My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Hari pertunangan Bisma



"Sayang aku mau beli gaun buat nanti acara Bisma, boleh ya? " Allea meminta izin suaminya saat memasangkan dasi


"Boleh.. "


"Beli perhiasannya sekalian, boleh? "


"Boleh"


"Beli tas baru juga boleh? "


"Boleh"


"Ishh.. ada kata kata lain gak sih? " Allea kesal dengan jawaban suaminya


"Aku harus jawab apa? emang boleh kok, tapi jangan beli berondong aja" jawab Max


"Ngapain juga aku beli berondong, kayak bocah" Allea lalu terdiam mencerna kata Berondong yang di maksud Max


"Isshh.. ngapain aku beli berondong kalo yang di rumah lebih WAW.. " Ucap Allea seraya mencolek bagian bawah suaminya


"Hei.. nakal banget sih" Max menutup asetnya dengan kedua tangan, Istrinya tanpa rasa bersalah tertawa seraya berjalan keluar kamar


Ketika Sarapan Allea kembali memulai kejahilannya saat sang suami sedang makan, Tangan Allea tiba tiba menggenggam bawahan suaminya membuat dia tersedak


Max menoleh namun Allea menunjukkan wajah tanpa dosa, dia masih melanjutkan makannya seolah tidak terjadi apapun


"Apa nih maksudnya? ngajak main pagi pagi? "


"Enggak.. enggak.. aku cuma becanda, sekarang cepat pergi sebentar lagi ada meeting kan? " Allea segera berdiri setelah makanannya habis


"Hmm.. kalo gak buru buru udah aku makan kamu" Allea hanya nyengir kuda berhasil menjahili suaminya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo yakin beli yang ini? " Tanya Gita saat Allea memilih gaun tanpa lengan


"Emang kenapa? bagus kan? "


"Gue gak yakin Max bolehin lo pake ini" Gita memutar gaun tersebut


"Terus menurut lo gue harus pake yang mana? "


"Yang ini aja" Gita memberikan gaunnya


"Lo kira gue mau nikah? " Gita tertawa saat memberi Allea sebuah gaun kebaya pengantin


"Gak mau yang lain.. fix gue beli ini" Allea langsung membawa gaunnya


"Serah lo deh, jangan ribut aja nanti sama suami lo yang super duper posesif" ucap Gita, Allea hanya tersenyum memandangi gaunnya


Sesampainya di rumah Allea menggantungnya untuk acara nanti malam, Max menatap gaun itu dengan seksama



"Kenapa? " tanya Allea yang baru keluar kamar mandi, ketika suaminya memperhatikan gaun yang baru saja dia beli


"Kamu mau pake ini? "


"Hmm.. iya, menurut kamu gimana? " tanya Allea


"Enggak.. pake yang lain aja" Allea segera menempel pada Max bergelayut manja di lengannya


"Sayang.. aku suka yang ini.. kamu bilang boleh beli apapun, kan berangkatnya juga sama kamu" Allea sengaja menggesekkan tubuh bagian depannya yang hanya memakai handuk ke lengan Max


"Masalahnya nanti orang bisa liat bahu kamu, pake yang lengannya panjang ajalah " Allea melepaskan tangan Max saat sang suami tidak mempan dengan rayuannya


"Ya udah aku gak ikut, kamu pergi sama bunda aja" Allea pergi dengan wajah cemberut


"Kok gitu? kan cuma ganti aja yang.. beli yang baru lagi aja yang tertutup"


"Aku pake daster nanti.. puas? " Allea berbalik meninggalkan Max


Max memeluk Allea dari belakang membuka dan melempar handuknya lalu menyeretnya dan melemparnya ke ranjang, Allea hendak kabur namun Max menarik kakinya


"Kamu boleh pake gaun itu tapi kamu harus melakukan sesuatu yang membuat aku puas dengan kerja keras kamu" Max mengukung Allea


"Kamu nantangin aku? kita lihat siapa yang kalah lebih dulu"


Yah.. kalian tahu adegan selanjutnya 🤣🤣🤣


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Wanita ini.. perhatikan wajahnya baik baik" ucap Satya memberi sebuah foto pada pria yang memakai setelan pelayan


"Bawa dia kemari, pakai ini" Satya juga memberi obat bius padanya


"Aku tidak ingin memilikimu, setidaknya mencicipi tubuhmu menjadi hal yang aku mau saat ini" Satya tertawa jahat menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang


Dia memeluk, berdansa, serta mencium guling yang dia jadikan bak seorang wanita, Satya adalah tipe pria yang sekali melihat wanita yang dia inginkan maka wanita tersebut akan menjadi miliknya apapun caranya


Dia bukan tipe pria yang mau berkomitmen dia hanya ingin bermain main, sekedar mencicipi setelah bosan dia akan meninggalkannya


melihat Celin dia tertarik namun saat melihat Allea dia tertarik berkali-kali lipat, apalagi melihat bibirnya yang mungil dan merah membuatnya semakin menginginkan Allea


