
Pagi pagi sekali Allea bangun dia teringat Max yang semalaman di luar rumahnya, Allea bergegas keluar setelah bangun dari tidurnya
"Pak.. Max kemana? " tanya Allea pada satpam di depan
"Subuh baru pulang non itu pun saya bujuk baru dia pulang, semalem di suruh nunggu di pos juga gak mau" Jawab Satpam
"Astaga.. dia pasti kedinginan" gumam Allea
.
.
Ketika di sekolah Allea terlihat gelisah saat melihat kursi Max masih kosong, Dito dan teman yang lain saling senggol melihat Allea yang sedari tadi seperti memikirkan sesuatu
"Lo liatin apaan sih? " tanya Dito
"Gak ada, gue ke toilet dulu" Jawab Allea
Ketika sampai di pintu Allea berpapasan dengan Yuki wajahnya terlihat sangat terkejut ketika melihat Allea
"Allea.. lo.. " Yuki menggantung kata katanya
"Apa sih" Allea merasa aneh dengan sikap Yuki, Allea tidak memperdulikannya dan melanjutkan langkah kakinya
2 Hari kemudian
Lagi lagi Max tidak masuk sekolah membuat Allea semakin khawatir sejak kejadian malam itu dia tidak pernah bertemu lagi dengan Max begitu pun teman temannya, Allea merogoh handphonenya yang bergetar dan menjawab panggilan telepon
"Hallo bun"
"Hallo sayang, kamu lihat Maxime gak? "
"Enggak bun udah dua hari dia gak masuk sekolah"
"Dia kemana ya Oma juga nanyain katanya udah lama Max gak pulang"
"Di bengkel kali bun"
"Gak ada tadi bunda juga kesana, handphonenya juga gak aktif"
"Nanti pulang sekolah Allea bantu cari bun"
"Ya sayang makasih ya" Lydia mengakhiri panggilan teleponnya
.
.
Sepulang sekolah Allea mencari Max ke club malam miliknya namun jawaban yang di dapat dari penjaga keamanan disana juga sama malah Max tidak kesana minggu minggu ini
Yang terakhir Allea pergi ke apartemennya ketika pintu di buka Allea terkejut melihat isi apartemennya yang seperti kapal pecah barang barang berserakan dimana mana, Piring kotor serta pakaian kotor juga berserakan
"Max.. kamu ada di dalam? " Allea membuka kamar ternyata Max berbaring di ranjang sembarangan tanpa memakai kaos dia hanya menggunakan celana pendek
"Max.. bangun" Allea menepuk nepuk pipi Max namun dia tidak juga membuka matanya
"Astaga panas banget" Allea mengambil air untuk mengompres lalu menyalakan handphone Max dan menelpon dokter keluarganya
Dokter datang untuk memeriksa Max sudah di berikan resep obat serta di pasang infus, Setelah dokter pergi Allea membersihkan apartemen dan memasak bubur untuk Max siapa tau dia sadar malam malam
Semalaman suntuk Allea mengompres Max karena panasnya tidak kunjung turun sampai sampai dia tertidur dengan posisi duduk di samping Max menyandarkan punggungnya di kepala ranjang
Waktu menunjukan pukul 6 pagi Max baru membuka matanya, dia meraih handuk kecil di keningnya lalu menoleh seseorang yang tidur di sampingnya
"Kamu disini ternyata, aku tahu kamu pasti khawatir kan? " Max berbicara sendiri menatap wajah letih Allea
Max membenarkan posisi Allea, gadis itu tidak terganggu sedikitpun saking lelahnya
Max mengecup kening Allea lalu pergi ke kamar mandi setelah itu dia memasak untuk Allea meskipun masih merasa pusing, mendengar suara perabotan terjatuh Allea membuka matanya ternyata Max sudah tidak ada di sampingnya
"Max.. " teriak Allea mencari Max keluar kamar
Allea tertegun di dapur saat melihat Max yang memakai celemek namun masih menggunakan bathrobe, Max tersenyum mendekati Allea lalu memeluk serta menciumi pipinya
"Aku kangen" ucapnya sambil memeluk Allea kembali
"Aku belum mandi" Allea menjauhkan tubuh Max
"Gak apa apa.. aku suka bau keringat kamu"
"Kamu udah membaik? kalo gitu aku pulang ya" ucap Allea
"Kamu boleh pulang tapi makan dulu, aku udah siapin makanan buat kamu" Max membawa Allea ke meja makan lalu dia kembali ke kamarnya
Allea merasa sedih juga kenapa hubungannya dan Max menjadi seperti ini, Allea makan dengan pelan rasa makanan yang lezat terasa hambar tanpa Max menemaninya makan
