
"Sayang.. aku janji gak akan ulangi lagi" Max memeluk Allea dari belakang yang berbaring membelakanginya, Max memainkan jari jari Allea seraya mengecup pundak dan tengkuknya
"Aku gak butuh kalo sekedar kata kata buktiin aja baru aku percaya"
"Aku akan buktiin sama kamu, aku juga akan melaporkan apapun yang aku lakukan di luar jangan diemin aku lagi" Max membalikkan tubuh Allea agar menghadapnya
"Apa aku harus percaya? "tanya Allea
" Aku udah janji.. aku gak pernah ingkar janji sama kamu"
"Hmm.. lain kali aku gak akan memaafkan kamu kalo kamu ulangi lagi "
"Gak.. aku gak akan ulangi lagi, maafin aku ya" Max memeluk Allea lalu mengecup keningnya
"Jangan deket deket" Allea sedikit bergeser
"Kenapa? "
"Itu" Allea menunjukan tonjolan di bawah Max, suaminya hanya terkekeh kembali memeluk Allea
"Gak apa apa, aku bisa tahan kok"
"Emang gak sakit? " tanya allea
"Mau bantu keluarin? " Allea segera menggeleng mendengar ucapan suaminya
"Pegang aja itu akan sedikit membantu" Max menuntun tangan Allea masuk ke dalam celananya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hari ini Gibran menemani Ririn ke kantor polisi karena ada sesuatu yang mereka temukan, surat peninggalan dari Jonathan baru baru ini di temukan di bekas sel nya
Ririn dan Gibran membaca surat tersebut yang sebenarnya hendak di kirim sehari sebelum dia meninggal karena penusukan waktu itu, tangan Ririn gemetar membaca setiap bait dari surat tersebut
"Mama apa kabar? aku disini kedinginan tapi aku senang setidaknya itu bisa menyelamatkan kalian, aku tidak pernah bermaksud menyakiti Allea sampaikan permintaan maafku padanya, aku menyayangi mama Berhati-hatilah dengan Yuki dia penyebab semuanya, dia yang mengancamku untuk memisahkan Max dan Allea aku tidak kuasa melawan karena mama akan dalam bahaya jika aku melakukannya, mama ingat para perampok yang masuk ke rumah tempo hari? itu adalah salah satu ancamannya aku minta maaf sama mama dan Allea jangan benci aku ma, aku sayang sama mama" Demikian surat yang di tulis Jonathan, dia sangat menyayangi Ririn karena dialah satu satunya orang yang selalu menyayangi Jonathan
Akhirnya Ririn mengunjungi makam Yuki bersama Gibran bagaimana pun rasa sayang masih dia rasakan untuk anak angkat yang sudah dia besarkan sedari bayi
"Kenapa dia berakhir seperti ini? " lirih Ririn
"Apa yang dia tanam itu yang akan dia tuai, manusia mungkin bisa membalas semua perbuatannya namun jika Tuhan yang membalasnya itu akan lebih menyakitkan" ucap Gibran
"Aku hanya menyayangkan perbuatannya, padahal dia bisa mendapatkan segalanya kenapa dia melakukan hal yang begitu kejam hanya untuk mendapatkan seorang pria"
"Semua orang bisa berbeda pendapat Apa yang kita anggap salah mungkin menurut mereka itu benar, tidak semua orang bisa berpikir panjang tentang dampak dari perbuatannya"
"Kasihan Jonathan saat itu dia pasti sangat tertekan karena ulah Yuki, aku menyesal tidak ada bersamanya di saat saat terakhirnya" lirih Ririn
"Semua sudah terjadi do'a kan mereka semoga semua dosanya di ampuni juga di berikan tempat terbaik disisinya" ucap Gibran
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hari hari berganti Max tidak pernah mengingkari janjinya dia benar benar kembali berubah tidak lagi bicara banyak dengan kawan jenisnya, dia akan selalu menghubungi Allea jika pulang terlambat juga ketika dia berada di luar kota
Max juga mengganti nomor ponselnya hanya ada kontak Allea, teman temannya juga orang tua dan mertuanya sementara untuk masalah pekerjaan para klien biasanya di beri kontak asistennya
"Anak anak kemana bi?" tanya Max yang baru saja pulang
"Non Millie, Ellia, sama den Ello di bawa nyonya besar jalan jalan, kalau den Michelle di bawa suster jalan jalan ke taman" jelas Bibi
"Allea? "
"Nyonya ada di kamar"? Max berlari ke kamar mencari Allea
Ketika Max masuk ke dalam kamar Allea baru saja keluar dari kamar mandi, tanpa basa basi Max langsung memeluk Allea dan mengangkat tubuhnya ke ranjang
" Kamu.. apa apaan ini? " pekik Allea
"Kenapa kamu udah pulang? " tanya Allea pada suaminya yang sedang mengungkungkannya
"Emangnya kenapa? gak boleh? aku mau makan siang di rumah" Jawab Max
"Kalo gitu makan aja kenapa jadi begini? "
"Makan siangnya sama kamu" Max menciumi leher Allea
"Ya udah ayo, matanya mau makan" Allea menahan wajah suaminya
"Tunggu.. tunggu"
"Apa lagi? aku udah tau kamu udah selesai kan? aku hitung ini udah 45 hari aku sengaja gak minta kirain kamu bakal ngomong sendiri ternyata enggak" Allea menggigit bibir bawahnya mendengar ucapan Max
