My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Perjanjian kontrak



"Tante udah nunggu lama? tumben kesini" Ucap Max, ketika baru saja selesai meeting tantenya sudah menunggu di ruangannya


"Enggak juga.. Max tolong tante"


"Ada apa? apa terjadi sesuatu sama om? " tanya Max


"Bukan om tapi Bisma.."


"Bisma kenapa? dia baik baik aja, dia malah sering kesini" Max tidak mengerti apa yang di katakan tantenya


"Dia belum nikah juga.. gimana ini tante khawatir dia pecinta sesama jenis" Max hampir tertawa mendengar ucapan tantenya


"Mana mungkin tante, dia baru aja gagal tunangan mungkin dia semakin selektif dalam memilih.. coba tante kenalkan sama anak temen tante siapa tau dia mau"


"Itu masalahnya, dia bilang gak akan pulang kalo tante berusaha jodohin dia" Lirih tantenya


"Terus saya harus bantuin apa? sama mamanya aja gak nurut apa lagi sama saya"


"Gimana caranya biar dia punya istri secepatnya, tante juga pengen rasain punya cucu apalagi Bisma harapan tante satu satunya"


"Ya udah nanti saya coba bicara sama dia, tangan tante kenapa? " Tanya Max


'Ini tadi di depan tante di jambret untung ada yang nolongin tapi tangannya luka"


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk" ucap Max saat pintu ruangannya terbuka


"Max gue mau kembaliin kunci mobilnya" Celine belum menyadari ada orang lain di dalam


"ehh.. tuan maaf ini kunci mobilnya" ucap Celine sambil menunduk


"Kamu.. kamu gak apa apa nak? " ibu Bisma mendekati Celine


"Enggak apa apa bu.. tuan udah bawa saya ke rumah sakit " Jawab Celine


"Pasti sakit ya? Max tante boleh izin gak buat dia, dia harus istirahat"


"Ya udah gak apa apa, lagi pula di sini masih ada asisten saya kok" Max memperbolehkan Celine pulang


"Emmhh.. ibu.. ehh.. tante.. sebenarnya gak perlu berlebihan ini cuma luka kecil" ucap Celine saat ibunya Bisma membawanya ke mobil


"Kamu harus istirahat pokoknya, rumah kamu dimana? udah nikah? atau pernah nikah? tinggal sama siapa? " Celine hanya mematung mendengar rentetan pertanyaan yang di lontarkan oleh ibu ibu itu


"Aku cuma tinggal berdua sama mama, aku juga belum pernah menikah" Jawab Celine


"Sepertinya dia gadis yang tepat buat anak nakal itu" batin Ibunya Bisma


Sesampainya di halaman rumahnya Celine melihat banyak tetangga yang berdatangan ke rumahnya, Di begitu takut hingga dia turun tanpa mengucap satu kata pun pada ibu Bisma


"Apa yang terjadi? " ibu Bisma membelah kerumunan


Tampak Celine menangis memangku tubuh ibunya di pangkuannya, Ibu Bisma segera menghampiri Celine dan memeluknya


Kini Celine sudah berada di rumah sakit bersama ibu Bisma, dokter sudah memeriksa mama Celine dan dokter mengatakan harus secepat mungkin mendapat tindakan operasi


"Mama... kenapa mama gak pernah bilang kalo penyakit mama separah ini? mama cuma minta obat obatan tanpa Celine tau mama ternyata separah ini" Celine menangis memegangi tangan ibunya


"Besok ibumu akan segera di operasi, kamu gak perlu khawatir" Ibu Bisma baru saja masuk


"Tapi tante.. aku gak punya uang sebanyak itu"


"Aku sudah melunasi semuanya berikut biaya kamar VIP untuk ibumu" Celine terkejut mendengar perkataan Wanita itu


"Tapi bagaimana nanti aku harus membayarnya? "


"Bagus kamu bertanya, tante punya permintaan kamu gak perlu bayar pakai uang" Celine mengernyitkan keningnya


"Tante mau kamu menikah sama anak tante, apa kamu mau? "


"Tunggu.. aku gak mau tante, aku gak kenal sama sekali sama dia, aku gak mau" Celine menolak mentah mentah permintaannya


"Kalau begitu ganti semua uangnya dalam waktu satu bulan, terserah kamu pilih tawarannya atau bayar secepatnya"


"Tapi ini gak adil tante, aku gak bisa pernikahan bukan buat main main" Celine tidak menyangka wanita yang dia sangka baik ternyata memanfaatkannya dalam situasi sulit


"Padahal anakku tampan, pengusaha kaya, hidup kamu akan terjamin kalo menikah sama dia"


"Lalu kenapa dia belum menikah? bukankah semua wanita suka dengan kriteria pria seperti yang tante sebutkan? " ucap Celine


"Intinya kamu Terima atau tidak? keputusan kamu saya tunggu sampai jam 7 malam karena besok ibumu akan segera di bawa ke meja operasi, keputusan ada di tangan kamu" ucap Ibu Bisma seraya pergi