Sudah lama di meja makan namun Max belum kembali juga Allea kembali mengkhawatirkan keadaannya segera berlari ke kamar, Max terbaring memejamkan matanya
Allea mengguncang tubuh Max namun tidak ada reaksi, Allea juga mendekatkan jari telunjuknya ke lubang hidung Max ternyata tidak ada nafas yang keluar dari sana
Allea semakin panik dia menempelkan telinganya ke dada Max tiba tiba Max memeluknya erat sambil terkekeh, Allea yang sadar dirinya di bohongi berontak minta di lepaskan
"Jangan gini aku gak bisa nafas" Max melonggarkan sedikit pelukannya
"Kamu udah baikan? " tanya Allea
"Lumayan.. masih sedikit pusing" jawab Max lalu kembali hening
"Aku minta maaf sama kamu, apapun yang terjadi diantara kita semuanya salah aku" ucap Max seraya mengelus punggung Allea
"Aku gak bisa jauh sama kamu, aku gak mau kita pisah.. maafin aku ya? " Allea hanya diam mendengarkan kata kata yang Max ucapkan
"Akkhh" Allea terkejut saat Max membalikan posisinya menjadi di atas Allea
"Aku gak mau liat kamu nangis, hati aku sakit liat kamu nangis" Max mengusap air mata yang mengalir di sudut mata Allea
"Aku berkali-kali nyakitin perasaan kamu, aku benar benar minta maaf, aku janji gak akan ulangi hal yang sama" Lanjut Max
Allea hanya memandang mata Max dia mencari kebohongan dimatanya namun sepertinya dia tulus, kata kata yang semula ingin Allea ucapkan kini menjadi sulit terucap lidahnya terasa kelu
"Kamu maafin aku kan? " tanya Max seraya membelai pipi Allea dengan jarinya
Allea memejamkan matanya ketika Max membelai nya "Kamu mau maafin aku kan?" Max mengulangi pertanyaannya tanpa sadar Allea mengangguk
"Aku gak mau kamu pergi, kita baikan ya? " Lagi lagi Allea mengangguk menatap mata Max seperti terhipnotis
"Kamu tinggal lagi disini.. aku kangen sama kamu" Ibu jari Max menyapu hidung dan bibir Allea
"Emphhtt" Max mencium bibir itu dengan lembut menghilangkan rasa rindunya yang hampir sebulan tidak bersama
Ciumannya turun ke leher dan tangannya bergerak di tubuh Allea, seketika Allea menghentikan tangan Max yang mulai bergerak nakal
"Aku masih n*f*s" lirih Allea
"Argghh.. kenapa kamu gak bilang dari tadi" ucap Max sambil menepuk ****** Allea lalu bangkit
Allea kembali canggung untuk bicara dia hanya diam membelakangi Max, Tangan Max terjulur memeluk Allea dan memainkan jari jari lentik Allea
"Maafin aku ya" ucap Max seraya menempelkan kepalanya di kepala Allea
"Kamu udah ribuan kali mengatakan itu" jawab Allea
"Aku gak akan pernah bosen sebelum kamu bilang kamu maafin aku"
"Kalo aku gak mau"
"Jangan harap kamu bisa keluar dari sini"
"Kok maksa gitu? minta maafkan harus tulus"
"Aku akan lakukan apapun supaya kamu gak ninggalin aku, kalo perlu aku pasung kamu disini" ucap Max
"Kamu gila" cicit Allea
"Aku emang gila.. sangat tergila gila sama kamu" ucap Max seraya menciumi tengkuk Allea
"Jangan gini aku gak tanggung jawab kalo kamu menginginkan sesuatu" ucap Allea
"Oke.. tapi bilang dulu kamu maafin aku"
"Iya aku maafin kamu sekarang berhenti"
"Jadi jangan marah lagi, aku seneng banget hari ini" Max yang kegirangan memeluk erat Allea menciumi tengkuk, leher lalu wajah dan bibirnya
"Hah.. hah.. aku bisa mati kalo gitu caranya" Gerutu Allea mendorong Max saat dia kehilangan kendali mencium ganas bibir Allea
"Aku kangen sayang, sampai kapan kamu selesai n*f*s? " tanya Max
"Kira kira 4 bulan" jawab Allea mempermainkan Max
"Apa 4 bulan? yang bener aja"
"Gak percaya? ya udah jangan tanya" Allea menatap dengan sudut matanya Max terlihat sedang berpikir
"Lama banget, gak bisa apa nyicil dikit dikit" kelakar Max
"Au ahh.. sana jangan deket deket nanti kamu macem macem" Allea melepaskan tangan Max dari pinggangnya lalu bangun dari tempat tidur
"Mau kemana? " tanya Max
"Mau mandi, Emang kenapa? "
"Aku ikut"
"Gak.. kamu kan udah mandi" pekik Allea
"Kan biar tambah harmonis sayang" rengek Max
"Gak mau" teriak Allea menutup pintu kamar mandi