
"Dirga kenapa lagi pulang sekolah lebam lebam gini? " Gita menggerutu melihat wajah sang putra
"Kamu masih sekolah dasar udah gini dimana kalo udah gede, ya ampun bikin pusing aja deh"
"Sayang.. tanya dulu anaknya ada masalah apa jangan langsung marah marah" Ucap Dito seraya menuntun Dirga membawanya duduk
"Katakan kenapa kamu berantem di sekolah? " tanya Dito
"Mereka ganggu Ellia, mereka juga bilang kalo mamanya Ellia gila, papanya suka cari papa baru, mereka juga bilang aku anak haram" Gita jadi termenung setelah Dirga mengatakan alasannya berkelahi di sekolah
"Ganti baju dan makan" ucap Gita lalu pergi ke kamar
"Mama kenapa pa? "
"Sudahlah jangan di bahas, sekarang ganti baju dan makan sebelum mama marah marah lagi" Dirga hanya mengangguk masuk ke dalam kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Maafkan mama sayang.. kalian di olok-olok karena mama" lirih Allea memeluk kedua anaknya
"Gak ma.. ini bukan salah mama, aku tahu mama gak salah"
"Mama jangan sedih papa udah beresin semuanya" ucap Ello
" Maaf ya handphone mama tadi mati terpaksa papa yang harus kesana"
"Papa keren ma, si Bambam sama temennya di skors satu minggu" cicit Allea
"Oh ya? Semoga anak itu bisa lebih baik lagi setelah kembali masuk sekolah " ucap Allea
"Ganti baju dulu ya, makan terus kerjakan PR"
"Baik ma" jawab keduanya
Allea menunggu Max pulang namun sampai tengah malam belum juga pulang hingga Allea memutuskan tidur di kamar Millie dan Michelle, Baru saja dia terlelap suara pintu terbuka membuatnya terbangun seketika
"Kenapa baru pulang? " Allea menyentuh tangan Max namun di tepatnya
"Max kamu kenapa sih? aku salah apa? " Allea mengikuti langkah suaminya sampai ke kamar
"Aku bukain" Allea berniat membuka kancing kemeja suaminya, namun Max menangkap tangannya dan pergi ke kamar mandi
"Dia kenapa sih? " gumam Allea
Tidak mau menyerah Allea segera mengganti bajunya dengan baju dinas malamnya, ketika melihat Max keluar dari kamar mandi Allea segera berdiri di depan lemari
"Mau aku ambilin gak bajunya? " ucapnya manja
"Gak usah" Max menyingkirkan Allea kesamping, lalu mengambil celana pendek di dalam lemari
"Ahh.. aku lupa kamu gak pernah pake baju kalo tidur" Allea mengibaskan rambutnya di hadapan Max
Max tidak memperdulikan nya dan mengambil laptop lalu duduk bersandar di kepala ranjang, Allea masih tidak menyerah dia terus menempeli suaminya
"Mau di pijat? " Allea menawarkannya dengan kata kata manja
"Kamu marah sama aku? Aku salah apa? " Tanya Allea seraya memijat kaki Max
Meskipun istrinya bicara panjang lebar namun Max masih tidak bergeming dia tetap fokus pada laptop di pangkuannya, Allea benar benar kesal dan akhirnya menangis memeluk kaki bagian atas suaminya
"Kamu kenapa sih? aku salah apa? " Allea menangis memukul mukul paha suaminya, sontak saja Max menutup aset berharganya dengan tangan
Sudah menangis tapi Max masih mengacuhkannya Allea pun bangun meninggalkannya ke kamar mandi, Max menatap istrinya yang berjalan menghentakkan kakinya
"Oke.. ini cara terakhir" Gumam Allea sebelum keluar
Allea berjalan mendekat dan membuang laptop dari pangkuan Max dan mengganti dengan dirinya yang duduk menghadap Max, Max mengernyitkan dahinya dengan tingkah istrinya
"Aku ada salah apa? kalo kamu gak ngomong mana aku tau salah aku dimana, iya ka? " Tangan Allea merayap manja dari perut ke atas
