My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Yuki kabur



Sudah sebulan Max tidak kembali mereka hanya saling mengabari lewat telepon dan video call secara sembunyi-sembunyi, Ellia pun masih murung karena sampai sekarang papanya tidak juga  membawanya bertemu Allea dan Ello


Sebulan penuh Max dan Daniel mengurus semua rencana Max banyak yang harus mereka lakukan, mereka juga mengumpulkan bukti kejahatan Nola yang tidak lain adalah Yuki


"Akhirnya selesai" Max dan Daniel melakukan tos


"Alexander.. Lo yakin percaya sama gue? " Tanya Daniel


"Jangan panggil gue dengan nama itu" Max menatapnya tajam


"Sorry" 


"Kalo lo macem macem gue akan cari lo kemanapun bahkan sampai lo mati pun jasad lo gak akan gue kubur" Jawab Max


"Terus rencana lo sekarang apa? " Tanya Daniel


"Gue udah gak perlu sembunyi sembunyi lagi sekarang, niat gue bawa suster sama Ellia ke rumah Allea"


"Apa lo yakin? Kenapa gak langsung lapor polisi aja? "


"Itu terlalu mudah, gue pengen mereka menderita dulu" Jawab Max


"Sadis, gue ikut lo aja deh"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Keesokan harinya Max dan Ellia serta suster sudah sampai di rumah Allea, wajah Ellia begitu senang berlari memeluk Allea dan Ello


"Mama baik baik aja kan? " Tanya Ellia


"Baik sayang, maafin mama gak bisa jaga kamu, mama bukan orang tua yang baik " Allea menangis memeluk erat kedua anaknya


"Mama kenapa nangis? " Tanya Ellia


"Kamu anak mama sayang.. Kamu benar-benar anak mama yang hilang, maafin mama selama ini gak bisa nemuin kamu" Wajah suster memucat dia ketakutan jika kejahatannya selama ini di ketahui Max


"Tuan jadi selama ini Ellia anak dokter? " Lirih suster


"Ya.. Aku gak tau siapa yang menculiknya mereka tega, kasihan sekali seorang ibu di pisahkan dari anaknya" Ucap Max membuat suster sedikit lega


"Kamu panggil Allea nyonya, dia majikan kamu sekarang" 


"Apa? A.. Apa kalian sudah menikah? " Pekik suster


"Memangnya kenapa? Kamu sepertinya terkejut" Jawab Max


"Tuan sudah ingat semuanya? " Tanya suster


"Ingat apa? Memangnya aku kenapa? " 


"Tidak.. Ttidak apa apa tuan"


"Sukurlah tuan tidak mengingat apapun, mungkin dia menikah dengan dokter itu karena bertanggung jawab atas kehamilan dokter Allea" Batin suster


"Kamar kamu bersebelahan dengan bibi" Suster membawa tasnya ke kamar tersebut


"Hallo nyonya.. Ada berita buruk"


"Berita buruk apa? "


"Tuan sudah menikahi wanita itu.. Sekarang kami berada di rumahnya" 


"Apa? Ini.. Ini.. Gak bisa" Pekik Nola


"Apa yang harus saya lakukan? " 


"Aku akan memberitahumu nanti, aku butuh sedikit penenang" Nola kemudian mematikan teleponnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aarrggghhh.. Ini gak boleh terjadi Alexander cuma milik gue.. Alexander milik gue" Nola berteriak mengambil satu botol miras yang ada di rak dan langsung menenggaknya hingga habis


"Aarrggghhh.. Sialan, Allea sialan kenapa lo selalu jadi penghalang di hidup gue" Teriak Nola


"Usaha gue selama ini sia sia, semua yang gue korbankan sia sia semuanya gara gara lo Allea sialan" Nola menghancurkan barang barang di kamarnya


Mendengar teriakan Nola ayahnya segera menghampirinya, dia melihat ruangan itu berantakan barang barang pecah hingga kasur dan bantal yang sudah tidak berbentuk


"Apa yang kamu lakukan? " Tanya Yamada


"Alexander pa.. Dia kembali dengan wanita itu semua yang aku lakukan sia sia aku sudah berusaha mati matian untuk memilikinya tapi dia tetap kembali pada wanita itu" Kini Nola berteriak seraya menangis 


"Dengarkan aku.. Kamu sudah tidak punya kesempatan lagi mendapatkan Alexander, kita harus menghancurkan mereka jika kamu tidak bisa memilikinya maka kita harus menghancurkannya" Ucap Yamada seraya menangkup wajah Nola


