My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Wanita lain



Di sebuah pusat perbelanjaan Allea sedang membeli perlengkapan bayi untuk calon anaknya di temani Max dan Millie, ketika sedang memilih dia melihat suaminya sedang berbincang dengan Bisma dan dua orang perempuan


Allea berpura-pura  memilih baju yang tepat berada di belakang Max hanya terhalang deretan baju yang di gantung


"Hai.. Cantik namanya siapa? " Tanya salah satu wanita pada Millie yang di digendong Max


Bukannya menjawab Millie malah menatap sinis kedua wanita tersebut, sontak saja Max yang menjawab pertanyaan wanita tersebut


"Namanya Millie, maaf dia memang seperti ini pada orang yang tidak dia kenal" Jawab Max


"Millie cantik sekali, mirip papa ya" Wanita tersebut menyentuh rambut Millie yang berujung ikal


"Jangan centuh" Ucapnya sambil melotot menepis tangan wanita itu yang malah terkekeh


"Dimana istri lo Max? " 


"Lagi pilih perlengkapan bayi tapi.. Dimana dia" Max celingukan mencari Allea


Wanita tersebut mencoba mendekati Millie namun tetap saja gadis kecil itu menunjukkan sikap galaknya


"Lo semakin berkharisma setelah punya anak, lo juga gak seketus dulu" Ucap Miranda seraya menyentuh lengan Max 


"Jangan beyani centuh papa aku" Tegas Millie memukul lengan Miranda lalu mengusap bekas tangan Miranda di lengan ayahnya


"Sayang gak boleh gitu, ayo minta maaf" Ucap sang ayah


"Aku mau biyangin mama" Millie berusaha merosot dari gendongan Max untuk mencari ibunya


"Gawat" Batin Max


"Kita cari sama sama ya.. " Millie berhenti setelah Max pergi meninggalkan Bisma dan dua wanita tersebut


Allea melihat Miranda serta temannya pergi dia mengikutinya sampai ke toilet sementara Max sedang kebingungan mencari Allea yang tiba tiba menghilang, Allea mendengarkan pembicaraan mereka ketika sedang membetulkan riasan wajahnya


"Dia temen kuliah gue dulu, dia dulu cuek banget sama cewek lain" Ucap Miranda


"Masa sih? Tapi kelihatannya baik gitu kok sayang sama anak lagi, idaman"


"Apa mungkin istrinya gak cantik lagi ya? Atau dia udah mulai bosen? " 


"Cowok emang gitu kalo udah nikah baru ketahuan genitnya"


"Tapi kalo gue yang di genitin gue juga mau" Pungkas Miranda


Allea keluar sengaja bercermin di dekat mereka tatapan keduanya melihat Allea dengan tatapan yang sulit diartikan, Miranda memutar tubuhnya untuk memperlihatkan bentuk tubuhnya


"Ehh ada Allea.. Kok suami sama anaknya di tinggalin gitu aja? Gak takut di goda cewek lain ya? " Tanya Miranda penuh ejekan


"Siapa? " Tanya temannya


"Istri Max, pantes dia jadi welcome sama cewek lain liat bentukan istrinya aja bulet gitu" Gumam Miranda namun masih bisa di dengar Allea


"Hus.. " Temannya memperingatkan bahwa perkataan Miranda bisa saja di dengar Allea


"Maaf mbak dia kalo ngomong emang gak pernah di saring" Ucap temannya, Allea hanya tersenyum


"Kalo pun suami gue suka sama cewek lain gue buang aja ngapain pertahankan cowok yang jelas jelas nyakitin, dan untuk cewek penggoda yang berhasil nantinya selamat sudah mendapatkan sampah" Ucap Allea


"Hati hati mbak cewek jaman sekarang jangankan pacar temen pacar sodara aja bisa di embat apalagi kalo ceweknya perawan tua" Ledek Allea lalu pergi dari sana


"Hei dasar sialan" Pekik Miranda, temannya mulai memikirkan perkataan Allea


"Apa lo pikir omongan wanita hamil itu bener? " Tanya Miranda namun temannya hanya diam


Allea melangkahkan kakinya dengan kesal dia kembali ke tempat tadi dan segera membayar belanjaannya, Max menghampiri Allea karena sedari tadi Millie mencarinya


"Sayang dari mana aja? Aku nyariin" Tanya Max namun Allea tidak menjawab


Allea mengambil Millie yang meminta di gendong lalu meninggalkan Max dengan begitu banyak barang belanjaan


"Sayang Millie biar aku aja yang bawa dia berat" Max khawatir melihat istrinya yang hamil besar menggendong Millie


Allea tidak mendengarkan ucapan Max dia pergi ke mobil lebih dulu, setelah menyimpan semua barang belanjaannya Max masuk kedalam mobil


Max melirik Allea yang hanya diam dengan wajah ketusnya sementara sang anak tidur di pangkuannya mengusap perut buncit ibunya


"Millie tidurin di kursi belakang aja kan udah ada pengamannya, kalo gitu nanti kamu pegel" Allea tidak merespon perkataan Max


"Sayang kamu kenapa? Mau beli sesuatu? masih ada yang kurang? " Tanya Max seraya membelai rambut Allea


Max menjalankan mobilnya dia sesekali melirik sang istri yang tidak mau bicara dengannya, karena tidak memperhatikan jalan Max menerobos jalan berlubang hingga membuat mobilnya sedikit berguncang


"Akkhh" Lirih Allea saat perutnya tertekan tubuh Millie, bersamaan dengan tangis gadis kecil itu karena kepalanya terantuk jendela mobil


