
Allea membersihkan bajunya juga merapikan sedikit riasannya, Mitha menyusul Allea yang sudah lebih dulu keluar
"Loh.. kak Vero kebetulan banget ketemu disini" Mita mendengarkan percakapan Allea dan Vero
"Iya kebetulan banget.. gue lagi cari makan kebetulan"
"Mau ikut gabung? ada kak Bisma juga sama Max" Allea mengajak Vero makan bersama mereka
"Lain kali aja deh takut ganggu acara kalian"
"Kak Bisma pasti seneng, dia kan pengen banget kumpul sama kak Vero"
"Ayo.. ikut aja dulu" Allea dan Vero berjalan berdampingan kembali ke meja yang di tempati Bisma dan Max
"Wooww.. keberuntungan " Ucap Mitha seraya mengambil dompet Vero yang jatuh di depan pintu toilet
Ketika Mitha sampai disana Vero sedang di rangkul Bisma entah apa yang mereka bahas hingga tertawa bersamaan, Ketika Mitha sampai di meja tersebut Vero yang awalnya tertawa langsung diam dan memasang wajah dingin
"Emm.. aku tadi nemu ini di depan toilet cowok, mungkin di dalamnya ada identitas si pemilik coba lihat" Mitha meletakkan dompetnya dengan posisi terbuka
Benar saja dugaannya di dompet Vero masih tersimpan foto Allea semasa kuliah, Vero segera mengambil dompetnya wajah Max agak sedikit berbeda ketika melihat itu
"Sayang coba yang ini" Allea mengalihkan suasana yang canggung itu, Max tersenyum lalu memakan makanan yang di sodorkan Allea ke mulutnya
Handphone Allea berdering dan setelah Allea menjawabnya dia menjadi panik
"Sayang kita harus pulang, Exel demam" Allea dan Max bergegas pulang setelah berpamitan pada teman temannya
Benar saja saat sampai di rumah Exel menangis dan sulit di diamkan, Max hanya diam duduk di sofa entah apa yang dia pikirkan
"Sayang tolong gendong Exel dulu, dia gak mau sama suster" ucap Allea karena dia ingin ganti baju, namun Max tampaknya tidak mendengar
"Max.. aku titip Exel dulu" Max masih tak bergeming, akhirnya Allea menaruh Exel di pangkuan Max
"Kamu apaan sih, pelan pelan bisa gak? kalo anak aku kenapa napa gimana? " Max menggerutu
"Dia juga anak aku Max.. aku gak mungkin celakain dia"
"Kamu kan bisa manggil dulu jangan asal geletakin gitu aja, kamu pikir dia kucing? " Max terkesan marah marah padahal Allea menjawabnya dengan santai
"Kamu kenapa sih marah marah? "
"Kamu sembarangan banget ngurus anak, kalo emang gak mau ngurus gak apa apa biar aku yang urus dia aku bawa dia kerja biar kamu bisa bebas keluar ketemu temen lama kamu itu" Max menekankan kata kata terakhirnya
"Kamu kesel karena ada kak Vero? aku gak pernah anggap dia lebih dari seorang teman"
"Emangnya aku ada bilang kamu mantan pacar dia? Atau kamu pernah pacaran sama dia waktu aku gak ada? "
"Kamu apaan sih? aku gak pernah buka hati aku buat siapapun gak kayak kamu di godain dikit nyaut, kayak ikan di kasih umpan" Allea mulai kesal dengan Max yang marah marah padanya
Terjadi cekcok diantara mereka di tambah Suara tangisan Exel membuat ruangan itu terdengar tidak karuan, Suster yang berada di luar pintu merasa serba salah dia ingin mengambil Exel yang histeris sementara di dalam majikannya sedang bertengkar
"Dia yang simpan foto aku bukan aku yang simpan foto dia, tapi kenapa aku yang di marahin? sini Exel aja gak betah disini suasananya panas" Allea merebut Exel dan pergi begitu saja untuk pindah ke kamar tamu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gimana ya aku takut terjadi masalah diantara kak Max dan kak allea, aku nyesel banget" Lirih Mitha
"Gak apa apa buka salah kamu, niat kamu kan baik mau balikin dompetnya lagian kita gak tau kalo itu dompetnya Vero" jawab Bisma menenangkan Mitha
"Iya tapi aku merasa bersalah banget, besok aku minta maaf deh"
"Max paling cemburuan, dia pasti lagi uring-uringan" batin Bisma
