
" Emmhh.. " Allea mengeratkan pelukannya
Allea mengusak kepalanya ke dada bidang pria tanpa pakaian, Merasa rambutnya di elus Allea membuka matanya sebentar lalu tersenyum kemudian kembali menutup matanya
"Masih ngantuk? " tanyanya dan Allea hanya mengangguk
Sesaat kemudian Allea tersadar kenapa ada seseorang yang tidur bersamanya, Allea mendorong tubuh seseorang yang mendekapnya lalu duduk dengan mata membulat
"Kenapa sayang? kamu kaget? " Max tersenyum membuat Allea menyipitkan matanya
"Kenapa kamu bisa disini? siapa yang kasih tau kamu? "
"Bukan hal sulit menemukan kamu, aku masih mau peluk sayang" Max menarik pinggang Allea
"Lepas.. lepas.. jangan pegang pegang" Allea berontak sampai memukul punggung Max
"Sebaiknya kamu pergi dari sini, aku akan urus perceraian kita secepatnya, kamu bisa ambil semua harta yang kamu punya tapi kamu gak akan bisa bawa anak anak"
"Kamu ngomong apa sih? aku gak mau ya dengar kamu ngomong gitu lagi"
"Terserah.. keputusan aku sudah bulat, jangan pernah berpikir aku akan percaya lagi sama semua kata kata kamu" Allea turun dari ranjang namun Max menarik lengannya
"Harus gimana lagi aku ngomong sama kamu? kalo aku gak pernah macem macem di belakang kamu, aku akan ceritain semuanya tapi kamu harus dengerin aku dulu"
"Cukup Max cukup.. aku gak mau dengerin apapun lagi" Allea menepis tangan Max lalu menutup telinganya
"Aww.. sshh.. " Allea meringis memegangi perutnya yang kembali terasa sakit
"Sayang kamu kenapa? " Max ikut panik melihat Allea kesakitan
"Jangan sentuh aku.. jangan sentuh aku" Allea mengangkat tangannya
"Sus.. tolong Sus.. " Teriak Allea tertatih berjalan ke dekat pintu
"Sayang ada aku, biar aku bantu"
"Diam kamu.. diam disitu, jangan sentuh aku" teriak Allea
"Nyonya.. nyonya kenapa? " kedua suster bergegas menghampiri Allea
"Tuan.. kenapa bisa disini? " tanya suster yang merawat Michelle
"Tuan saya sudah bilang keadaan nyonya sedang tidak baik" ucap suster pengasuh Millie
"Cepat tolong dulu" Keduanya membawa Allea ke dalam mobil
"Saya gak mau dia ikut" Teriak Allea ketika Max ikut masuk
"Tuan ini darurat, sebaiknya tuan tunggu di rumah jagain anak anak" Max mematung saat dia di perintah oleh dua susternya
"Sialan, mereka nyuruh gue? " Gumam Max menunjuk dirinya sendiri
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kabar mengejutkan datang dari pengusaha muda, Max Alexandria seorang pengusaha yang di kenal sangat family man kini tengah di kabarkan memiliki anak dari wanita lain"
Kabar itu sudah menyebar di koran juga televisi hingga sampai pada Gibran, Ririn yang belum mendengar hal itu tidak tahu jika suaminya sedang syok melihat berita tersebut
"Nyonya... tolong tuan nyonya" teriak bibi dari bawah
"Kenapa bi? " mendengar teriakan pekerjanya Ririn berlari turun ke bawah
"Sayang.. apa yang terjadi? " Gibran menunjuk televisi seraya memegangi dadanya
Ririn belum melihat dengan jelas dia langsung mematikan televisinya dan bergegas membawa Gibran di bantu bibi, sesampainya di rumah sakit Gibran langsung mendapatkan penanganan hingga kondisinya lebih membaik
"Benarkah berita itu? pantas Allea pergi dari rumah" Ririn telah melihat berita tersebut dari handphonenya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aku udah curiga dari awal dengan kemunculan Arabella, aku harus ketemu Allea" Ucap Gita
"Kamu mau kemana? jangan temui mereka dulu keadaan Allea pasti baik baik aja jangan ikut campur urusan rumah tangga orang" Dito menghadang Gita
