
"Kenapa rambutku rontok? " Suster menyisir rambutnya yang setiap hari semakin menipis
Dari cermin terlihat kulitnya kusam juga berbintik merah, dia keluar dari kamar memakai masker juga penutup kepala
"Kenapa kamu pake masker? " Tanya bibi
"Nyonya kok gak pulang pulang ya bi udah seminggu" Ucap suster
"Mungkin masih kangen sama mertuanya, emang kenapa tumben kamu tanya nyonya? "
"Aku mau ke rumah sakit bi, aku gak tau kenapa beberapa hari ini rambutku rontok bintik bintik pula" Suster menunjukkan wajah serta lengannya
"Itu gatel atau sakit? " Tanya bibi
"Gak berasa apa apa sih, makanya aku mau periksa takutnya makin parah"
"Ya udah aku telepon nyonya dulu, handphone kamu belum ketemu? " Bibi mengambil handphonenya menelpon Allea
"Belum bi"
"Halo.. Nyonya ini katanya suster mau izin ke rumah sakit"
"Ohh.. Iya iya"
"Apa katanya? " Tanya suster
"Nyonya baik banget dia mau pulang sama tuan buat nganter kamu ke rumah sakit" Jawab Bibi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ya.. Ada kabar? "
"Besok Nola dan Yamada akan mengadakan pesta untuk memperkenalkan diri sebagai pemilik baru perusahaan"
"Berani juga dia"
"Kan gue yang ngomporin, jadi lo nanti bisa atur cara jatohin mereka"
"Gak sia-sia gue kasih 30% saham sama lo, lo bisa di andalkan"
"Ya dong.. Btw gue mau ambil cuti kalo urusan udah kelar, udah lama juga gue gak ambil cuti"
"Ya.. Terserah lo aja"
"Sayang.. Kita pulang dulu ya" Allea menghampiri Max di kamar
"Kenapa? "
"Kata bibi suster sakit kita bawa dia ke rumah sakit dulu"
"Sakit apa sih? Biarin aja lah kasih obat nanti juga sembuh" Jawab Max
"Ihh.. Dia kerja sama kamu kalo dia kenapa napa kamu yang di salahkan" Allea menyentil kening Max
"Galak banget sih" Max menarik pinggang Allea lalu memeluknya
"Cepet yang.. Nanti keburu jemput anak anak" Allea berusaha melepaskan pelukan suaminya
"Temenin bobo dulu bentar" Goda Max
"Males ahh.. Kamu gak siang gak malem gitu mulu aku pulang sendiri deh"
"Gak apa apa dong kan istri sendiri"
"Ya gak tiap hari juga"
"Kamu kan juga mau mau aja"
"Isshh tau ahh"
"Malu ya? Pipinya merah" Max mencolek pipi Allea
"Cepetan pulang dulu" Allea merengek
"Iya.. Ayo" Max mengangkat tubuh Allea
"Jangan di gendong juga, malu sama bunda"
"Kalo mau pulang diem aja, atau kamu turun tapi kita gak pulang" Akhirnya Allea diam, sepanjang turun dari kamarnya dia menyembunyikan wajah Allea di dada Max
"Allea.. Kenapa nak? " Tanya Lydia khawatir
" Gak apa apa bun lagi manja aja" Jawab Max
"Heh.. Sembarangan kamu yang kekeh mau gendong aku" Allea tidak Terima memukul dada Max, Lydia dan Max terkekeh melanjutkan jalannya
Seminggu tidak pulang kerumah Allea terkejut melihat suster Erika, kepalanya nyaris botak dengan bintik-bintik merah di tubuhnya
Mereka segera membawa suster ke rumah sakit untuk di periksa, semua hasil pemeriksaan keluar dokter sedang membacakan hasilnya
"Hasil laboratorium menunjukkan ada semacam virus namun kita masih meneliti virus sejenis apa yang menyerang pasien ini"
"Kira kira berapa hari dok hasil penelitiannya? " Tanya Max
"Saya khawatir akan memakan waktu cukup lama, saat ini kita hanya bisa memberi salep, vitamin dan obat pereda nyeri jika sewaktu-waktu lukanya melepuh"
"Apa ini menular? " Tanya Allea
"Sepertinya tidak jika di rumah tidak ada yang mengalami gejala yang sama, virus ini baru menunjukan gejalanya namun sepertinya virus ini sudah cukup lama berada di dalam tubuhnya"
