
Hari hari berlalu Allea selalu menghindari Gibran yang selalu menemuinya dimana pun, Gibran selalu ingin membawa Allea tinggal di rumahnya namun Allea menolak mentah mentah ajakan itu apapun yang di berikan oleh Gibran Allea selalu menolaknya
"Maafkan ayah Allea"
"Sudah Allea maafkan tapi Allea mohon jangan ganggu Allea dan nenek lagi kami ingin hidup sederhana dan bahagia" ucap Allea lalu naik ke motor Max
Di perjalanan Allea menyandarkan kepalanya ke punggung Max
"Kenapa? " tanya Max
"Menurut lo gue harus gimana? "
"Kalo bokap lo jujur sama keluarganya tentang lo, lo seharusnya maafin dia dan mulai buka hati menerima dia sebagai ayah lo"
"Kalo kayak gue mending lo diem di tempat, karena percuma juga mereka gak pernah ngakuin gue di depan Danendra sampe sekarang"
"Sabar ya" ucap Allea mengelus lengan Max
"Gak kebalik? " tanya Max
"Hhehe iya gue juga harus sabar, kita senasib ya" ujar Allea kembali menyandarkan kepalanya sambil memeluk Max
Sesampainya di rumah Allea di halamannya banyak tetangga berkerumun, Allea dengan terburu buru turun dari motor dan masuk di ikuti Max
"Nenek kenapa? " tanya Allea panik melihat neneknya terbaring di kursi
"Tadi ada ibu ibu kayaknya orang kaya deh marah marah, setelah dia pergi nek Mar keluar sempoyongan dan pingsan" ujar tetangganya
"Udah lama perginya? " tanya Max
"Baru aja"
"Mobil yang tadi papasan sama kita MAx" ujar Allea
Max menelpon taksi dan membawa nek Mar ke rumah sakit, Allea terus saja menangis karena neneknya tidak kunjung sadarkan diri
"Lo makan dulu ya" Max duduk di tepi ranjang menghadap Allea yang duduk di kursi
"Gue gak bisa makan kalo nenek belum sadar" jawab Allea masih menangis
"Nenek pasti baik baik aja, sekarang makan dulu ya kalo lo sakit siapa nanti yang jagain nenek" ucap Max
Akhirnya Allea mau makan disuapi Max mereka makan sepiring berdua karena Max juga belum makan sepulang sekolah
"Lo pulang aja Max " ucap Allea setelah mereka makan
"Gue temenin disini pagi pagi gue pulang" ucap Max seraya mengelus pundak Allea
"Thanks ya" Allea memeluk pinggang Max yang berdiri di sampingnya
"Gue juga kasih tau temen temen lo katanya mereka akan gantian temenin lo disini"
"Apa gak ngerepotin? "
"Mereka sendiri yang mau "
"Lo tidur aja udah malem, lo tidur di sofa biar gue jagain disini" Ucap Max
Allea tidur di sofa sementara Max di kursi samping neneknya, Max tidur bersandar dengan melipat tangannya di dada sementara Allea tidak bisa tidur sama sekali dia mendekati Max menutup tubuh Max dengan selimutnya
"Gue gak tau kalo gak ada lo akan seperti apa gue sekarang" ucap Allea seraya mengusap kening Max mengecup keningnya juga kening neneknya lalu kembali tidur di sofa
Max memang selalu membantu Allea menguatkannya, mereka sama sama saling menguatkan satu sama lain membuat beban hidup mereka terasa ringan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Emile seperti orang ketakutan wajahnya panik hanya mondar mandir seraya menggigit ibu jarinya, Cindy menatap heran pada ibunya yang bertingkah aneh hari ini
"Mommy kenapa sih? " tanya Cindy
"Tidak dia tidak mungkin mati" gumamnya
"Siapa yang mati mi?" tanya Cindy
"Sayang mommy gak sengaja dorong bi Mar, mommy harus mengatakan ini pada daddy agar dia memastikan keadaan Bi mar" ujarnya
