
"Dokter pasien di kamar VIP kemarin tidak mau minum obat" Seorang suster datang ke ruangan Cindy
"Ini sudah waktunya makan siang.. apa dokter Danendra sudah selesai operasi ? " tanya Cindy
"Sepertinya belum.. Pasien itu cuma mau dokter yang kasih dia obat"
"Baiklah aku pergi sekarang... nanti kalo dokter Danendra cari tolong kasih tau aku ada disana ya"
"Baik dok"
Cindy membuka kamar pasien tersebut membuatnya tersenyum manis saat melihat Cindy
"Waktunya minum obat" ucap Cindy seraya mengambil obat obatnya
"Aku belum makan" ucap pria tersebut, benar saja makanannya masih tergeletak di meja
"Makan dan minum obatnya, aku tidak bisa selalu menjagamu 24 jam aku seorang dokter " tegas Cindy
"Apa kamu udah makan siang? " pria tersebut malah bertanya
"Aku belum makan karena anda berbuat ulah, patuhlah pada suster yang merawatmu" ketus Cindy
"Kamu semakin cantik saat cemberut"
"Cepat makan dan ini obatmu" Cindy meletakkan makanannya serta obat di tepi ranjang
"Aku mau makan asal kami makan siang sama aku disini"
"Aku tidak bisa, suamiku sudah menunggu untuk makan siang" Cindy terlalu muak dan berbalik hendak pergi
"Jadi seperti ini cara kerjamu? apa kamu gak akan di protes saat tidak merawat pasiennya dengan baik? " Cindy mengepalkan tangannya lalu kembali dan menyuapi pria tersebut
Pria tersebut tersenyum sepanjang makan menatap wajah Cindy, Danendra mengetahui Cindy berada di ruangan tersebut segera kesana untuk mengajaknya makan siang
"Sayang... " Wajah pria itu langsung berubah setelah kedatangan Danendra
"Kamu udah laper ya? Ayo kita makan" Ucap Cindy
"Nih makan sendiri, saya mau temenin suami saya makan" Ucap Cindy seraya menaruh piringnya di pangkuan pria tersebut
"Tugas mu belum selesai dokter, makananku belum habis aku juga harus minum obat"
"Ada suster anda bisa minta bantuan suster" ucap Danendra
"Aku tidak bicara denganmu" ketusnya, Cindy menggelengkan kepalanya
"Istriku bukan baby sittermu, tugas suster untuk membantumu dokter hanya memeriksa" ucap Danendra tidak kalah ketus
"Aku mau dokter cantik ini yang menyuapiku jadi pergilah"
"Makan ini dengan cepat agar istriku bisa istirahat" dengan kesal Danendra menyuapkan nasi dengan begitu besar ke mulut pria itu
Baru saja selesai mengunyah Danendra kembali menyuapkan nasinya terus menerus hingga suapan terakhir lalu memberinya minum dan memaksanya memakanobat, Cindy terkekeh melihat suaminya yang sudah sangat lapar namun pria ini membuat ulah hingga membuatnya kesal
"Selesai.. jangan manja pada istriku, mintalah suster yang menjagamu untuk melakukannya" ucap Danendra lalu menarik tangan Cindy pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Cintaku.. sayangku.. sedang apa disini? " Max memeluk Allea yang sedang berdiri di samping meja makan
"Kamu liat gak aku lagi apa? pake nanya lagi"
"Bibirnya seksi banget sih kalo lagi manyun gitu" Max menggoda Allea seraya menyentuh bibirnya dengan jari telunjuk
"Jangan tambah bikin kesel, sana pergi, bukannya mau cari gadis di luar? " Max terkekeh lalu menggigit pelan bahu Allea
"Masih inget aja, Aku cuma becanda sayang" Ucap Max
Tangan Allea hendak menaruh potongan buah yang sudah dia bersihkan ke piring namun Max mengambil tangan Allea dan memakan buah itu dari tangan istrinya, Allea menaruh pisaunya dengan kasar di atas meja
"Sensi banget sih" Max meneruskan memotong buah
