
Buat kalian semua othor mau ingetin lagi nih.. jangan lupa dukung karya othor dengan cara like komen vote dan bunganya ya
Gak ada yang lain like aja sebanyak-banyaknya, karena like itu gratis
"Selamat pagi ma.. "
"Selamat pagi sayang" jawab ibu Bisma
"Maaf ma aku gak sempet masak karena kesiangan"
"Gak apa apa.. jangan terlalu sungkan disini sudah ada pelayan" Celine berjalan pincang menuju meja makan
"Celine kenapa jalannya gitu? kamu sakit nak? " tanya ayah Bayu yang baru saja datang
"Ahh.. ini.. gara gara semalam.. " belum selesai Celine bicara Bisma datang
"Sayangku gak usah ke kantor kamu pasti lelah kan? " Tiba tiba saja Bisma menyergah pembicaraannya
"Ahh.. pengantin baru ini, jangan terlalu kasar kasihan istrimu" Celine kehilangan kata katanya, wajahnya begitu memerah
"Ohh.. jadi begitu" Ucap ayah Bisma
"Apa yang mereka bahas" batin Celine
Setelah sarapan Celine tetap pergi kekantor meskipun mertua serta suaminya melarang, Celine memohon dan akhirnya di izinkan dengan catatan Bisma akan mengantar dan menjemputnya
Bisma mengantar Celine sebelum dia berangkat ke kantor, Saat Celine hendak keluar tiba-tiba saja Bisma menarik tangan Celine ke belakang
"Apa lagi? " tanya Celine, Bisma hanya mengulurkan tangannya
"Apa? "
"Kau istriku, cium tangan suamimu sebelum pergi" Ucap Bisma
"Istri kontrak" Ketus Celine
"Terlepas dari itu pernikahan kita tetap dah dan meskipun kita hanya menikah kontrak tapi pernikahan kita Sah" Akhirnya untuk mempersingkat waktu Celine mencium tangan Bisma
Saat Celine mencium tangan Bisma tiba-tiba saja dia merasa sesuatu menempel di puncak kepalanya, Celine mendongak ternyata Bisma mengecup kepalanya
"Apaan sih? udah ahh.. gue telat" Ucap Celine seraya berbalik
"tunggu" Bisma kembali menarik tangan Celine
"Apa lagi Bisma? cepat katakan"
"Batalin kontrak itu, gue udah mulai merasa nyaman sama lo" Awalnya Celine mematung namun akhirnya dia menepis tangan Bisma dan membuka pintu
"Kita bicarakan nanti" ucap Celine lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Tante... maaf ya hari ini Allea baru sempat jenguk" Allea datang menjenguk mama Celine
"Gak apa apa, tante tau kamu sibuk dengan keluarga kamu, bagaimana kabar kalian? "
"Alhamdulillah.. baik tan, tante cepet sembuh ya biar Celine gak khawatir lagi" ucap Allea seraya mengusap tangan mama Celine
"Hmm... Bukannya kamu punya bayi, di tinggal sama siapa? "
"Ada suster yang jaga, tante aku mau tanya boleh? " Tanya Allea
"Tanya apa? kok sepertinya serius? "
"Itu... apa bener Celine udah nikah? aku tanya tapi dia gak mau jawab jadi kayak mengalihkan pembicaraan" Mama Celine tersenyum
"Celine menikah karena tante harus segera operasi, mungkin dia malu karena dia menikah mendadak dan gak kenal juga sama suaminya"
"Dia kenal kok tan, dia nikah sama sepupu Max.. pantesan dia mau nikah sama Bisma padahal mereka itu selalu ribut kalo ketemu"
"Loh.. dia sodaranya Max? mamanya kesini mohon mohon agar tante merestui mereka berdua" tuturnya
"Tante tenang aja, mereka itu keluarga yang sangat baik.. Celine akan bahagia bersama mereka"
"Syukurlah kalo mereka sodara suami kamu, tante percaya keluarga besar itu baik dan tidak pernah pandang bulu" ucap mama Celine
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Celine menunduk memijat kakinya yang semalam terkilir di kamar mandi, entah kapan Bisma datang dan berdiri di samping Celine
"Masih sakit? " tanya Bisma tiba-tiba membuat Celine terkejut hingga hampir saja kepalanya terantuk ujung meja, namun Bisma dengan sikap memegangi ujung mejanya dari bawah hingga Kepala Celine hanya mengenai tangan Bisma
"Ngagetin aja sih? dari kapan coba akses berdiri di sini, kayak setan aja"
"Heh.. mau ngapain? " Celine menjauhkan tangan Bisma dari kakinya