"Dengarkan papa.. Kita akan.. " Entah apa yang di bicara Yamada pada Nola namun sepertinya rencana jahat untuk menjatuhkan Max


"Setelah itu kita hancurkan juga bisnis keluarganya dengan begitu mereka semua akan hidup menderita" Mendengar perkataan Yamada Nola langsung tertawa dia menyetujui rencana ayahnya


"Hahahahaa.. Setelah kita tidak membutuhkan anaknya maka kita bisa membunuhnya" 


Ya.. Iyalah anaknya, buktinya sama sama gila 🤣


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah menidurkan anak anaknya Allea dan Max kembali ke kamarnya, Allea tidur di lengan Max seraya memeluk tubuh suaminya


"Aku mau tanya? "


"Tanya apa? " Jawab Max


"Gimana saat pertama kali kamu bangun dari koma? " Tanya Allea


"Yuki ada di sampingku saat itu bersama Ellia yang masih bayi.. Aku gak ingat apapun jadi dia mengatakan semua kebohongannya" Jawab Max


"Apa selama kamu menikah sama dia kamu pernah kontak fisik? " Tanya Allea


"Kamu apaan sih nanyanya gitu"


"Gak apa apa, jawab aja"


"Gak ah nanti kamu ngambek" 


"Berarti kamu pernah ngapa ngapain ya? " Tanya Allea masih berusaha senyum


"Gak.. Gak ada" Jawab Max


"Kamu pernah cium dia? Pegang pegang dia? Pernah tidur sama dia? "


"Tau ah.. Aku ngantuk" Max pura pura tidur


"Jawab gak? " Allea mencubit p*t*ng Max


"Aarrggghhh sakit.. Iya aku jawab"


"Ya sewajarnya pasangan suami istri aja, yang aku gak bisa cuma, gituan doang" Jawab Max dengan entengnya


"Kamu juga sering main cewek di club malam kan? "


"Sayang udahlah gak usah di bahas, itu aku cuma lagi lupa sama jati diri aku aja" Kilahnya


"Tapi benerkan? "


"Iya.. Maafin aku yang dulu"


Bugh.. Bugh.. Bugh.. 


Allea memukuli dada suaminya lalu berbalik membelakanginya menyingkirkan tangan Max yang menjadi bantalnya


"Sayang udah aku bilang gak usah di bahas" Max memeluk Allea dari belakang


"Sana.. Aku gak mau deket deket kamu bayanginnya aja aku jijik kamu pernah peluk peluk, cium cium, pegang pegang cewek lain" Allea menyingkirkan tangan suaminya


"Aku udah bilang jangan di bahas, wanita kenapa sih suka banget mempersulit diri sendiri, kalo ujung ujungnya cemburu jangan coba cari tahu"


"Kamu yang brengsek sekarang kamu marahin aku Huh? " Allea kembali memukul serta mencubit suaminya


"Aaargghh ampun sayang, aku gak marahin kamu"


"Terus tadi apa? Kamu nyalahin aku? Kamu marah? Aku kesel sama kamu " Allea marah marah seraya memukuli Max, Max hanya sesekali menahan pukulan Allea dengan tangannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Pagi pagi kediaman Yamada di buat heboh karena kabar korupsinya terkuak, Yamada segera mengemas barangnya beserta Yuki bergegas untuk kabur dari rumah


"Apa mereka kabur? " Pekik Max ketika orang suruhannya memberitahu tentang Yuki kabur


"Cari sekarang juga, yang kalian ngapain  aja? Kerja gitu aja gak becus" Bentak Max lalu mematikan teleponnya, handphonenya dia hempas kasar ke meja


Allea keluar dari kamar mandi dia melihat wajah suaminya tampak sedang marah namun dia tidak bertanya karena dia masih kesal soal semalam


"Aku mau ke rumah bunda, kamu mau ikut? " Tanya Max


"Ikut" Jawab Allea dengan ketus


"Jangan cemberut gitu dong, kita mau kasih surprise buat bunda " Max menghampiri Allea yang berdiri di depan meja rias


"Wangi kamu selalu sama" Max mengendus leher Allea seraya memeluknya dari belakang


"Semuanya selalu sama" Ucap Max seraya membuka handuk Allea


"Aaa.. Dasar gila" Pekik Allea kembali memakai handuknya


Max hanya terkekeh berlalu keluar dari kamar


"Kenapa dia jadi begitu? " Gumam Allea, pikiran kembali membayangkan bagaimana dia bersama wanita lain membuatnya kembali kesal, Allea menghentakkan kaki seraya memejamkan mata dan menggeleng