My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Menangis diam diam



Max berjalan mengendap-endap ketika masuk ke dalam kamarnya, dia tidak menepati janjinya pada Allea akan pulang lebih cepat karena pekerjaannya sudah menumpuk dan di kejar waktu


Perlahan Max membuka pintu kamar mandi namun Allea terbangun sebelum dia masuk karena tangisan Exel, Max memejamkan matanya sebelum berbalik dengan senyuman semanis mungkin berjalan mendekati Allea


Allea menatapnya dengan tatapan sinis seraya bangun mengambil Exel untuk di beri asi, Max yang kini duduk di tepi ranjang menelan ludahnya melihat pakaian yang di pakai sang istri


Lingerie dengan kain transparan membuat jantungnya berdebar, Max membuang nafas kasar saat Allea berlenggok menyimpan Exel ke box bayi


Max membuka kemejanya berjalan menuju kamar mandi namun saat membuka pintu tiba tiba dari belakang sebuah tangan meraba perut sixpack dan dada bidangnya membuat Max memejamkan matanya


"Kenapa? " Tanya Allea saat Max berbalik menjauhkan tubuhnya


"Aku mau mandi, badan aku lengket semua"


"Aku temenin" Allea mendorong pelan tubuh Max


"Gak usah sayang nanti kamu sakit udah tengah malem, kamu tidur lagi aja ya? " Max menurunkan tangan Allea dari dadanya, Allea menatap kecewa pada suaminya


"Bukan gitu sayang.. aku cuma.. "


"Gak usah di bahas aku juga udah ngantuk.. nanti tolong bangunin aku kalo Exel nangis" Allea kemudian pergi masuk ke ruang ganti


Setelah Max keluar dari kamar mandi Allea sudah berbaring menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, Max menyingkap selimut tersebut ternyata Allea sudah berganti pakaian dengan piyama serba panjang juga menutup matanya dengan penutup mata


"Secepat itu kamu langsung tidur" Max mencium Allea lalu tidur memeluknya


Baru saja dia memejamkan mata dia merasa tubuh Allea bergetar, Max mencondongkan sedikit tubuhnya melihat wajah Allea


Hidungnya memerah dengan bibir di tekuk dagunya bergetar, Max terkekeh membuka penutup mata Allea benar saja istrinya itu sedang menangis


Max memeluk Allea serta wajahnya dia sembunyikan di ceruk leher Allea, Max terkikik geli melihat istrinya yang menangis diam diam


"Ngapain kamu ketawa? pergi sana" Allea menepis tangan Max


"Kamu kenapa nangis? "


"Diem.. Kamu selama ini punya wanita lain di luar kan selama aku gak bisa melayani kamu? " Allea berbalik menatap Max dengan tatapan tajam


"Kamu ngomong apa sih? Aku gak pernah punya wanita lain" Max memeluk dan hendak mencium Allea namun dia menjauh


"Kenapa? Kamu balas dendam, hhmm" Max memaksa mencium pipi allea tiba-tiba dia meringis


"Kenapa? sakit? " Tanya Max, Allea mengangguk


"Ini yang aku takutkan, aku bukan gak mau aku cuma takut perut kamu sakit" Lanjut Max


"Terus gimana nanggung banget" rengek Allea


Beberapa saat kemudian


"Apa begini sakit? "


"Ti.. dak.. bisa di percepat"


"Sesuai permintaan"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu gantikan aku meeting kali ini, aku sudah mengatakannya pada kakakku" Ucap Mitha pada salah satu Stafnya


"Tapi Nona... ini.. "


"Kamu cukup temani dia saja tidak perlu bicara apapun, kakakku harus memenangkan kontraknya dari lawan kita"


"Kenapa harus saya? " tanyanya


"Karena aku kenal dengan perusahaan lawan kita itu, sudah sana pergi atau aku akan meminta ayah memecatmu"


"Baik nona saya pergi" wanita tersebut terpaksa pergi meskipun terpaksa


Di dalam mobil tampaknya dia sangat gugup duduk berdampingan dengan anak bosnya, Pria itu tidak mengizinkannya duduk di belakang


"Tuan muda.. Nanti saya harus bicara apa? " ucapnya


"Tidak perlu bicara apapun, lawan kita nanti orang tua dari pacarnya Mitha dia takut tidak di restui jadi menyuruhmu pergi" jawabnya


"Ohh.. begitu" gumamnya


"Celine.. apa kamu punya pacar? " Tanya Satya


"Emmhh.. saya tidak memikirkan pacaran tuan, saya hanya ingin mencari uang untuk membuat mama senang"


"Emm.. maaf anggap saja saya tidak bicara apapun" Ucapnya seraya menatap lurus ke depan


