My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Perhatian Danendra



Pertandingan sengit berlangsung skor mereka masih sama membuat kedua tim berusaha saling mengalahkan, saat Max dribble bola di tangannya hendak memasukkan bola tersebut tiba tiba dari arah samping Sam dengan sengaja menabrak tubuh Max dan menjegal kakinya dari belakang hingga Max jatuh


Bruukkk


"Arrrggghhh" teriak Max memegangi tangannya yang tertindih tubuhnya sendiri


"Max" teriak teman temannya menghampiri Max yang seperti kesakitan


"Kalo maen gak usah kasar" Danendra mendorong dada Sam dan menghampiri Max


Danendra memapah Max hingga ke bangku dan mencoba membenarkan tangan Max yang terkilir, teman teman Max mengerubunginya termasuk Allea.. Max memekik saat tangannya di tarik oleh Danendra


Krrrkkk


"Arrrggghhh"


"Kayaknya ini bisa sedikit membantu, tapi lo harus kerumah sakit" ucap Danendra


"Thanks" ucap Max, meskipun Danendra tidak pernah mengatakan rasa sayang dan selalu terkesan memusuhi Max tapi dapat di lihat perhatiannya saat Max terluka


Tanpa menjawab Danendra kembali ke tengah pertandingan, Pertandingan di menangkan tim Max beruntung sebelum dia jatuh bola berhasil di lempar ke ring dan mereka menang satu poin tapi sayang Max tidak bisa ikut pertandingan selanjutnya


"Max lo gak apa-apa? " tanya temannya


"Dah gak apa apa gue gak bisa lanjutin ke pertandingan besok llbiar Danendra yang gantiin gue" ucap Max


"Oke itu bisa di atur lo harus obatin dulu itu"


"Gue harus pulang duluan" ucap Max lalu pergi ke ruang ganti


Allea mengejar Max ke ruang ganti di susul Yuki di belakangnya. Allea mengetuk pintu ruangan itu berkali-kali namun Max tidak membukanya, sampai terdengar suara rintihan Max membuat Allea khawatir dan langsung saja masuk


"Max lo kenapa? " tanya Allea


"Gue cuma mau pake sweater aja" jawab Max


"Duduk biar gue bantu"


Allea mendudukan Max dan memakaikannya sweater. Max hanya menurut apa pun yang di katakan Allea, kemudian allea mengambil celana panjang yang tergeletak di bawah sana


"Apa ini juga mau di pake? " Allea mengangkat celana Max


"Kalo lo mau bantu pakein" jawab Max mengulum senyum


"Eemm gak deh udah gitu aja" Allea melipat kembali celana itu dan memasukannya kedalam tas


"Yah kecewa deh gue" goda Max


"Jihh dasar " Allea memukul lengan Max dengan tasnya


"Arrrggghhh" Max merintih


"Sorry sorry" Allea meniup tangan Max yang dia pukul


Pemandangan ini di lihat oleh Yuki di balik pintu yang sedikit terbuka. sepertinya Max dan Allea memang sedekat itu, Allea menyadari bahwa lengan yang dia pukul bukan lengan Max yang terkilir membuatnya melototi Max


"Lo kok jadi nyebelin? " ucap Allea


"Tapi lo suka kan? " goda Max berlalu meninggalkan Allea


"Kampret" hardik Allea mengejar Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Nek Mar malam itu sedang menyiapkan bahan bahan untuk dia masak besok. Tiba tiba terdengar suara pintu di ketuk nek Mar tergopoh gopoh membukakan pintu menyangka itu adalah Allea


"Kamu udah pulang" ucapnya seraya membuka pintu


"Nyonya" lanjutbya lagi sangat terkejut ketika melihat Emile di hadapannya


"Aku ingin bicara padamu" ucapnya dengan sombong masuk begitu saja menabrak bahu nek Mar


"Silakan duduk nyonya saya buatkan minum dulu"


"Tidak usah saya tidak biasa makan dan minuman yang berasal dari tempat kumuh, langsung saja pada intinya" ucapnya masih berdiri


"Kau merawat anak perempuan itu? " tanyanya


"Anak perempuan siapa yang nyonya maksud? "


"Jangan pura pura bodoh nenek tua, aku tahu kau yang membawa wanita itu dan merawat bayinya, bukan? " ucapnya dengan tatapan mengintimidasi


"Saya tidak tau apa yang anda maksud dan cucu perempuan saya adalah anak dari anak semata wayangku" ucap nek Mar


"Jangan bohong aku tau anak laki laki mu meninggal 20 tahun yang lalu, lantas dari mana dia bisa menghasilkan anak?" perkataan Emile membuat Nek Mar terdiam membisu