"Kak Vero itu mantan pacarnya kak Allea ya? " tanya Mitha
"Setau aku sih bukan, cuma dari dulu Vero suka sama Allea dia sayang banget sama Allea, tapi ya Alleanya gak bisa nerima dia"
"Jadi kak Vero belum move on? "
"Mungkin.. dia gak pernah punya pacar semenjak bertemu dengan Allea" jawab Bisma
"Wow.. beruntung banget ya kak Allea bisa di cintai begitu tulus dengan dua pria"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Semalaman suntuk Allea dan suster menjaga Exel yang rewel, Allea benar-benar lelah dia sudah berusaha agar tetap terjaga
"Syukurlah demamnya turun, Sus kamu tidur duluan deh nanti siang bisa gantian " titah Allea, Allea menghembuskan nafas berat saat melihat jam ternyata sudah subuh
"Nyonya aja dulu, saya bisa tidur nanti"
"Gak apa apa tidur aja sana" akhirnya suster pun tidur meninggalkan Allea sendiri dengan bayinya
Pintu kamar terbuka Max mematung melihat Allea tidur dengan posisi duduk dan Exel tidur di pangkuannya, Max berniat memindahkan Exel namun pergerakannya membuat Allea terbangun
"Udah biarin disini aja dia nangis kalo di taruh di bawah" Allea menepuk b*k*ng bayinya yang mulai terusik, wajah lelah Allea terlihat jelas kantung matanya menghitam karena tidak tidur semalaman
"Aku.. " perkataan Max terhenti saat Allea menyergahnya
"Aku lelah Max.. tolong jangan berdebat lagi, kalo aku salah aku minta maaf" Allea memejamkan matanya bersandar di kepala ranjang
Max duduk di sampingnya menarik kepala Allea agar bersandar padanya, dia bukan ingin berdebat dia hanya ingin meminta maaf karena kekesalannya pada Vero yang masih menyimpan fotonya dia jadi memarahi Allea yang tidak tahu apa apa
"Maafin aku" ucap Max seraya mengecup kepala Allea
Karena takut Exel terjatuh Max memindahkannya ke ranjang dengan perlahan lalu membetulkan posisi tidur Allea, Allea sedikit terusik dari tidurnya namun dia kembali tertidur saking mengantuknya
"Apa? " Allea hanya membuka sedikit matanya lalu kembali tidur
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Siang itu Bisma datang ke kantor Max untuk meminta bantuannya, Max terlihat sedang melakukan pangggilan video dengan seseorang ketika Bisma membuka ruangannya
"Lo lagi videocall siapa? " tanya Bisma
"Lo kebiasaan gak pernah ngetuk pintu"
"Sorry.. lain kali gue ketuk" Bisma tertawa kecil mendengar saudaranya menggerutu
"Kenapa sih? muka lo gak enak di lihat? " tanya Bisma
"Exel sakit"
"Udah di bawa ke dokter? "
"Emaknya dokter udah di obatin dari semalem" jawab Max
"Lah terus? "
"Gue marahin Allea semalem waktu Exel sakit kita malah berantem, dan akhirnya Allea gak mau angkat telepon gue padahal gue pengen lihat keadaan Exel " lirih Max
"Lo telepon orang rumah dong.. gitu aja susah" sergah Bisma
"Udah.. tapi gue maunya telepon istri gue"
"Lo bukan mau liat anak, mau liat emaknya kali" Max menyandarkan tubuhnya lemah dia menyesal memarahi Allea semalam
"Galaunya udahan dulu ya.. bantuin gue" Bisma menggenggam tangan Max membuatnya geli dan menepis tangan Bisma
"Please.. bantuin gue ya.. ini menyangkut karir gue"
"Emang masalah apaan? " tanya Max
"Iklan yang gue belum kirim ke klien gue udah di serobot sama perusahaan si bajingan itu, mereka udah pake iklannya baru aja launching" Bisma bicara penuh emosional
"Kok bisa? apa jangan jangan ada penghianat di kantor lo? " pikir Max
"Mungkin.. gue lagi selidiki, buruan bantuin mikir besok harus gue kasih.. belum lagi artisnya ngundurin diri, gue pusing" Bisma mengacak rambutnya frustasi
"Gue bantuin.. tapi gak sekarang, kerjaan gue banyak"
"Oke.. oke.. nanti lo ada waktu luang jam berapa gue pun telepon gue" ucap Bisma
"Hhmmm" Max mengangguk anggukkan kepalanya