My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Ada harapan



"Mama... " Anak anak berhamburan memeluk Allea yang baru saja datang


"Mama semalam kemana? " Tanya Ellia masih memeluknya


"Mama ada kerjaan sayang"


"Mama ini kenapa bisa merah?? " Tanya Ello menunjuk leher sang ibu


"Ini.. Ini digigit serangga"


"Ayo aku obati itu pasti gatal" Ucap Ellia


"Nanti mama obati sekarang kalian makan bentar lagi harus berangkat sekolah, mama mau mandi dulu"


Tidak berselang lama Allea ke kamarnya Alexander baru saja melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah


"Apa anak anak papa baik selama papa gak ada? " Tanya Alexander seraya mencium puncak kepala keduanya


"Baik dong"


"Pa gendong pa" Ellia merengek minta di gendong jika satu hari tidak melihat papanya


"Udah besar mau di gendong terus" 


"Kenapa leher papa ada bekas serangga juga? " Tanya Ellia


"Hah? " Alexander menyentuh lehernya yang di tunjuk Ellia


"Mama juga katanya di gigit serangga"


"Ohh.. Haha iya di kantor juga banyak serangga, mama dimana? "


"Lagi mandi"


"Kalian lanjutkan makan, papa mau bicara dulu sama mama"


Alexander mengetuk pintu kamar Allea namun tidak ada jawaban akhirnya dia memutuskan untuk masuk, mendengar suara gemericik air Alexander menunggu Allea sampai dia keluar


Allea terlonjak ketika baru saja melangkahkan kakinya keluar kamar mandi, tatapan mata Alexander tidak lepas dari Allea yang hanya memakai handuk


"Ada apa? " Tanya Allea


"Pria kemarin adalah ketua di rumah sakit dimana kamu kerja? " 


"Iya.." Lirih Allea seraya menunduk


"Dia sudah di bawa ke kantor polisi sama Daniel, kamu gak usah khawatir"


"Makasih"


"Soal semalam aku.. "


"Gak apa apa, aku yang salah semalem anggap aja gak terjadi apapun" Sergah Allea


"Apa kamu yakin? "


"I.. Iya, aku harus pergi kerja bisa kah kamu keluar dulu"


"Ahh.. Iya " Alexander keluar dari kamar Allea


"Dia gak mau pertanggung jawaban? " Gumam Alexander


Hubungan mereka menjadi canggung bahkan entah apa yang ada di pikiran Allea dia tidak sanggup berhadapan dengan Alexander, beberapa hari kemudian dia mengemas barangnya dari rumah Alexander dan mengatakan akan tinggal di rumahnya pada Ellia


"Mama mau pergi sayang Ello juga di titip sama tante Gita kalau mau main kerumah tante Gita aja"


"Mama mau kemana? " Tanya Ellia


"Mama mau jadi relawan bencana alam mungkin beberapa minggu disana, Ellia baik baik ya"


"Gak pamit sama papa dulu? "


"Mama buru buru nanti Ellia yang bilang ya"


Di rumah sakitnya memang mengirim beberapa dokter yang menjadi relawan diantara Allea dan Vero, sepulqng dari kantor Ellia memberitahukannya pada Alexander


Singkat cerita sudah dia minggu berlalu Allea tidak juga pulang anak anaknya juga selalu menanyakan kepulangannya sampai terbawa mimpi oleh Ellia, Alexander memutuskan untuk menyusulnya kesana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa dokter sulit di hubungi? "


"Disini tidak ada signal, aku harus naik ke bukit untuk mendapatkan signal" 


"Apa laporan obat itu sudah sampai? "


"Iya.. Aku sudah membacanya itu Golongan obat Benzodiazepin


Obat anti kegelisahan dapat menyebabkan kehilangan memori karena efek sedatif yang mereka miliki di bagian-bagian tertentu dari otak. Efek samping obat ini bisa mempengaruhi memori jangka pendek maupun panjang.


