My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Kalian sama aja



"Lo dimana? jangan jangan lo masih kerja? kesini gue lagi piknik"


"Dihh.. lo piknik? gak banget deh" cibir Bisma


"Heh.. kalo gak mau ikutan gak usah ngomong gitu ya.. lagi pula lo gak di ajak" Sergah Allea


"Ampun.. gak lagi" Max tertawa mendengar Bisma di marahi istrinya


"Btw itu muka buluk kenapa? " ledek Allea


"Sembarangan banget, liat muka gue lebih tampan lebih keliatan muda di banding Max, mata lo aja yang katarak"


"Tapi muka lo kenapa? " tanya Max


"Ini gara gara nolongin anak si Harsa, semalem dia di kejar preman kalo tau dia males banget gue nolongin"


"Jangan gitu.. kalo niat baik sama siapa aja jangan pilih pilih" sergah Allea


"Tentang anak Harsa gue ada sesuatu yang mau gue omongin" ucap Max


"Halo.. halo.. apaan? " Panggilan video mereka terputus karena di tempat Max berada sekarang tidak ada sinyal


"Pantesan gak ada sinyal, emangnya ada apa sih? " tanya Allea


"Cerita nanti deh, aku mau main sama anak anak" Max mengambil bola dan melemparkannya pada Ello yang sedang asyik bermain handphone


"Kayaknya baby haus deh" Celine mengembalikan Exel yang mulai menangis


Celine dan Allea melihat anak anak bermain bola bersama Max, Allea menatap wajah Celine yang tersenyum senyum sendiri melihat kelakuan ayah dan anak yang sedang asyik bermain


"Kenapa senyum senyum? " tanya Allea


"Keluarga lo asyik banget.. gue jadi pengen punya anak banyak" ucapan Celine sambil tertawa


"Lo cuma liat enaknya doang, lo gak tau hati gue udah hancur berkeping-keping berapa kali" Jawab Allea


"Emang ya manusia itu cuma bisa menebak-nebak kehidupan orang lain"


"Hmm.. itu yang membuat mereka selalu iri dengan kehidupan orang karena mereka gak tahu pahitnya cuma tau manisnya doang, btw kapan lo nikah? " tanya Allea


"Lo ada ada aja pertanyaannya, udah tau gue jomblo"


"Mau ama temen temen gue gak? Mereka seru seru di jamin lo gak akan bosen" Allea menawarkan teman-temannya yang kelakuannya absurd


"Gue udah tau geng kecubung lu, gak mau gue entar ikutan stress" Allea tertawa terbahak mendengar pernyataan Celine sampai Exel terbangun dari tidurnya


"Ehh.. lo sih ketawa kenceng amat ampe bayi ampir loncat"


"Maaf ya sayang ya.. " Allea kembali membuat Exel tertidur


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Katanya udah di ambil kok iklannya lain? " Satya menggerutu karena Bisma sudah menayangkan iklan produknya namun berbeda dengan produk yang mereka curi


"Gak tau kak.. tapi bener kok itu kemaren rancangan iklannya"


"Gue gak mau tau lo harus ambil kontrak penting di kantor Bisma" titah Satya


"Jangan sekarang kak dia udah mulai curiga"


"Gue gak peduli kapan lo ambil, yang pasti harus secepatnya "


"Iya nanti di usahain" lirih Mitha


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tumben banget lo kesini" ucap Bisma saat Max datang ke kantornya


"Ada sesuatu yang mau gue omongin"


"Apa? awas aja kalo gak penting"


"Soal cewek lo" Bisma sedikit terkejut mendengar Max menyebut nama pacarnya


"Mitha anak Harsa, Vero tau semunya tapi katanya lo gak mau dengerin dia" Ucap Max, Bisma terlihat tersenyum smirk menatap Max


"Max sebenarnya lo sebego apa sih? udah jelaskan dia suka sama Allea mungkin itu juga yang mau dia lakuin ke Mitha, lo gak mikir apa istri lo sendiri di kagumi cowok lain"


