My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Rencana Max



"Sayang.. " Max menutup pintu kamar memeluk Allea erat


"Apa yang kamu sembunyiin? "


"Aku gak sembunyiin apa pun, Kamu yang bawa dia masuk kesini tanpa izin aku" Allea membalikkan tubuhnya


"Apa yang kamu sembunyiin dari aku? " Allea menatap lekat mata Max


"Aku.. aku.. "


"Enggak usah di jawab kalo emang gak mau terus terang" Allea berbaring menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut


"Aku gak sembunyiin apapun, aku cuma gugup kenapa kamu liatin aku kayak gitu tadi"


"Sayang.. peluk aku" Allea hanya diam bahkan dia menutup kepalanya dengan bantal


"Semua harus terbukti dulu kebenarannya, aku gak bisa bikin kamu kepikiran " Batin Max


Max mencium kepala Allea seraya memeluknya, Allea tidak mendengar suara Max dia membuka selimutnya ternyata sang suami sudah memejamkan matanya


Allea berbalik menatap wajah Max tubuhnya sedikit bangun dikecupnya sang suami lalu kembali berbaring membelakanginya, Max membuka sedikit matanya dia tahu istrinya tidak akan bisa tidur nyenyak sebelum mencium dan memeluknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo denger gak katanya si Arabella tinggal di rumahnya Max? " tiba tiba saja Sandro nyeletuk di hadapan teman-temannya


"Kata siapa? " tanya Bisma


"Si Dito, katanya bininya kemaren ngomong gitu"


"Yang bener? " Bagas merasa tidak percaya


"Hemm.. katanya Allea yang nyuruh karena udah nolongin anaknya"


"Gue pernah ketemu dia bawa anak kecil waktu itu tapi dia belom nikah kan? " Desta bertemu saat itu di sebuah pusat perbelanjaan saat sedang mengajak pacarnya jalan jalan


"Gosipin apa nih? " Dito baru saja datang


"Yang lu omongin kemaren" Jawab Sandro


"Gak bisa jaga rahasia lo"


"Ehh.. iya gue lupa lo kan suruh rahasiain" teman temannya tertawa melihat wajah Sandro


"Lo dokter tapi bego" Hardik Desta


"Iya.. kasihan gue sama pasien lo" Ucap Bagas di sambut gelak tawa


"Sialan lo, gue cincang baru tau lo" Sandro merasa kesal dengan teman temannya


"Diiihh.. najis ngambeknya kayak cewek" ledek Bisma melihat Sandro bibir Sandro


"Bodo" Teman temannya terus mentertawakan Sandro yang memang terlihat seperti wanita ketika sedang merajuk


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Diam diam Max memotong rambut Lili ketika semua orang sedang terlelap, setelah Max pergi Arabella membuka matanya dia mengikuti Max dari belakang dan masuk ke dalam ruang kerjanya


Allea mengerjapkan matanya kala bunyi handphone mengganggu tidurnya, Yang pertama dia lihat adalah wajah suaminya yang menatapnya dengan tersenyum manis


Tangan Max mengeratkan pelukannya pada tubuh Allea yang semakin bergeser menjauh, Max menahan tengkuk Allea untuk mengecup bibirnya


"Aku mau mandi" Allea berusaha melepaskan pelukannya suaminya


"Baiklah" Max mengangkat tubuh Allea kekamar mandi dan menurunkannya di bathtub


"Kamu mau ngapain? " tanya Allea ketika Max ikut melepaskan pakaiannya


"Di kamar mandi mau apa lagi? ya mandi lah" Max ikut berendam bersama Allea


Max membantu Allea menggosok tubuhnya meskipun Allea menolak dia tetap memaksa, Allea tidak bicara lagi setelah itu dia hanya diam menatap suaminya pun dia enggan


"Kamu kemarin kemana? " tanya Allea


"Aku kemarin kerja, jadwal meeting padat jadi gak sempat pulang" Jawab Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Oh.. kamu lagi disini ya, tadi di panggil Allea tuh" Arabella melihat bibi sedang beres beres di ruang kerja Max


"Nyonya manggil saya? "