Entah apa yang di lakukan ayah 5 anak ini di dapur, setelah selesai berkutat di dapur Max membawa semangkuk salad mencari istrinya
Allea sedang duduk menonton televisi bersama Millie, Max memeluk leher Allea dari belakang dengan tangan memegang mangkuk salad buah
"Sebagai permintaan maaf aku bikin salad buat istri aku yang paling cantik, lucu dan menggemaskan" celoteh Max lalu mencium pipi Allea
Allea mengambil salad tersebut dan memakannya juga menyuapi Millie melihat anak dan istrinya makan Max duduk di samping Allea membuka mulutnya, Allea juga menyuapi suaminya
"Jadi sekarang udah di maafin kan? "
"Belum.. " jawaban singkat Allea, Allea mengulurkan kakinya ke pangkuan Max
"Pijat" titah Allea
"Baik nyonya" Jawab Max seraya mulai memijat
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dimana atasanmu? kenapa dia melakukan ini? " Ayah Babam datang ke kantor Max dan marah marah
"Maaf tuan hari ini Tuan Maxime tidak ke kantor" ucap seorang resepsionis
Pria tersebut membuat keributan hingga di usir oleh satpam, saat di luar dia bertemu dengan asisten Max dan mulai mencecarnya dengan berbagai kata kata kasar
"Dimana bosmu yang kurang ajar itu? panggil kesini bosmu, aku akan membunuhnya sekarang juga" teriaknya di hadapan asisten Max
"Ada masalah apa ini? tuan tidak ke kantor hari ini"
"Bosmu pasti sembunyi cepat panggil dia, dia sudah menghancurkan keluargaku" teriaknya seperti orang gila
Pria tersebut memukul dan mengancam asisten Max membuatnya kembali di seret satpam, Akhirnya Asisten menelpon Max agar masalah ini tidak berlarut larut
"Hallo tuan.. ada masalah, tuan Wijaya marah marah di kantor minta bertemu"
"Baik tuan" Max memutuskan sambungan teleponnya
"Tenanglah atau tuan tidak akan menemuimu, bawa dia ke pos keamanan
Akhirnya pria bernama Wijaya di bawa ke pos keamanan dengan tenang menunggu Max datang
Setelah beberapa saat Max datang dan langsung menemui Wijaya di pos keamanan, Baru saja Max masuk Wijaya mencengkram baju Max namun di kembali di tarik oleh satpam
" Tenang.. tenang.. kenapa anda begitu emosional? " ucap Max
"Anda menghancurkan keluarga saya, apa untungnya bagi anda membocorkan perselingkuhan saya pada istri saya? " teriak Wijaya
"Keuntungan? tentu saja saya melakukan sesuatu selalu mendapatkan keuntungan dari apa yang saya lakukan"
"Apa keuntungannya? apa kehidupan rumah tangga saya ada hubungannya dengan anda? " tanya Wijaya
"Begini tuan.. istri anda selalu membicarakan keluarga saya di hadapan anak anda dan anak anda mengolok-olok anak saya di sekolah sampai berani melukai anak perempuan saya, Saya hanya ingin istri anda berhenti bicara yang bukan bukan tentang keluarga saya dan memiliki kesibukan dengan memikirkan rumah tangganya sendiri" jawab Max
"Anda membuat istri saya marah dan mengambil semua aset asetnya, saya tidak mendapatkan harta sedikitpun"
"Itu urusan anda, lagi pula bukankah kejahatan selalu terbongkar? " Ucap Max
"Kejahatan apa? saya tidak melakukan kejahatan apapun"
"Berselingkuh, memanfaatkan harta istri anda untuk kepentingan anda sendiri, apa itu bukan kejahatan? sudahlah Terima saja lagi pula sudah banyak bukan uang yang anda habiskan untuk wanita simpanan anda? jika istri anda tahu bagaimana? "
"Pergilah.. aku tidak ingin membahas apapun lagi karena memang tidak ada yang harus di bahas kan? " lanjut Max
"Aku akan membalasmu.. camkan itu" teriaknya ketika di seret keluar oleh satpam