Sesampainya disana ternyata mereka sudah lebih dulu sampai hanya Celine dan Satya yang terlambat, Satya mengucapkan permintaan maaf dan langsung duduk bersama Celine


Tatapan dia orang di sebrangnya membuat Celine bergidik ngeri, sepertinya ayah dan anak itu lawan yang di maksud oleh Satya


"Jelaskan apa keuntungan serta kelebihan perusahaan anda jika saya bergabung? " Ucap seseorang yang sudah pasti itu adalah target perusahaan mereka


Satya menjelaskan secara rinci tentang semua yang di tanyakan pria tua itu, Celine terlihat gelisah dari duduknya karena tatapan lawan di depannya


"Saya sudah putuskan.. Saya akan memberikan kontrak ini pada tuan Bisma, maaf tuan Satya mungkin lain kali kita bisa menjalin kerja sama" Wajah Satya lemah seketika, Lawan di depannya tersenyum penuh kemenangan


"Anda tidak bisa menjatuhkan kami lagi, Saya pastikan anda akan membayar semuanya" Ucap Bisma seraya melewati mereka


"Tuan muda.. orang itu? "


"Bisma.. pacar adikku, tidak di sangka perusahaannya akan kembali bangkit" ucap Satya


"Ayo pulang, ladies first" Satya mempersilahkan Celine berjalan lebih dulu, Celine tidak bertanya lebih jauh lagi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Haha.. Hai bung.. " Bisma langsung masuk kedalam ruangan Max tanpa mengetuk pintu


"Apaan lu cengengesan kayak orang gila" Max menatap aneh Bisma


"Gue menang kali ini, dan semua berkat bantuan lo.. gue janji secepatnya ganti duit lo"


"Cih.. gue kira apaan" ucap Max kembali pada berkasnya


"Entar malem gue traktir tempat biasa.. mau gak? " ajak Bismar seraya menaik turunkan alisnya


"Kagak.. lo mau gue kena amukan lagi? "


"Sama istri aja takut, lo pemimpin bro" Max hanya tersenyum kecut menanggapi Bisma


"Iya gue pengecut.. entar lo rasain aja kalo punya bini " jawab Max


"Karena ini merayakan kembalinya perusahaan gue, gimana kalo gue ajak lo sama Allea makan? "


"Kalo itu gue setuju" Sahut Max


"Ya udah ketemu entar malem"


Malam itu Allea datang ke restauran yang di maksud oleh Bisma, Allea tampak elegan dan cantik dengan gaun putihnya


"Tuan dan nyonya Alexandria sudah tiba silahkan duduk" Bisma menarik kursi untuk keduanya


"Terimakasih tuan dan nona sudah mengundang kami" Allea menjawab dengan candaan


Allea sedikit membungkuk ketika membetulkan gaunnya sampai tanda merah di bahunya terlihat oleh Bisma dan Mitha, Bisma membulatkan matanya seraya menatap Max dengan tatapan yang sulit diartikan


"Anda ganas sekali" Ucap Bisma


"Apaan sih? " tanya Allea merasa bingung dengan tatapan mereka


"Itu bahu kenapa di gigit tikus? " tanya Bisma Seraya terkekeh


"Hah.. kamu sih" Max mengurai rambut Allea ke depan untuk menutupinya


Sendok yang di pegang oleh Mitha terjatuh dia pun membungkuk untuk mengambilnya, di bawah meja tangan Max senantiasa menggenggam tangan Allea juga mengusap dengan ibu jaringannya


Makanan satu persatu diantar oleh pelayan hingga minuman yang di antar terakhir, Mitha sengaja menjegal kaki pelayan hingga minuman yang di bawanya terpental dan jatuh di mengenai Allea juga dirinya


"Hei.. dimana matamu, kamu bisa kerja gak sih? liat nih baju saya jadi kotor" gerutu Mitha


"Maaf.. maaf.. saya salah, saya benar-benar tidak sengaja" wajah si pelayan sudah menunjukkan ketakutan, ketakutan akan di pecat gara gara keributan ini


"Sudah.. sudah.. tidak apa apa, silahkan kembali bekerja ini hanya noda kecil di cuci juga hilang" ucap Allea


"Tapi kak.. " Mitha berharap Allea marah marah karena dia mengira tempramennya buruk melihat videonya melabrak Arabella ternyata di luar dugaan


"Sayang kamu gak apa apa? " Max mengelap tubuh serta wajah Allea dengan tisu


"Gak apa apa, aku ke toilet dulu ya" Mita mengikuti Allea ke toilet untuk membersihkan bajunya


Rencana pertama gagal 🤣🤣


Jangan lupa like komen vote dan sajennya ya