
"Kamu dari mana? kenapa perginya lama banget" Allea memeluk Max yang baru saja pulang
"Aku abis lari pagi, kamu udah mandi nanti kotor yang"
"Kamu gak peluk cium aku pagi ini" Allea mengerucutkan bibirnya
"Maaf sayang.. aku kira kamu gak akan bangun sebelum aku pulang" jawab Max kemudian memeluk serta mencium Allea
"Ya udah sana mandi, aku tunggu sarapan di bawah"
Allea menuruni anak tangga rumah tampaknya sepi pagi ini mungkin bibi sedang pergi ke pasar, saat Allea meregangkan ototnya di pintu depan scurity berlari kecil menghampiri Allea membawa kotak kado
"Selamat pagi nyonya, ini ada bingkisan katanya buat nyonya"
"Ohh.. dari siapa pak? " tanya Allea
"Katanya temen sekolah SMA, kalau begitu saya permisi" Allea membawa kotak tersebut masuk ke dalam rumah
"Aaaaaaaaaa"
Max yang baru saja keluar dari kamar mandi mendengar teriakan Allea dari bawah segera berlari hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya
"Sayang ada apa? " tanya Max
"Awas.. ada ular.. itu ular" Allea ketakutan naik ke atas sofa
"Jangan loncat loncat disitu nanti jatuh" Max memperingatkan Allea yang meloncat ketakutan
Max mengambil sapu dan membuka kotak yang terbalik ternyata benar seekor ular bergerak meliuk liuk, dengan sapu Max berusaha memasukkan kembali ular tersebut lalu menutupnya kembali
"Udah ayo turun" Max mengangkat tubuh Allea ke bawah
"Gak akan lepas kan? " tanya Allea
"Gak udah aku ikat kotaknya, siapa yang kasih kado begituan? " tanya Max
"Gak tau.. itu tadi scurity bilang dari teman SMA" Lirih Allea suaranya bergetar tubuhnya pun gemetaran
"Kamu kaget ya? jangan Terima kado sembarangan lagi ya" Max memeluk Allea yang tampak masih ketakutan
Saat Max mengangkat kotak itu untuk di buang sebuah surat jatuh dari kotak tersebut, Max hanya membacanya lalu menyembunyikannya tidak ingin Allea tahu bisa bisa nanti dia sakit karena terlalu memikirkannya
"Ini baru permulaan, selamat datang di pertemuan berikutnya" isi surat tersebut
.
.
Setelah sarapan Max menghilang ternyata saat Allea mencarinya dia sedang berada di balkon sepertinya menelpon seseorang
"Sayang" Ketika Allea datang Max langsung mematikan teleponnya
"Kenapa sayang? apa kamu mau sesuatu? " tanya Max
"Kamu telepon siapa? kok sembunyi sembunyi? " Ucap Allea menyipitkan mata
"Gak ada yang.. ini tadi Bisma yang telepon"
"Bohong"
"Nih.. liat aja sendiri" Allea mengambil handphone di tangan Max dan mengeceknya sendiri
"Maaf aku udah curiga sama kamu" lirih Allea
"Gak apa apa.. bukannya cemburu adalah hal yang wajar? " Allea hanya mengangguk ngangguk
"Hari ini aku libur kita santai di rumah, sini kita nonton " Max menepuk ranjang di sebelahnya agar Allea duduk
"Film apa? " tanya Allea
"Terserah, aku ikut nonton aja" Max memberikan remotenya
"Yaanngg" Allea menarik ujung lengan baju Max saat menonton drakor adegan romantis 18+
"Apa? " Jawab Max tatapannya masih fokus pada layar televisi
"Kenapa sekarang kamu gak romantis kayak dulu? " tanya Allea
"Kok gitu? " protes Allea
"Ya gitu, dulu kasih umpan dulu biar klepek-klepek kalo sekarang sih satset-satset langsung jadi"
"Maksudnya? " Allea mengernyitkan keningnya
"Maksudnya gini" Allea tertawa saat Max menciumi wajah nya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Malam harinya Max beralasan pergi ke bengkel padahal dia pergi ke club malam menemui Bisma, Max menceritakan semuanya berharap mereka bisa menemukan si peneror tanpa di ketahui Allea
"Ini udah termasuk kriminal coba lo bayangin kalo ularnya berbisa, gue heran siapa yang berniat teror Allea padahal selama ini dia gak punya musuh"
"Lo kali yang punya musuh" Ucap Bisma
"Gue? perasaan gak ada juga"
"Udah lapor polisi? " tanya Bisma
"Belum sih, gue takut dia periksa kerumah Allea pasti panik"
"Tenang aja deh gue yang urus semuanya" ucap Bisma yang hendak membantu mencari tahu dalang teror Allea
"Hai Max" Arabella tiba tiba datang dan duduk bergabung bersama mereka
Drrt drrtt
"Sayang kapan pulang? aku gak bisa tidur" suara Allea terdengar manja saat mengirim pesan suara tersebut
"Gue cabut dulu bis" Tanpa mengatakan apapun lagi Max pergi dari sana
Arabella menatap punggung Max yang perlahan menghilang, Bisma menoleh ke arah Arabella yang sepertinya tidak rela melepaskan tatapannya dari Max yang sudah pergi
"Lo masih suka sama dia? " tanya Bisma yang tahu Arabella adalah mantan Max
"Gue selalu suka sama dia itu alasan gue tiap malem kesini cuma buat liat dia, gue tau udah gak mungkin gue miliki dia lagi cukup liat dia gue udah bahagia"
"Lo cuma buang buang waktu lo, Max udah bahagia sebentar lagi dia akan jadi ayah dari dua bayi mending lo cari yang lain daripada cuma liatin dia dari kejauhan" ucap Bisma
"Anak mereka kembar? gue ikut bahagia kalo dia bahagia" jawab Arabella
"Hmm.. "
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Max baru saja sampai di rumah dan menutup pintu, tiba tiba dia di kejutkan dengan Allea yang memeluknya dari belakang
"Kamu kemana aja? kenapa pulangnya malem banget? " tanya Allea manja
"Aku gak kemana mana, kenapa belum tidur huh? '" Max memutar tubuhnya menghadap Allea
"Aku gak bisa tidur kalo gak ada kamu"
"Ya udah sekarang tidur, aku gak akan pulang malem lagi kalo gitu biar kamu bisa istirahat lebih cepat"
"Gendong" Allea merentangkan tangannya lalu Max mengangkat Allea bakal koala
.
.
"Sayang kamu ngapain? " tanya Allea ketika Max merebahkan nya di atas ranjang namun dia tak kunjung bergerak di atas Allea
Max menciumi leher dan telinga Allea membuatnya kegelian, apalagi tangannya yang bergerak mencari pengait di punggung Allea
"Sayang kamu mau ngapain? ini hari apa? " Allea mengingat ucapan Ririn yang mengatakan berhubungan hanya di hari yang berawalan S
"Hari Sum'at" jawab max dengan nafas memburu di dekat telinga Allea
"Sum'at? " Allea mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Max, sesaat kemudian dia tertawa menyadari apa yang suaminya maksud
"Besok aja"
"Oke, kita tidur " ucap Max dengan wajah kecewa sambil memeluk Allea