu mau nelantarin suami kamu"
"Kamu ikut tinggal di rumah ayah kalo gitu"
"Kamu kan tau hubungan aku sama ayah kamu kurang baik"
" Salah kamu, siapa suruh nyakitin anaknya"
Mobil mendadak berhenti membuat Allea terkejut hampir saja kepalanya mengenai dashboard mobil, Allea mengira Max akan marah ternyata dia salah
"Kenapa? " tanya Allea
"Kepala aku tiba tiba pusing " jawab Max seraya menyandarkan punggungnya
"Jangan di terusin kalo gitu bahaya" ucap Allea
"Kamu bisa nyetir gak? " tanya Max namun Allea menggeleng
"Belajar nyetir yang biar kamu bisa mandiri" lanjut Max
"Kan ada supir ada kamu juga jadi aku gak usah repot repot belajar nyetir" jawab Allea sambil terkekeh kecil
"Kamu salah, di waktu mendesak setidaknya kamu bisa mengandalkan diri kamu sendiri orang lain belum tentu selalu ada"
"Aku panggil nama kamu 3x kamu pasti datang"
"Emangnya aku setan" Max merogoh ponselnya dan menelpon seseorang untuk datang ke sana
"Hallo..wan ke jalan xxx ya, hmm jangan lama lama"
"Kamu telpon siapa? tanya Allea
" Wawan yang kerja di bengkel, aku suruh dia bawa mobil aja" Max menyandarkan tubuhnya seraya memejamkan mata
"Pindah ke kursi belakang aja, aku bantu pijat" Max dan Allea pindah ke kursi belakang sambil menunggu orang yang di telpon Max
Beberapa saat kemudian si Wawan ini pun datang, dia tampaknya canggung masuk ke mobil saat melihat Max bersandar di dada Allea seraya memeluknya dan Allea memijat kepalanya
"Sampe kapan lo mau bengong disitu? " ucap Max membuatnya terkesiap lalu mulai duduk dan menjalankan mobilnya
"Aku udah bilang jangan masuk sekolah dulu" gerutu Allea
"Aku bosen di apartemen sendirian"
"Kan bisa pulang ke rumah bunda atau Oma"
"Aku mau di temenin sama kamu" Jawab Max sambil mengusak kepalanya di dada Allea sampai kancingnya terbuka
Plak
Allea memukul lengan Max lalu membetulkan kancing seragamnya "Kenapa di pukul sakit tau" ucap Max sambil mengusap lengannya
" Nyender nya di sana aja emang gak bener kalo kamu nempel nempel" kesal Allea sambil mendorong kepala Max
Bukannya menjauh dia malah semakin mengeratkan pelukannya dan menghirup dada Allea dari luar seragamnya, Si Wawan sampai tidak fokus menyetir melihat tingkah bosnya
"Jangan.. malu ada orang" bisik Allea
Allea tersenyum kikuk saat pandangannya dan Wawan bertemu dari pantulan kaca di depannya, Wawan hanya bisa pura pura tidak mendengar dan tidak melihat apa yang di lakukan bosnya
Wawan jadi panas dingin sendiri mendengar suara laknat di belakangnya
Allea menutup bagian depannya dengan ransel, Jika saja tidak di tutupi ransel mungkin si Wawan sudah menabrak sesuatu di jalan.. wkwkwk
Jangan lupa like komen dan vote
Jadikan favorit juga, dukungan apapun dari kalian sangat berarti buat author