
"Selamat pagi.. Pagi bi" Sapa Allea pada anak anak juga bibi
"Pagi nona.. Sarapan dulu? " Bibi menuang nasi goreng pada piring Allea
"Ya.. Terimakasih bi"
"Sayang kenapa makanannya cuma di aduk? " Tanya Allea pada Ello
"Gak laper ma" Jawab Ello
Allea meraih piring Ello dan mulai menyuapi nya, Ellia juga menggeser piringnya kehadapan Allea
"Mama aku juga mau di suapin" Ucap Ellia dengan manja
"Mama? " Gumam bibi dan suster bersamaan
"Sini.. Aaaa" Allea juga menyuap makanan ke mulut Ellia
"Non.. Mama nya harus ke rumah sakit di suapinnya sama suster aja ya? " Ucap bibi lembut
"Iya.. Ellia makannya sama Sus aja ya"
"Ellia gak mau makan" Ketusnya dengan menyilang tangan di dada
"Gak apa apa mama masih ada waktu tapi nanti Ello ikut papa ke sekolahnya ya" Ucap Allea
"Mama? Papa? Apa apaan itu? Baru sehari di sini udah ubah panggilan? Luar biasa" Gumam suster setelah menjauh karena penolakan Ellia
"Uhh.. Sepertinya kita akan segera punya nyonya baru" Ucap bibi
"Aku akan berhenti bekerja kalo dia jadi nyonya disini"
"Jangan macam macam dengan dokter kamu mau tubuh kamu di bedah nanti" Goda bibi
"Selamat pagi anak anak, selamat pagi Al" Ucap Alexander yang baru saja keluar dari kamarnya
"Al? Siapa Al? " Tanya Allea
"Kamu siapa lagi" Jawabnya seraya duduk di sebelah Allea
"Wooaahh... Namaku Allea bukan Al" Ucap Allea dengan wajah terkejut
"Sekarang kalian kan papa sama mama kita kenapa gak panggil sayang atau honey seperti mama papa teman kita" Cicit Ellia membuat Alexander dan Allea menyemburkan air yang mereka minum
"Astaga..... Kamu dengar dari mana? " Tanya Allea
"Dari temen temen katanya papa mama mereka suka manggil gitu, masa kalian enggak? " Ellia berceloteh sendiri sementara Ello hanya diam
"Sayang mereka kan tinggal berdua terus, tidur berdua juga" Ucap Alexander langsung mendapatkan serangan di kakinya
"Bukan begitu jelasinnya" Bisik Allea dengan kesal
"Jadi begini sayang.. Mereka sudah menikah jadi bisa pakai panggilan seperti itu" Allea meluruskan
"Kalian bisa menikah" Mendengar penuturan Ellia membuat keduanya kalang kabut
"Ahaa sayang mama harus berangkat duluan ya.. Berangkat ikut papa, daahh sayang" Allea mengambil jas putihnya dengan tertawa garing lalu mencium kening Ellia dan Ello
"Gimana pa? Papa mau kan nikah sama mama? " Tanya Ellia
"Sudah siang nak ayo kita berangkat, papa harus ke rumah om Daniel setelah ini" Alexander menghindari pertanyaan putri cerewetnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Allea.. "
"Kak Vero.. Ada apa? " Tanya Allea
"Lo kenapa gak bilang kalau lo ada masalah? "
"Masalah? " Allea mengerutkan dahinya
"Gita belum menghubungi lo? " Allea menggeleng sebagai jawaban
"Dia pasti marah karena lo gak kasih tau masalah lo, kemarin kita ke rumah lo bibi cerita semuanya"
"Gue cuma gak mau bikin kalian khawatir, gue baik baik aja, dan orang itu juga baik sangat baik kalian gak usah khawatir" Jawab Allea
"Tapi lain kali bisa gak kalau ada masalah lo ngomong sama kita? Kita masih teman kan? "
"Andai lo gak selalu menganggap gue temen, gue akan bahagiain lo sama Ello" Batin Vero
Mereka berjalan bergandengan Vero juga mengacak lembut puncak kepala Allea
Siapa pun bisa melihat bagaimana tatapan Vero pada Allea, tatapan yang penuh rasa sayang namun dia cukup tahu bahwa Allea tidak bisa membuka hati setelah kepergian suaminya
"Dokter Vero.. " Sapa seorang wanita cantik dengan manjanya
"Selamat pagi dokter Sarah" Allea yang menjawab sapaannya