"Rawat inap atau rawat jalan sambil menunggu hasil penelitian virusnya"
"Saya rawat jalan aja"
"Kamu yakin? Apa gak sebaiknya di rawat inap aja? " Tanya Allea, suster Erika hanya menggeleng
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bagaimana semua persiapannya? " Tanya Yamada yang hanya ongkang kaki duduk di kursi kebesarannya
"Semua sudah sesuai dengan rencana tuan, kita hanya tinggal mempersiapkan diri untuk besok" Jawab Daniel
"Kerjamu bagus Daniel pantas saja Alexander mempercayaimu"
"Terimakasih pujiannya tuan, maaf tuan kenapa dengan kulit anda? " Tanya Daniel
"Aku juga tidak tahu, aku akan periksa ke dokter nanti"
"Bagaimana jika bintiknya tidak hilang sampai besok? "
"Aku akan memakai masker"
Di rumahnya Yuki juga sedang frustasi dengan rambutnya yang rontok serta kulitnya yang berbintik merah padahal besok dia akan bertemu orang banyak
"Gimana ini? Kenapa obat dari dokter gak berpengaruh sama sekali" Yuki bercermin melihat dengan jelas wajahnya
"Gimana kalo ini gak sembuh besok, baju yang udah di pesan gak ke pake dong" Yuki sudah mempersiapkan gaun yang seksi namun seluruh tubuhnya malah berbintik merah
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sus kemasi barang barangmu, kita akan kembali hari ini" Ucap Max setelah menjemput Ellia dan Ello
"Kita mau ke rumah lama pa? " Tanya Ellia
"Iya.. Papa ada kerjaan"
"Kok mendadak? " Ucap Allea
"Karena kerjaannya juga mendadak, ayo kita gak usah bawa baju nanti beli aja disana"
"Cih.. Kamu berlagak sekarang" Ledek Allea
"Bukan gitu ribet aja, bawa perlengkapan Sederhana aja "
"Iya iya"
Mereka bersiap untuk kembali tapi suster masih tampak bingung kenapa Ellia dan Ello masih ada disini dan seperti tidak terjadi apapun, apa mungkin Yuki gagal? Hanya itu yang ada di pikirannya
Sesampainya di rumah yang dulu Ellia langsung menemui bibi, dia bercerita banyak tentang oma opa dan apa yang dia lakukan disana
Wajahnya ceria membuat bibi ikut tersenyum saat Ellia bicara, bibi tidak pernah melihat Ellia sebahagia ini sebelumnya
"Non seneng sama mama? " Tanya bibi
"Seneng banget, semua orang disana baik sayang banget sama aku"
"Sukurlah bibi ikut senang, sekarang Non istirahat dulu kan baru sampai"
"Iya.. Nanti bikinin aku puding ya bi" Ellia berjalan melompat lompat ke kamarnya
"Nyonya mau di buatkan sesuatu? " Tanya Bibi
"Gak usah bi, Bibi istirahat aja" Jawab Allea
"Kalau butuh sesuatu panggil bibi saja"
"Tuan mana bi? "
"Tadi bibi lihat di dapur, bibi tanya mau ngapain bibi malah di usir" Allea terkekeh mendengar penuturan bibi
"Biarin aja bi"
Beberapa saat kemudian setelah bibi pergi Max datang membawa segelas susu untuk Allea
"Apa itu? " Tanya Allea
"Ini.. Susu spesial buatan papa ganteng buat mama tercinta'' ucapan Max di sambut gelak tawa oleh Allea
" Ya ampun pede banget sih"
"Emang kenyataan ganteng kan? Nih minum dulu" Max mengulurkan gelas berisi susu, Allea menghabiskannya dalam sekali teguk
"Kamu suka apa doyan? " Tanya Max
"Aku haus.. Lagian enak manis asem seger"
"Iya dong siapa dulu yang buat, sun dulu"Max mencium sekilas bibir Allea lalu mengambil gelas dari tangan Allea
" Mau kemana? " Tanya Allea saat Max hendak pergi
"Aku ada urusan sebentar, kamu istirahat aja"
"Jangan pulang malem malem"
"Iya.. Aku pergi" Max mencium kening Allea lalu pergi