
"Maaf tuan apa anda melihat seorang perempuan masuk kesini? " Tanya Ketua
"Sepertinya tidak ada siapapun disini kecuali aku dan temanku" Jawabnya
"Baiklah.. Maaf mengganggu waktu anda" Ketua pergi begitu saja
Daniel membekap mulut Allea yang dia sembunyikan di pojok ruangan, setelah Ketua pergi barulah Daniel melepaskan Allea
"Maaf nona"
"Tidak.. Aku yang berterima kasih, aku pulang dulu" Ucap Allea hendak melangkahkan kakinya
"Tunggu.. Aku mau kamu melakukan sesuatu untuk membalasku" Daniel menahan tangan Allea, sontak saja Allea langsung menipisnya dan mengira Daniel akan bersikap kurang ajar padanya
"Jangan salah sangka dulu nona.. Aku mau nonton sama pacarku jadi bisa gak gantiin aku nanti bawa temenku pulang" Ucap Daniel
"Siapa? Alexander? " Tanya Allea dan Daniel hanya mengangguk
"Hah.. Baiklah "
"Masuk saja nona tunggu di dalam disini tidak aman" Daniel membukakan pintu untuk Allea
Ketika Allea sudah masuk dia di buat terkejut dengan Alexander yang sedang mabuk di kelilingi banyak wanita, dadanya terasa sesak entah kenapa dia merasa sakit melihat Alexander bersama para wanita se**i
"Al.. " Panggil Alexander ketika Allea hendak berbalik pergi
Allea mematung di tempatnya dia tidak berani berbalik, Alexander menyuruh para wanita itu pergi membuat mereka marah dan menajamkan tatapannya kala melewati Allea sampai ada yang menabrak bahunya dengan sengaja
"Sini Al" Allea hanya menggeleng tanpa berani berbalik
Allea terkejut tiba tiba saja tangan Alexander melingkar di pinggangnya dan menyeretnya menuju sofa, Allea duduk di pangkuan Alexander memunggunginya
Alexander menempelkan keningnya di punggung Allea, punggung wanita itu bergetar membuat Alexander tersadar ada isak tangis terdengar pelan
"Kamu nangis? Kamu takut sama aku? " Tanya Alexander seraya memutar tubuh Allea, Allea diam saja
"Kamu kenapa? " Tanya Alexander lagi
"Aku.. Aku cuma inget sama Maxime, aku merasa sakit melihat kamu begitu mirip dia" Lirih Allea
"Apa kamu nangis karena cemburu aku sama wanita lain karena aku mirip suami kamu? "
"Gak usah cemburu, aku gak pernah melakukan hal yang lebih dari ini bukankah itu membuat kamu tenang? Suami kamu tidak tidur dengan wanita lain " Ucap Alexander berbisik di akhir kalimatnya
"Gak gitu juga, aku gak berhak cemburu soal itu aku cuma sedih liat kamu mirip dia itu aja"
"Benarkah? Aahh.. Tadinya aku udah seneng ada yang cemburu" Ucap Alexander seraya terkekeh
"Udah lah kita pulang, aku udah ngantuk" Allea bangun dari pangkuan Alexander
Allea sempoyongan menopang berat tubuh Alexander, sesampainya di dekat mobil Alexander malah mengendus rambut Allea membuatnya terkejut dan sontak menjatuhkannya
Bruukk
"Akkhh... Kenapa menjatuhkanku? " Alexander meringis memegangi pinggangnya
"Sorry.. " Allea menahan tawanya
"Jangan pulang kerumah antar aku ke apartemen" Ucap Alexander
"Kenapa? "
"Kamu mau anak anak lihat aku begini? " Ketusnya
"Siapa suruh mabuk gak jelas dasar idiot" Gumam Allea
"Kamu bilang apa? "
"Alamatnya dimana? "
Sesampainya di apartemen Allea membanting tubuh Alexander ke ranjang, tiba tiba pintu tertutup dengan sendirinya
"Aaaa... Gimana ini? " Teriak Allea saat pintunya terkunci
"Xander bangun.. Xander paswordnya berapa? " Allea panik mengguncang tubuh Alexander
"Apa aku harus mengangkatnya lagi? " Allea berniat mengangkat Alexander dengan menarik tangannya untuk menggunakan sidik jarinya, namun bukannya bangun Alexander malah menarik Allea hingga jatuh menimpanya
Allea berontak ketika tubuhnya di peluk erat dia membayangkan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, Allea diam dengan nafas terengah energinya habis berusaha melepas tangan pria itu namun sia sia
"Kamu takut? Tenanglah aku gak akan melakukan hal jahat" Gumam Alexander, wajah mereka berjarak sangat dekat bahkan deru nafas mereka terasa menyapu wajah
"Milikku tidak bangun setelah aku koma, kamu gak perlu khawatir" Bisik Alexander membuat Allea menganga dengan mata melebar
"Jadi... Jadi dia... Astaga sayang sekali" Batin Allea
"Haishhh.. Apa yang aku pikirkan dasar gila" Allea merutuki pikirannya sendiri
Allea tidak tidur semalaman dia benar benar waspada jika Alexander berbuat yang tidak tidak padanya, namun semakin lama matanya semakin tidak bisa menahan kantuk dan akhirnya tidur tanpa dia sadari