"Anda sebaiknya pergi nyonya jangan ganggu kami lagi" Nek Mar segera membukakan pintu


"Kau mengusir ku? aku akan pergi siapa juga yang mau berlama lama di tempat kumuh seperti ini" hardiknya


"Dan jangan coba coba masuk kedalam keluargaku Atau kau dan cucu kesayanganmu itu akan habis" ancanya sebelum pergi


"Lagi pula aku tidak berniat menyerahkan Allea pada ayahnya, dia lebih baik hidup miskin denganku dari pada hidup bersama orang2 seperti kalian"


"Baguslah, ingat kata katamu jika sampai Allea masuk ke keluarga itu aku akan pastikan hidupnya menderita sebelum dia mati" ancamnya lalu pergi ke mobil mewahnya


"Dia hanya bisa mengancam, dari mana dia tahu tentang Allea" gumam nek Mar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Selesai pertandingan Danendra mencari Allea tapi teman temannya bilang Allea sudah pulang dengan Max. Cindy masih mengekori Danendra membuatnya kesal, meskipun sudah di bentak bentak tapi dengan bodohnya Cindy masih terus mengikuti Danendra


"Apa lo gak bisa pulang sendiri? gue muak liat lo lama lama" sarkas Danendra


"Lo kok tega nyuruh gue pulang sendiri ini udah malem, lagian juga Allea udah pulang sama Max"


Danendra tidak menanggapi ocehan Cindy dia bergegas keluar menuju mobilnya, Cindy yang kesulitan mengimbangi langkah Danendra langsung berlari.


"Motor Max ada di sini mereka pulang naik apa? " gumam Danendra


Max dan Allea pulang menggunakan bus mereka harus berjalan ke halte untuk mendapatkan busnya, awalnya Max akan memesan taksi online namun dompetnya tertinggal di rumah meminjam Allea tapi gadis itu tidak membawa banyak uang belum lagi Allea yang membayar biaya rumah sakit.


Setelah pulang dari rumah sakit untuk mengobati luka Max mereka kembali pulang menaiki bus, Allea yang sangat mengantuk sampai tertidur di dalam Bus. Max memperhatikan Allea yang menunduk tubuhnya terayun kekiri dan kekanan akhirnya Max membawa kepala Allea dengan satu tangannya dan menyandarkannya di bahu tangan yang terkilir


"Lo cantik " gumamnya


Setelah bus berhenti di tempat tujuan mereka akhirnya Max membangunkan Allea dengan menepuk pipinya, Allea mengerjapkan matanya berkali kali.


"Bangun udah sampe"


"Ini dimana? " tanyanya dengan mata yang menyipit


"Cepet turun lo mau di bawa ke halte berikutnya" Max berdiri dan menarik tangan Allea hingga berdiri, Allea yang masih mengantuk berjalan sempoyongan hingga saat turun dia salah menginjak pijakan dan jatuh tepat di atas tubuh Max


"Arrrggghhh Allea tangan gue sakit" menyadari Max kesakitan Allea segera berdiri juga membantu Max


"Aduh sorry gue gak sengaja, sakit ya" Allea mengusap usap tangan Max yang memakai penyangga


"Loh ini kan halte di deket rumah gue? " Allea mengedarkan pandangannya


"Emang, gue sengaja nganter lo dulu biar aman sampe rumah"


"Emmhh btw thankyou"


Allea dan Max harus berjalan untuk sampai di rumah Allea, lagi lagi nek Mar melihat Max yang terluka saat mengantar Allea


"Kenapa lagi nak? " tanya nek Mar terlihat cemas


"Gak apa apa nek tadi main basket cuma terkilir aja, tapi udah aman kok" jawab Max


"Ya ampun emang bener ya anak laki laki gak jauh dari luka kalo main, pulang pulang pasti ada aja "


"Biasalah nek laki laki"


"Mau mampir dulu? " tanya Allea


"Gak deh gue pulang aja lagian udah malem gak enak sama tetangga"


"Kenapa gak enak sama tetangga? " tanya Allea


"Nanti mereka keenakan gosipin kita" jawab Max


"Ya udah sana pulang" bukannya pergi Max malah nyengir


"Gue mau pinjem HP bentar punya gue mati mau pesen taksi" ujar Max dengan senyum bodohnya


"Huh apes banget lo hari ini, udah tangan cedera gak bawa dompet HP juga mati" ucap Allea seraya memberikan handphonenya


"Tapi beruntungnya gue sama lo malem ini" goda Max


"Iya beruntung kalo gak ada gue siapa yang mau bayarin" jawab Allea namun Max hanya cengengesan


"Besok gue ganti sama bunga bunganya"


"Oke gue tagih besok"


Like, komen dan vote dulu sebelum lanjut membaca