"Dokter Allea bukannya sibuk hari ini? Ruang operasi sudah menunggu" Ucapnya dengan tatapan tidak suka
"Ahh.. Dokter Vero aku mau ajak makan siang" Wajahnya seketika berubah manis saat menatap Vero seraya melepaskan tangan Allea yang menggandeng tangan Vero
"Baiklah.. Selamat bersenang-senang" Allea melambaikan kedua tangannya lalu pergi
"Maaf dokter Sarah saya sudah ada janji makan siang bersama Allea" Jawab Vero menepis lengan Sarah yang melilit lengannya
"Allea lagi.. Allea lagi.. Kenapa gak pindahin aja sih dia ke rumah sakit lain" Gerutunya seraya menghentak hentakkan kakinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa dia enggak akan terkejut melihat kita tiba tiba ada di rumahnya? " Tanya Ririn pada Gibran yang berencana datang diam diam ke rumah Allea
"Namanya juga surprise, aku kangen sama mereka"
"Aku juga.. Hanya Allea sekarang anakku satu-satunya, sudah bertahun-tahun Yuki menghilang anak itu tidak lagi menghubungiku" Lirih Ririn
"Sudahlah lagi pula dia anak selingkuhan suamimu apa kamu tidak kesal saat melihatnya? "
"Iishh... Kamu memang tidak berperasaan" Ririn menyikut Gibran dengan bibir mengerucut
"Tapi bener kan? Aku aja yang cuma dengar ceritanya kesel apa lagi kamu"
"Aku anggap jo dan Yuki anak kandungku, mereka aku rawat saat mereka masih bayi" Bayangan Ririn kembali ke masalalu
Dimana saat dia mulai merasa frustasi setelah kehilangan janin yang dia kandung dan tidak bisa mengandung lagi, Ririn memutuskan mengadopsi Jonathan dari panti asuhan meskipun suaminya tidak pernah setuju hingga suatu hari suaminya berubah
Sikapnya yang semula begitu menunjukkan cintanya berubah seketika sering jarang pulang dan memukul Ririn, suatu saat suaminya pulang membawa seorang perempuan dengan bayinya
Hati Ririn hancur sehancur hancurnya
Hidupnya menderita bertahun-tahun tinggal bersama madunya, Ririn mengerjakan pekerjaan rumah dan merawat anak anak sementara madunya bersenang-senang dengan suaminya
Sampai suatu hari mereka mengalami kecelakaan dan menewaskan wanita tersebut, Ririn memutuskan mengakhiri semuanya karena suaminya tidak berubah selalu ringan tangan
Anak anak yang mengenal Ririn sebagian ibunya tentu saja tidak mau di tinggal akhirnya mereka semua ikut dengan Ririn
"Udahlah jangan di ingat lagi, ada aku sekarang aku gak akan menyakiti kamu aku janji" Ucap Gibran
"Aku percaya.. Kamu laki laki terbaik yang banyak merubah hidup aku" Jawab Ririn seraya memeluknya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dokter Allea... "
"Ya.. dokter Sarah"
"Malam ini ada perayaan spesial, ketua mentraktir kita kamu harus ikut" Ucap Sarah
"Maaf.. Tapi aku gak bisa anak anak menunggu dirumah" Jawab Allea
"Sebentar saja, lagi pula semua orang ikut dokter Vero juga ada"
"Kalo gitu aku telepon dulu" Allea mengambil handphonenya dari tas
"Gak usah.. Gak udah dia udah ada di sana, ayo cepat" Sarah menarik tangan Allea dan membawanya pergi dengan mobilnya
Sesampainya disana Allea merasa curiga dengan Sarah yang membawanya ke club malam
"Kenapa kesini? " Tanya Allea
"Ayo.. Mereka sudah ada di ruang VIP " Sarah menyeret tangan Allea agar masuk kedalam
Ternyata di ruang VIP tersebut hanya ada Ketua yang sudah menunggunya, Allea memiliki firasat buruk akhirnya dia mendorong Sarah hingga jatuh ke pelukan ketua dan berlari asal masuk ke dalam ruangan, Dengan nafas tersengal Allea mengintip dari balik pintu
"Akh.. Mmpphtt... " Mulut Allea di bekap seseorang dan menyeretnya ke pojok ruangan