"Itu gak seperti yang lo bayangkan, gak mudah melupakan seseorang yang lo sayang dan gue ngerti itu" Max berusaha menyadarkan Bisma


"Itu lo tau, gak mudah lupain orang yang kita sayang begitu pun gue, gue gak akan semudah itu percaya sama kalian.. gue yang lebih tau dia dan untuk anak Harsa gue udah ketemu kok "


"Terserah lo deh.. gue udah kasih tau jangan nyesel kalo suatu saat lo tau siapa dia sebenarnya" ucap Max lalu pergi


"Kalian sama aja, kalian gak mau liat gue bahagia kan? sialan" Teriak Bisma


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo kenapa murung gitu? " tanya Allea saat melihat Celine hanya melamun


"Di sini butuh art gak sih? gue butuh kerjaan" ucap Celine


"Kayaknya kemaren Max lagi cari asisten deh, soalnya asistennya lagi cuti lahiran" jawab Allea


"Yang bener lo? kalo gue lamar kerja disana di Terima gak ya? "


"Ikut gue" Allea menarik tangan Celine keluar menuju mobilnya


"Mau kemana nih? "


"Kita lamar kerja, langsung sama bosnya" Allea membawa Celine ke perusahaan suaminya


Semua staf memberi salam sepanjang Allea berjalan ketika Allea masuk ke dalam kantor, Allea menyapa mereka sambil tersenyum


"Enak banget jadi istri bos, di sapa sana sini serasa jadi orang terhormat gue deket lo" cicit Celine


"Apaan sih lebay deh" Allea dan Celine masuk ke lift khusus yang hanya di pakai Max dan asistennya


"Sayaaaang... " pekik Allea seraya membuka pintu ruangannya


Dia tidak tahu kalau di dalam sedang ada tamu yang berbincang dengan Max, Allea tersenyum kikuk meminta maaf dan berbalik hendak pergi


"Sayang.. sini" Max menepuk sofa di sebelahnya


Allea duduk di samping suaminya di perkenalkan pada kolega kolega nya, Sementara Celine selamat untung saja dia belum masuk jadi terhindar dari kecanggungan


"Kenapa kesini hmm? kangen sama aku ya? " Max menarik pinggang Allea ketika tamunya sudah pergi


"Jangan sekarang, ada sesuatu yang mau aku omongin" Allea menahan bibir suaminya dengan tangan ketika bibirnya mulai nakal


"Sedikit aja, Nyicil" Max menahan tangan Allea dan memagut bibirnya


"Ada.. emmphtt" Bibir Allea hendak menyatakan sesuatu namun Max lebih dulu menyambarnya


Celine merasa bosan menunggu Allea memanggilnya tidak juga keluar sementara pintunya terbuka, Celine berpikir mereka tidak mungkin melakukan hal macam macam karena pintunya terbuka lebar


"Oooo... sorry" Celine kembali berbalik ketika melihat Max mengunci pergerakan Allea di sofa dengan bibir saling menempel


Celine kembali keluar seraya menutup pintunya dia merutuki kebodohannya harusnya dia tetap diam menunggu Allea memanggilnya, Celine menggelengkan kepalanya sambil memukul mukulnya pelan


"Lo ngapain? " tanya Allea saat melihat tingkah Celine


Celine sampai terlonjak ketika Allea tiba tiba muncul di belakangnya, Allea membawa Celine masuk untuk mengatakan tujuan mereka datang kesana


"Ya.. Terima aja, lagian kan posisi sekretaris kosong" Allea memohon, dia tahu suaminya sedang dongkol karena kedatangan Celine mengganggunya


"Tergantung sikap kamu nanti malem, kalo memuaskan aku Terima dia" ucap Max ambigu


"Oke.. jangan lembur nanti aku keburu ngantuk, Aku kasih servis terbaik" jawab Allea seraya mengecup pipi Max


"Percakapan apa ini? ya ampun.. gue dimana? gue siapa? gue pengen menghilang dari sini" batin Celine


Max dan Allea tidak tahu malu mengatakan hal yang begitu sensitif di hadapan Celine, Celine menggaruk tengkuknya dia benar-benar merasa canggung