My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Mengigau



Sore itu Allea menyelesaikan shift nya dan pulang untuk mengantar Ellia kembali ke rumah Alexander, di perjalanan Ellia tampak murung bahkan tidak menjawab kata kata Allea


"Sayang... Mama pergi cuma beberapa hari, mama balik lagi kesini kok" Allea menghentikan mobilnya menyentuh bahu Ellia


"Aku takut mama pergi ninggalin aku, aku takut kehilangan mama" Bibir Ellia gemetar dengan mata berkaca kaca


"Ellia masih pakai kalung dari mama? " Ellia mengangguk mengeluarkan kalung yang di pakainya


"Simpan baik baik, cincin ini sangat berharga buat mama jadi mama pasti kembali lagi buat ambil cincin ini" Ucap Allea


"Mama gak bohong kan? "


"Enggak, lagi pula mama baru pindah kerja jadi gak bisa pindah lagi" Jawab Allea


"Nanti mama telepon aku ya kalo udah sampe"


"Iya sayang, mama akan selalu telepon Ellia" Allea mengelus kepala Ellia


Setelah sampai di rumah nyatanya Ellia tidak mau melepaskan Allea, tangannya menggenggam tangan Allea yang hendak pergi


"Sus bawa Ellia masuk" Ucap Alexander, Ellia semakin menggenggam erat tangan Allea dengan tangis dan rengekan


"Mama jangan pergi.. Aku ikut"


"Ellia ayo masuk" Suster menarik tangan Ellia 


"Gak usah di paksa" Allea lalu berlutut di hadapan Ellia


"Mama temenin sampai tidur abis itu mama pulang ya.. Mama udah janji sama Ellia mama pasti kembali" 


"Kalo gitu aku mau papa sama mama temenin Ellia sampai tidur" Ellia menarik tangan keduanya ke dalam kamar


Allea tidur memeluk Ellia sementara Alexander tidur di samping Ellia, karena putri kecilnya juga ingin Alexander memeluknya akhirnya tangan mereka berdua saling menempel memeluk Ellia dengan wajah yang hampir dekat


Karena malu Allea menutup matanya agar tidak bertatapan dengan Alexander, namun Allea membuka matanya saat sebuah tangan menyentuh pipinya


"Ahh.. Maaf aku cuma mau bangunin kamu biar gak ketiduran" Ucap Alexander kembali menarik tangannya 


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mama kamu kenapa belum pulang? " Tanya Gibran pada Ello


"Apalagi..pasti Ellia menahan mama di rumahnya" Jawab Ello tenang


"Kamu masih tenang? Tidak keberatan mamamu menjadi ini ibu anak lain? "


"Opa.. Biarkan saja kasihan Ellia sudah lama menginginkan kasih sayang seorang ibu, lagi pula aku udah biasa di tinggal mama lembur"


"Anak ini, kalau dia menculik ibumu bagaimana? "


"Aku juga akan menculik papanya"


"Kamu bikin opa kesel aja" Gibran meninggalkan kamar Ello sepertinya tidak akan mendapatkan jawaban dari bocah itu


Berulang kali Gibran menelpon Allea namun tidak ada jawaban membuat sang ayah khawatir


"Kemana anak ini" Gumam Gibran


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kamu pulang pulang mabuk seperti ini? " Tanya Yamada pada anaknya


"Papa dia kembali.. Wanita itu kembali"


"Yuki.. Apa yang kamu bicarakan? "


"Jangan panggil aku Yuki.. Aku tidak mau mendengar nama itu lagi" Bentaknya


"Kamu tidak bisa mendapatkannya kenapa kita tidak hancurkan saja dia? "


"Tidak papa.. Itu tidak boleh aku mencintainya" Rengek Nola yang tidak lain adalah Yuki


"Jangan bodoh.. Meskipun dia sudah kehilangan ingatannya tetap saja dia tidak bisa mencintai kamu"


"Kali ini aku bisa.. Kali ini aku bisa.. " Racaunya lalu jatuh ke lantai tidak sadarkan diri


"Kenapa dia tidak bisa membuka matanya lebar lebar jelas jelas laki-laki itu tidak bisa menerimanya" Gerutu Yamada seraya mengangkat tubuh anaknya ke sofa


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Emhh... Nyaman banget" Allea menggeliat saat membuka matanya, tidurnya terasa nyenyak malam ini setelah 5 tahun