"Kenapa mommy melakukan itu? "
"Mommy cuma mau mereka jangan dekati daddymu"
"iya juga daddy selalu ada di sekolah tapi seperti sedang bertengkar dengan Allea, apa dia pacar baru Daddy? " ucap Cindy yang sering melihat daddynya cekcok dengan Allea
"Apa kamu bilang? "
"Iya daddy sering ke sekolah menemui Allea tapi mereka seperti orang yang bertengkar, apa alasan mommy sampai mendorong bi Mar? "
"Hati hati dengan Allea jangan sampai merek tau yang sebenarnya"
"Allea anak daddymu dari istri pertamanya"
"Apa??? o my god apa apaan ini" pekik Cindy
"Jangan teriak teriak nanti daddymu dengar"
Mereka berniat menutup mulutnya rapat rapat agar tidak di ketahui Gibran, namun saat makan malam mereka di buat terkejut dengan penuturan Gibran
"Dengarkan ini, aku sudah menemukan anakku dan Naina. aku harap kalian tidak mengganggunya saat aku membawanya kemari" ucap Gibran
"Si.. siss.. siapa dia? " tanya Emile
"Cucu bi Mar, ternyata selama ini Naina hidup bersama bi Mar dan tuduhanku selama ini salah aku sangat menyesal menelantarkannya selama ini" jawab Gibran
"Ya.. ya tentu saja kami akan menerimanya dengan baik, iyakan? " ucap Emile menginjak kaki Cindy yang hendak protes
"Iya iya iya" jawab Cindy seraya mengernyitkan wajahnya menahan sakit di kakinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Keesokan harinya benar saja Gibran dan Cindy sudah menunggu di gerbang sekolah, Gibran ingin segera mengatakan pada Allea bahwa dia telah mengatakan pada Emile dan Cindy akan membawa Allea ke rumah
"Sayang tunggu" ucap Gibran menahan tangan Allea yang hendak pergi
"Ada apa lagi? saya buru buru" jawab Allea
"Sombong sekali anak daddy ini" sindir Cindy
"Maaf saya tidak punya waktu meladeni anda berdua, saya permisi" ucap Allea langsung masuk ke mobil Dito
"Bokap Cindy ngomong apa? " tanya Dito yang hari ini akan menemani Allea di rumah sakit
"Gak tau, gak jelas btw thanks ya udah mau temenin gue" ucap Allea
"Kita kan bff santai aja lah"
"Diiihh alay " ucap Allea seraya tertawa
Drrtt drrtt
"*Hallo"
"Oh iya gak apa apa ada Dito yang temenin malem ini"
"Iya nanti gue makan bareng Dito, ini juga mau pulang dulu mau masak buat bekal nanti"
"Ya.. bye*"
.
.
"Siapa? " tanya Dito
"Max, katanya dia gak bisa nemenin ada latihan basket"
"Oohh... dia perhatian juga ya sama lo" ucap Dito
"Sewajarnya temen aja to kayak lo sama yang lain"
"Tapi gue liatnya beda"
"Aahh perasaan lo aja kali"
"Jujur ya, perasaan lo sama Max gimana sih? " mendengar pertanyaan Dito membuat Allea salah tingkah wajahnya memerah seketika
"Hhaha wajah lo kenapa merah? Lea Lea lo suka ya sama Max? " Dito terkekeh melihat ekspresi Allea
"Enggak, apaaan sih Dito ahh" protes Allea
"Kayaknya Max juga punya perasaan yang sama deh"
"Nggak Dito lo salah"
"Jadi maksud lo Max gak suka sama lo atau punya yang lain"
"Dito gue gak tau" pekik Allea yang semakin kesal
"Hhaha... santai santai gue becanda Allea, keliatan banget lo salting" ledek Dito
"Gue gak salting gue lagi pengen salto terus tendang tuh kepala lo" ucap Allea namun Dito malah semakin tertawa
***Jangan lupa like komen dan votenya ya cinte 🥰🥰🥰
Kalo othor masih ada ide nanti malam up.. tapi gak janji 😜***