"Hmm.. " Arabella hanya mengangguk


Bibi pergi meninggalkan ruang kerja Max yang pintunya tidak dia kunci kembali, sebelum masuk Arabella memperhatikan sekeliling entah apa yang dia lakukan di dalam karena hanya sekejap lalu dia kembali keluar


"Allea makasih buat tumpangannya, hari ini gue sama Lili mau pamit" ucap Arabella ketika mereka sedang sarapan


"Ya sama sama, jaga Lili baik baik" jawab Allea


"Aku gak mau pelgi" Lili menangis menghendaki makannya


"Lili gak boleh gitu, ini rumah om dan tante kita gak bisa selamanya disini" Arabella mengusap kepala Lili


"Aku mau disini, aku mau papi" tangis Lili kian menjadi


Allea menghentikan makannya lalu menghampiri Lili yang menangis sejati jadinya, di peluknya Lili dan di usap kepala serta punggungnya


"Sayang habiskan makanmu" tegas Max yang tidak suka Allea dekat dengan Lili, Allea menghentikan ucapan dengan mengulurkan kelima jarinya


"Kalian sudah selesai? ayo berangkat" Ello dan Ellia mengangguk


Seperti biasa Max mencium anak dan istrinya sebelum pergi bekerja, Setelah Lili tenang Allea menangkup lembut wajahnya


"Lili.. om bukan papinya Lili, Lili bisa memanggilnya papi kalau Lili mau tapi om memang bukan papi Lili" tutur Allea dengan lemah lembut


"Tapi kata mami.. "


"Sayang kita harus berangkat sekarang" Arabella langsung memotong kata kata Lili


"Gak mau.. ibu Lili mau disini" Lili memeluk lengan Allea, Millie menatap sinis pada Lili sementara Michelle hanya menonton sambil di suapi suster


Lili kembali menangis namun tiba tiba yang membuat Allea terkejut saat Lili tiba tiba muntah, Muntahannya mengenai baju Allea namun dia tidak marah


Allea justru memberi segelas air juga mengelap mulut Lili dengan tisu, Allea segera membawa Lili ke kamar untuk di periksa


"Lili masuk angin perutnya kembung, apa yang dia makan? " tanya Allea namun Arabella hanya diam


"Lili gak makan apa apa Lili cuma makan ice cream banyak kemarin" cicit Lili


"Beri obat ini kalo dia masih muntah, jangan telat makan ya" Allea memberi obat pada Arabella lalu kembali bicara pada Lili


"Kalian gak perlu pergi sekarang kasihan Lili, tapi jauhi Max jangan bicara dengannya ketika tidak ada orang lain itu akan menjadi fitnah" ucap Allea lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat tengah malam Allea kehabisan air dia terpaksa mengambilnya ke dapur, saat melewati kamar Arabella terdengar suara rengekan Lili yang sedang sakit namun Arabella malah membentaknya


"Mami.. Lili pusing" rengeknya


"Bisa diem gak sih? ini jam berapa kenapa kamu belum tidur juga? mami capek mami ngantuk" bentak Arabella


Allea menggelengkan kepalanya lalu memutar gagang pintu kamar yang di tempati Arabella


"Kenapa malah lo marahin? anak rewel dia butuh perhatian, di manja, bukan di bentak bentak gini" Arabella seolah tidak mendengarkan ucapan Allea dia malah meringkuk memejamkan mata


Allea menggendong Lili ke kamarnya namun sesampainya disana Max menegur Allea


"Kenapa dia di bawa kesini? apa kamu mau tertular dia sedang sakit"


"Malam ini aja, kasihan dia lagi sakit malah di bentak ibunya''


" Lili tidur disini aja ya, jangan nangis karena kita harus istirahat biar besok Lili bisa main lagi" Allea merapihkan anak rambut Lili juga menepuk p*nt*tnya


Lama kelamaan Allea yang tertidur sementara Lili memandangi wajah cantik Allea, Lili mengusap perut Allea yang mulai membuncit lalu memeluknya


Max memperhatikan keduanya dia semakin mengagumi istrinya yang lemah lembut pada anak kecil juga penyayang, Max pindah posisi menjadi di belakang Allea dan memeluknya dari belakang


"Kamu bidadari yang di kirim Tuhan" Gumam Max seraya menciumi kepala Allea