My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Perhatiannya di salah artikan



"Melelahkan sekali" Celine menjatuhkan dirinya di sofa


"Sayang.. suami kamu belum pulang? "


"Belum ma... mungkin masih ada urusan" Jawab Celine


"Apa sudah ada tanda tanda? " ibu Bisma duduk di samping Celine, Celine mengernyitkan keningnya mencerna pertanyaan suaminya


"Tanda tanda apa ma? " tanya Celine kebingungan


"Ini" Ibu Bisma mengelus perut Celine


"Ahaha.. mama ini baru beberapa hari, lagi pula aku gak tau" Celine tertawa di paksakan


"Kalian harus lebih intens dong, biasanya kan pengantin baru gak tau waktu" Wajah Celine memerah mendengar ucapan mertuanya


"Kenapa kamu harus malu? gak apa apa mama kan juga pengalaman"


"Pengalaman apa nih? " tanya Bisma yang baru saja pulang bersama sang ayah


"Ini loh.. kamu harus lebih sering melakukan itu mama pengen cepet cepet punya cucu"


"Mama gak tau aja kita sesering apa melakukannya, sabar dulu lah mungkin belum waktunya aja" ucap Bisma


"Jangan jangan kamu bermasalah? makannya kemaren gak mau nikah? "


"Astaga... enggak mama, tenang aja deh nanti tau tau mama punya cucu" Bisma menarik tangan Celine


"Mau kemana kalian? " tanya ibunya


"Mau mandi berdua, apa lagi? kita akan lebih bekerja keras" ucap Bisma seraya pergi menggandeng tangan Celine


"Jangan terlalu menuntut mereka ma.. biarkan seperti air mengalir aja" ucap ayahnya


"Mama tau mereka belum melakukannya, mama jadi punya ide" Ibu Bisma jadi senyum senyum sendiri saat sebuah idenya muncul


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang tau gak? "


"Apa? " Allea yang selalu penasaran mendekati Max


"Bisma udah nikah diem diem" Allea terperanjat mendengar hal itu


"Apa? sama siapa? jangan jangan dia hamilin anak orang? "


"Nikahnya sama temen kamu"


"Siapa? " Allea mengingat-ngingat siapa temannya


"Celine siapa lagi"


"Apa? tapi.. tapi.. gimana bisa? " Allea ingat Celine begitu membenci Bisma yang notabenenya seorang playboy


"Mereka nikah kontrak, tapi Bisma udah bener bener jatuh cinta sama Celine"


"Kok bisa sih? Aku harus tanya Celine nanti" Allea segera menghubungi Celine untuk mengajaknya makan siang besok


"Kepo banget sih" Ucap Max saat melihat istrinya secepat kilat mengirim pesan pada Celine


"Gak apa apa.. Kamu juga kepo kan?


" Enggak.. Bisma yang cerita duluan, kalo kepo tuh kayak kamu" ucap Max


"Biarin" Allea menjulurkan lidahnya


"Coba lagi? " Allea kembali menjulurkan lidahnya dan Max menggigit nya


"Sakit.. " Allea memukuli suaminya dengan bantal


Terjadi perkelahian mesra diantara keduanya, Max memeluk Allea dan menggulingkan tubuhnya hingga Max menindih tubuh Allea yang lebih kecil darinya


"Berat... turun gak" Max hanya meledek Allea dengan ekspresi wajahnya


Allea berusaha menggulingkan tubuh Max dan setelah berhasil Allea mendorong tubuh suaminya dengan kaki hingga terguling ke bawah Ranjang, Max kembali menarik kaki Allea hingga mereka saling menarik dan bergulung seperti anak kecil melupakan anak anaknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang makannya udah? " Keluarga Bisma baru saja selesai makan malam


"Udah ma" Jawab Celine


"Sekarang minum jamu ini.. jamu kesuburan bagus buat pengantin baru" Celine dan Bisma saling memandang


"Mama kita masih kenyang kalo minum jamu nanti muntah" jawab Bisma


"Ayolah.. mama susah susah bikin buat kalian masa kalian tega gak minum? " ibu Bisma memasang wajah sedih


Celine tidur lebih dulu sementara Bisma masih menonton televisi di bawah, Saat Bisma masuk dia melihat Celine guling guling dengan mata terpejam


"Ini kenapa sih? kok jadi gak karuan gini" Celine bangun dari tidurnya


"Lo kenapa? " tanya Bisma


"Gak tau..gue jadi.. jadi.." Celine tidak melanjutkan perkataannya dia memilih masuk ke kamar mandi