"Tapi Allea pasti lagi gak baik baik aja"
"Iya aku tahu, biarkan mereka tenang dulu saat ini mereka pasti sedang kacau"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Kabar ini telah menyebar dengan sangat cepat dan banyak panggilan masuk dari keluarga serta sahabat terdekatnya di handphone Allea, Namun tidak ada satu pun yang dia jawab
"Nyonya inget kata dokter jangan banyak pikiran dede bayinya jadi ikutan tegang" ucap suster
"Gimana bisa tenang Sus dia muncul di hadapan saya" jawab Allea
"Maaf nyonya.. semalem ada yang ngetok pintu saya kira siapa ternyata tuan, saya udah coba larang masuk tapi tuan nyerobot gitu aja"
"Gak apa apa.. saya tahu ini bukan salah kamu" jawab Allea
"Bisa agak cepet gak Sus? kasihan anak anak di Vila"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di villa Max benar benar di acuhkan oleh Ellia dan Ello mereka bahkan enggan sarapan bersama Max, hanya Millie dan Michelle yang menempel pada Max
"Nak papa bisa minta tolong? " Max memanggil Ellia yang baru selesai sarapan
Ellia tidak menjawab dia hanya diam menunggu perintah dari sang ayah, Max menyembunyikan senyumnya melihat bibir sang anak yang mengerucut persis sang ibu
"Ambilkan HP mama, dari tadi bunyi terus" Ellia pergi lalu kembali dengan handphone Allea di tangannya
"Terimakasih" ucap Max, namun dia tidak menjawab dan memilih kembali pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang.. kalian sudah sarapan? " tanya Allea ketika baru sampai rumah
"Gimana keadaan mama? "
"Mama sama dede bayi baik baik aja kan? " Ellia dan Ello sangat mengkhawatirkan ibunya
"Mama gak apa apa kok, Millie sama Michelle mana? "
"Mereka sama papa"
"Kalo mau main jangan jauh jauh ya sekitar villa aja" ucap Allea
"Ya.. kita mau main pasir dulu di depan" Kedua anak kembar itu pergi keluar
Allea pergi ke kamarnya tanpa melihat Millie dan Michelle karena dia sudah tahu Max bersama mereka, Allea merebahkan dirinya di ranjang seraya memijat kepalanya
"Kamu lagi apa? " tanya Max seraya menutup pintu kamar
"Kamu liat gak aku lagi apa? pake nanya lagi " ketus Allea
"Judes banget sih istri cantiknya aku" Max ikut berbaring di samping Allea memeluk serta menciumnya
"Sumpah ya kamu gak tau malu, kamu cocok sama Arabella kalian sama sama muka tembok"
Max menatap wajah Allea tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun, Allea sampai di buat malu karena tatapan suaminya dan memilih tidur membelakanginya
"Lihat aku" Max memaksa membalikkan tubuh Allea
"Aku gak mau" Allea memejamkan matanya rapat rapat ketika Max menahan wajah Allea agar menatap wajahnya
Max memagut bibir Allea ketika dia memejamkan matanya, Allea memberontak namun Max sudah mengungkung tubuhnya
"Lepasin gak? ini pemaksaan namanya" pekik Allea ketika Max melepas pagutannya
"Kamu istri aku, kewajiban seorang istri adalah melayani suaminya"
"Tapi aku gak mau"
"Kamu berdosa menolak ajakan suami, kamu mau masuk neraka? " mendengar perkataan suaminya Allea juga merasa takut
"Ya udah bentar aja, gak usah cium cium" jawabnya dengan wajah cemberut
Ketika mereka sudah bersiap dengan posisi sempurna tiba tiba handphone Allea berdering, Allea meraih handphonenya dan menjawab panggilan tersebut
"Apa? iya aku kesana sekarang" Allea mendorong Max yang berada di atasnya sudah bersiap mencetak gol
"Apa lagi sih? " gumam Max mengacak rambutnya frustasi, dia gagal juga saat sudah berhasil membujuk Allea