
Biasakan like sebelum lanjut membaca
Allea tersentak dalam tidurnya saat seseorang menggedor pintu kamar, dia langsung bangun dan membukakan pintu. Allea agak linglung saat melihat Max sudah berpakaian rapih dengan baju seragam
"Mau tidur sampai kapan? " tanya Max, Allea masih belum menanggapi mungkin semua nyawanya belum terkumpul
"Ini udah hampir jam 7, kamu gak mau sekolah? " mendengar itu Allea sontak membulatkan matanya lalu berlari membuka gorden benar saja matahari sudah mulai naik
"Astaga.. aku kesiangan" gumamnya kembali berlari secepat kilat ke kamar mandi
Setelah selesai mandi Allea mengambil tasnya melenggang keluar kamar, di atas meja makan hanya ada roti dia mengambil beberapa helai lalu mengoleskan selai, Allea terburu buru memakai sepatu sambil menggigit roti sementara Max sudah menunggu di mobil
"Kamu kenapa gak bangunin aku? " gerutu Allea saat masuk ke dalam mobil
"Siapa suruh tidur di kamar lain" jawabnya
"Kita jadi gak sempet sarapan mana aku laper banget lagi" keluhnya
"Kita sarapan di sekolah aja siapa tau masih sempet" ucap Max mulai menjalankan mobilnya
"Kapan kita punya asisten rumah tangga? repot yang segala di kerjain sendiri"
"Kamu mau yang gimana nyarinya? " tanya Max
"Jangan yang muda yang udah agak berumur gak apa apa"
"Loh.. bukannya kalo yang muda biasanya lebih cepet kerjanya? " tanya Max mengundang pelototan dari Allea
"Aku gak mau kejadian kayak di berita di TV 'seorang asisten rumah tangga selingkuh dengan majikan' " tutur Allea menekankan judul beritanya
"Gak lah.. aku setia"
"Pokoknya aku mau cari yang udah tua aja, setidaknya kita akan tinggal 24 jam bersama siapa tau kan ada setan lewat" ucap Allea
"Gak baik loh curigaan sama suami"
"Antisipasi itu perlu"
Max memarkirkan mobilnya di halaman sekolah sebelum Allea turun dia segera menahan tangannya, Allea yang hendak membuka sabuk pengaman mengurungkan niatnya
"Kenapa? " tanya Allea
Max memajukan tubuhnya mengikis jarak di antara membuat Allea memejamkan matanya tubuhnya terasa melunak begitu saja, Allea merasa wajah Max sedikit menjauh lalu membuka matanya
Max dengan wajah yang masih dekat memandang wajah Allea dengan senyuman aneh, dia menarik tangannya dari tempat semula sambil membenarkan posisi duduknya
"Silahkan keluar nona, mau sampai kapan anda disini" ledek Max, ternyata pintu mobil sudah terbuka tanpa Allea sadari
"Basah.. satu sama" ucap Max seraya menaik turunkan alisnya
"Dasar gila" Allea keluar seraya menutup pintu mobil dengan keras, terdengar gelak tawa dari mobil membuat Allea semakin kesal
"Tunggu aja gue bales nanti" gumamnya seraya berjalan menghentakkan kakinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Gita melihat mata suaminya menghitam menandakan di kurang tidur, Gita menyiapkan pakaiannya ketika dia sedang mandi
"Sayang kamu gak apa apa? " tanya Gita ketika Dito keluar dari kamar mandi
"Gak apa apa, demi baby dan kamu aku rela lakuin apapun" Jawab Dito sambil tersenyum mengusap puncak kepala Gita
"Mmh.. so sweet" Gita mengalungkan tangannya dan mencium bibir Dito
"Sayang udah" Dito melepaskan tangan Gita dari tengkuknya dan menjauh
"Kok gitu? kamu gak kangen apa? " Gita cemberut karena Dito tidak mau di cium lama lama
"Masalahnya ini.. kamu gak bisa tanggung jawabkan? "
"Nanti malam aku puasin biar kamu semangat jagain baby" bisik Gita
Gita terkekeh mengambil bayinya yang terbangun karena teriakan Dito
