
Allea merasa pegal dia menggeliat merasakan tubuhnya sulit bergerak, Allea membuka matanya dan baru sadar dia berada di pelukan Max
Allea mendongak menatap wajah Max yang sedang tertidur wajah yang begitu tenang dan tampan tentunya, kepala Max bergerak hingga maju membuat jarak wajah mereka semakin dekat
Allea mundur namun kepala Max kembali maju dengan mata yang terpejam ketika Allea hendak mundur tangan Max mengusap punggung Allea dan berhenti di tengkuknya, wajah Max kembali maju jarak mereka sangat dekat bahkan jika dia bergerak sedikit saja bibir mereka akan bersentuhan
Allea hendak mundur namun kepalanya di tahan oleh tangan Max
"Lo udah bangun kan? " ucap Allea dengan geram
Senyuman terbit di bibir Max benar saja dia sedari tadi memang sudah bangun dia hanya ingin mengerjai Allea, Max membuka matanya mereka saling pandang dengan jarak yang sangat dekat bahkan kini hidung Max sudah menyentuh hidung Allea
"Max jangan macam macam atau gue teriak" ucap Allea
"Teriak aja, mungkin mereka akan berpikir kita sedang..... you know lah" ucap Max
Max sedikit bangun memiringkan kepalanya hingga kepala Allea tertutupi kepalanya saat itu juga Yuki dan Gita masuk hendak mengambil bajunya, Yuki dan Gita terkejut hingga menjatuhkan barang yang dia pegang
"Max awas ada orang nanti mereka berpikir yang bukan bukan" bisik Allea
Bukannya bangun Max malah benar benar mencium sekilas bibir Allea membuat mata Allea melotot sempurna
"Mau lagi? " goda nya mendekatkan wajahnya kembali dan di jawab gelengan oleh Allea
Max bangun berbalik ternyata Yuki dan Gita masih ada disana mematung di depan tenda, Max menyapa Yuki dan Gita seperti tidak terjadi apapun sementara Allea jangan di tanya lagi wajahnya sudah memerah menahan Malu
"Hai" Sapa Max pada Yuki dan Gita lalu pergi begitu saja
"Lo bohong Allea" ucap Yuki mengambil tasnya lalu pergi
"Yuki ini gak seperti yang lo kira" ucap Allea hendak menyusul Yuki namun Gita menahan tangannya
"Jawab jujur, lo pacaran kan sama Max? " tanya Gita
"Enggak ta, minggir dulu Yuki pasti marah sama gue"
"Kenapa dia harus marah? "
"Dia suka sama Max dan minta gue bantu biar deket sama Max " lirih Allea
"Biarin aja lah biar dia usaha sendiri lagipula gue yakin Max suka sama lo" ujar Gita
"Sok tau"
"Gue denger sendiri Lea, dan lo gue juga tau lo suka sama Max kan? " tanya Gita dengan nada meledek
"Gue.. gue.. "
"Gak bisa jawab berarti bener dong? " tebak Gita
"Lo pernah di cium Danendra gak waktu pacaran? " tanya Gita dan Allea menggeleng
"What? kenapa sama Max mau? " pekik Gita
" Jangan keras keras, gue gak tau dia cium gue tiba tiba" ucap Allea
"Apa jangan jangan dia yang ngambil ciuman pertama lo? " tebak Gita seraya membulatkan mata dan mulutnya, Allea hanya mengangguk
"O my god, kapan? "
"Tadi"
"Lo bohong "
"Serius"
"Gak lo bohong"
"Bener" Gita terus saja mendesak Allea agar jujur dan akhirnya Allea keceplosan
"Gue lupa kapan pertama dia cium gue" ucap Allea tanpa jeda titik dan koma
"Berarti lo sering di cium sama Max ya.. aakkhhh gue penasaran gimana rasanya" pekik Gita kegirangan
"Kok lo yang heboh? " Allea terheran heran
"Gimana rasanya Lea gimana rasanya? " tanya Gita dengan tidak sabaran
"Rasa apa sih gak ada rasanya Gita"
"Maksud gue perasaan lo waktu di cium sama dia? " Gita geram Allea tidak mengerti maksudnya
"Kayak ada dedegser gimana gitu" jawab Allea dengan mengingatnya
"Berarti lo suka sama dia"
"Gue gak tau" Allea tidak bisa mengartikan sendiri perasaan dia terhadap Max
Yang pasti dia nyaman berdua dengan Max meskipun pemuda itu sering mengerjai nya tapi Allea suka itu, hal hal yang di lakukan Danendra yang selalu dia tolak tapi tidak berlaku pada Max ketika Max melakukannya Allea merasa tidak berdaya untuk menolak
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Allea lo benar benar buat gue marah" geram Yuki