"Kenapa? mau nolak? "
"Eng.. enggak.. ya udah ayo lanjut" lirih Allea
"Sebagai hukuman aku mau kamu yang puasin aku" Max membalik keadaan Allea menjadi di atas
Max mengerjai Allea habis habisan dia kesal karena istrinya tidak mengatakan apapun padahal dirinya sudah bersih, sampai akhirnya Max tidak kembali ke kantor mereka tertidur sesudah melakukan pergulatan panasnya
"Mama.. mama.. " Millie membuka sedikit pintu kamar kedua orang tuanya
"Papa sama mama lagi tidur sama oma aja ya" bujuk Lydia agar Millie tidak mengganggu orang tuanya, Lydia tau mereka tertidur sesudah melakukan sesuatu
"Gak mau.. aku mau sama mama" Millie menerobos masuk, canggung juga jika Lydia masuk dia membiarkan saja Millie lalu menutup kembali pintunya
Millie naik ke ranjang membangunkan keduanya, betapa terkejutnya Allea melihat sang anak sudah berada di atas perut ayahnya
"Mama.. mama.. papa.. bangun aku mau mandi"
"Sayang.. udah pulang? Millie tunggu di luar dulu ya" ucap Allea, dia tidak mungkin bangun dengan keadaan tubuh polos sementara baju mereka masih berserakan di lantai
"Mama sama papa kenapa sering tidur telanjang? " tanya Millie dengan polosnya membuat kedua orang tuanya kikuk
"Papa sama mama gerah jadi gak pake baju" jawab Max
"Kan ada AC, kenapa? gak berasa ya? " tanya Millie
"Millie mau mandi kan? sekarang pergi ke kamar mandi tutup dulu pintunya" Millie menuruti perkataan ibunya dia turun lalu masuk ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandinya
"Kamu sih" Allea menyalahkan Max
"Aku kira mereka mau nginep di rumah Bunda" Allea memakai pakaiannya kembali
Max malah memeluknya dari belakang belum memakai pakaian sama sekali, jelas saja Allea memukulnya karena kesal bagaimana jika anaknya keluar dari kamar mandi
"Pake baju gimana kalo Millie keluar" gerutu Allea seraya memukul bahunya
"Nanti malem tidurin anak anak lebih awal" ucap Max seraya memakai pakaiannya
Allea memicingkan matanya menatap Max, ini alasan kenapa Allea tidak mengatakan bahwa dia sudah bersih karena suaminya seakan tidak ada lelahnya menghajarnya tidak tahu waktu dan tempat
Kehidupan mereka sangat rukun dan bahagia tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi, bisnis yang semakin maju juga memiliki keluarga yang saling menyayangi dan selalu saling support membuat keluarga besar Damian dan Gibran semakin kompak
Hari ini Michelle berusia tepat satu tahun setelah menggelar acara ulang tahun Allea yang kelelahan tertidur sementara Max mengasuh anak anaknya, Max tidur tengkurap sementara kedua kakinya di buat bantal oleh Ellia dan Ello sambil bermain handphone dan di atas punggungnya ada Millie juga Michelle yang duduk bermain motor motoran
"Sayang mau kemana? " Tanya Max saat Allea berlari ke kamar mandi
"Kak ambil dedek dulu" ucap Max, Ellia pun mengangkat tubuh Michelle dan Millie turun dari tubuh Max
Karena mendengar suara muntah Allea Max berjalan ke kamar mandi, Max membantu memijat tengkuk Allea yang duduk di dekat closet
"Michelle kayak udah ngantuk tolong tidurin dulu ya, aku gak kuat lemes" lirih Allea saat mendengar tangisan anaknya
"Kamu gak apa apa di tinggal? " Allea hanya mengangguk, kemudian Max membawa anak anaknya ke kamar masing masing menyuruh mereka istirahat
Setelah beberapa saat Max kembali namun Allea masih di dalam kamar mandi
"Yang masih mual? " tanya Max seraya membuka kamar mandi
Allea duduk di closet sambil memijat keningnya ketika Max mendekat Allea mengulurkan sesuatu, awalnya Max mengernyit dahinya lalu sesaat kemudian dia tersenyum lebar kegirangan
"Itu gara gara kamu, aku kebobolan lagi" rengek Allea kesal pada suaminya
Bagaimana tidak kesal dia sudah memasang alat kontrasepsi namun masih saja kebobolan, entah karena suaminya terlalu sering meminta jatah atau karena pusakanya yang tajam sampai menembus alat kontrasepsi Allea
"Aku harus kasih tahu yang lain" ucap Max dengan senang
Max terus mengecup seluruh wajah istrinya lalu keluar memandangi hasil tes tersebut sambil tersenyum senyum sendiri untuk di tunjukkan pada mertua, orang tua serta sahabatnya
Max senang di karuniai banyak anak dia ingin mempunyai enam anak dan Allea sudah memberinya lima anak beserta janin yang di kandungnya, Allea kira Max hanya bercanda dengan ucapannya namun ternyata dia menjadikan itu sebagai kenyataan rumah mereka kini akan di penuhi dengan tangisan anak anak kecil serta yang berlarian