"Emmhh... pasti kerjaan mama nih, untung gue gak minum" Gumam Bisma


Bisma sudah lama duduk di ranjang sambil membaca buku yang ada di tangannya namun Celine belum juga keluar, karena khawatir Bisma mengetuk pintu namun tidak ada jawaban hingga akhirnya dia mendobrak pintunya


Celine tertidur lelap sambil berendam hingga tidak mendengar Bisma mendobrak pintunya, Bisma bisa menghembuskan nafas lega setelah melihat Celine baik baik saja


"Aaaaaaaaaa... ngapain lo disini? " pekik Celine saat baru membuka matanya


''Lo mandi lama banget gue kirain mati jadi gue dobrak aja pintunya "


Celine meraih handuknya dan memakainya di dalam air dia bersiap berdiri untuk memarahi Bisma, baru saja melangkahkan kakinya Celine terpeleset dan jatuh ke dalam bak


"Kaki gue... " Celine meringis memegangi kakinya sementara Bisma berdiri membelakangi Celine berusaha menahan tawanya


"Gue gak bisa berdiri ini sakit banget" tubuh Celine tiba-tiba melayang saat Bisma mengangkatnya


"Hei mesum.. turunin gue gak? "


"Berisik lo.. gue cuma bantuin, diem gak nanti mama bangun" ucap Bisma


Benar saja ibu Bisma bangun mendengar suara ribut ribut di kamar anaknya, ibu Bisma hendak membuka pintu kamar, Bisma yang baru saja keluar dari kamar mandi menggendong Celine tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya


Karena handuk yang di pakai Celine basah hingga airnya menetes dan membuat lantainya licin, kaki Bisma tergelincir hingga membuatnya terjerembab dan jatuh dengan Celine duduk di atasnya


"Eemmpphhhtt... aset gue ketiban" Bisma mengernyitkan wajahnya


"Kalian... oohh maaf, lanjutkan" ucap Ibu Bisma seraya keluar


"Wooo... mereka bermain di kamar mandi.. astaga" ibu Bisma benar-benar senang


"Dasar mesum" Celine hendak berdiri namun Bisma menekan pinggangnya


"Salah lo kenapa duduk disana" Celine bediri lalu memukul aset Bisma dengan tangannya membuatnya meringis kesakitan


"Apa sekeras itu? " Batin Celine memegangi tangannya yang baru saja memukul cacing Alaska milik Bisma


"Lo keterlaluan.. lo harus tanggungjawab kalo gue kenapa napa" Bisma duduk memegangi asetnya


"Apa sakit? perasaan gak kenceng kok" Celine merasa kasihan melihat Bisma meringis


"Sakit banget.. gue gak bisa berdiri"


"Maaf... sini gue bantu" Celine membantu Bisma duduk di ranjang


"Masih sakit ya? " Tanya Celine khawatir


"Awas.. gang usah pegang pegang" Bisma menepis tangan Celine


"Gue kan udah minta maaf" Lirih Celine


"Aarrggghhh sakit banget" Bisma meringis seraya mengintip dengan sebelah matanya


"Duhh.. gue harus gimana? gue harus ngapain? " Celine kebingungan mau berbuat seperti apa, jika memanggil orang tuanya takut mereka marah


"Gimana dong.. sorry" Di tengah kepanikan Celine Bisma sengaja mencari kesempatan


"Ini... harus di elus, aaaarrggghhh sakit banget"


"Gue bantu" Celine duduk di lantai sementara Bisma di ranjang


Bisma tidak menyangka Celine akan benar benar melakukannya, baru saja tangan Celine menempel di sana kesadarannya dia dapatkan kembali


Plak


Celine berdiri melotot menampar wajah Bisma dan kesal, Saat Celine hendak pergi Bisma menarik handuknya hingga terlepas


"Bismaaaaa.... " teriak Celine menutup area sensitifnya


"Sorry.. sorry.. gue gak liat sumpah" Bisma dengan cepat menutup wajahnya dengan telapak tangan


"ngadep sana" Pekik Celine, Bisma segera membelakangi Celine


Celine marah marah seraya memakai handuknya , dia tidak tahu saja menyuruh Bisma membelakanginya malah menjadi keuntungan bagi Bisma karena dihadapannya sebuah cermin memperlihatkan tubuh polos Celine


"Kalo gak sayang udah gue makan dari tadi" Gumam Bisma seraya mengusap kasar wajahnya


Bisma tidak ingin memaksa Celine karena dia takut jaraknya dan Celine akan semakin menjauh, namun tetap saja perhatiannya sering di salah artikan oleh Celine