"Sayang kamu gak apa apa? Maaf aku gak lihat ada lubang" Max segera menghentikan mobilnya


"Sstt.. Sayang maaf ya mama gak sengaja, Millie mau duduk sendiri? " Bocah kecil itu mengangguk seraya mengusap kepalanya


Allea hendak turun namun Max lebih dulu mengambil Millie dan menaruhnya di kursi belakang yang sudah di pasang kursi khusus untuk bayi, Max kembali dia khawatir dengan keadaan Allea mengusap perut sang istri namun Allea malah bergeser


"Kamu gak apa apa? Masih sakit? Apa perlu ke dokter? " Tanya Max


"Sayang.. Aku ada salah apa? Kenapa kamu gak ngomong aja salah aku apa aku gak ngerti kalo kamu diem gini" Lanjut Max 


"Kamu gak salah, aku cuma pengen cepet cepet sampe rumah" Ucap Allea tanpa menatap Wajah Max


"Aku tahu kalo kamu kayak gini pasti ada masalah, iya kan? Kasih tahu aku salahnya dimana? " 


"Kamu gak salah bisa gak sih gak usah tanya tanya, jalan aja gak tahu apa orang capek" Ketus Allea


Max menghela nafasnya berat lalu kembali menjalankan mobilnya menuju rumah, sesama di rumah Max menyerahkan Millie pada suster lalu mengikuti istrinya ke kamar


Karena Max harus menurunkan barang belanjaan Allea lebih dulu ke kamar, saat Max masuk disana kosong tidak ada siapapun


Max membuka pintu kamar mandi dia melihat istrinya berdiri di hadapan cermin tanpa menggunakan pakaian, Max menghampirinya dan memeluknya dari belakang seraya memakaikan handuk


"Kenapa? Kamu bisa kedinginan" Ucap Max menopangkan dagunya di bahu Allea


"Apa kamu pernah bosan sama aku? Apa aku udah gak menarik lagi? " Tanya Allea tatapannya berubah sendu


"Kenapa kamu nanya gitu? Kamu selalu menarik dimata aku" Jawab Max


"Kamu keluar, aku mau mandi" Ucap Allea dingin, dia hendak melangkah ke bathtub namun Max menahan tangannya


"Mandi bareng ya" 


"Gak.. Kamu keluar aja, aku mau sendiri" Allea melangkah masuk ke dalam bathtub yang sudah di isi air hangat dan merendam tubuhnya


"Sayang aku gak suka kalo kamu gini, kamu tinggal bilang aja kalo aku ada salah" Max berjongkok di belakang Allea seraya memijat lembut pundaknya


"Apa kamu pernah bosan sama aku? " Allea mengulang pertanyaannya


"Kamu kenapa sih nanya gitu terus? Kapan aku bilang bosen sama kamu? "


"Kamu emang gak pernah bilang tapi sikap kamu mencerminkannya" Jawab Allea


"Sikap aku yang mana? Jangan mulai aneh aneh deh yang" 


"Aku mau sendiri bisa tolong pergi? Tutup kembali pintunya" Ucap Allea seraya memejamkan matanya


Max tidak keluar dia malah membuka pakaiannya untuk ikut berendam, Allea enggan membuka matanya meskipun dia tahu suaminya sudah masuk ke dalam bathtub


"Kamu kenapa sih? Bilang sama aku coba ada apa? " Max duduk di samping Allea menggeser tubuh istrinya lalu memeluknya menyandarkan kepala Allea di dada bidangnya


"Kenapa sayang? Kamu lagi mikirin apa? "


"Kamu sebenarnya ngerasa bosankan? Kamu setiap hari liat aku yang udah gak langsing udah gak cantik, aku udah semakin tua dan punya banyak anak" Lirih Allea


"Hei.. Kamu sadar gak sih sama yang kamu omongin? Rasa bosan itu hal yang wajar tapi aku gak pernah sama sekali punya pemikiran seperti itu, aku mencintai kamu tidak peduli seperti apapun bentuknya aku tetap cinta sama kamu"


"Cih" Allea tersenyum smirk menjauhkan kepalanya dan bersandar di bathtub


"Kamu sebenarnya kenapa sih? Kenapa tiba tiba ngomong gitu? "


"Kamu banyak berubah sekarang, kamu gak cuek lagi sama cewek lain bahkan sekarang kamu sering bicara dengan lawan jenis bertatapan mata secara langsung senyum sama mereka, Max yang dulu aku gak kenal lagi"


"Bukan gitu yang.."


"Aku gak butuh penjelasan kamu, aku cuma ungkapkan apa yang aku lihat itu hak kamu untuk bersikap seperti apapun sama siapapun, aku cuma merasa kehilangan sosok Maxime si manusia es" Lirih Allea


Max menatap wajah istrinya yang masih memejamkan mata, dia tahu di balik kata kata Allea menyimpan ketakutan


Ketakutan ketika suaminya tidak bersikap dingin pada wanita lain dan itu bisa membuat lawan jenisnya nyaman, Max mencium bibir Allea namun dia tidak membalasnya


Allea mendorong pelan tubuh Max lalu berjalan untuk membilas tubuhnya, Max menatap tubuh istrinya dia berpikir memang telah banyak berubah dia juga mulai terbiasa nyaman berbicara dengan wanita lain


Kadang dia berbohong pada istrinya untuk menerima ajakan klien wanita makan bersama, Max menatap tubuh Allea yang telah mengandung anak anaknya berapa banyak kesakitan yang dia alami namun dirinya begitu egois tidak lagi memikirkan perasaan istrinya