Di tengah kebingungannya Celine pergi meninggalkan sang ibu untuk pergi mencari makan, Tanpa dia tahu ibunya sudah sadar dan sedang berbincang dengan ibu Bisma


"Jadi seperti itu.. aku berjanji akan menyayangi putrimu, aku sudah tau dia gadis baik bahkan saat pertama bertemu dengannya" Ibu Bisma menceritakan semuanya pada mama Celine


"Tapi bagaimana kalau putriku menolak? aku takut dia tidak akan bahagia, aku tidak akan mempertaruhkan hidup putriku dengan apapun"


"Apa anda tidak mau hidup anak anda bahagia? dia tidak perlu bekerja lagi dan semua kebutuhannya akan terpenuhi begitu pun hidup anda, saya janji akan mengembalikan Celine jika dia tidak bahagia" Ibu Bisma berusaha meyakinkan mama Celine


"Anakku bukan barang... yang di kembalikan setelah bosan, Saya tidak perlu operasi ini jika itu akan mempertaruhkan hidup anak saya"


"Saya tidak akan membuat hidup orang lain menderita, percayalah.. aku hanya seorang ibu yang ingin mencari wanita yang benar-benar tulus untuk anakku sebelum aku meninggal" Ibu Bisma menangis tersedu


Mama Celine mematung mencerna apa yang dikatakan ibu Bisma, dia juga berpikir harus ada seseorang yang menjaganya apabila dia meninggal.. lagi pula penyakitnya sudah amat serius


"Apa anda berjanji akan menjaga putriku? bahagiakan dia apapun yang terjadi, aku tidak ingin ada setetes pun air mata yang keluar dari matanya kecuali air mata bahagia" Ibu Bisma dengan cepat mengangguk menyentuh kedua tangan mama Celine


"Aku bersumpah dan aku berjanji, apapun yang akan terjadi Celine akan selalu bahagia"


mendengar suara langkah kaki di luar membuat ibu Bisma segera membenarkan kembali posisi mama Celine dan menyuruhnya pura Pura tidur kembali


"Bagaimana sayang? apa keputusanmu? " tanya Ibu Bisma saat Celine membuka pintu


"Baiklah tante.. tapi sebelum itu aku mau mengenal dulu calon suamiku, apa aku boleh meminta nomor ponselnya? "


"Baiklah.. ini nomornya, diskusikan pernikahan kalian, aku siap membuat pesta besar besaran" Setelah mendengar Celine menyetujuinya ibu Bisma pulang dengan sumringah


"Tuan aku calon istri yang di pilih ibumu dengan paksaan" Celine menulis pesan langsung pada intinya


"Begitu? apa kamu pikir aku akan menganggapmu calon istri? jangan bermimpi" Bisma membalas pesannya


"Siapa juga yang mau menikah denganmu? jika tidak terpaksa aku juga tidak mau"


"Lalu untuk apa kamu menghubungiku? "


"Aku ingin membuat perjanjian denganmu" ucap Celine


"Kamu pikir aku peduli? ibu yang ingin aku menikah denganmu, jangan jangan kamu menghasut ibuku? "


"Sembarangan.. ibumu yang menjebak ku"


"Gara gara dirimu aku diancam tidak akan mendapatkan hak waris" Bisma di ancam tidak akan mendapatkan gak waris jika tidak menikah dengan wanita pilihan ibunya


"Apa kau masih gadis? " Bisma bertanya kembali


"Pertanyaan macam apa ini? memangnya kenapa? " Celine menjadi kesal ketika Bisma menanyakan itu


"Tidak.. Takutnya kau sedang hamil dan berniat membuatku bertanggung jawab"


"Astaga... KAMU BENAR BENAR MENJENGKELKAN" celine membalas dengan huruf besar semua


"Banyak wanita yang melakukannya sebelum menikah, aku hanya tidak ingin bertanggung jawab untuk sesuatu yang tidak aku lakukan"


"Terserah dirimu saja, yang pasti aku masih gadis dan belum pernah terjamah pria mana pun.. sekarang bagaimana kalau kita bekerja sama untuk kepentingan kita masing masing? " Celine mengajukan kerja sama


"Boleh saja, tapi jangan sampai kamu jatuh cinta dan melanggar perjanjian"


"Siapa juga yang akan jatuh cinta sama kamu" kemudian Celine memberikan sebuah berkas perjanjian yang di kirim secara virtual


"Tanda tangani" tulis Celine


"Baiklah, perjanjiannya tidak buruk" Bisma pun menandatangani kontrak tersebut


Isi kontrak



Masa kontrak 1 tahun


tidak ada hubungan dengan orang lain selama masih dalam masa kontrak


tidak boleh menyentuh/ meminta gak suami dan istri


jangan mencampuri urusan satu sama lain


bersikap romantis di depan orang tua


rahasiakan pernikahan dari siapa pun