"Makanya jangan asal buka sembarangan" ucap Gita
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang.. mama mau ketemu"
Sebuah pesan yang di kirim Selvi pada Danendra
"Ketemu di restauran biasa"
Danendra dan Selvi kini sedang berhadapan, Selvi tersenyum bahagia kini Danendra tidak sulit untuk di temui meskipun dia masih dingin dan kaku
"Sayang.. mama mau ajak kamu ke rumah mama" ucap Selvi
"Jangan hari ini, akhir akhir ini aku lagi bantu ayah di perusahaan nanti aja kalo ada waktu" Danendra memang di suruh membantu di perusahaan itung itung membiasakan diri sebelum nantinya dia yang akan memegang perusahaan karena menurut Damian Max tidak tertarik sama sekali dengan perusahaannya
"Kamu sudah mulai belajar mengelola perusahaan? " tanya Selvi antusias
"Hanya membantu, jangan pernah berpikir untuk menyuruhku menguasai perusahaan karena bagaimana pun perusahaan itu adalah hak anak pertama yang sah" ujar Danendra seperti mengetahui isi hati Selvi
"Aku tidak akan mencurangi Anggota keluargaku, kalaupun mereka memasrahkan perusahaan padaku aku tetap akan membagi rata untuk orang tua yang membesarkanku dan saudara yang di besarkan bersama ku" Mendengar itu Selvi diam seribu bahasa
"Itu bagus.. kamu sudah dewasa tentukan hidupmu sendiri" ucap Selvi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea dan Max baru saja pulang sekolah, Max merebahkan dirinya di sofa masih menggunakan seragam dengan sepatunya, Allea yang melihat itu menarik kaki Max agar dia bangun
"Buka dulu sepatunya kotor"
"Bentar "
"Buka dulu kebiasaan deh, itu di pintu ada sendal buat ganti" gerutu Allea
"Makin kesini makin cerewet deh, kayak emak emak belum di kasih jatah belanja" sindir Max seraya melepaskan sepatunya
"Biarin" ketus Allea berlalu ke kamarnya
Max tertidur pulas di sofa saat Allea baru saja turun dari tangga, Allea sengaja memakai parfum yang wangi dan mengganti bajunya dengan baju haram. dia duduk di samping Max membelai wajahnya
Mata Max mengerjap merasakan sentuhan lembut di wajah dan dadanya yang polos karena dia hanya menggunakan celana seragamnya saja
"Mau menggoda hhmm? " Allea membelitkan tangannya di pinggang Allea lalu bangun dan mengangkat tubuh Allea ke pangkuannya
Kaki Allea terbuka menghadap Max mereka saling memandang dengan tangan Allea yang memainkan bulatan coklat kecil di dada Max
Tangan Max tidak bisa diam mengusap punggung Allea sambil bibir mereka saling memagut, Max menggendongnya seperti koala naik ke kamar mereka
Max duduk perlahan dan Allea juga mendorong perlahan tubuh Max agar berbaring
Max mengangkat pinggulnya saat Allea membuka pakaian bagian bawahnya kini Max berbaring polos tanpa sehelai benang pun
Tok tok tok
Suara pintu di ketuk dari luar senyum aneh terbit dari wajah Allea dia meraih kain dari tempat tidur lalu memakainya ternyata itu adalah baju yang sudah dia siapkan
"Ayah udah datang bawa pelayan dari rumah, aku kebawah dulu " ucap Allea dengan riang meninggalkan Max yang sudah berbaring polos
"Arrrggghhh... sial gue di tipu" Max menggeram kesal saat hasratnya sudah di ubun ubun Allea malah pergi meninggalkannya
Ternyata benar saja sebenarnya Allea sudah tahu ayahnya sebentar lagi akan sampai , dia memanfaatkan hal ini untuk membalas Max yang tadi pagi mengerjainya
Jangan lupa like komen dan vote ya
jadikan favorit juga berikan dukungan lainnya, karena dukungan apapun dari kalian sangat berharga untuk author