Yuki pergi ke tenda Arabella untuk melihat sedang apa dia yang tidak keluar sejak kejadian semalam, Arabella tampak sedang berbaring memainkan handphonenya
"Kenapa lo gak keluar?" tanya Yuki
"Ngapain lo kesini? " ketus Arabella
"Lo gak keluar sejak semalem gue cuma Khawatir lo bunuh diri karena malu" ledek Yuki
"Kenapa gue harus bunuh diri? " sinis Arabella
"Maksud lo? "
"Barusan gue liat Max cium cewek"
"Apa? gak mungkin dulu bahkan dia gak pernah macem macem"
"Gue liat sendiri dia ciuman sambil tiduran, sweet bangetkan tidur satu tenda dan pagi pagi ciuman sama orang yang kita cinta" ocehnya
"Gak mungkin"
"Terserah kalo lo gak percaya"
Para siswa memesan makanan dan makan bersama menggelar tikar di dekat laut, mereka Melakukan itu agar mereka semua semakin akrab dan tidak ada lagi jarak seperti sebelumnya. ide itu di cetuskan oleh Allea dan Gita
Para siswa laki laki dan perempuan duduk berhadapan, saat sedang makan Max terus menatap Allea membuat yang di tatap jadi salah tingkah
Sesekali tatapan mereka bertemu Max mengedipkan sebelah matanya membuat Allea segera membuang wajahnya ke sembarang arah, Max menundukan wajahnya karena sedang terkekeh melihat Allea yang sedang malu
"Ehem... Kenapa lo? " tanya Dito
"Gak" singkat Max wajahnya kembali ke mode datar
"Lo kesambet ya? "
"Iya kali" jawab Max santai
Dito mengikuti arah pandang Max ternyata sedang menatap Allea
"Kalo suka ya tembak aja lah" ucap Dito
"Sok tau lo" hardik Max
Allea berjalan menyusuri pantai dengan Gita sambil sesekali mengambil poto, Danendra datang dan menyuruh Gita meninggalkan mereka berdua
"Allea"
"Ya " jawab Allea seraya menoleh
"Aku masih sayang sama kamu" ucap Danendra yang kini berhadapan dengannya dan memegang kedua tangannya
"Terus? "
"Aku mau kita balikan Allea"
"Sorry Danendra rasa sayang gak harus pacaran juga kan? aku lebih suka begini aja" ucap Allea
"Tapi kenapa Allea? apa kamu deket sana orang lain? bilang sama aku siapa orangnya? " tanya Danendra mengguncang kedua lengan Allea
"Gak ada Danendra, jangan gini.... ini yang buat aku gak nyaman sama kamu, kamu terlalu posesif" Allea menepis tangan Danendra
"Sorry gue gak mau pacaran, dan jangan ikutin gue lagi" Allea berlari menjauh dari Danendra
Allea duduk sendiri di batu besar menatap laut dengan matahari yang mulai tenggelam, Max yang mengikuti Allea sejak tadi mengambil poto Allea setelah itu dia duduk di sebelah Allea
"Lagi ngapain? " tanya Max
"Lo tau dari mana gue disini? " Allea balik bertanya
"Insting gue aja yang bilang lo disini"
"Insting apaan, pasti lo ngikutin gue" ucap Allea seraya menyenggol bahu Max
"Gue takut terjadi sesuatu sama lo"
"Thanks udah peduli sama gue" ucap Allea kembali menatap kedepan
Max membawa tubuh Allea agar bersandar di bahunya, mereka berdua menikmati indahnya sunset berdua
"Max apa lo lagi suka sama seseorang? " tanya Allea
"Kenapa nanya gitu? "
"Gak usah di jawab"
"Gue emang lagi suka sama seseorang" jujur Max
"Kenapa lo gak nyatain perasaan lo sama dia? "
"Gue gak mau ada ikatan aja, gue takut suatu saat terluka atau melukai dia gue gak mau dia jauhin gue karena kecewa"
"Kenapa lo tadi cium gue? " tanya Allea
"Karena.. karena lo sek si kalo bangun tidur" Jawab Max sambil terkekeh
"Gue duluan ya" ucap Allea raut wajahnya nampak kecewa mendengar jawaban Max
"Mau kemana? " tanya Max namun Allea tidak menjawab
Max berlari menyusul Allea dan mengangkat tubuh mungil gadis itu ke pundaknya bagai karung beras, Tanpa mendengarkan ocehan dan pukulan Allea di punggungnya Max membawa Allea sampai ke tenda
Para siswa perempuan saling berbisik dan menatap kedekatan Allea dan Max dengan tidak suka apa lagi Arabella dan Yuki
Allea langsung masuk ke tenda setelah Max menurunkannya
"Lo salah Gita dia cuma manfaatin gue, dia sama sekali gak suka sama gue" batin Allea yang sedang berbaring menutup wajahnya dengan selimut
Mana nih votenya? 🤣🤣
Jangan lupa like komen dan vote ya cinte,😍😍😍***