Midazolam, khususnya, diyakini bisa menimbulkan amnesia yang parah. "


"Obatnya seperti di racik dan di masukan ke dalam kapsul suplemen makanan jadi tidak kita sadari"


"Hmm.. Terimakasih sudah membantu, aku harus kembali nanti aku traktir makan"


"Pasti"


Saat Allea kembali betapa terkejutnya dia melihat Alexander sudah berada di camp, Alexander di keliling dokter dan perawat dengan tatapan kagum pasalnya dia kesana menggunakan helikopter


"Siapa yang akan dia temui? " Desas desus mereka


"Max" Gumam Vero


"Kamu kapan kesini? " Tanya Allea


"Barusan.. Aku sengaja kesini untuk menemuimu" Jawab Alexander membuat mereka iri


"Max.. Lo masih hidup? " Vero menghampiri mereka


"Dia Alexander bukan Max" Jawab Allea


"Bagaimana bisa? " Vero terheran-heran


"Aku mau bicara apa ada mobil disini? " Allea menunjuk salah satu mobil yang biasa mereka gunakan


"Allea tidak akan ikut kemana pun" Vero mencekal tangan Allea


"Siapa anda? Apa hak anda melarangnya? " Alexander menatap tajam pada Vero


"Gak apa apa, gue juga ada sedikit yang harus gue bahas sama dia" Akhirnya Allea mengikuti Alexander ke mobil


Alexander membawa Allea ke sebuah penginapan jauh dari sana, menghabiskan waktu setengah hari dari sana


"Aku bisa di pecat kalo gini" Gerutu Allea


"Rumah sakit itu punya aku kamu gak akan aman" Jawab Alexander


"Sudah sampai" Alexander menyewa satu kamar untuknya disana


"Kenapa kamu bawa aku kesini? " Tanya Allea


"Anak anak kangen sama kamu, mereka sekarang ada di rumah kamu" Alexander melakukan panggilan video


Allea meminta maaf karena tidak memberi kabar karena masalah jaringan disana, Allea berjanji akan segera pulang


Keadaan kembli canggung saat mereka mengakhiri panggilannya


"Kamu pergi kesini karena menghindar dari aku? "


"Enggak.. "


"Tapi selama ini kamu selalu menghindar kenapa? Bukannya kamu bilang malam itu gak apa apa? Tapi kenapa kamu menghindar" 


"Aku.. Aku.. "


"Aku apa? " Alexander semakin mendekatkan wajahnya


"Kamu harus baca ini, ini obat yang selama ini kamu  minum dan itu yang buat kamu kehilangan ingatan" Ucap Allea mengambil kertas yang ada di sakunya


"Aku baca nanti" Alexander melemparkan kertas tersebut ke sembarang arah dan mulai menyerang Allea


"Aku merindukanmu " Bisik Alexander, Allea begitu pasrah dia yakin yang di hadapannya adalah suaminya


Dia membiarkan Alexander melakukan apapun padanya, masalah yang lain dia akan bicarakan nanti


Vero khawatir di sana sementara Allea dan Alexander menghabiskan malam bersama bahkan mereka tidak kembali sampai tiga hari


"Gara gara dia aku jadi lupa mau ngomongin masalah obat itu" Gerutu Allea


"Mau kemana sayang? " Racau Alexander masih menutup matanya


"Bangun dulu.. Aku mau bicara" Alexander bangun dengan posisi duduk bersandar di kepala ranjang lalu mengangkat tubuh Allea agar duduk di pangkuannya saling berhadapan


"Baca ini" Alexander membacanya dengan seksama


"Itu obat yang di berikan suster padamu selama beberapa tahun, maka dari itu kamu lupa segalanya"


"Benarkah? "


"Percaya padaku, pura pura meminumnya jangan buat dia curiga kamu akan perlahan mengingat semuanya"


"Jika aku sakit kepala? " 


"Kamu hanya butuh rileks"


"Aku coba saran dari dokter" Ucap Alexander seraya mencolek hidung Allea


"Aku harus pulang, kamu mau ikut? " Tanya Alexander


"Kenapa pulang? "


"Aku ada urusan ke luar negeri, mungkin 2 minggu disana" 


"Aku akan selesaikan pekerjaan disini dan pulang dengan yang lain" Jawab Allea


"Baiklah.. Sekarang mandi aku akan mengantarmu kembali" 


Jangan lupa like momen dan vote juga beri bunga untuk author