"Aku pinjam istrimu untuk malam ini Maxime, tenang saja dia akan kembali padamu setelah aku puas bermain" Ucap Satya lalu tertawa


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Allea tersenyum penuh kemenangan melirik suaminya yang sedang menyetir, Max hanya melirik dengan ekor matanya lalu menggelengkan kepalanya


"Kenapa? lemes ya? " Tanya Allea penuh ledekan


"Tau ah" Allea terkekeh melihat wajah masam suaminya


Di gedung itu sudah banyak para tamu yang hadir dan Mitha di dampingi orang tua palsu tentunya, Bisma bertingkah seperti biasa seolah tidak terjadi apapun


"Kakak.. " Mitha melambaikan tangannya saat Max dan Allea masuk


"Selamat ya" ucap Allea lalu menjabat tangan Bisma dan Mitha


Setelah berbincang dengan Bisma dan orang tuanya Max bergabung bersama para pengusaha lainnya sementara Allea bergabung dengan teman teman setianya


"Celine beneran kerja di kantor Max? " tanya Cindy


"Hmm... Baru seminggu" Jawab Allea


"Kenapa dia gak pernah temui gue setelah gue nikah? " gumam Cindy


"Mungkin dia merasa canggung kalo lo punya suami" jawab Allea


"Tapi dia ketemu sama lo"


"Itu kebetulan, gue baru ketemu baru baru ini kok"


Allea mencari suaminya yang hilang dari pandangan namun tidak ada disana, Max memulai rencananya dengan menjegal kaki Mitha hingga minuman yang dia pegang tumpah di baju Max


Max pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya dan benar saja Mitha mengikutinya sampai kesana, Max menghentikan langkahnya saat Mitha memanggilnya


"Kak.. maaf ya aku gak sengaja, ya.. jadi kotor deh" Mitha sengaja menyentuh tubuh Max berpura-pura membersihkan tumpahan minumannya dengan tisu


"Udah gak usah.. gue bisa bersihin sendiri" Max menepis kasar tangan Mitha dan mendorongnya agar menjauh


"Sini biar aku aja yang bersihin kak, sebagai permintaan maaf aku " Mitha memaksa membuka jas yang di pakai Max meski dia menolak


"Lo apa apaan sih? gue bilang gak usah.. cuma orang yang cinta sama gue yang boleh pegang tubuh gue" bentak Max


"Kalo aku cinta sama kakak gimana? apa kakak bisa membalas perasaan aku? "


"Konyol.. lo baru aja mau tunangan tapi di belakang Bisma lo bilang gitu sama cowok lain? " Hardik Max


"Aku akan tinggalkan pertunangan ini asal kakak juga ceraikan kak Allea" Max terkekeh mendengar penuturan Mitha


"Lo mau ngelakuin hal yang sama kayak yang lo lakuin ke Vero? Jadi cewek harus punya harga diri, cewek yang banyak pacarnya bukan cewek baik baik dan gak mungkin gue milih lo, istri gue secantik berlian gak sebanding sama batu selokan" ucap Max lalu pergi kembali ke tempat pesta


Ketika Max sedang menjalankan rencananya di sisi lain Allea mencari Max dan di arahkan oleh pelayan ke luar, ketika Max kembali orang orang tercengang melihat rekaman video Mitha dan Max di lorong toilet


"Apa ini? ini fitnah.. sayang jangan percaya dia merekayasa semuanya" Mitha memohon pada Bisma


"Rekayasa? Gue juga ikut merekayasa semua ini.. apa lo terkejut? " ucap Bisma


"Apa ini? salah aku apa? kenapa kamu sekejam ini? " Mitha mengeluarkan air mata buayanya


"Putar videonya" Ucap Bisma


Rekaman video Mitha memotret bahan iklan Bisma muncul juga saat dirinya di mata matai oleh orang suruhan Bisma, Mitha memiliki banyak pria juga pulang ke rumah Harsa yang tidak lain adalah musuh Bisma


Ketika di ruangan itu sedang ricuh Max sibuk mencari Allea yang menghilang, Teman temannya juga orang tuanya tidak tahu dimana Allea membuatnya bingung


Max pergi ke ruang CCTV dan meminta petugas mencari keberadaan Allea


"Allea.. sialan siapa yang bawa dia pergi"


Max bergegas pergi tidak menghiraukan pertanyaan orang tua serta teman temannya, Max menelpon anak buahnya serta menelpon seseorang untuk melacak kemana mobil tersebut pergi


Beruntung plat nomor mobil tersebut terlihat hingga memudahkan anak buah Max melacak lewat semua CCTV yang di laluinya, Mobil tersebut membawa Allea kesebuah hotel dan Max segera membawa anak buahnya mengepung hotel tersebut


Semua orang merasa terkejut sekaligus takut melihat sekelompok orang dengan tubuh kekar berbaju serba hitam masuk ke dalam hotel, dalam sekejap Max bisa tahu ke kamar mana Allea di bawa