"Tangan? " Gumam Allea saat melihat sebuah tangan kekar melingkar di perutnya


"Aaa.. Eemmphht" Tangan itu membekap mulut Allea yang hendak berteriak


"Kenapa kamu tidur disini? " Gerutu Allea dengan berbisik wajahnya menunjukkan kekesalan


"Kamu semalam mengigau, aku bangunin malah tarik tangan aku di peluk pula aku gak bisa bangun"


"Bohong.. Aku gak percaya, kamu.. Kamu pasti mencari kesempatan kan? " Ucap Allea sinis menunjuk wajah Alexander


"Kamu gak sadar selalu mengigau setiap malam? " Alexander melotot menangkap tangan Allea


"Berarti kamu sering lihat aku tidur? dasar mesum" Allea memukuli Alexander namun pria itu selalu menangkis nya


Terjadi pergulatan tangan diantara mereka hingga Ellia menggeliat saat ranjangnya bergoyang, Alexander menangkap kedua tangan Allea keduanya sontak berhenti dan menoleh ke arah Ellia yang kemudian tidur kembali


"Huh... kita belum selesai" ucap Allea seraya turun dari ranjang


"Mau kemana? "


"Pulang lah.. besok aku berangkat pagi, jaga Ellia baik baik"


"Aku papa nya gak usah berlagak seperti kamu orang tua kandungnya" hardik Alexander


"Cih.. menyebalkan" Allea meninggalkan kamar Ellia begitu pun Alexander yang bergegas keluar


Melihat Allea pergi tengah malam dengan mobilnya Alexander mengikutinya dari belakang sampai masuk ke rumahnya, setelah Allea masuk mobil Alexander kembali berbelok dan pergi


"Dari mana aja kamu? " tanya Gibran


"Ayah bikin kaget aja, kenapa belum tidur? "


"Kamu mengalihkan pembicaraan, kenapa kamu pulang tengah malam? lihat ini bahkan hampir pagi" Gibran menunjuk jam yang menunjukan pukul 2 pagi


"Ayah.. aku bukan gadis kecil ayah lagi, aku bisa jaga diri aku baik baik" Allea menggandeng tangan Gibran dan bergelayut manja


"Ini yang di sebut dewasa? kamu masih manja seperti anak kecil" ucap Gibran seraya menyentil pelan kening Allea


"Iisshh.. ayah" bibir Allea mengerucut mengusap keningnya


"Sana tidur... " titah Gibran


"Allea tunggu" Allea menghentikan langkahnya ketika sang ayah memanggil


"Tadi ayah lihat ada mobil ngikutin kamu, siapa? " tanya Gibran, Gibran melihat dari atas balkon sebuah mobil mewah mengikuti Allea


"Siapa yah? Allea aja gak tau ada yang ngikutin"


"Itu makanya jangan keluar malam gimana kalo itu orang jahat? gimana kalo kamu di apa apain? "


"Iya.. iya ayah gak lagi, good night ayah" Allea kabur sebelum ayahnya menggerutu lagi padanya


"Anak ini selalu saja.. "


.


.


Pagi pagi sekali keluarga Allea sudah bersiap untuk pergi menuju Bandara bersama Dito dan juga Gita, saat akan memasuki pesawat tiba tiba handphone Allea berdering semua orang menunggu Allea sekejap untuk menjawab teleponnya


"Kalian berangkat dulu, besok Allea nyusul" wajah Allea terlihat panik


"Ada apa Le? " tanya Gita


"Ada operasi pasien darurat, ta nanti sampein maaf gue sama Cindy ya kalo gue telat"


"Sayang bagaimana kita sebentar lagi berangkat" ucap Ririn


"Duluan aja ma.. besok Allea nyusul paling telat datang "


"Ello sayang ikut Opa sama Oma ya jangan nakal, mama ada kerjaan" Allea mengbelai wajah alami anaknya


"Iya ma.. janji nanti nyusul ya"


"Iya sayang.. hati hati ya" Allea memeluk keluarganya yang hendak berangkat


"Kenapa lagi dia? " Gumam Allea setelah mereka pergi Allea bergegas kembali


Drrtt.. drrtt..


"Halo.. Halo" Allea menjawab teleponnya


"Apa dia mau di periksa? "


"Ahh.. iya aku kesana sekarang, bilang sama dia tunggu beberapa menit" ujar Allea