"Emmhh.. " Allea perlahan membuka matanya, posisi tidur mereka saling berpelukan
"Apa aku boleh egois Tuhan? Kali ini saja, aku harap pria di hadapanku benar-benar suamiku" Batin Allea menatap lekat lekat wajah Alexander
"Max punya tahi lalat di dada sebelah kirinya, semoga saja" Batinnya, namun setelah membuka semua kancingnya Allea menghembuskan nafas kasar dia kecewa
"Pantas dia selalu memakai baju panjang" Gumam Allea, tubuh Alexander di penuhi tatto sulit menemukan tahi lalat dengan tatto di sekujur tubuhnya bahkan di tangannya
"Jangan perk*s* aku" Bisik Alexander membuat Allea terkejut
"Aaaaa.. "Allea berteriak saat Alexander menindihnya
" Jangan macam macam.. Atau.. Atau.. "
"Atau apa sayang? Bukannya kamu yang nakal duluan? Kamu mau lihat ini? " Alexander melepas pakaiannya seraya menduduki kaki Allea
Allea memalingkan wajahnya saat wajah Alexander berada tepat di atasnya, senyum smirk terukir di bibir pria itu kini dia menahan pergelangan tangan Allea
"Lepas Xander, jangan keterlaluan ini gak lucu" Pekik Allea
"Xander? Terdengar mesra aku suka" Alexander merebahkan kepalanya di dada Allea membuat wanita itu semakin histeris
"Jantungmu berdetak kencang" Ucap Alexander
"Menyingkir dari sana, kamu pembohong Alexander pembohong" Allea berontak berusaha lepas dari Alexander
"Bohong? Aku berbohong apa? " Pria bernama Alexander ini bingung dengan perkataan Allea
"Kamu bilang milikmu tidak bisa bangun, kamu bohong kan? "
"Hei.. Dari mana kamu tahu itu? " Alexander tampaknya tidak suka dengan apa yang di katakan Allea
"Sekarang itu tidak penting, menyingkirkan dari sana sebelum terjadi hal buruk" Pekik Allea
"Harusnya kamu gak usah takut kalo punyaku tidak bangun, bukan begitu? "
"Justru sekarang aku takut, dia mengganjal di bawah sana" Pekik Allea dengan wajah memerah
Alexander tidak berkata apa apa dia pergi begitu saja ke kamar mandi entah apa yang dia lakukan di sana, namun Allea cukup tenang setidaknya dia bisa lepas dari Alexander
"Dia seperti tokek" batin Allea melihat tatto di sekujur tubuh Alexander
"Bagaimana bisa? Apa dia sudah bangun dari mati suri? " Pikir Alexander seraya menatap juniornya yang berdiri tegak
"Apa dia udah sembuh? Atau ini karena Allea? Ahh.. Aku jadi pusing sekarang bagaimana menidurkannya" Gumam Alexander mengacak rambutnya frustasi
Saat Alexander keluar dari kamar mandi pintu kamar terbuka terlihat Allea sudah berdiri di dekat pintu keluar memeluk tas nya
"Aku harus pulang, tolong buka pintunya" Allea bicara seraya menundukan kepala
Alexander membuka pintu dan berjalan lebih dulu meninggalkan Allea, di dalam mobil mereka hanya diam tidak ada pembicaraan sama sekali
Tiiiiiddddddd
"Sial" Allea terkejut saat Alexander menekan klakson ketika ada sebuah motor yang menyalip dan hampir terjadi kecelakaan
"Pelan pelan aja aku takut" Ucap Allea, Alexander melihat Allea meremas ujung bajunya
Mobil berhenti di pinggir jalan dan Alexander keluar tanpa mengatakan apapun dia hanya kembali dengan sebotol air yang dia berikan pada Allea
"Kamu takut? " Tanya Alexander melihat tangan Allea masih gemetar dengan keringat dingin
"Aku kehilangan seseorang saat kami kecelakaan" Lirih Allea, suaranya bergetar air matanya menetes
Alexander menampung air mata Allea dengan tangannya agar tidak menetes jatuh ke bawah, Allea menoleh kearahnya tangan pria itu perlahan menghapus air mata Allea
"Jangan takut kita akan baik baik aja" Ucap Alexander seraya menggenggam tangan Allea menjalankan kembali mobilnya dengan pelan
"Seperti dejavu" Batin Allea
"Apa ini gak bahaya? " Tanya Allea ketika Alexander hanya menyetir dengan satu tangan
"Kita jalan pelan pelan" Jawabnya seraya tersenyum
"Dia gak seperti yang aku bayangkan, dia orang yang baik" Batin Allea, matanya tidak lepas menatap Alexander
"Aku minta maaf soal tadi, aku beneran gak bermaksud... "
"Ssttt... Aku tau kamu gak bohong, kamu juga kayaknya kaget"
"Aku cuma gak mau kamu berpikir aku pria brengsek, tukang main wanita" Ucapnya
"Bukannya memang begitu? " Gumam Allea seraya terkekeh
"Aku mendengernya.. "
"Hahah.. Aku kira kamu tuli" Allea tergelak mengejek Alexander
Alexander menatap wajah Allea yang tertawa rasanya ada sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan, melihat wanita ini tertawa membuat Alexander merasa ikut bahagia