"Lo jangan salah paham, niat gue baik mau bantu lo "
"Gak perlu nanti juga sembuh sendiri" Celine menarik kakinya menjauh dari Bisma
"Ngeyel banget sih, ke dokter gak mau, kalo di biarin nanti bengkak kalo bahaya gimana? " Bisma mengangkat tubuh Celine dan mendudukannya di atas meja sementara dirinya duduk di kursi Celine
"Hei.. lo gila ya? kalo ada yang liat gimana? "
"Di lantai atas cuma ada ruangan lo, Max sama Habibie.. dah diem kalo teriak teriak gue patahin nih kaki" Ancam Bisma
Bisma meletakkan kaki Celine di pangkuannya dan mulai memijat kakinya, Celine meletakkan tangannya di samping tubuhnya mencengkram pinggiran meja
"Sshh.. aakhh.. pelan pelan" Celine meringis mendongakkan kepalanya menahan sakit
Salah satu staf yang hendak memberikan berkas pada Max melihat Celine dan Bisma hanya dari belakang tubuh Celine membuatnya salah paham, dia mengurungkan niatnya dan memanggil temannya untuk memergoki Celine
"Akkhh.. jangan kenceng kenceng, aku gak kuat" Celine meremas bahu Bisma
"Bentar lagi.. masih kenceng banget ini uratnya"
Mereka berbisik bisik mengintip dari balik dinding melihat tubuh Celine yang meliuk kadang mendongak dengan suara meringis
"Udah.. gimana enak kan? gue mau cuci tangan dulu" Bisma berdiri mengambil tisu dan mengelap tangannya
Sekelompok staf itu menghampiri Celine dan Bisma juga memulai ribut ribut karena menyangka mereka berbuat tidak senonoh di tempat kerja, mendengar suara ribut ribut di luar ruangannya Max dan Habibie pun keluar
"Ada apa ini? " ketika Max membuka pintu sontak membuat mereka terdiam
"Kok malah diam? kenapa tadi ribut ribut? " Lanjut Max
Salah satu staf maju dan menceritakan apa yang mereka lihat, Celine menggelengkan kepalanya dengan raut wajah tak percaya teman temannya satu kantornya berpikir buruk tentangnya
"Apa benar? " Max menatap Bisma dan Celine
"Ya kali gue gila.. gue cuma bantu kaki Celine terkilir nih kalo gak percaya cium tangan gue bau balsem, noh balsem masih ada di atas meja" ucap Bisma dengan raut wajah tidak bersahabat
"Benar tuan.. kalian bisa liat sendiri kaki aku agak bengkak" Celine menjulurkan satu kakinya yang memang memerah dan sedikit bengkak
"Halo.. kirim rekaman CCTV yang di depan ruangan saya sekarang" Max menelpon penjaga layar CCTV
Setelah mendapatkan rekamannyaax menyuruh Celine memutarnya di komputernya dan mereka melihat sama sama, setelah melihat dengan mata kepala mereka sendiri mereka barulah meminta maaf
"Ya kali gue pake balsem buat pegang gituan" Gumam Bisma
"Ngomong apa lo komat kamit gak jelas? " tanya Celine
"Kepo.. makan siang bareng, ayo" Bisma mengulurkan tangannya
"Ogah banget" ketus Celine
"Siapa juga yang ngajak lo, gue ngajak Max" Bisma menggandeng tangan Max yang ada di sampingnya
Celine pergi begitu saja dengan wajah memerah menahan malu, Bisma cekikikan seraya menggandeng tangan Max pergi
"Lo udah bilang sama dia? " tanya Max
"Udah.. tapi dia gak mau bahas itu dulu"
"Sabar bro.. mungkin dia belum sepenuhnya percaya sama lo" Max menepuk bahu Bisma
"Masa dia bilang gue penjahat k*l*m*n"
"Bukannya emang bener ya? " Celetuk Max
"Ini pasti gara-gara kemaren truth or dare di rumah lo nih, dia jadi tau"
"Ya lebih baik dia tau dong, dari pada dia Terima lo duluan dan tau dari orang lain kan berabe" Bisma memikirkan perkataan Max ada benarnya juga
"Terus gue harus gimana biar bisa yakinin dia? "
"Inget kata kata gue, deketin, perhatiin tapi tetep cool dan misterius" Ucap Max
"Kalo gak berhasil gimana? "
"Pake cara terakhir" Jawab Max
"Cara terakhir? " Bisma mengernyitkan keningnya
"Paksa aja, bikin bunting kan entar dia minta tanggung jawab" Bisma menoyor kepala Max mendengar usulnya yang benar-benar memaksakan