"Tatap aku.. kenapa kamu diemin aku seharian? " Allea menangkup wajah Max
"Aku tau ada sesuatu yang bangun.. ayolah kita selesaikan ini" Bisik Allea seraya mencium telinga Max
Max memeluk Allea dalam sekali gerakan posisi berpindah kini Max berada di atas Allea, senyum kemenangan terbit di wajah Allea
"Jadi kamu kenapa? " tanya Allea lembut membelai wajah Max
"Siapa pria itu? " Allea mengernyitkan dahinya
"pria siapa? yang mana? "
"Kenapa malah balik nanya? siapa cowok yang tuntun tangan kamu di restoran? "
"Kamu marah gara gara itu? astaga.. hahah"
"Kenapa kamu ketawa? " Max menatap tajam wajah Allea
"Muaacchh.. aku kepeleset dia cuma bantuin sampe aku nyebrang di bantuin juga, aku aja gak kenal" Allea mengecup bibir Max
"Ngapain kamu nyebrang? "
"Beli permen kapas buat anak anak, jadi ceritanya kamu cemburu? " goda Allea
"Gak juga, ngapain cemburu tinggal nyari juga di luar gadis pun udah pasti mau"
"Ohh.. kalo gitu cari aja sana di luar ngapain masih peluk peluk" Allea mendorong tubuh Max
"Sekarang udah ada di depan mata, nyarinya besok aja"
"Gak perlu besok, pergi aja sekarang kalo perlu gak usah balik lagi" Allea benar-benar mendorong Max dan duduk menjauh
"Bener nih boleh pergi? aku pergi ya? " Max mengecup pipi Allea lalu mengambil bajunya di lemari, melihat itu Allea berbaring membelakangi Max menutup tubuhnya dengan selimut
Pintu kamar terbuka lalu tertutup seiring menjauhnya suara langkah kaki, tubuh Allea terlihat bergetar sepertinya dia sedang menangis
Tiba tiba seseorang melompat ke ranjang dari belakang Allea, Max tidak benar benar pergi dia masih ada di kamar, memeluk Allea seraya terkekeh mengecup tengkuknya
"Ciee yang nangis gak mau di tinggal" goda Max
"Gak lucu, udah sana pergi" Ucap Allea di sela isak tangisnya
"Gak ahh.. nanti kamu nangis semaleman, baby mama cengeng ya" Max mengusap perut Allea yang bergerak gerakan kecil
"Iisshh.. malu lah anak udah banyak masih cengeng aja"
"Iya anak aku banyak, aku udah tua, aku bukan wanita muda yang seksi, gak seperti cewek-cewek yang selalu cari perhatian sama kamu, muda, seksi, langsing, cantik.. kalo kamu udah gak mau sama aku gak apa apa kembalikan aku sama ayah baik baik" ucap Allea
"Kok ngomongnya gitu? aku cuma becanda, aku gak akan pernah lakuin itu, apa jadinya hidup aku kalo gak ada kamu? "
"Nikah lagi, apalagi yang di lakukan kalian para pria selain nikah lagi kalo di tinggalin istrinya" sergah Allea
"Sayangku bisa aja" Max terkekeh mendengar penuturan Allea
"Minggir.. aku kedinginan mau ganti baju" Allea menyingkirkan Max
"Justru karena kamu kedinginan aku harus angetin kan? sini.. mau hangat, panas atau sangat panas? " Max memeluk tubuh Allea menarik perlahan tali l*ng*r* milik Allea
"Aku gak mau.. malam ini kamu bebas cari gadis muda di luar" Allea tetap mendorong Max dia terlanjur marah dengan candaan suaminya
"Sayang aku cuma becanda, ayolah.. kamu harus mengakhiri apa yang kamu mulai" Allea meringkuk membelakangi Max dengan menggulung selimut di tubuhnya
"Kamu pura-pura tidur? " Max mencondongkan tubuhnya dari belakang untuk melihat wajah Allea
Max memaksa Allea membuka selimutnya dan melemparkannya ke bawah, pakaian Allea dia tarik hingga robek membuat Allea menutupi tubuhnya dengan bantal
"Kamu yang memasang umpan sayang"
"Aku gak mau... " pekik Allea lalu suara keduanya hening tak terdengar lagi